
Disebuah klinik dirumah sakit, waktu tlah menunjukkan pk. 23.00 WIB, namun ada sesosok nan rupawan yang tengah termenung, memikirkan kata kata apa yang harus ia sampaikan ke sang eyang esok hari. Karena esok hari adalah hari yang dijanjikan olehnya untuk menjawab bersedia atau tidaknya ia bertunangan dengan Vivi. Yah Faishal memutuskan untuk tidak pulang kerumah, padahal hari ini bukanlah tugasnya untuk shift malam, namun ia memutuskan untuk menemani sahabat kentalnya yaitu Dokter Alman diRumah sakit. Hatinya gusar, banyak sekali yang ia pikirkan. Malam ini ia butuh seseorang yang mampu memberinya pendapat. Alman memang satu satunya teman yang ia miliki, semua suka duka selalu mereka jalani bersama sejak dibangku perkuliahan.
"bro, istirahat, besok lo harus jernih Fikirannya, orang yang kurang tidur emosinya akan meluap luap, yang lo hadapin besok itu orang sepuh yang berisiko shock, jadi lo harus setenang mungkin." Ucap Alman yang menepuk pundak Faishal saat ia mendekatinya.
"Ga bisa tidur man. Aku bener bener ga tenang, yang aku sesalkan kenapa Vivi bawa bawa eyang, aku yakin bukan murni eyang yang mau menjodohkan awalnya. Dia ga bisa dibilangin kalo sudah minta apalagi eyang sangat memanjakannya. Kamu tau sendiri kan Man, Aldo sering cerita kalo Vivi itu posesif sama aku. Parahnya waktu dia SMA, masuk kamar aku tanpa permisi malam hari, masuk keselimutku langsung tiba tiba memeluk aku dari belakang, dia berpakaian minim sekali. Bunda, Ayah dan Aldo tahu kejadian itu, mereka langsung berlari kekamarku saat aku teriak. Namun mereka gak bisa berbuat apa apa karena saat itu posisi Vivi sedang menjadi tanggung jawab orang tuaku karena om dan tanteku terpaksa keluar negri untuk memulihkan perekonomian mereka, jadi bagi bunda dia dianggap anak kesepian. Jika bukan Aldo yang bertindak dan tidur dikamarku setiap hari entah akan ada hal apa lagi yang dilakukannya. Aku bener bener shock, sejak itu aku sulit sekali bisa dekat dengan perempuan perempuan. Aku benar benar merinding, aku langsung berfikiran apa setiap perempuan akan seagresif itu. Aku ga bayangin tiba tiba dinikahkan dengan dia, dan...... Akhhhh" Faishal Frustasi, meremas rambut dengan kedua tangannya lalu diletakkan kepalanya dimeja.
"sabar bro, dah istirahat! besok Aldo bakal dampingin lo kan?" Ucap Alman yang prihatin dengan sahabatnya ini, jarang jarang Faishal mau berbicara amat banyak jika ia tak sedang gelisah
"Sayangnya engga, Aldo dan kegiatan dikampus sampe malem." Faishal yang masih bertahan diposisinya.
"Sana tidur, banyakin berdoa bro, semoga dikasih jalan yang lancar."
"ok thanks ya man, aku pulang aja" Faishal akhirnya memutuskan untuk pulang dan merebahkan dirinya dikamar kesayangannya.
"gue anter ya? dah malem"
" ga usah, tenang aja!" Faishal keluar klinik meninggalkan kegelisahan dihati Alman.
"Bro bro, gue doakan besok lo bisa menghadapinya dengan baik." ucap alman lirih yang saat ini masih menatap pintu setelah kepergian sobatnya.
Faishal mengendarai mobilnya dengan pelan dikesunyian malam, sambil banyak berfikir bagaimanakah sebaiknya ia menolak pertunangan tersebut dan tidak membahayakan sang eyang. Sampau kekamarnya ia langsung berganti pakaian dah merebahkan diri. Berharap rasa kantuknya datang menghilangkan kegelisahannya. Lama ia membolak balikkan badannya, mencari posisi ternyaman agar bisa tidur. Lalu diambillah dompetnya, terlihat foto dirinya Cilla dan Sasha. Dikeluarkan semua foto tersebut, Setidaknya mampu sedikit meredakan rasa gundahnya.
__ADS_1
"apa kalian akan menyayangiku seperti aku menyayangi kalian?" iya berbicara sendiri dengan foto sambil mengusap usapnya.
"ternyata begini ya rasanya mencintai orang yang tak bisa dimiliki." ucap faishal miris, diusap usapnya berulang kali foto tersebut hingga ia tertidur.
