
“Ibu suri, apa kau baik-baik saja?”
“Bu?”
“Apa yang terjadi pada ibu suri selama aku pergi? Bagaimana bisa ibu jadi demam tinggi seperti ini?” tanya Kaisar Zhou setelah dia dan rombongan sampai di istana, mendengar kabar ibu suri sakit membuat sang kaisar segera menuju ke paviliun ibu suri untuk memastikannya.
Saat sampai disana, tak hanya kaisar tapi juga Wu Li Mei dibuat terkejut bukan main mendapati ibu suri terbaring lemas dan pucat, tubuhnya panas tapi mengigil kedinginan. Jika sudah seperti ini maka kompres dan obat herbal biasa tidak akan cukup. Wu Li Mei ikut memeriksa keadaan ibu suri, suhu tubuhnya tinggi seperti demam tapi jauh lebih parah. Saat diperhatikan lagi tidak ada ruam, bercak merah di kulit, atau lebam biru. Tidak ada tanda-tanda alergi seperti gatal juga.
Dari yang disampaikan oleh kedua putra dan putrinya, ibu suri jatuh sakit setelah menyantap hidangan di paviliun permaisuri. Dan sangat wajar jika Wu Li Mei menduga bahwa Yang Jia Li kali ini telah mengincar ibu suri, tapi untuk saat ini bukan itu yang terpenting melainkan kesembuhan ibu suri. Dia juga tidak bisa asal menuduh tanpa bukti yang kuat, terlebih lagi jika itu memang ulah Yang Jia Li, dia sangat lihai dalam melimpahkan kesalahan pada nyawa yang bahkan tidak berdosa dalam perebutan kekausaan ini.
Tapi, jika sampai Yang Jia Li terbukti melakukannya, dia tidak akan tinggal diam untuk memberinya pelajaran yang sepantasnya didapatkan permaisuri licik itu. “Bu, apa ada bagian tubuh lain yang nyeri atau sakit? Apa perutmu terasa kembung?”
Samar, ibu suri menggelengkan kepalanya. “Tidak, Mei-mei.” Jawabnya. “Aku hanya lemas dan semua sendiku sakit, aku kedinginan sekali.
“Apa ibu mengalami gatal sebelumnya? Atau gejala lain seperti muntah?” tanya Wu Li Mei lagi pada dayang ibu suri. Wanita yang sejak dulu mengurus ibu suri menjadi satu-satu orang yang bisa menjadi kunci untuk permasalahan, karena dia menghabiskan waktu yang lama bersama ibu suri.
Kepala dayang ibu suri mendekat, “Tidak, Yang Mulia Selir. Ibu suri hanya mengeluh sakit kepala saja, tidak dengan gatal. Tapi, dia pernah muntah satu kali dan tidak ada apapun yang keluar, Yang Mulia.”
“Jadi, seperti tertahan di dalam perut ya.” Wu Li Mei mengangguk-anggukkan kepalanya, ia menyingkap selimut tebal yang membungkus tubuh lemah wanita tua itu. Memeriksa denyut nadi dan menepuk beberapa bagian perutnya, ada bunyi kembung namun tidak terlalu kuat. “Apakah ibu suri sudah buang air besar setelah muntah?”
“Belum, Yang Mulia.”
__ADS_1
“Kapan terakhir kali buang ari besar?”
“Mungkin sudah tig hari yang lalu, Yang Mulia.” Jawab sang dayang, “Maaf, saya tidak yakin tapi sepertinya memang tiga hari lalu.”
“Ada apa, Mei’er? Apa ini akan parah? Apa terjadi sesuatu yang buruk?” tanya Kaisar Zhou khawatir, biar bagaimana pun seorang anak akan mengkhawatirkan ibunya dan begitu pula sebaliknya. Meskipun pasti ada perang kekuasaan yang pelik, tapi Kaisar Zhou tetap mencintai ibundanya.
Wu Li Mei mengendikkan bahunya dan tersenyum tipis, “Aku tidak tahu, Yang Mulia. Semoga saja demam ini akan turun dalam beberapa waktu, Tabib Zhong sudah memberikan obat dan itu akan membantu dengan baik. Jika perlu, aku akan menambahkan beberapa obat untuk lebih membantunya sembuh.”
