
Sepekan berlalu sejak kejadian di pasar dimana toko obat terbakar dan dihancurkan oleh orang tidak dikenal yang mengaku sebagai utusan dari Ho Xin Xin. Tidak banyak yang bisa Wu Li Mei lakukan karena Ho Xin Xin tidak punya kuasa yang cukup untuk membebaskannya. Sejak saat itu pula Zhou Jiang Wu, anak laki-laki berusia belum genap satu tahun itu dirawat selir agung dan menjadi bagian dari hidupnya kini. Merawat anak menjadi salah satu yang paling disukai oleh Wu Li Mei karena dia suka dengan anak-anak.
Begitu pula Zhou Jiang Wu yang sudah sangat aktif saat dirawat oleh Wu Li Mei, berat badannya bertambah dan dia mulai nyaman bertemu dengan orang baru. Selir agung merawatnya dengan penuh kasih sayang, dia memberikan susu sapi yang paling enak dan makan mendamping asi.
"Dia ini lucu sekali ya." ucap Zhou Fang Yin yang asik menggendong Jiang Wu, pangeran kecil yang menjadi bagian paling menyenangkan selama minggu menegangkan itu. Tiap hari setelah ia mendengar Wu Li Mei mengasuh Zhou Jiang Wu, sang putri datang ke paviliun selir agung hanya untuk melihatnya.
"Iya, dia masih sangat kecil."
"Kenapa kau tidak jadi kecil saja?" tanya Fang Yin kepada sang kakak yang sedang tiduran di pondok teratai milik sang ibu, di tangannya memegang kipas yang ia gunakan untuk mengipasi tubuh dari udara panas.
Zhou Ming Hao mendelik lalu kembali acuh, "Kalau aku kecil, kau juga ikut kecil. Kalau kita sama-sama kecil maka tahta kekaisaran tidak akan jadi milikku. Jadi bagaimana? Kau mau merelakan tahta ini untuk siapa?"
"Aku bisa."
Sang putra mahkota menatap si adik dengan tajam, dia menggulung kipasnya dan memukul kepala Zhou Fang Yin pelan. "Tidak akan pernah, selama aku masih hidup maka tahta ini akan menjadi milikku. Kau kan wanita, seharusnya kau mengabdikan dirimu untuk keluarga saja. Nikahi putra mahkota dari negeri lain, Xiao Yin, maka kau akan menjadi ratu."
"Menikah itu urusan nanti, lagipula kau juga belum menemukan wanita yang baik untuk dijadikan putri mahkota, kan. Santai saja, kau menikah dulu, baru aku akan menikah." jawab sang putri, dia terus mengajak Jiang Wu kecil bermain agar tidak bosan dan menangis, Wu Li Mei sedang membersihkan diri dan tidak boleh ada tangisan bayi di pondok teratai pagi ini.
"Kalau nanti aku sudah menemukan, apa kau akan menyukainya?" tanya sang kakak.
"Jangan pedulikan aku, dia adalah pendamping hidupmu bukan pendamping hidupku. Kau hanya harus menikah dengan orang yang kau cintai saja."
"Cinta ya?"
__ADS_1
Sang putra mahkota menerawang jauh, dia menatap langit-langit pondok teratai dan membayangkan bagaimana cinta bisa tumbuh dengan bahagia lalu menikah dengan orang yang dicintainya. Tapi, Zhou Ming Hao sadar dan tahu benar bagaimana kehidupan sebagai pewaris tahta telah menentukan hidupnya, dia pasti akan menikah dengan seorang wanita yang tidak ia cintai tapi berpangkat tinggi, alih-alih menikah dengan seseorang yang dia cintai.
Untuk menjadi seorang kaisar yang kuat, maka dia juga butuh ratu yang berkuasa.
Wu Li Mei datang bersama dengan Tabib Zhong dan Panglima Hao, mereka tampak membahas sesuatu yang begitu penting bersama. Tapi mereka justru berjalan ke arah mereka, setelah memberi hormat, samar mereka bisa mendengar pembicaraan Wu Li Mei dengan dua orang terpercayanya itu.
