Bayi Kita

Bayi Kita
19


__ADS_3

"Sha!!!" Fitha mengkode Sasha untuk mengikutinya ke dapur.


"napa??!" Jawab Sasha bingung dengan tingkah Fitha yang menunjuk nunjuk kaosnya sendiri tepat didada.


"kenapa sih? kamu ketumpahan air didada??" tanya sasha menerka nerka apakah Fitha menumpahkan sesuatu didadanya hingga ia menunjuk nunjuk seperti itu.


"duhhhh bukaaaaan...! sini dulu deh." ucap Fita frustasi Sasha tak memahami maksudnya


"bentar makein kaos kaki Cilla dulu " Ucap Sasha yang posisinya sedang duduk disebelah Faishal sambil memakaikan kaos kaki ke cilla yag sudah ada dipangkuan Faishal.


" Duh shaaa cepetan deh. sini!!!!" Fitha sudah tak sabar lalu menuju kearah Sasha dan menarik tangannya.


"ayok mandi dulu cepetan!" sambil menarik Sasha kekamar dan mengerjap ngerjapkan matanya memberi kode, sedang orang yang dikode tak memahami.


"Napa sih Fitha aku kan belum mau mandi".


" kamu lupa?"


"lupa apaan?"


" kamu kan ga pakek Br*" bisik Fitha yang membuat Sasha Shock dan langsung menutup mulutnya yang ternganga.


" haishhh!" sesal Sasha sambil memukul kepalanya, kenapa ia lupa jika tidak memakai dalaman atasan saat bertemu Faishal, karena terburu buru hingga ia lupa dan sibuk dengan tampilannya yang belum mandi padahal ada hal urgent yang tak ia sadari, apa lagi jika sempat dilihat oleh Faishal betapa malunya ia memikirkannya. Yaa setiap tidur Sasha tak pernah menggunakan br* untuknmenjaga p*y***ranya agar tetap sehat.


"duh kelihatan ga Fit??? pantesan dia ga mau lihat aku jangan jangan ngeh lagi" Sasha meringis mengingat ingat apakah Faishal sempat memandangi bagian tersebut namun tak satu bayanganpun ia ingat.


"ya ga tau lah kan aku mandi, makanya jangan ceroboh! tau ada tamu cowok."


" aku gugup tadi tau mas Faishal yang dateng" ucap Sasha selirih mungkin.


"dah sana mandi! trus sarapan bentar lagi Aldo jemput aku."


Sasha buru buru masuk kekamar mandi, ia berharap Faishal tak melihatnya dengan tampilan memalukan tadi dan berharap setelah mandi bisa mengurangi rasa malunya. Yah walaupun Faishal mungkin tak begitu faham namun baginya tampilan Sasha pagi ini berbeda dari biasanya.


"Sha sarapan dulu!" Fitha memanggil Sasha yang baru keluar dari kamar mandi untuk sarapan bersamanya yang saat ini sedang menikmati bubur ayam dimeja makan.


" lho kapan kamu beli, bubur lewat?"


" engga ini kak Faishal yang bawa."


"ohh."


"ish cuma oh aja... sana bilang makasih nih sambil bawain mangkuk buat kak Faishal."


" aku sisiran dulu ah malu tau."

__ADS_1


" kelamaan sana gih"


"iya iya". Sasha akhirnya membawa mangkuk berisi bubur ayam dan segelas air untuk Faishal.


"ini mas dimakan sini cilla biar sama aku dulu."


" oh...ya." ucap Faishal ia melirik Sasha sekilas lalu menjatuhkan pandangannya ke arah lain. Sasha yang baru selesai mandi dengan masih melilitkan handuk untuk membungkus rambut basahnya terlihat segar namun membuat hati Faishal berdesir aneh. Faishal perlahan menghembuskan nafas beratnya saat sasha berlalu kekamar membawa cilla, megurangi ketegangan dirinya yang ia rasakan makin menjadi setiap bertemu Sasha.


"inget sal tunangan orang, jangan mikir macem macem" tiba tiba Faishal seolah diingatkan oleh hati kecilnya bahwa Sasha sudah bertunangan dengan orang lain dan ia tak dibolehkan memiliki perasaan lebih terhadapnya, toh tujuannya datang kerumah ini untuk melihat keadaan cilla.


"Ah bukanlah kalo ini suka, mungkin karena dia terlihat berbeda dari wanita wanita lainnya. Mungkin karena dia cuek makanya terkesan berbeda, pasti gitu." lagi lagi ia berbicara dalam hati meyakinkan diri menyangkal perkataan sang adik yang mengatakan bahwa ia mulai tertarik dengan Sasha dan mendukungnya untuk mengejar Sasha karena pertunangan bukanlah hal yang bisa bertahan lama, yah pasti ini cuma sugesti karena kata akta sang adik.


