Back In Time (Reinkarnasi Selir Kejam)

Back In Time (Reinkarnasi Selir Kejam)
Kebetulan bertemu


__ADS_3

“Tuan, apa anda pernah berkunjung ke bangsal pendidikan sebelumnya?” tanya Xu Ling Xi mengisi kekosongan obrolan di antara keduanya, berjalan tanpa arah seperti ini tidak pernah ia lakukan sebelumnya apalagi bersama dengan pemuda asing yang tidak pernah ia tahu asalnya.


Setelah usai dengan hiruk pikuk festival rakyat yang digelar di danau, keduanya memutuskan untuk pergi mengikuti langkah kaki melangkah.


Zhou Ming Hao menoleh dengan kening berkerut saat gadis di sampingnya itu menyebutkan soal bangsal pendidikan. Pernah sepertinya ia mendengar tentang tempat itu dari Zhou Fang Yin atau siapa dia lupa. Yang pasti tempat itu adalah tempat untuk anak-anak bangsawan belajar. “Apa itu bangsal pendidikan?” tanyanya berpura-pura tidak tahu.


“Itu adalah tempat untuk belajar bagi anak-anak dari kaum bangsawan, tuan. Aku dan kakakku juga belajar disana bersama dengan banyak cendekiawan lainnya. Ada juga guru besar kami. Ahh, iya, sepertinya hari ini guru besar sudah datang ya.”


“Guru besar?”


“Iya.”


“Siapa dia?”


“Tuan Zhang, dia adalah guru besar dan dia juga mengajar putra mahkota dan Putri Zhou Fang Yin di istana. Guru besar banyak menceritakan tentang mereka kepada kami.”


Ahh, begitu rupanya, Zhou Ming Hao hanya menganggukkan kepalanya tanpa berniat menjawab lebih.


Xu Ling Xi menunjuk sebuah bangunan yang besar tanpa dinding, benar terlihat seperti sebuah bangsal atau paviliun. “Disana tuan, ayo ikutlah aku pergi kesana. Kau akan menemukan banyak hal disana, banyak buku-buku yang bisa dibaca dan hari ini juga guru besar akan memberikan hadiah untuk kami juga.”


“Aku … “


“Ayo tuan!”


Zhou Ming Hao ingin menolak tapi nona muda Keluarga Xu ini sudah lebih dulu menarik tangannya, mau tidak mau ia pun mengikutinya dengan hati gamang. Kalau-kalau bertemu dengan Guru Zhang maka harus menyiapkan ribuan penjelasan tentu saja, belum lagi kalau sang guru mengadu kepada sang ibu bisa menjadi sangat rumit.


Di dalam paviliun itu ada beberapa orang yang sudah datang mengisinya, Xu Ling Xi langsung mengenali mereka dengan baik kecuali seorang gadis yang sangat cantik duduk di antara Jing Xuan dan Yang Zhen. Tentang siapa dia, sebelumnya pernah bertemu dengannya dan Jing Xuan mengenalkannya sebagai Xiao Yin.


Jujur saja, sekian lama memendam rasa suka pada Heng Jing Xuan dalam diam membuat bagian dari hatinya terasa perih mengetahui pemuda itu sangat dekat dengan seorang gadis. Xu Ling Xi tidak pernah berani mengutarakan perasaan karena sang kakak sudah menyukai Jing Xuan sejak lama, tapi kali ini gadis itu terlihat sangat serasi dengan si pemuda pujaan hati, jadi Xu Ling Xi ikut bahagia melihatnya.


Genggaman tangannya pada lengan Zhou Ming Hao terlepas saat mereka sudah hampir sampai, dia berjalan mendahului si pemuda dan menyapa ramah teman-temannya. “Kalian sudah berkumpul disini rupanya.” Ujar Xu Ling Xi.

__ADS_1


“Ya, sudah lama, kenapa kau baru datang?” tanya sang kakak, Xu Ling Mei.


“Aku … “


“Oh, astaga! Kau datang bersama tuan penolong ya.” Xu Ling Mei langsung bangkit dan memberi hormat kepada Zhou Ming Hao. “Salam tuan, kebetulan yang indah sekali kita bisa bertemu disini. Perkenalkan aku Xu Ling Mei, kakak dari Ling Xi.”


“Ini Yang Zhen.” Ling Mei memperkenalkan seorang pemuda yang duduk dengan mengibaskan kipasnya berulang kali. “Dia tuan termuda Keluarga Yang.”


“Dan ini Heng Jing Xuan, dia tuan muda Keluarga Heng.”


“Dan ini … “ Xu Ling Mei menatap Zhou Fang Yin malas, “Dia teman Jing Xuan.” Ujarnya ketus.


