Bayi Kita

Bayi Kita
52


__ADS_3

Pagi hari tiba, Sasha dan Fitha sudah bersiap menunggu jemputan Aldo, tapi sayagnya Cilla badannya panas sejak semalam.


"kasian Cilla, maafin Bunda ya sayang pas pindahan malah panas." Ucap Sasha sedih saat menimang nimang Cilla yang sedikit rewel


"jangan sedih sha, nanti sampe rumah sana kamu jagain Cilla aja ga usah ngapa ngapain kan ada kita kita yang beres beres, lagian tinggal nyusun baju aja." ucap Fitha sambil mengeluarkan kardus berisi buku kuliah keluar rumah.


"sempet seneng bisa tinggal dirumah ini ya sayang, bakal kangen sama rumah ini." Ucap Sasha sambil melihat keseluruh penjuru rumah ini, iya akan ingat selalu akan rumah ini. Mungkin saat kembali menjadi guru les Sasha akan melihat lihat rumah ini tapi hanya bisa dari luar saja.


"Fit Foto yuk, buat kenang kenangan terakhir."


" yuk."


Mereka berfoto bersama dibeberapa titik ruangan yang penuh kenangan, lalu di upload di jejaring sosial milik Fitha dengan caption *numpang simpan foto*. lalu Fitha mentag Aldo dan Alman yang sudah jadi temannya di sosial media. Dengan mentag dua orang tersebut ia yakin foto itu akan tersampaikan ke Faisal.


Terdengar suara mobil masuk ke pekarangan, Fita mengira itu adalah Aldo yang menjemput mereka.


"koq dah sampe ya katanya masih mandi tuh anak." ucap Fitha lalu kearah pintu melihat siapa yang datang.


Betapa terkejutnya Fitha ternyata orang yang tak diharapkan yang datang.


"Sha! Vivi dateng! koq dia tau sih kita mau berangkat pagi, mau ngapain lagi sih!" Fitha tiba tiba moodnya berubah melihat kedatangan Vivi


"Misiiii, maaf ganggu untung belum pada pindahan ya, pas banget waktunya, pak langsung masuk aja." Ucap Vivi dengan wajah sumringah, dibelakangnya sudah ada supirnya yang membawa sesuatu yang besar. Fita sempat mengira Vivi akan memberikan hadiah untuk mereka ternyata... .


"Maaf ya karena aku mau buat kejutan buat kakak kalo pas kesini jadi aku datang pagi pagi deh. Kalian ga terganggu kan?" ucap Vivi dengan senyumannya membuat Sasha dan Fitha hanya bisa menggeleng tanda tak apa.


" Pak pajang disitu aja yah jadi pas kakak masuk langsung kelihatan." pinta Vivi kepada supirnya yang ternyata membawakan Figura ukuran 24R yang bergambar proses penyematan cincin pertunangan antara Vivi dan Faishal.


Terlihat disana Faisal tanpa ekspresi sedang menyematkan cincin ke jari Vivi, dan Vivi yang sedang melihatnya dengan senyuman bahagia.


Deg! Deg! Deg!


Sasha menjadi bergetar melihatnya ia menggigit bagian dalam bibir bawahnya menahan ekspresinya. Ia harus bisa mengkondisikan dirinya agar tak terbaca rasa gundahnya dihadapan Vivi.


"Kalo begitu kami tunggu diluar saja ya mba Vivi" ucap Fitha yang langsung menarik bahu Sasha untuk keluar.


Vivi merasa menang, ia yakin dengan ditempelnya foto ini cukup membuat Sasha down, buktinya Sasha terlihat tak biasa saat Foto itu dipajang.


"makasih ya.... saya terusan mau ada urusan lagi, semoga menyenangkan rumah barunya yaah." Ucap Vivi berpamitan yang hanya diangguki dengan senyuman terpaksa oleh Fita dan Sasha.


Vivipun berlalu, Fita mengajak Sasha masuk kembali namun Sasha mencegahnya. Ia amat tersiksa melihat foto tersebut.


