
“Darimana saja kau, Mei’er?”
“Salam, Yang Mulia. Saya baru pulang setelah mencari udara segar bersama putra mahkota dan Putri Fang Yin.” Jawab Wu Li Mei sebagai alibi.
“Tapi kenapa kau mengenakan pakaian yang lusuh begitu?”
Wu Li Mei membulatkan mata, ia lupa belum berganti baju setelah perjalanan panjangnya untuk melihat toko obat yang hancur karena kebakaran. Pasti hanfu ini juga masih berbau asap, “Saya baru saja kembali dari hutan untuk mencari jamur dan kacang-kacangan, hanfu mewah hanya akan mempersulit langkah di semak belukan bukan. Jadi saya menggunaka hanfu yang lebih sederhana sehingga nyaman digunakan.”
“Iya.”
“Ada perlu apa anda datang kemari, Yang Mulia?” tanya Wu Li Mei.
Wanita itu ikut duduk di pondok teratai yang sudah dihiasi dengan lentera berbentuk bunga peony buatan selir agung sendiri, disana sangat terang dan bercahaya. Kaisar Zhou hanya menggelengkan kepala, “Tidak banyak, aku hanya ingin minta bantuanmu untuk mengurus pangeran Zhou Jiang Wu yang masih sangat kecil, karena Ho Xin Xin ditahan di kejaksaan agung untuk beberapa waktu.”
“Zhou Jiang Wu?” beo Wu Li Mei.
“Dia adalah adik dari Zhou Xie Ling, apa kau melupakannya?”
Seingatnya, Wu Li Mei belum pernah bertemu langsung dengan Zhou Jiang Wu, tapi ia memang pernah mendengar namanya dari Dayang Yi. Dayang Yi bilang dia adalah anak kesayangan Ho Xin Xin sehingga sangat peduli kepadanya, anak itu masih sangat kecil dan belum mengerti apa-apa sehingga belum bisa tinggal di paviliun khusus pangeran.
Haruskah Wu Li Mei menerima tawaran ini, karena Zhou Xie Ling saja tidak berhasil ia rawat dengan baik. “Tapi, apa aku bisa merawatnya?” tanya sang selir ragu.
“Kenapa tidak?”
“Aku saja tidak berhasil merawat Xiao Ling, bagaimana harus merawat bayi kecil itu. Aku tidak mau membuatnya terluka karena ada banyak orang yang ingin membuatku jatuh, takutnya dia malah jadi sasarannya.”
“Hanya untuk beberapa hari saja Wu Li Mei, sampai Ho Xin Xin terbukti tidak bersalah.” Ujar kaisar. “Bagaimana kalau kau lihat dia dulu?”
__ADS_1
Melihatnya hanya akan membuat Wu Li Mei tidak tega dan mengiyakan, itu sudah pasti karena hatinya sangat tidak tega melihat bayi kecil tergeletak tidak berdaya.
Tidak bisa lagi membantah kaisar, Wu Li Mei akhirnya mengiyakan ajakan untuk melihat lebih dulu bayi kecil yang berusia sekitar sepuluh bulan itu. Setelah berganti hanfu yang lebih baik, Wu Li Mei dan kaisar datang ke paviliun selir. Kompleks bangunan dan sepi dan tidak seluas paviliun selir agung, berjajar dengan itu adalah paviliun milik selir kaisar lainnya, Liu Xie Yan dan Song Yue Yin. Mereka jarang pergi dari paviliun jika tidak ada kepentingan yang mendesak saja.
Kaisar juga jarang mengunjungi mereka, bahkan saat Ho Xin Xin hamil sampai melahirnya, Kaisar Zhou tidak bersamanya.
“Salam, Yang Mulia. Semoga kaisar hidup seribu tahun!”
“Salam, Yang Mulia Selir Agung Wu.”
“Bangkitlah!” titah kaisar.
Para dayang dan pengawal yang berjaga di depan paviliun langsung memberi jalan untuk masuk. Dari luar paviliun mereka bisa mendengar suara tangisan bayi yang begitu keras, dayang di dalam ruang kamarnya juga sampai kewalahan sendiri.
