Bayi Kita

Bayi Kita
11


__ADS_3

"us us us, sayang..... minum yang kenyang yaaaaah." Sasha mengelus elus pipi sang bayi yang didalam gendongan Faisal dan sedang diberikan sufor.


"titip ya mas, aku mandi dulu." ucap sasha ke Faishal yang dibalas anggukan dan senyuman.


"berasa kayak lihat keluarga kecil bahagia." celetuk fitha yang langsung menutup mulutnya, iya tak tahan melihat Sasha dan Faishal menurutnya chemistry nya dapet banget untuk memerankan drama suami istri dan bayi yang baru lahir.


"keluarga apanya?" tanya Faishal


" hehe ga koq, kalian berdua cocok."


"ssssst! nanti dedeknya bangun." ucap faishal mengalihkan perhatian pembicaraan.


"kak"


"hmm?"


" udah punya pacar belum sih?"


"ga ada, ga sempet gitu gituan."


"masa sih kak, kenapa ga minta dikenalin sapa gitu."


"hmm??? udah bosen Fit."


"ha?? maksudnya?"


" Tanya Aldo aja" ucap Faisal disambut sungutan dari Fitha. Faishal akhirnya tersenyum heran kenapa banyak sekali orang yang akan menjodoh jodohkannya.


"wahh bunda dah wangi nih dah mandi." ucap Fitha yang menggoda Sasha yang baru saja keluar kamar mandi.


"bunda?" tanya Sasha, tapi entah kenapa ia merasa bahagia dipanggil dengan sebutan seperti itu.


" kamu kayak yang habis ngelahirin hihihi." ucap Fitha geli dengan khayalannya sendiri.


"sayangnya bukan." ucap Sasha tak bersemangat


" ga usah gitu kali mukanya. kamu kan bisa jadi bundanya sayang..... Lihat.... lengket banget kan dia sama kamu. Kalo didesaku bilangnya dah bau tangan ibunya jadi ga mau ma orang lain."


"trusss kakak gue ayahnya donk, kan maunya cuma sama kakak gue kalo cowok." sahut Aldo saat dia baru saja tiba. Sedari pagi selesai pindah ke paviliun Aldo sudah tidak menemani mereka karena diminta sang bunda pulang kerumah.

__ADS_1


"ehhh assalamualaikum kek, nyosor aja" ucap Fitha sewot.


"hehehe habis menarik banget tuh Fit kata kata lo, kalo Sasha bundanya berati ayahnya otomatis kakak gue lah."


"ssst berisik ada bayi." ucap Fitha sambil menaruh telunjuknya dibibir.


"iyehhh" timpal Aldo


"nih dibawain bunda bekal nih, tadi gue cerita ke bunda kalo kita berbanyak."


"jadi ngrepotin bundanya kamu do." ucap Sasha


"gapapa, bunda suka banget kalo disuruh bawa bawain bekal gitu, kita berdua jarang ada yang mau bawa soalnya, ini pertama kali gue mau bawain mikirin lo berdua. Jadi bunda seneng banget, nanti pas makan gue vidioin yah jangan lupa kasih testimoni."


"hahahha kayak endorsan aja sih do." Fita tak kuasa mendengar celotehan Aldo yang menurutnya sungguh lebay.


"bilangin makasih sama bundanya." ucap Sasha tulus.


"beres! oh iya bentar lagi anak anak dateng, tapi gue suruh mandi dulu tadi soalnya mau pada lihat bayi."


"wahh rame donk, eh tapi kak apa boleh rame rame?" tanya Fitha


"ini paviliun koq gapapa, asal ga ikut nginep lebih dari dua orang dan batasnya jam 8 malem yah."


"trus aku disini sendiri?" tanya Sasha


"ehh gimana ya sha." Fitha menjadi galau


" Telpon dulu aja bu kos, besok pagi batu deh pulang, besok kita ada jadwal lho, kelas kita praktek bareng besok." timpal aldo


"oh iya gimana ya? masa kita izin lagi, tapi dedek gimana?" Sasha gelisah memikirkan hal ini.


"gapapa besok saya shift siang, jadi pagi bisa disini dulu. besok hasil rongentnya keluar jadi sekalian saya cek" Faishal menawarkan diri untuk menjaga sang bayi.