Fita tak mampu berkata apapun, ia hanya bisa mengelus punggung sahabatnya yang sedang memeluk Cilla erat.

__ADS_1


Tak berapa lama Aldo datang, ia langsung mengajak mereka segera masuk kemobil. Lalu Aldo mengecek sekali lagi agar tak ada barang yang tertinggal, namun betapa terkejutnya ia saat masuk pertama kali yang dilihatnya adalah foto pertunangan sang kakak. Ia yakin ini adalah ulah Vivi. Ia melanjutkan mengecek seluruh ruangan, terakhir ia menurunkan foto tersebut lalu dibawanya kegudang penyimpanan belakang, ia tak bisa membayangkan wajah suram sang kakak yang melihatnya. Lalu kembali kemobilnya.


" Fit, jangan bilang ini ulah Vivi?" tanya Aldo ke Fitha, dan Fitha hanya mengedikkan bahunya


"Do... tapi Cilla panas dari tadi malem." Ucap Sasha khawatir


"Ya ampun panas banget, kita keklinik dulu sekarang." Ucap Aldo yang langsung menghidupkan mesin mobilnya


"Tapi do..!" Sasha merasa tak enak hatinya jika ke klinik sang kakak


"Sha kamu dimobil aja nanti, biar aku ma Aldo yang bawa ke klinik, gapapa kan? demi Cilla."


"hm?" jawab Sasha sambil mengangguk.


Aldo dan Fitha saat ini sudah mengerti, jika ada something antara Faishal dan Sasha sejak di Villa, terlebih Fitha intens bercerita kepada Aldo semua kejanggalan yang terjadi di Villa hingga saat Faisal meminta tolong ke Fitha agar bisa berbicara ke Sasha sampai saat Faisal keluar dengan wajah muram dan Sasha yang berderaian air mata. Aldopun cerita bahwa sang kakak juga sedang menghindari Sasha. Sehingga saat saat seperti ini dimana Cilla harus dibawa keklinik anak yang mereka tahu hanya di klinik Faishal, mereka bisa faham Sasha menjadi gundah jika harus datang keklinik dan bertemu Faishal.


Sampailah mereka di parkiran klinik, Sasha tetap berada dimobil bagian kursi penumpang, sedang Fitha dan Aldo masuk keklinik. Di dalam mobil Sasha justru menjadi gelisah, kesendiriannya membuat ia mengingat kembali hal hal yang ingin ia lupakan. Ditambah mengingat foto pertunangan Faisal membuatnya jadi mengeluarkan air mata kembali.


Tiba tiba ada mobil yang baru datang dan parkir tepat disebelah kiri mobil Aldo. Saat pemilik mobil keluar dari mobil betapa terkejutnya Sasha. Ternyata Faishal lah yang keluar dari mobil. Faisal tak langsung melangkah ke dalam rumah sakit ia justru melihat lihat mobil sang adik lalu melihat kedalam kacanya. Sasha langsung reflek sembunyi dibalik kursi, ia menyembunyikan kepalanya takut terlihat oleh Faishal. Jantungnya berdebar debar, ternyata ia melihat kembali Faisal walau hanya dari dalam mobil. Faisalpun sepertinya tak menyadari ada orang dikursi penumpang karena mobil dalam keadaan mati dan Sasha bersembunyi. Saat dirasa Faishal telah berlalu, Sasha langsung duduk kembali dan membuka kaca mobil untuk mendapatkan udara.


"Haaahhh, untung ga lihat." Sasha bernafas lega.


" Nah ayah dateng Cilla." ucap Fitha


"dari kapan panasnya?" Tanya Faisal sambil mengecek badan Cilla


" dari malem kak."


"nih do resep tolong kamu ke apotik yah, nah ini termometer disimpan nanti kalo suhunya sampai 40° tolong segera bawa ke UGD. kalo bisa kesini."


" Lho kakak emang ga jadi ke Solo?" tanya Fitha


" jadi koq kan mulainya habis duhur jadi kakak bisa praktek bagi trus jam 11 berangkat."