"Saya sudah menemukan bangunan yang cocok, Yang Mulia. Berada di pasar tapi kali ini jauh lebih ramai dan dekat dengan pos penjaga prajurit."
Kedua anak Wu Li Mei langsung menoleh saat mereka bisa menebak alur dari pembicaraan itu.
"Dimana? Apa Suo bersaudara juga bisa tinggal di dalamnya?"
Sang panglima mengangguk dua kali, "Bisa, Yang Mulia, ada beberapa kamar jadi anda tidak perlu khawatir Suo bersaudara akan kesulitan disana. Meskipun bukan bangunan besar, tapi yang kali ini jauh lebih luas dari bangunan sebelumnya."
"Apa jarak dermaga dengan toko terlalu jauh?"
Sang tabib menggeleng, karena tempatnya memang tidak terlalu jauh. Ada jalan lain yang bisa ditempuh untuk mengantarkan tanaman herbal kering itu ke tempat yang seharusnya. "Ada pedati dan rakyat biasa yang bekerja di pasar akan membantu nanti, anda tenang saja tidak perlu khawatir, Yang Mulia."
"Kalau begitu kapan kita bisa melihat kesana?"
"Kapanpun anda bisa, Yang Mulia."
"Aku bisa, hanya saja tidak akan bisa terlalu lama pergi. Aku punya bayi yang harus dirawat dengan baik." Wu Li Mei memberikan kode pada anak kecil yang asik bermain bersama dua anaknnya yang sudah remaja.
__ADS_1
Tabib Zhong dan Panglima Hao ikut melihat anak kecil itu, "Apa dia Pangeran Zhou Jiang Wu?"
"Iya, aku akan mengasuhnya sampai kasus Selir Ho selesai. Song Yue Yin juga sudah kewalahan karena harus mengurus putrinya juga. Jadi, Jiang Wu akan bersamaku untuk beberapa waktu, jadi aku sudah menyiapkan diri untuk dia."
"Bagaimana perkembangan kasus Selir Ho?"
Panglima Hao menggeleng, "Tidak ada penyelesaian karena Selir Ho tidak punya banyak orang yang akan mendukungnya. Kesalahannya pun hanya digunakan untuk mengulur waktu sampai ada yang bisa melimpahkan masalah lagi kepadanya."
"Apa belum ada petunjuk dari Yang Zuo? Bukankah dia yang melakukannya?"
"Sayangnya kita tidak bisa asal menuduh dan harus diberi bukti yang kuat Yang Mulia, saya juga yakin jika ini ada campur tangan dari Yang Zuo atau bahkan permaisuri. Tapi kita tetap harus membuktikan itu benar atau tidak."
"Bagaimana kabar Yang Jia Li?" tanya Wu Li Mei iseng.
"Permaisuri baik, tapi dia sering sakit jadi dia tidak bisa pergi ke biara. Sehari-hari hanya berdiam santai di paviliun yang disediakan khusus untuknya. Mata-mata yang sama kirimkan untuk menjaga Yang Jia Li nyatanya hanya melaporkan itu. Tidak ada apapun disana selain hasil bumi dan bangunan paling megah di puncak gunung, Biara Heng Shui.
"Ku dengar dia langsung sakit setelah sampai disana, benarkah itu panglima?" tanya Tabib Zhong yang ikut penasaran dengan Yang Jia Li.
Jika harus mengingat kembali keberangkatan Yang Jia Li membuatnya tertawa sendiri. Dia dengan begitu nekat menelan herbal yang bisa menbuat orang sakit perut lalu mencret. Perjalanan terpaksa dihentikan dan dihentikan, tidak mungkin meninggalkan Yang Jia Li dengan sakit perutnya.
"Yang mulia permaisuri selalu mengeluh dan belum sampai disana dia sudah menghambat laju perjalanan dengan penyakit diare ya itu."
"Hahahah, Yang Jia Li selalu saja membuat masalah!"
__ADS_1