"syukurlah jadi lega." ucap Sasha lega


tok..tok......


"assalamualikum....." bastian mengucap salam dan datang bersama dennis serta hafiz.

__ADS_1


"hey... masuk" ucap Sasha ramah


Merekapun masuk dan duduk di sofa yang sudah disediakan. Kalo Hafiz jangan ditanya lagi, ia langsubg mendekati Sasha dan mengelus elus pipi sang bayi yang ada digendongan Sasha da mereka tertawa bersama. Faishal yang dikala itu sedang sibuk degan ponselnya sekilas melirik interaksi Sasha dan Hafiz yang terlihat nyaman. Faishal tahu betul jika Hafiz menyukai Sasha dan Sasha terlihat nyaman bersamanya, tetiba hatinya sedikit tercubit. Lalu ia menyadarkan kembali dirinya dan kembali melihat lihat ponselnya.


Bastian mulai menceritakan bagaimana mereka menelusuri kembali lokasi kejadian serta telah mengambil beberapa dokumentasi tambahan. Mereka berniat mengunjungi pak Kades setelah beliau sudah tidak ada kesibukan dirumah sang mertua.


"temen temen. Aku mau ngomong sesuatu yang penting. Mulai hari ini aku akan menjadi orang tua bayi ini sebelum ibunya kita temukan. Aku akan mengambil tanggung jawab penuh sebagai orang tuanya. Aku dah terlanjur menyayanginya, aku dah ga bisa jauh lagi sama dia." ucap Sasha serius hal itu sontak membuat semua temannya terharu mendengarnya.


"Sasha kamu baik banget." ucap Fitha yang langsung memeluk bahu Sasha dan menempelkan kepalanya kekepala Sasha dan membelai rambut Sasha.


" Gue setuju sha nanti kita bantu mengurusnya bareng bareng." ucap bastian dan semuanya akhirnya setuju.


"tapi.... kamu harus ikhlas lho kalo ibunya sudah kita temukan." ucap Fitha mengingatkan Sasha


"iya, aku akan menjadi pengganti ibunya dulu untuk sementara ini. Jadi mohon bantuannya ya teman teman." ucap Sasha dengan mata yang mulai berkaca kaca lalu ia berbicara dengan sang bayi.


"sayang mulai sekarang kamu jadi anaknya bunda ya? bunda akan jagain kamu selalu."


"kasih nama donk bun." ucap Fitha


"oiya harus dikasih nama lho, mau kasih nama apa?" ucap dennis antusias.


"Cilla Putri Candra Kirana." ucap Sasha sambil mencium sang bayi.


"eh anteng lho! berati dia suka sama namanya." ucap Aldo yang ikut berbahagia


"cilla..." panggil Dennis dan Fitha dan ternyata benar sang bayi hanya menggeliat saat dipanggil dan kembali tertidur pulas didekapan bunda barunya.


Mereka semua akhirnya bersama sama melihat sang bayi yang terlihat begitu menggemaskan. Kecuali Faishal, ia tak ikut bergabung hanya memperhatikan kebahagian didepan dan ikutt tersenyum bahagia.


"karena gue ikut nemuin, harusnya dikasih nama Tama donk belakangnya, karena cilla anak pertama kita kasih pratama gimana" ucap Aldo yang sebenarnya memperjuangkan nama kakaknya dibelakangnya, ia ingin karena bayi ini kakanya dan Sasha bisa disatukan.


Namun sayang, mendengar celotehan Aldo membuat yang lain jadi serentak menatap aneh Aldo yang mereka anggap lebay


"kepanjang tauuuk! kasian bayinya namanya panjang banget." ucap Fitha yang memang selalu tidak setuju dengan ucapan ucapan lebay Aldo


"yahh gitu aja ga boleh. besok kita buat sendiri ya kak." ucap aldo ke kakaknya meminta pembelaan.


"iya nunggu kamu nikah." ucap Faishal

__ADS_1


"Koq gue kak, kakak duluan donk". ucap Aldo sambil bersungut sungut dan ditertawakan oleh yang lainnya.


"ssstttt" Faishal mengarahkan telunjuknya ke bibirnya agar sang adik tak berlebihan.


__ADS_2