Back In Time (Reinkarnasi Selir Kejam)

Back In Time (Reinkarnasi Selir Kejam)
Harus menyusun rencana


__ADS_3

Tak menunggu waktu lama, Wu Li Mei bergegas menuju aula timur dimana utusan ibu suri baru saja memintanya untuk segera pergi kesana. Ibu suri memintanya untuk datang tanpa dayang dan pengawal, karena sepertinya mereka akan membicarakan hal yang penting. Tidak terlintas apapun dalam benaknya tentang pembicaraan mereka, sebelum utusan itu bercerita semuanya. Wu Li Mei tidak banyak bertanya karena utusan ibu suri sudah menceritakan garis besar dari masalah mereka, sang selir mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, karena lagi-lagi Yang Jia Li mencari masalah dengannya.


Sungguh menjengkelkan, ia harus terus berurusan dengan permaisuri licik itu sebelum salah satu dari mereka mati. Rupanya kedatangannya di negeri ini untuk melawan permaisuri agar tetap bisa hidup, jika begini, ia sama halnya dengan sang pemilik raga. Yaa, monarki memang selalu seperti itu, keras dan mencekam. Butuh pertaruhan nyawa untuk bisa berdiri tegak pada tahta. Tapi kali ini ia tidak akan diam saja, tidak akan lagi ia biarkan Yang Jia Li menyentuh anak-anaknya, sudah cukup Zhou Xie Ling, jika wanita itu macam-macam dengan kedua anaknya. Wu Li Mei pastikan ia akan memenggal kepala permaisuri licik itu.


Pintu kayu besar aula terbuka, sang selir segera melangkah masuk. Ia dengan cepat menghampiri sang putri setelah memberi salam kepada ibu suri dan Guru Zhang. “Kau tak apa? Katakan pada ibu apa yang dilakukan permaisuri kepadamu! Mana yang sakit nak?”


Zhou Fang Yin menggeleng, ia memeluk sang ibu erat untuk mencari ketenangan. “Aku tidak terluka bu, aku tak apa, hanya saja aku merasa takut.”


“Apa dia mengancammu? Dia mengatakan apa saja?”


“Aku takut bu.” Zhou Fang Yin menggeleng lagi, “Saat ibu permaisuri marah dan berkata akan membunuhku, rasanya kejadian di danau itu seperti terulang kembali, aku takut dan merasa sesak bu. Dia sangat mengerikan!” ujar sang putri setengah berbisik, memang ia hanya bercerita tentang kejadian di danau itu kepada Wu Li Mei saja. Tapi meskipun begitu, semua orang di istana ini sudah tahu siapa pelakunya sejak lama, hanya saja mereka saling diam karena tidak ingin terlibat masalah.


“Tenanglah sayang, ibu disini dan tidak akan ada yang bisa melukaimu.” Ujar Wu Li Mei bersungguh-sungguh, wanita itu memeluk erat sang putri dan membelai puncak kepalanya dengan sayang.


Setelahnya Wu Li Mei mengambil duduk di dekat ibu suri, ia ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Dan ibu suri menjelaskan dengan sudut pandangnya, karena saat kejadian itu ia datang terlambat, mungkin saja jika ia datang tepat waktu akan banyak informasi yang bisa ia dapatkan.

__ADS_1


Wu Li Mei mengerutkan keningnya, “Perpustakaan istana? Apa yang dilakukan Yang Jia Li disana? Bukankah ia tidak suka membaca buku.”


“Sedang mencari sesuatu Yang Mulia, dia mencarinya di rak buku-buku lama, tapi tidak menemukan apapun.” Jawab guru Zhang. “Hal itu yang membuat Yang Zuo marah kepada permaisuri, seperti yang dikatakan Putri Fang Yin, setelahnya Yang Jian Zhu akan diutus untuk itu. Bukankah kita harus melakukan sesuatu untuk ini? Jangan sampai permaisuri menemukan apa yang dicarinya bukan?”


“Ya, kita harus melakukan sesuatu Guru Zhang. Tapi apa? Sayangnya aku tidak bisa berbuat banyak, aku dan kaisar akan pergi ke Negeri Hang besok pagi. Bagaimana jika saat itu Yang Jia Li melancarkan aksinya? Atau mungkin aku akan meminta kaisar menutup perpustakaan dan menambah penjaga disana.”