“Apa ini sudah berlangsung lama?”
Dayang ibu suri kembali menggeleng, “Belum, Yang Mulia, baru dua hari yang lalu, setelah ibu suri pergi berkunjung ke paviliun permaisuri.”
“Paviliun permaisuri? Untuk apa?” tanya Kaisar Zhou cepat.
“Apakah hanya minum teh? Apa ibu suri makan sesuatu?”
Sang dayang segera menggeleng, “Tidak, Yang Mulia, ibu suri makan hidangan kecil yang disiapkan oleh dayang permaisuri. Beberapa kue dan berry liar yang tumbuh di pelataran paviliun ratu.”
“Berry?”
Wu Li Mei jadi tahu sekarang karena sepertinya berry itu adalah sumber masalahnya, buah berry liar banyak yang mengandung racun dan terlihat sama dengan buah berry yang tidak beracun, dari segi rasa pun sama. Tapi jika tidak jeli dalam membedakannya, maka bisa saja salah dalam memilih. Itu sebabnya berry menjadi cukup dihindari saat menemukan buah liar.
__ADS_1
Yang Jia Li menerobos masuk ke dalam paviliun ratu yang sudah penuh, wanita dengan hanfu berwarna jingga itu langsung bersimpuh di samping ranjang ibu suri. “Oh ibu, apa yang terjadi kepadamu? Maafkan aku yang datang terlambat, aku tidak tahu jika kau sakit.”
“Bu, apa yang kau rasakan? Apakah ada bagian yang sakit? Biar aku pijat ya.”
“Berry apa yang dimakan ibu suri di paviliunmu.” Wu Li Mei langsung bertanya pada Yang Jia Li, terkait dengan dugaannya pada berry yang baru saja dimakan ibu suri dan membuatnya jatuh sakit.
“Berry? Berry apa? Aku tidak tahu jika ada berry di paviliunku, lagi pula aku juga tidak tahu jika ibu suri memakan berry.” Sanggah Yang Jia Li, wanita istana itu bangkit dan menatap Wu Li Mei tidak suka, “Apa kau menuduhkan telah meracuni ibu suri, beraninya kau Wu Li Mei!”
“Lalu bagaimana lagi? Ibu suri jatuh sakit setelah mengunjungi paviliunmu, siapapun pasti akan menduga jika kau telah berencana untuk mencelakai ibu suri bukan.”
“Hei! Jangan asal menuduh ya, itu tidak benar, aku tidak melakukan apapun pada ibu suri.” Yang Jia Li mengepalkan kedua telapak tangannya, wajahnya merah padam karena merasa dituduh telah mencelakai ibu suri. Enak saja Wu Li Mei asal menuduhnya tanpa bukti apapun, padahal dia tidak disini dan dia baru saja kembali dari Negeri Hang.
Ketegangan di dalam paviliun ibu suri mulai terasa setelah Wu Li Mei dan Yang Jia Li beberapa kali terlibat dalam adu mulut yang semakin menyudutkan Yang Jia Li. Banyak orang yang datang disana juga mulai berubah mempercayai bahwa permaisuri mungkin merencanakan sesuatu pada ibu suri sehingga nekat menanam berry beracun agar di makan oleh ibu suri. “Kurang ajar kau Wu Li Mei dasar tidak tahu diri!”
Yang Jia Li mengangkat tangannya dan bersiap melayangkan tamparan pada pipi putih nan mulus sang selir agung, musuh abadinya sampai kapanpun. Sampai salah satu diantara mereka mati dan kalah. Tinggal sedikit lagi gambar tangan itu menempel di pipi sang selir, tapi Kaisar Zhou telah lebih dulu mencegahnya. “Kau gila permaisuri?!” sentaknya.
“Bukan aku yang gila, Yang Mulia. Wu Li Mei tidak punya sopan santun, dia sangat lancang telah menuduhku meracuni ibu suri.”
“Tapi, bukan dengan kekerasan! Pergilah, kau mengganggu ibu suri beristirahat.”
“Ta-tapi … aku.”
__ADS_1
“Pergi!”