
Menjalani hidup di pengasingan seperti sebuah neraka bagi Ho Xin Xin, terlebih saat dia harus dijauhkan dari anaknya sendiri. Nasibnya harus seperti ini dan dia juga tahu siapa dalang di balik semua ini, tapi sungguh dirinya tidak bersalah dan tidak berdaya untuk membela diri. Ho Xin Xin adalah selir kaisar satu tingkat di bawah Wu Li Mei, dia dinikahi kaisar atas persetujuan dengan kaisar terdahulu sebagai hadiah.
Keluarga Ho berasal negeri bagian barat yang kaya akan sumber daya alam, dulu keluarganya punya lahan tanam yang sangat luas, kaya dan terhormat disana. Tapi setelah sang ayah terlibat perjanjian berdarah dengan Yang Zuo, akhirnya hidup yang nyaman itu perlahan sirna.
Setelah menjadi selir kekaisaran pun tidak ada kedamaian dalam hidupnya, ia melahirkan Zhou Xie Ling, putri yang terlahir dengan sakit-sakitan dan berakhir diasuh oleh Wu Li Mei.
"Apa yang anda pikirkan, Yang Mulia?" tanya Dayang Ying, dia adalah dayang setia yang menjadi pengikut Ho Xin Xin sejak lama. Melihat wanita berusia tiga puluh sembilan tahun itu melamun membuatnya khawatir, "Mengapa anda terus menatap pada satu titik dalam waktu lama? Apa anda merasa sakit?"
"Tidak, dayang."
"Lalu apa?"
"Aku merindukan anakku." jawab Ho Xin Xin sendu.
"Yang mana, Zhou Xie Ling atau Zhou Jiang Wu?" tanya Dayang Ying.
Ho Xin Xin pun segera menoleh dengan tatapan tajam, "Tentu saja anak tampanku Zhou Jiang Wu! Tidak ada gunanya merindukan anak yang sudah mati, untuk apa, aku bahkan tidak sedih di hari kematiannya."
Sang dayang menghela napas pelan, memang sejak dulu pun Selir Ho tidak menyayangi Zhou Xie Ling karena terlahir sakit-sakitan. "Anda tenang saja Yang Mulia, kaisar merawat pangeran dengan sangat baik sehingga anda bisa meringankan hati untuknya." ujar Dayang Ying mencoba menghibur Ho Xin Xin.
"Baguslah, memang sudah seharusnya dia melakukannya. Zhou Jiang Wu juga anaknya."
"Hahaha, kau sangat percaya diri jika anakmu itu anak kaisar ya!!"
Ho Xin Xin menoleh dan mendapati seseorang yang tidak ia harapkan untuk datang, padahal Biara Heng Shui cukup jauh tapi mengapa dia pergi sejauh ini. Selir Ho segera bangkit dan berjalan menghampirinya tanpa memberi hormat, tidak perlu, baginya Yang Jia Li sudah bukan permaisuri kekaisaran lagi selama gelar ratunya masih ditangguhkan.
Tak langsung bertanya atau menyapa, Ho Xin Xin menatap Yang Jia Li penuh emosi. "Semua ini karena ulahmu dan ayahmu itu, aku tidak akan berakhir disini kalau kau tidak menghancurkan toko obat!" sentak Ho Xin Xin.
__ADS_1
"Memangnya kau mau apa? Kau dan keluargamu tidak berdaya Ho Xin Xin."
"Kalian sebentar lagi hanya akan menjadi budak untuk keluargaku!" balas Yang Jia Li sekali lagi.
Wanita dengan hanfu berwarna merah menyala itu menyusuri tempat pengasingan sang selir yang jauh lebih nyaman dari pada miliknya di biara Heng Shui. Ini sangat tidak adil pikirnya, seandainya dia tidak pergi untuk melihat Ho Xin Xin diasingkan mungkin sekarang dia masih bermalas-malasan di paviliun tempatnya tinggal. Tidak ada yang dilakukan Yang Jia Li disana selain menunggu hari dimana dia bisa kembali ke istana.
Umumnya para anggota kekaisaran yang diasingkan akan menjalani kehidupan berat dengan mengabdi pada biara tempatnya diasingkan, tapi berbeda dengan Yang Jia Li yang jelas menolak tugas itu.
"Mengenai toko obat yang terbakar, aku baru mendengarnya dari ayah sehingga aku tidak tahu banyak. Tapi mengingat toko obat itu ternyata milik seseorang yang sangat ingin aku hancurkan, sangat memuaskan bagiku, terlebih aku tidak bersalah disini, tapi kau ... "
"Keterlaluan!!" sentak Ho Xin Xin kesal, kedua tangannya terkepal kuat di sisi tubuh. "Kau dalang dibalik semua ini kan, aku salah apa sampai harus menanggung malu dari kesalahanmu. Keluargaku sampai tidak mau membelaku karena kau dan ayahmu pasti sudah menakut-nakuti mereka!"
