Back In Time (Reinkarnasi Selir Kejam)

Back In Time (Reinkarnasi Selir Kejam)
Terkuak


__ADS_3

Para prajurit dengan bangga kembali ke ibu kota, mereka menuju istana sambil mengarak seorang wanita muda yang diikat dengan tali. Wanita itu menunduk malu dan juga takut, tidak ada celah lagi baginya untuk lari, ia hanya bisa pasrah sambil berharap dewa sudi menyelamatkan dirinya. Tapi siapa yang akan menyelamatkan wanita yang penuh dosa, wanita yang tega membubuhkan racun ke dalam obat seorang gadis kecil, yang sangat berharao untuk sembuh dari penyakitnya.


Dia adalah Yang Li, dayang paviliun putri yang ditugaskan mengurus obat herbal untuk Zhou Xie Ling.


Yang Li akhirnya tertangkap, setelah pencarian besar-besaran hampir sepekan lamanya. Panglima Hao mengerahkan semua pasukan untuk menangkap seorang dayang istana yang kabur, dan dayang itu diduga kuat sebagai dalang dari racun merkuri yang menyerang Xie Ling.


Awalnya, wanita muda itu hendak menaiki kapal kecil menuju sebuah pulau yang akan menjadi tempat tinggal barunya, karena orang yang menyuruh Yang Li untuk meracuni Zhou Xie Ling telah mempersiapkan segalanya. Termasuk banyak keping emas dan tempat tinggal baru. Tapi sayangnya, Yang Li tertangkap oleh prajurit jaga di perbatasan, ia dicurigai karena membawa banyak sekali keping emas. Gadis muda itu tentu sangat mencurigakan, karena sangat tidak mungkin orang berpakaian lusuh menbawa keping emas sebanyak utu.


Para prajurit pun langsung menahannya, dan setelah pemeriksaan panjang. Akhirnya buronan yang sedang dicari itu ketemu.


"Siapa namamu dan apa tujuanmu?" tanya seorang prajurit penjaga saat itu.


Yang Li membasahi bibirnya yang terasa kering, "Yu, Xien Yu." jawab wanita muda itu asal.


"Kemana kau akan pergi?"


"Aku kan pergi ke pulau sebelah untuk mengunjungi nenek ku."


Sang prajurit mengangguk-angguk, "Siapa nama nenek mu?"


"Mengapa aku harus menjawab pertanyaanmu? Apa aku salah ingin mengunjungi nenek?" Yang Li mengalihkan pembicaraan.


Tidak ada siapapun yang ia kenali di pulau itu, ia hanya diberikan selembar kertas dan ada orang yang akan menjemputnya di ujung pulau.


Prajurit itu menatap Yang Li tajam, "Ini adalah perintah Kaisar Zhou, untuk melakukan penjagaan."


Yang Li bersedekap angkuh, "Itu tidak ada urusannya dengan ku."


Yang Li melenggang pergi, tapi prajurit lain menarik kuat tas yang sedang ia bawa. Wanita itu membulatkan mata saat tasnya robek dan isi tas itu berjatuhan, keping emas yang diberikan orang suruhan permaisuri tercecer di jalanan.


Para prajurit lain pun mendekat, "Hei, mengapa gadis biasa Sepertimu menbawa banyak sekali keping emas?!"


"I... in.. ini untuk nenek ku... iya nenek ku."


"Amankan dia!"


Para prajurit itu segera menahan Yang Li, mereka mengikat sang wanita dengan tali cukup kuat. Bagai kemalangan tak berujung, setiap pos jaga ternyata punya lukisan wajah sang dayang.


Segera setelah itu dipastikan, Yang Li diarak menuju istana.


"Hei, lihatlah, dia dayang rendahan yang tega meracuni Putri Xie Ling." ujar seorang wanita pedagang sayuran.

__ADS_1


"Oh ya?" tanya yang lain.


"Iya, lihatlah banyak prajurit mengawalnya." sahut pria pedagang ikan.


"Jadi dia dayang rendahan itu, dia pantas mati."


"Ya, dia pantas mati."


"Dia harus disiksa sampai mati."


"Dasar dayang rendahan!"


"Dasar tidak tahu malu!"


Orang-orang di pasar menjadi heboh saat para prajurit dan Yang Li melewati area pasar, mereka mendekat guna melihat rupa sang dayang.


