Bayi Kita

Bayi Kita
09


__ADS_3

tok...tok....


"ya! masuk." ucap faishal


"maaf tuan, saya mengantar pesanan anda." Aldo bergaya dibuat buat seperti seorang pelayan.


" apaan sih kamu dek." Ucap Faisal geleng geleng melihat tingkah adiknya


"Sha! koq kamu punya kaos itu?? emang kamu bawa salin? kayaknya aku ga pernah deh lihat kamu pakek kaos itu, gede banget lagi." ucap fitha tanpa jeda membuat Sasha menjadi malu, iapun bingung harus gimana menjelaskannya.


" ehm! itu tadi saya yang pinjamkan. Karena kami harus bergantian menggendong, jadi pakaiannya harus bersih" Faishal menjawab mendahului Sasha, ia tahu mungkin Sasha bingung menjelaskannya.


"wah mandi disini donk Sha?" Aldopun melemparkan pertanyan yang membuat Sasha makin kikuk.


" iya." ucap Sasha pelan seperti orang yang habus dihakimi.


" yah baguslah ngapain muka ditekuk gitu, gue ga bakalan marah koq. Mau mandi bareng juga gapapa." ucap Aldo sembarangan hanya untuk meledek sang kakak dan Sasha.


"Aldo!!! ish! diem ga??" ancam Fitha


" becanda doank kali Fit." balas Aldo


" becandanya ga berfaedah banget sih kalo didenger perawat lain gimana coba, kan kasian kak Faishal dikira kenapa kenapa lagi. iya kan kak?? ups! hehe kenapa aku yang marahin Aldo ya." ucap Fitha yang sudah geram dengan Aldo yang suka sembarangan bicara namun ia baru sadar bahwa orang yang 'harusnya memarahi Aldo adalah sang kakak.


"iya maksih ya Fitha dah mewakili saya." ucap Faisal sambil tersenyum


" becanda ya kak." balas Aldo


" Nah sekarang kita harus gimana nih. Gimana Sha? kayaknya kamu yang harus buat keputusan, mau gimana bayi ini kedepannya, karena kayaknya kamu dah lengket banget." ucap Fitha

__ADS_1


" kalo aku pingin banget ngerawat bayi ini sebelum kita menemukan ibunya." Sasha sambil berkaca kaca meluapkan uneg uneg yang sedari tadi ingin ia ungkapkan.


"tapi Sha." sanggah Fitha


"Fit, coba kamu lihat, dia ga mau ma siapa siapa, cuma mau digendong sama aku dan..... mas faishal aja."


" jadi? kamu mau ngadopsi gitu?" tanya Aldo


"aku dah terlanjur sayang. Kasian banget lihatnya, kayaknya aku dah ga bisa pisah".


" Sha...tapi itu bukan anakmu, dia harus bertemu ibunya, kenapa kita ga masrahi bayi ini ke pak kades aja sih? kan kejadiannya dideket perkebunan milik beliau. Ini masalah yang ga bisa kita selesaikan dengan ngadopsi aja. Atau sementara kita titipkan di dinas sosial aja, disana dia lebih terjamin kan?" Aldo mencoba menjelaskan ke Sasha agar Sasha tidak mengambil keputusan yang gegabah dan merusak masa depannya.


Mendengar itu Sasha menjadi menangis sangat pilu, seperti sang ibu yang akan dipisahkan dari anaknya. Sasha benar benar tak ingin melepaskan sang bayi. Aldo jadi merasa bersalah kepada Sasha. Fitha pun langsung merangkul pundak Sasha yang sedang menggendong bayi untuk memberi kekuatan, sedang faishal hanya bisa memperhatikan interaksi ketiganya.


"maafin gue sha, gue ga mau lo bikin keputusan gegabah, lo masih kuliah, ga gampang lho ngurus bayi. Gini aja besok kita diskusikan lagi deh sama bastian dan lainnya, bastiankan yang paling bijak diantara kita. maafin gue yah." Aldopun mendekati Sasha sambil mengelus kepala Sasha yang masih terlihat sendu. Sungguh terlihat kesungguhannya memikirkan sohibnya tersebut. Sashapun menghargai niat baik Aldo lalu iapun mengangguk kecil menyetujui saran dari Aldo untuk berdiskusi kembali esok harinya.