Tatapan Zhou Ming Hao langsung bertemu dengan mata indah nan teduh milik si adik yang dengan segera memutuskan kontak mata, ahh, jadi pemuda pemberani yang bersama si adik tadi bernama Heng Jing Xuan. Dia tampan dan tampak tegas, dia berasal dari keluarga terhormat rupanya. Jadi ini alasan adik kecilnya terlalu sering meninggalkan istana.


“Salam.” Jawab Zhou Ming Hao.


Keduanya ikut bergabung bersama dengan yang lain untuk duduk melingkar di tengah bangsal, mereka saling tatap dan mengamati satu sama lain untuk sepersekian detik hingga akhirnya Yang Zhen bertanya kepada Zhou Ming Hao. “Aku sudah mendengar tentangmu yang menyelamatkan Ling Xi ku, terima kasih dan maaf aku tidak sempat mengucapkannya secara langsung. Jadi, siapa namamu? Dan dari mana kau berasal?”


“Wu?”


“Iya.”


“Kenapa kalian berdua begitu misterius, aku jadi sanksi kalau sebenarnya kalian ini orang jahat yang ingin mencelakai kami!”


“YANG ZHEN!!”


“Kakak Yang Zhen!!”


Heng Jing Xuan dan Xu Ling Xi kompak menatap tajam ke arah Yang Zhen yang sembarangan bicara, mereka sampai meninggikan suara dan membuat guru besar yang sedang berada di dalam ruang buku jadi keluar.


Tidak salah lagi tebakan Zhou Ming Hao, sama sekali tidak meleset sedikitpun. Berbeda dengan dia yang menatap biasa saja, Guru Zhang kembali dibuat terhenyak karena kedatangannya. Ada apa dengan anak kaisar ini, kenapa mereka begitu kompak untuk keluar dari istana dan mencari dunia baru. Tidakkah mereka mengetahui jika ini berbahaya.

__ADS_1


“Salam guru besar!” ujar para anak bangsawan itu kompak.


“Salam, bangkitlah kalian! Dan ada apa gaduh-gaduh seperti tadi.”


“Maaf mengganggu anda guru, saya hanya sedang memberikan peringatan kepada Yang Zhen untuk menjaga bicaranya.” Ujar Jing Xuan, pemuda penuh sopan santun dan terhormat karena berasal dari keluarga yang terhormat pula.


“Saya tidak salah guru.”


“Memangnya apa yang terjadi?”


Guru Zhang ikut bergabung ke dalam lingkaran yang terbentuk dari beberapa orang remaja itu, mengamati wajah mereka satu persatu dan tetap saja merasa resah saat menatap wajah anak-anak kaisar.


Xu Ling Xi yang berada di dekat sang guru hanya bisa menghela napas dalam, “Saya tidak suka Yang Zhen asal bicara soal Tuan Wu, dia sudah menyelamatkan saya dari para bandit dan dia bukan orang jahat.”


Sang guru langsung menatap Zhou Ming Hao, “Dan saya yakin bahwa gadis cantik yang berada di samping Jing Xuan juga bukan orang yang jahat. Sekalipun kita tidak diberitahu asal muasal mereka dan identitas aslinya, tapi mereka bukan orang jahat.”


“Tapi guru, bagaimana mungkin ada orang yang ingin dekat dengan anak bangsawan tanpa punya marga yang jelas dan asal usul, mereka terlalu angkuh dengan merahasiakan identitas asli mereka, jadi ketika mereka berbuat buruk maka kita tidak akan tahu.” Ujar Yang Zhen.


“Akui saja kalau kalian ini memang bukan berasal dari keluarga bangsawan yang terhomat, tidak masalah.”


“Atau kalau memang kalian bukan berasal dari kalangan bangsawan juga tidak apa-apa.”


Guru Zhang hanya menggelangkan kepalanya dengan helaan napas dalam, dia ingin memberitahukan yang sebenarnya tapi dua anak ini telah sepakat untuk merahasiakan diri. Melihat lagi, reaksi Zhou Ming Hao dan Zhou Fang Yin biasa saja dan tidak terganggu dengan itu. “Kau salah Yang Zhen, aku yang akan menjamin mereka bukan orang jahat.” Ujar Guru Zhang.


“Bagaimana anda bisa begitu yakin, guru besar?”


“Karena aku tahu siapa mereka.”


Kedua anak Wu Li Mei itu kompak menoleh ke arah sang guru dengan tatapan tidak percaya, mereka menggeleng memberikan kode agar sang guru tidak bicara.


“Memangnya siapa mereka? Darimana asalnya dan apa marga keluarganya?” tanya Xu Ling Mei.

__ADS_1


“Mereka … “


__ADS_2