"kak, koq pagi pagi dah kesini ada apakah?" tanya Fitha


"dari kemaren dah kepikiran cilla jadi pagi langsung kesini."


"chieee ayah goals." goda Fitha dan Faishalpun tertawa


"nihh cillanya dah kriyep kriyep matanya mau bobok." Sasha yang sudah rapi keluar kamar membawa cilla dan menyerahkannya kembali ke Faishal.


"Mas Faishal makasih ya sudah membolehkan kita tinggal disini, insyaAllah kami akan segera mendapat kontrakan mas."


" kalian tinggal disini aja, sekalian bantuin saya merawat rumah ini."


"waduh jangan mas, ga enak sama bundanya."


"waalaikumsalam." ucap Fitha sewot


"eh hehehee asaalamualaikum." Aldo menggaruk lehernya yang tidak gatal, ia sadar ketika masuk bukannya memberi salam tapi langsung ikut nimbrung.


"hei anak cantik om. Dah wangi dah mandi. Ehh si bunda tumben dah mandi biasanya klo kuliah jam kedua mandinya mepet."


" ssstttt" Sasha langsung menegur Aldo yang ceplas ceplos


"oiya nih aku bawain sarapan." Aldo meletakkan kantong plastik diatas meja.


"telat!" ucap Fitha


"lho?"


"udah makan kita." Fitha melanjutkan


"koq bisa?? ga mau tau gue pokoknya harus dimakan!" Aldo tidak terima jika makanannya tidak ada yang menghabiskan.


"iya nanti buat makan siang, kamu aja gih yang makan belum sarapan kan?" Sasha menengahi sebelum Aldo dan Fitha berubah mode tom and jerry.

__ADS_1


"tadi dah dibawain kak Faishal, lagian ngapain juga ga bareng berangkatnya." ucap Fitha


"yah gue ga tau kalo kakak ke sini pagi pagi, bunda sampe heran kaka pergi buru buru. ternyataaaaa eehh ternyata mau ngapelin pujaan hati."


"ngapelin cilla." ucap Faisal takut Aldo merambat ke hal hal yang lain karena ia tahu betul sang adik berusaha menjodohkannya dengan Sasha.


Flash back on...........


Setelah Sasha menceritakan bahwa ia sudah bertunangan, Aldo berinisiatif memberi masukan ke sang kaka. Ketika itu Faishal yang tidur dirumah didatangi Aldo kekamarnya.


"tumben mau tidur sama kakak."


"emang ga boleh??" ucap Aldo yang langsung mneyelinap masuk kedalam selimut yang sama dengan Faishal. Mereka memang sangat akrab.


"kak..., Aldo lihat kaka tertarik ya ma Sasha??"


"ga usah suka tebak tebak."


" kak! Aldo nih faham betul kaka gimana. Kalo dilihat dari semua cewek cewek yang dikenalin bunda ga ada tuh yang dilirik, yang diajak bicara, yang diperhatiin. Kalo Sasha haduhhh auranyaaaaa kayak orang jatuh cinta hehee."


"sok tahu kamu." Faishal langsung membelakangi sang adik dan mencoba memejamkan matanya.


"Aldo bisa lihat ya kak, kakak suka curi curi pandang ma Sasha. Kakak kadang tersenyum hangat sama dia. Kalo ga tertarik apa itu namanya? Kita sama sama cowok kak, Aldo bisa baca itu. Kalo kakak emang tertarik perjuangin donk."


"do kaka ingetin sekali lagi, Sasha itu sudah bertunangan. Kita ga boleh ganggu. Takutnya akan menjadi kesulitan buat Sasha dimasa mendatang. Kamu juga harus mikirin gimana perasaan keluarganya juga. Kamu inget kan Sasha bilang mau melakukan permintaan semuanya semata mata buat baktinya sama orang tua. Jadi kamu jangan suka mikir aneh aneh. Kakak ga mau ganggu hubungan orang."


"Sebelum janur kuning melengkung kak, ga ada yang ga mungkin. Makanya mintanya sama Allah. kun fayakun jadi deh."


"dah ah dek ngantuk!"


"kak..kak!" sambil menggoyang goyangkan lengan sang kakak yang membelakanginya


"ngapalagi sih dah malem."


"Jawab dulu dong, kakak tertarik kan ma Sasha."


"enggak!"


"jujur!"


"ga tauk!"


"kak!" Aldo tak menyerah sampai sang kakak mengakuinya namun sayang Faishal tak mau lagi merespon dan memejamkan matanya.


"ga tau??? humm.... hehe fix, kalo orang bilang ga tau berati ada kemungkinan iya. Tenang kakakku sayang adekmu yag ganteng ini bakal menjemput kakak ipar." Aldo berbicara sendiri dalam hati sambil tersenyum senyum sendiri

__ADS_1


Flash back off......


__ADS_2