
"Nyaanyaanya ... aaawaaa ... "
Sang pangeran kecil memberikan mainan yang terbuat dari kayu untuk Wu Li Mei, setiap pagi baginya adalah jadwal bermain dengan selir agung. Karena merasa nyaman dan penuh kasih sayang, bayi laki-laki itu bahkan tidak lagi mengingat sang ibu.
Wu Li Mei menerimanya, "Terima kasih, sayang." jawabnya.
"Bu ... bububu ... "
"Kau memanggilku ibu?" tanya Wu Li Mei pada anak kecil yang baru mengenal kata itu. "Astaga, aku tidak menyangka dipanggil ibu oleh anak kecil untuk pertama kalinya. Iya, sayang, panggil aku ibu."
"Bubbububu ... "
"Ibu." koreksi Wu Li Mei dengan sabar.
"Bibbuu ... "
Mengasuh anak ini membuat Wu Li Mei bahagia dan melupakan semua kerisauannya tentang toko obat dan istana, barang sejenak memang, tapi itu cukup membuat otaknya beristirahat. Belum lagi bayi kecil ini sungguh mengobati rasa rindunya kepada Zhou Xie Ling. Ada beberapa fitur di wajahnya yang mirip dengan mendiang putri kecil dan itu berhasil menjadi obat.
Lelah bermain di pelataran paviliun, kini Zhou Jiang Wu merentangkan kedua tangannya sebagai tanda minta digendong. Anak kecil memang selalu menggemaskan, begitu pula bayi ini yang mulai berisi tubuhnya setelah dirawat beberapa hari saja oleh Wu Li Mei. Banyak dayang yang membicarakannya dan membandingkan dengan pola asuh dari Ho Xin Xin.
Wu Li Mei pun dengan senang hati meraih tubuh mungil itu untuk ia bawa ke dalam dekapannya sembari berjalan menyusuri kolam teratai dengan banyak ikan koi berenang bebas di dalamnya.
"Dimana Xiao Ming dan Xiao Yin?" tanya sang selir agung.
Dayang Yi menunduk hormat, "Mereka sedang belajar bersama Panglima Hao karena Guru Zhang pergi ke negeri barat untuk beberapa hari, Yang Mulia. Mungkin siang nanti putra mahkota dan Putri Fang Yin akan datang berkunjung."
"Apa anda akan pergi ke toko obat lagi, Yang Mulia?" tanya Lu Yan sedikit memelankan suaranya agar tidak terdengar oleh dayang lain.
"Tidak, terlalu sering pergi meninggalkan istana akan membuat kaisar curiga nanti. Aku tidak mau dia tahu siapa aku sebenarnya."
__ADS_1
Kedua dayang itu mengangguk paham, mereka tahu bahwa permaisuri dan selir seharusnya tidak boleh mengelola toko dan lain halnya karena dikhawatirkan akan membuat masalah dengan mengambil keuntungan berlebih dari rakyat. Wu Li Mei memang tidak sama sekali mengambil keuntungan karena semua hasilnya hanya untuk dibelikan bahan obat lagi, tapi tetap saja tidak diperbolehkan.
Kecuali jika itu mendapat izin langsung dari kaisar.
Wu Li Mei tersenyum saat bayi di gendongannya itu tertidur dengan sendirinya, wajah damai dan sepasang lengan kecil yang memeluk erat lehernya membuatnya ikut merasa damai.
"Biar saja membawa pangeran masuk, Yang Mulia." ucap Lu Yan.
Bayi kecil itu pun diambil alih oleh sang dayang kecil dan dibawa ke tempat yang lebih nyaman untuk tidur. Zhou Jiang Wu bahkan dibuatkan tempat tidur khusus di samping ranjang Wu Li Mei agar lebih mudah untuk diawasi. Sebenarnya ada dayang pengasuh yang dibawa dari paviliun Selir Ho, dan dia sangat membantu Wu Li Mei dalam mengurusnya juga.
Setelah Lu Yan pergi, hanya tersisa Wu Li Mei dan Dayang Yi di dekat kolam teratai, mereka menikmati angin pagi yang berhembus sejuk menerpa wajah mereka. "Bagaimana kelanjutan kasus Ho Xin Xin, Dayang Yi?"
"Selir Ho terbukti bersalah, dia akan dipenjara dan diasingkan selama setengah tahun di desa terpencil karena tindakannya sangat tidak dibenarkan." jawab sang dayang.