“Kau akan pergi, Mei-mei?”


Wu Li Mei mengangguk, baru saja ia hendak bersiap untuk keberangkatannya menuju Negeri Hang yang konon katanya kampung halaman sang selir. Tapi masalah demi masalah selalu saja datang, bagaimana ia akan pergi dengan nyaman saat ia selalu merasa khawatir disana. Sang selir mulai mempertimbangkan untuk tidak jadi ikut dalam perjalanan itu, namun bagaimana lagi, ia juga penasaran dengan rupa kedua orang tuanya di dunia ini.


“Kau harus tetap pergi, Mei-mei. Ayah dan ibumu pasti menunggu disana, lagipula jangan khawatir karena aku akan melindungi semuanya. Aku tidak akan membiarkan Yang Jia Li melukai kedua cucuku lagi, kau jangan khawatir, karena kita hanya membutuhkan sebuah rencana matang untuk mencegah Yang Jia Li melancarkan aksinya. Atau barangkali menunda pergerakannya sampai kau kembali.” Balas ibu suri.


“Apa ibu yakin? Aku dan kaisar tidak ada di istana dan itu akan sangat berbahaya, ibu yakin bisa melakukannya?”


Zhou Ming Hao meraih telapak tangan sang ibu dan menggenggamnya erat, “Ibu tidak perlu khawatir, aku juga akan berusaha dengan baik untuk melindungi semuanya dan melindungi istana ini.”

__ADS_1


“Aku juga tidak akan diam saja bu, aku akan berusahan sebaik mungkin untuk melawan jika kejadian ini terjadi lagi.” Zhou Fang Yin ikut meyakinkan keraguan sang ibu terhadap keberangkatannya menuju Negeri Hang di utara. Wu Li Mei harus tetap pergi karena itu adalah perintah dari kaisar, tidak mungkin untuk dilanggar.


Ibu suri menengahi dengan mengambil keputusan bahwa Wu Li Mei tetap akan pergi, tujuan mereka berkumpul adalah untuk menyusur strategi dan rencana yang matang guna melawan Yang Jia Li. Jika itu tentang pemberontakan, rasanya tidak mungkin karena Yang Jia Li tidak punya pasukan sebanyak itu. Tapi permaisuri mengingikan kematian selir agung, dan buku apa yang mungkin dicari dalam upaya ini. “Mei-mei kau harus tetap pergi, oleh karenanya kita harus menyusun rencana untuk bertahan dari Yang Jia Li.”


“Saya rasa kita harus memperketat penjagaan Yang Mulia, baik anda, putra mahkota atau Putri Fang Yin. Semuanya harus dijaga oleh orang-orang terbaik dan pilihan yang terpercaya. Kedua, kita harus menjaga kekaisaran dan singgasana dengan ketat, penjagaan pada dokumen penting dan sangatr rahasia milik kekaisaran. Ketiga, Yang Mulia selir juga harus berhati-hati untuk kedepannya, boleh jadi ada banyak mata-mata yang ikut dalam perjalanan nanti.” Ujar Guru Zhang yang langsung membuat rencana untuk bertahan.


Wu Li Mei mengangguk, “Saya setuju, seperti yang kita ketahui Yang Zuo punya banyak pengikut, ku pikir kita juga harus memperketat penjagaan istana.”


“Baik Yang Mulia, biar nanti saya bicarakan itu dengan Panglima Hao.”


“Guru Zhang, memangnya rak buku lama berisi buku apa saja?” tanya Wu Li Mei tiba-tiba, karena pertanyaan itu juga tiba-tiba terlintas di benaknya.


Sang guru besar tampak berpikir, ia pernah beberapa kali mengunjungi perpustakaan dan membaca rak penyimpanan buku-buku lama. Satu hal yang banyak disana adalah buku tentang sejarah dan ramuan herbal, mulai dari yang menyembuhkan sampai yang berbahaya. “Disana ada banyak buku sejarah kekaisaran dan kesehatan Yang Mulia.”


“Benarkan? Aku baru saja mengambil buku dari perpustakaan lama.” Jawab Wu Li Mei.

__ADS_1


“Buku apa, Mei-mei?”


__ADS_2