" kak gapapa nih kita malem disini dulu? besok gimana? kan jam 8 praktek dah buka." ucap Aldo


"ok kak makasih ya, kita istirahat aja dulu disini cari posisi yang nyaman dah jam 1.00 lho." ucap Aldo yang langsung rebahan di sofa yang ada disana.


" Sha kamu juga tidur coba diturunin bayinya kayaknya udah pules, aku tidur disofa sebelah sana ya dah ga kuat." ucap Fitha yang langsung menuju ke sofa dekat dengan sofa Aldo.


"mas Faishal tidur dimana?" ucap sasha yang masih melihat Faisal yang masih terjaga dikursi dokternya.


"saya disini aja, biasanya kyk gini, kamu rebahan aja dikasur itu kalo bayinya todurin dibox." Faishal menunjuk kasur dorong bayi yang biasa ada dirumah sakit. lalu ia menyetel tuas kursi nya agar menjadi mode seperti kursi mobil.


"iya." balas Sasha yang kemudian mencoba menaruh sang bayi perlahan agar tidak terbangun. namun sayang sang bayi menangis sesuai dugaan Sasha, ia hanya ingin dipeluk.


Mendengar sang bayi menangis Faishal dengan cepat membuatkan satu botol kecil susu untuk sang bayi yang sudah ia coba ajarkan menyusu dari dot saat Sasha berada dikamar mandi.

__ADS_1


"ini coba Sha, dimasukin kemulutnya kayaknya laper." Sambil menyodorkan botol susu ke Sasha.


Sasha menerimanya lalu mencoba memasukkan ****** dot kemulut bayi namun karena baru pertama kali ini Sasha melakukannya jadi dia terlihat kesulitan ditambah sang bayi yang belum pintar menyusu.


" bisa??" tanya Faishal yang ternyata memperhatikan Sasha dari tadi.


" he susah ternyata mas." Ucap sasha sungkan


" Sini." Faisal duduk disamping sasha yang sudah duduk dikasur periksa. Lalu Sasha menyerahkan botol susunya.


"mas mau gendong?" tanya Sasha yang spertinya Faishal akan kesulitan jika sang bayi ada ditangannya.


" ga usah disini aja sekalian kamu lihat caranya."


Faishal mencondongkan badannya mendekati Sasha tangan kirinya didaratkannya dikasur tepat dibalakang Sasha, sedangkat tangan kanannya memasukkan ****** kemulut bayi sambil menjelaskan ke Sasha caranya agar pas dimulut bayi dan bayi tidak kembung. Posisi mereka benar benar dekat dan terlihat nyaman bersama.


Eits, ternyata Aldo belum benar benar tidur dan karena sifat usilnya itu, ia dengan cepat mengabadikan apa yang baru saja ia lihat dengan HPnya. Lalu ia tersenyum dan melanjutkan tidurnya.


"yesss! dapet kakak ipar gue malem ini." gumam aldo sambil memejamkan mata.


Sang bayi akhirnya tidur. Sasha memutuskan untuk membawa sang bayi tidur bersamanya sambil memeluknya. Hal itu disetujui Faisal karena ingin Sasha sesegera mungkin tertidur. Sedang Faishal sudah terbiasa terjaga malam hari setiap jadwal shift malamnya.


Akhirnya suasana tenang, Sasha dan sang bayi tertidur pulas, sesekali Faishal mengeceknya dan menyelimuti dua orang yang sangat manis menurutnya malam itu. Tiba tiba bayinya menangis, Faishal mengeceknya ternyata Sang bayi sudah basah.


"us us us sayang pipis yah". Faisal menenangkan sang bayi agar Sasha yang terlihat sangat lelah tidak terbangun lalu pelan pelan menyalininya.


Eits, ternyata ada yang terjaga juga, sekarang guliran Fitha, ia lalu mengabadikan moment indah menurutnya dikala Faisal selesai menyalini sang bayi lalu menidurkannya didekat Sasha. Terlihat seperti suami yang siaga.


" koq aku jadi ikut bahagia ya, semoga mereka berjodoh" ucap Fitha dalam hati sambil tersenyum lalu memmejamkan matanya kembali.

__ADS_1


" Sha...


__ADS_2