" oiya solo kan deket "


"Gue nebus obat dulu ya." ucap Aldo lalu ia ke bagian farmasi untuk menebus obat


"Ga tanya Sasha kak?" Fitha mencoba mengajak Faisal berbicara.


"Kakak tau koq dia dimobil." Ucap Faisal agak ketus


"beneran? wah wah keren feelingnya kakak tajem banget."

__ADS_1


" ga sengaja lihat" ucapnya masih dingin


"Fith nanti kalo ada apa apa kabari yah, soalnya ini pertamakali Cilla panas selain imunisasi. Semoga cuma panas biasa."


"iya kak nanti Fitha kabari, kakak juga kalo mau nanya kabar kita ke nomorku aja."


" iya makasih ya."


"sibuk banget ya kak sekarang?" ucap Fitha


"lumayan.. mau persiapan PPDS juni nanti."


"wah bareng kita donk, kita KKN lho kak, kmrn boleh ngajuin usulan, kita ngajuin ke magelang tempat kita nemuin Cilla semoga di ACC yah."


" Iya semoga yah, trus Cilla?"


" Mau kita bawa kak. doain aja aku ma Sasha sekelompok yah."


"kalo misalnya kalian kesusahan nanti biar dijaga dirumah sama bunda juga bisa gantian nanti." Faishal menjadi khawatir siapa yang akan menjaga Cilla saat mereka KKN


"Fit!" Faisal ragu untuk melanjutkan perkataannya


"iya kak gimana?"


"tolong banget yah jagain mereka berdua. Mungkin kita bakal sulit ketemu lagi dikemudian hari."


"Iya kak Fitha janji, sekalian nih kak, kita pamit yah. Sudah pindah kontrakan. Trimakasih rumahnya, ga bakalan terlupakan mas disana banyak kenangan manis kami. oiya Tadi aku share foto disosmed, dilihat yah. Buat tombo kangen kata bu kosku dulu, hehe."


"iya nanti kakak lihat, makasih juga kalian sudah bantu jagain rumah. kakak boleh kan gendong Cilla sebentaaar aja." Ucap Faisal yang lalu membawa Cilla kepelukannya, dipeluknya dengan erat sang bayi yang sudah seperti putrinya sendiri, diciuminya semua suduh wajah Cilla bahkan tangan dan kakinya. Terlihat betapa amat menyanyangi Cilla, seperti ayah yang akan berpisah jauh dari putrinya. Fitha jadi terharu melihatnya.


"kak boleh ngayal ga?" tanya Fitha sambil menyunggingkan senyumannya


"hmm??" Faishal heran apa maksudnya


" Kalo lihat kakak ma Sasha kayak pasangan yang akan bercerai trus asline masih cinta."


"apaan sih Fith, ngayal!" Faisal jadi geli mendengarnya ia jadi tersenyum diam diam. Namun jika dirasa rasa ada benarnya, hampir hampir begitu kisahnya sayangnya mereka bukan pasangan menikah, yah pasangan kekasih pun bukan.


Aldo telah kembali ke klinik, lalu mengajak Fitha kemobil, namun Cilla masih amat manja digendongan Faishal. Faishal jadi tambah meremang hatinya, ia memutuskan untuk mengantar mereka hingga parkiran dan menitipkan klinik pada asistennya. Ia ingin memeluk Cilla sampai puas.


Mereka sampai diparkiran, Sasha menjadi semakin gelisah ketika tahu Faishal ikut mengantar, bahkan menggendong Cilla. Ia akhirnya duduk menatap jendela yang berlawanan dengan arah kedatangan mereka. Sesekali ia melirik melihat bagaimana keadaan Faishal saat ini. Ia bisa melihat betapa beratnya Faishal menyerahkan Cilla ke tangan Fitha.


Mereka masuk kemobil. Aldo mulai memposisikan mobil kearah keluar dan Faishal melambaikan tangannya. Sasha menatap nanar Faishal dari balik kaca. Begitupun Faisal ia menatap kearah bangku yang diduduki Sasha terlihat samar dari luar. Namun ia bisa merasakan amat sangat jelas ada wanita pujaannya disana.

__ADS_1


__ADS_2