Azan subuh berkumandang, bunda yang sedari tadi belum melihat putra pertamanya keluar kamar akhirnya berniat membangunkan putranya.
"Tumben kakak belum bangun, biasanya dah ke masjid." ucap bunda yang menuju kamar Faishal
Karena kamar tak pernah dikunci oleh Faishal sehingga bunda bisa langsung masuk, kecuali ada orang lain yang menginap dirumah maka Faishal akan mengunci pintunha dari dalam.
Bunda membuka pintu dilihatnya Faisal masih pulas, terlihat dompetnya terbuka dan berceceran beberapa Foto berukuran kecil. Bunda mendekati ranjang Faishal berniat membereskan isi dompet sang putra. Ia heran tak biasanya Faishal tidak rapi, tak pernah ada sampah atau barang barang diatas kasurnya. Di raihnya lembaran lembaran itu, seketika mata bunda melotot mulutnya melongo lalu ditutupnya dengan tangan.
"sweet banget kamu kak, kalian memang serasi. Ga nyangka bunda nak, kamu bisa secinta itu dengan mereka. Bunda bahagia sebenernya karena kamu tlahbjatuh cinta dengan seseorang, tapi bunda juga sedih klkamu ga bisa meraih orang yang kamu sayang." Bunda membatin, ia jadi sedih, sebegitunya sang putra menyukai Sasha sampai tidurpun harus membuka foto foto tersebut.
" iya bun.... jam berapa bun?"
"udah jam lima, ayo segera subuhan. oiya kak, tadi malem pulang jam berapa?"
" jam 11an kayaknya bun ga lihat jam banget." ucap faishal sambil merenggangkan otot ototnya.
"kak! bunda tadi jadi ngelihat foto foto deh." ucap bunda sambil senyam senyum.
__ADS_1
"hah?" Faishal langsung sadar dilihatnya kekanan dan kekiri namun dompetnya ternyata sudah diatas nakas dan foto foto sudah masuk kedalam dompet.
"bunda jangan mikir aneh aneh ya." ucap faishal malu, wajahnya kini sudah merona.
"emang mikirin apa? untung bukan Aldo yang lihat, bakal heboh dia hehee. Sayang... bunda tau kamu dah sayang banget ma mereka. Tapi pelan pelan dilupain nak. Mereka bukan haknya kakak. Tapi jika Allah berkata yang lain kita bisa apa ya kan? jadi mintanya sama Allah, sapa tau kalian berjodoh. Doanya gini
...ya Allah jika memang dia jodohku makan dekatkanlah dengan caraM...
...jika bukan tolong jauhkanlah dengan sebaik baiknya caraMu ya ...
gitu ya??? dah sekarang kakak sholat trus berdoa. Bunda siapin sarapan dulu." Bunda beranjak dari kasur ingin keluar kamar.
" Bun, kakak resah bun, bunda lupa hari ini eyang akan kesini? kemarin waktu dirumah sakit eyang sudah telfon kakak, dah mewanti wanti kakak biar memberikan jawaban perjodohan hari ini bunda. Nanti jam 9 eyang bakal kesini, katanya om tante semua dikumpulin. Kakak bingung bun." ucap Faisal dengan wajah yang sendu
"bingung gimana? mau nolak atau terima?"
" kakak mau nolak gapapa kan bun?"
"Bunda akan selalu dukung apapun keputusan kakak, ayah juga sama. Jadi nanti kita hadapu sama sama ya, dah sholat dulu sana minta diberi kelancaran agar niat kakak diterima eyang."
"iya bun" Faishal beranjak dari kasur lalu langsung kekamar mandi, kemudian melaksanakan ibadahnya. Sedanf bunda berlalu menuju dapur untuk membuatkan sarapan bagi keluarganya.
__ADS_1
Ayah yang setiap pagi selalu membantu ibu merawat ikan hiasnya, lalu membantu menyirami bunga sebagai aktivitas hari hari mereka karena mereka tak ingin menyewa pembantu, semua pekerjaan dikerjakan bersama sama. Bahkan Faishal dan Aldopun pandai mencuci dan menyetrika pakaiannya sendiri. Setelah makan kadang membantu ibu mencuci piring atau pekerjaan lainnya.
Aldo hari itu tidak pulang menginap dirumah bastian, karena mereka banyak agenda hingga malam hari, untuk beberapa hari kedepan. Namun setiap pagi selalu menyempatkan diri meng antar jemput Fitha dan Sasha bergantian untuk kekampus. Jika Cilla tidak ada yang menjaga karenaajdwa kuliah mereka bentrok maka Faishal lah yang akan menjaganya