Plakkk!!!
Perih dan panas langsung menjalar di pipi kiri sang selir setelah Yang Jia Li dengan kekuatan penuh menamparnya, sudut bibirnya sampai mengeluarkan darah segar akibat tamparan keras itu. Perlahan ia menoleh, menatap Yang Jia Li sambil menahan pening di kepala.
"Sudah sepantasnya kau mengabdikan diri untukku, Ho Xin Xin!"
"Aku datang kemari untuk mengajakmu bekerja sama menghancurkan Wu Li Mei, ketahuilah bahwa anakmu sekarang diasuh oleh selir sialan itu. Dan sudah pasti dia akan mengambilnya darimu, sama seperti Zhou Xie Ling!"
Yang Jia Li tetap pada pendiriannya untuk datang dan menawarkan sebuah kesepakatan, dia butuh bantuan orang lain lagi di istana agar bisa menghancurkan Wu Li Mei. Kalau hanya dirinya yang berjuang sendirian itu sangat merepotkan, maka dari itu Ho Xin Xin harus ada dipihaknya. Yang Jia Li meraih dagu sang selir dengan tangannya, mencengkram kuat memaksa untuk menatapnya. "Aku akan menjadikanmu selir agung dan kita akan menguasai istana setelah kita berhasil membunuh Wu Li Mei!"
***
"Mei-mei?"
"Ibu suri?"
__ADS_1
Wu Li Mei mengerutkan keningnya menatap wanita tua yang saat ini datang menghampirinya di paviliun selir agung, tidak biasanya dan sudah lama sekali ia tidak melihat ibu suri berjalan-jalan. Setelah insiden keracunan beri liar itu, kesehatan ibu suri semakin menurun dan dia harus banyak beristirahat di paviliunnya. "Ibu, kenapa datang kemari? Seharusnya ibu panggil saja dan aku yang akan datang ke paviliunmu, bukannya kau masih butuh banyak istirahat."
"Justru terlalu lama berdiam di kamar membuat tubuhnya jadi semakin tak bertenaga, aku butuh bergerak dan mengeluarkan keringat."
"Apa ibu sudah lebih baik sekarang?"
Ibu suri mengangguk, dengan wajah damainya ia tersenyum. "Berkat obat yang kau berikan, dan aku rutin meminumnya, kesehatanku sudah jauh lebih baik sekarang."
"Aku bersyukur jika itu membantu ibu dengan baik."
Ibu suri mengangguk, pandangannya jatuh pada seorang anak laki-laki yang tertidur di gendongan Wu Li Mei, begitu nyaman dan damai dalam tidurnya. "Dia kah anak Ho Xin Xin?"
Wu Li Mei mengangguk, "Iya bu, namanya Jiang Wu. Aku akan mengasuhnya sementara waktu sampai Selir Ho mendapat pengampunan dan kembali ke istana."
"Aku sudah dengar tentang toko obat itu dan lagi, kenapa pula Ho Xin Xin melakukannya. Dia selir yang tidak pernah bermacam-macam sejak dulu, mengapa tiba-tiba jadi menimbulkan masalah begini."
"Ku pikir ada yang sengaja menjebaknya bu." jawab Wu Li Mei sendu, "Aku tahu dalang di balik semua ini adalah Yang Zuo, tapi dia melimpahkan kesalahannya kepada Ho Xin Xin."
"Bagaimana kau tahu?"
Wu Li Mei membulatkan mata, benar juga, orang awam pasti akan bertanya-tanya mengapa dia bisa tahu padahal dia selalu ada di istana. "Aku jadi bertanya-tanya satu hal Mei-mei."
"A-a-apa itu?"
"Apa mungkin Nyonya Wu pemilik toko obat itu adalah seseorang yang ku kenal."
Sang selir agung terdiam, ia menepuk pelan bahu Zhou Jiang Wu yang mulai menggeliat tidak nyaman. "Ahh, mungkin ibu salah orang saja."
__ADS_1
"Aku yakin kali ini tebakanku tidak salah, melihat kepiawaianmu meracik obat herbal, toko obat itu dan semuanya. Aku yakin jika Nyonya Wu itu adalah dirimu Mei-mei, karena tidak ada seorang pun bermarga Wu yang lahir di negeri ini, kaulah satu-satunya orang bermarga Wu disini." jelas ibu suri.