"Bagaimana bisa?!"
"I-i-iya, Yang Mulia."
Sang dayang menggeleng kaku dengan ekspresi wajah pias, dia sudah menjawab pertanyaan yang ditanyakan Wu Li Mei dengan jawaban yang sebenarnya. "Memang itu keputusan dari hakim, Yang Mulia. Kejaksaan sudah menahan Selir Ho dan kaisar juga setuju karena tidak ada pembelaan dari pihak Selir Ho sendiri. Klan Ho seperti menerima saja dengan keputusan ini."
"Bagaimana bisa begini, bukan Ho Xin Xin yang bersalah, dan sudah jelas bukan. Siapa lagi dalang dibalik kekacauan kalau bukan Yang Zuo, dan dengan teganya dia memfitnah seseorag yang tidak bersalah, sungguh keterlaluan!"
Wu Li Mei mengepalkan kedua telapak tangannya dengan kesal, lagi-lagi ia harus melihat kenyataan hidup di istana yang begitu menyeramkan. Semua yang ingin hidup dengan tenang harus siap bertarung dan selalu berada di pihak kemenangan. Yang Jia Li dan ayahnya itu sungguh pembuat onar, bahkan permaisuri itu tidak ada tapi dia tetap membuat orang lain menderita. Wu Li Mei harus melakukan sesuatu.
"Aku harus pergi menemui kaisar!"
"Baik, Yang Mulia."
***
__ADS_1
"Salam, Yang Mulia!" Kasim Hao menunduk hormat menyambut kedatangan selir agung di istana kaisar.
"Bangkitlah!"
"Aku datang ingin menemui kaisar!" ujar Wu Li Mei langsung menyampaikan maksudnya.
Sang kasim mengangguk, "Silahkan masuk, Yang Mulia. Kaisar Zhou ada di dalam."
Dua pengawal penjaga pintu masuk segera membukakan pintu untuk Wu Li Mei, hanya sang selir yang boleh masuk karena kaisar sebenarnya sedang tidak ingin diganggu siapapun. Tapi tentu kedatangan Wu Li Mei tidak membuat sang kaisar marah sama sekali, justru wajah damai nan tegas itu tersenyum lembut menatap cintanya. "Masuklah, Mei'er."
"Salam, Yang Mulia." Wu Li Mei menunduk hormat, "Aku datang untuk menanyakan satu hal tentang Selir Ho Xin Xin."
"Bukan dia yang bersalah, dan aku bisa memastikan itu karena Yang Zuo ada di balik semua ini. Aku bisa menjaminnya, dia yang bersalah dan bukan Ho Xin Xin."
"Aku tahu Mei'er."
Kaisar tahu yang sebenarnya dari Panglima Hao, kelima pemuda itu adalah orang suruhan dari Yang Zuo bukan Ho Xin Xin. Sayangnya adalah Selir Ho tidak melakukan pembelaan sama sekali, dan dengan lapang mengakui kesalahan itu adalah perbuatannya. Dari kabar burung yang terdengar, Klan Ho sekarang berada dibawah kendali Klan Yang karena mereka telah kalah akan sesuatu yang belum kaisar tahu penyebabnya.
Kening Wu Li Mei jelas berkerut dalam, "Kau tahu? Lalu kenapa kau biarkan dia menanggung kesalahan yang tidak dia perbuat, Yang Mulia?!"
"Karena Selir Ho sendiri yang mengaku bersalah."
"Mengaku bersalah?"
"Sepertinya Yang Zuo membawa pengaruh yang besar terhadap Klan Ho sehingga mereka merelakan Ho Xin Xin menjadi kambing hitam. Sama sekali tidak ada pembelaan dan Selir Ho sendiri yang mengaku bahwa ini perbuatannya, kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu orang yang memang ingin melompat ke dasar jurang."
"Tapi kenapa harus dengan cara seperti ini?"
"Tidak ada pilihan lain, sesuai hukum yang berlaku di istana memang begitu. Di penjara dan pengasingan ini adalah yang paling ringan Mei'er, kau tidak perlu khawatir dengan itu."
__ADS_1
Wu Li Mei menghembuskan napas, "Aku memang tidak mengerti dengan kehidupan istana ini." keluhnya. "Lalu bagaimana dengan Jiang Wu?"
"Sementara kau rawat dulu dia, dia pasti akan aman dan nyaman bersamamu."