Kabar mengenai racun merkuri itu sudah ramai terdengar, membuat rakyat di negeri itu mengecam keras sang dayang. Mereka terang-terangan membicarakan Yang Li, beberapa bahkan melempar buah dan sayur busuk kepada wanita muda itu. Para prajurit pun tidak berniat untuk melindungi, mereka terus memaksa Yang Li untuk maju, padahal langkah wanita itu sudah terseok-seok.


"Buka pintunya!" perintah seorang prajurit berkuda, dari baju zirah yang dikenakan, ia memiliki pangkat yang tinggi.


Pintu gerbang utama istana di buka, disana sudah adalah Panglima Hao yang menunggu dengan beberapa prajurit.


Panglima Hao mendekat, ia membuka sebuah gulungan berisi lukisan wajah Yang Li, sama persis. "Jadi, kau orangnya?"


"A.. a. ampuni saya." mohon Yang Li. "Saya tidak bersalah, saya dijebak! Tolong lepaskan saya."


Panglima Hao mengerutkan keningnya, "Melepaskanmu?"


Yang Li mengangguk, "Saya mohon, panglima."


"Saya akan melakukan apa saja."


"Saya mohon ampuni saya."


Sang panglima terkekeh, lalu tersenyum miring pada dayang pemberani di hadapannya itu. Cukup ia akui keberanian Yang Li tinggi, bahkan di ujung tanduk nyawanya pun ia tak akan diampuni,dan Yang Li mencoba bernegosiasi, sungguh tidak tahu diri. "Tidak akan semudah itu dayang kecil."


"Neraka baru saja dimulai."


"Bawa dia menuju penjara, ikat dan siksa dayang rendahan itu."


"Baik, panglima."

__ADS_1


Yang Li mencoba meronta sekuat tenaga saat diarak menuju penjara di aula barat, tempat Dayang Hong dan yang lainnya ikut disiksa.


Wanita muda itu tidak bisa berteriak karena mulutnya disumpal kain, dan kepalanya ditutup dengan kain berwarna hitam.


...****************...


"Kau yakin dia sudah tertangkap?" Yang Jia Li tidak bisa diam di kamarnya, wanita dengan hanfu biru itu berjalan mondar-mandir mengelilingi kamarnya.


Satu hal yang baru adalah Yang Jia Li tidak pernah merasa setakut ini sebelumnya. Dari awal ini bukan ide yang bagus, jika saja dia memegang kendali penuh, pasti Yang Jia Li telah lama menbunuhnya. Semua ini karena sifat lembut Zhou Xing Huan. "Bukankah kau sudah menyiapkan keberangkatan dayang itu?" tanya Yang Jia Li menggebu.


"Ayah, ku mohon lakukan sesuatu."


"Pasti ada yang bisa kita lakukan bukan, ayah, kau pasti punya rencana kan?!"


"Sial, jika tahu semua ini akan terjadi. Aku sendiri yang akan menghabisinya.'


Yang Zuo pun merasa gugup karena dayang itu tertangkap, padahal ia telah memberikan semua yang ia bisa untuk membawa dayang itu pergi dari Dinasti Ming. Kalau begini maka tidak ada cara lain selain menggunakan cara-cara brutal.


Sang permaisuri menggigit ujung kukunya guna menyalurkan rasa gugup tak berkesudahan. "Apa kau punya rencana ayah?"


"Tidak ada cara lain."


"Maksudmu?" tanya Yang Jia Li.


"Kita harus memebunuhnya segera, sebelum ia bicara dan membuat kita semua binasa."


Yang Zuo bangkit dari duduknya, "Seharusnya kita lenyapkan dia saat itu juga."


"Sudah lah, Yang Mulia." ujar Yang Zuo, mencoba menenagkan sang putri.


Dayang Yue datang, sang dayang tergesa untuk menghampiri Yang Jia Li. "Maaf menganggu, Yang Mulia."


"Ada apa?"


"Yang Li."


"Kenapa dengan dayang itu?" Yang Jia Li mendekat, kedua alisnya menyatu. "Apa yang terjadi?"


"Yang Li diarak menuju penjara, dia akan disiksa Yang Mulia."


Kepala tangan Yang Jia Li menguat, satu hal yang ia takutkan terjadi.

__ADS_1


"Kita harus membunuhnya, ayah."


__ADS_2