“Ada apa ini?” tanya Kaisar Zhou.
Wu Li Mei menatap nanar seorang bayi laki-laki yang terus menangis, untuk ukuran bayi berusia sepuluh bulan, dia begitu kurus dan tampak tidak terawat dengan baik. Kuku-kuku jarinya panjang dan mencakar kulitnya sendiri berulang kali, tubuhnya kurus dan takut saat bertemu dengan orang lain.
Wu Li Mei menoleh saat tangannya di genggam oleh Kaisar Zhou, “Lihatlah Mei’er, dia begitu tidak berdaya. Aku mohon kali ini saja, rawat dia juga.”
“Tapi … “
“Kau adalah ibu yang baik, kematian Zhou Xie Ling bukan salahmu. Kita semua tahu siapa yang bersalah di baliknya.” Kaisar membelai wajah cantik sang selir, ia membawa wanita itu untuk mendekat kepada Zhou Jiang Wu.
Sekali lihat saja, hati Wu Li Mei langsung mengiyakan. Dia begitu mirip dengan putri kecilnya yang sudah tenang di alam surga bersama para dewa. Seperti pernah membuat ikatan sebelumnya, bayi kecil itu menatap Wu Li Mei dengan nanar dan merentangkan tangannya minta digendong. Siapa yang tega menolaknya, dan Wu Li Mei telah luluh.
“Sini nak!”
__ADS_1
Wu Li Mei mengambil alih bayi mungil itu dari Song Yue Yin, ia menggendongnya dan berusaha untuk menenangkannya. Tak berselang lama, bayi laki-laki itu akhirnya berangsur tenang dan tertidur. Semua orang di dalam ruangan, termasuk para dayang dibuat terkejut dengan itu. “Anda sungguh luar biasa, Yang Mulia. Akhirnya Jiang Wu bisa tenang dan sekarang tertidur.” Ujar Song Yue Yin.
“Iya, Yang Mulia, sudah hampir dua jam ia menangis tanpa henti.” Tambah dayang utama paviliun itu.
“Kasihan sekali.” Guman Wu Li Mei.
“Bagaimana Mei’er?” tanya kaisar.
Wu Li Mei mengangguk dua kali, “Aku akan merawatnya di paviliunku untuk sementara sampai Ho Xin Xin terbebas dari hukuman. Kasihan para dayang kalau dia rewel lagi, aku akan merawatnya dengan baik.”
“Terima kasih, Yang Mulia.”
Sang kaisar sudah menyiapkan tandu, ia membawa semua kebutuhan pangeran untuk tinggal sementara waktu di paviliun selir agung. Wu Li Mei juga membawa serta Dayang Lun, dayang yang mengurus pangeran sejak kecil.
Meskipun ada dirinya, tetap saja Wu Li Mei tidak sanggup untuk merawatnya seorang diri tanpa bantuan dayang. Mereka bagai pengasuh, sama seperti Dayang Hong yang mengasuh Zhou Xie Ling, Dayang Lun juga begitu.
“Apa anda benar tidak keberatan, Yang Mulia?” tanya Selir Song.
Wu Li Mei menggeleng, “Tidak apa, anak-anakku sudah remaja sekarang, aku ada banyak waktu untuk mengurus bayi.” Jawabnya.
“Kalau begitu terima kasih banyak.”
“Sama-sama.”
Bayi laki-laki itu begitu nyaman tertidur di pangkuan Wu Li Mei, mereka kembali ke paviliun selir agung menggunakan tandu yang disediakan oleh kaisar. Jaraknya tidak terlalu jauh, tapi daripada menggendong sambil berjalan, lebih baik naik tandu saja.
Sudah lama sekali rasanya tidak merawat anak kecil lagi, bayi laki-laki kurus itu akan jadi lebih baik saat dirawat oleh Wu Li Mei. Kasihan sekali dia karena belum siap untuk ditinggal sang ibu tapi keadaan terpaksa memisahkan mereka. Urusan toko obat yangg terbakar belum usai dan sekarang mereka harus memikirkan jalan keluar untuk ibu dari bayi ini.
__ADS_1