
"Sasha, ini bunda kenalin semua om dan tantenya Faishal, ini adek adenya ayah semua." Bunda mengenalkan adik adik suaminya satu persatu, Sashapun menyalimi semuanya dan disambut suka cita oleh paman dan tante Faishal, mereka sangat senang mendapat anak perempuan.
Sedang Faishal tak perlu mengenal saudara Sasha lagi karrna selama ia disana, sudah berkenalan dengan hampir semua keluarga Sasha yang ada disana serta sekitar rumahnya.
"Kapan rencana kalian akan balik ke jogja?" Tanya ayah Agung (ayahnya Faisal)
"Jumat pagi yah, karena sabtunya mau klarifikasi berita itu." jelas Faishal
"berati nanti keluarga Jogja ngumpulnya hari minggu aja biar om Edi ga kesusahan izin." ucap Ayah
Deg!
Jantung Sasha berdetak cepat, bukan karena senang, namun ia khawatir, bagaimana caranya ia menghadapi Vivi, bagaimana jika keluarga lainnya menghujatnya disana karena tiba tiba menikahi Faishal yang sudah ditunangkan oleh Vivi, bahkan ayah dan bunda Faishal ikut menyetujui pernikahan dadakan ini. Apa yang akan mereka fikirkan tentangnya. Pelakor?? hahhhh!!! Sasha tak tahu apa yang harus ia katakan esok hari. Faishal menyadari wajah sang istri tiba tiba murung, lalu ia mengenggam tangan Sasha.
" kamu ga usah khawatir." ucap Faishal padanya lirih.
"Sasha, benar kata Faishal, kita semua satu suara, jadi kamu ga usah khawatir ya nak." Ayah Agung ternyata juga mendapati sang menantu terlihat kepikiran. Sedang keluarga Sasha justru bingung mengapa harus Sasha terlihat tidak senang. Bunda merangkul pundak Sasha dan mengelus elus pelan. Sasha akhirnya mengangguk.
"Gimana Sasha? ada apa?" Ayah Jamhari (ayah Sasha) akhirnya bertanya.
"Engga yah, Sasha cuma gugup aja besok ketemu keluarga baru." Sasha dengan cepat membuat alibi agar semua keluarganya di sana tidak mengetahui jika Faishal telah bertunangan dengan orang lain.
"ya sudah nak, ayah lihat ibu dan ayahnya Faishal sayang sama kamu pasti disana kamu akan bahagia." ucap sang ayah
"kami benar benar menyayangi Sasha pak Jamhari, bahkan dulu pertama kali Sasha main kerumah, kami sudah ingin menjodohkan Faishal dengan Sasha, karena kami lihat sulung kami kayaknya jatuh cinta sama putri bapak, tapi Sasha ternyata sudah bertunangan. Sempet sedih juga kami pak, karena sulung kami ini susah sekali bisa dekat dengan perempuan, istri saya sudah menjodohkan dengan banyak sekali perempuan, tidak sama sekali ada yang bisa mengambil hatinya, sekali ketemu Sasha, sulung kami ini jadi gusar pak, soalnya sekalinya suka sama anak perempuan tapi dah ada yang punya. Makanya kemarin Fasihal punya keberanian meminang itu kami langsung dukung pak, Alhamdulillah kita jadi berbesan ya pak." Jelas Ayah Agung membuat keluarganya Sasha tersenyum senyum, mereka lega ternyata setelah anak perempuan mereka dibuang dengan makian makian masih ada yang menunggu dengan sangat sabar bahkan merasa amat bahagia mendapatkan putri mereka. Jika mereka ingin membandingkan jelas mereka akan lebih memilih Faisal dibandingkan Insan.
"Kami bersyukur sekali pak, tidak ada kata khawatir lagi melepas anak perempuan kami marantau. Kalo begitu mari kita makan dulu pak hidangan ala kampung kami ini pak, cuma ala kadarnya semoga semuanya menikmati, silahkan silahkan." Ucap Ayah Sasha lalu mempersilahkan semuanya makan.
Mereka akhirnya makan sambil bercakap cakap penuh keakraban. Sasha amat bahagia ternyata om dan tante Faishal sangat hangat menyambutnya. Disana ada Fitha dan mama papanya juga ikut makan bersama.
"Lho dah pulang aja, ga jalan sekalian nih sama cewek cewek?" ledek bunda setelah Aldo, Alman dan Bastian datang bergabung dengan mereka tepat setelah semua piring dibereskan.
"iya tuh bun seneng banget kayaknya diputerin cewek cewek banyak, TP TP!" ucap Fitha jutek, Aldo tersenyum miring mendengar celotehan Fitha.
__ADS_1
"Ga ah dah kenyang, kan cuma makan bakso aja bun, nanti ada yang jutek bun kalo kelamaan." Jawab Aldo yang ikut duduk didekat sang bunda.
"siapa yang jutekin kamu GR!" balas Fitha
"tuhh jutek, ga ngaku!" balas Aldo lagi membuat Fitha memutar bola matanya.
"Gimana man? dapat yang nyantol ga? besok mudik bareng kita." tanya Faishal ke Alman
"cakep semua bro bingung gue, hahahha." ucap Alman sambil tertawa
"dasar playboy. Kalo kamu bas gimana?"
"gimana ya kak?? biasa aja kalo aku, he" ucap Bastian sambil menggaruk lehernya yang fak gatal
"Bastian sukanya ma anak sekelas mas." Sasha ikut nyeletuk sambil terkekeh
"mana ada?" jawab Bastian kepada Sasha
"ogah banget deh, aku mau kerja dulu nanti langsung nikah" ucap Bastian dengan pedenya
"cie cie cie, keren euy." Aldo, Fitha dan Sasha kompak membuat semuanya tertawa.
"kita aja pak bu besanan, saya suka sama mas Aldo ini, baik orangnya, sama Fitha cocok banget." mama Fitha ikut nimbrung
"beneran bun? saya juga mau dapet anak mantunya Fitha, saya sih yes bun, ayah ngikut kan?" ucap bunda semangat
"yes!" jawab ayah membuat Fitha dan Aldo kebingungan menagapa tiba tiba mereka yang dijodohin.
"mamaaaaa, aku ga mau ma Aldo, bunda Fitha maunya jadi anak angkat aja bun jangan menantu ya bun, nanti tiap hari berantem sama dia bun." rengek Fitha membuat semuanya tertawa.
"bunda malah suka lihatnya, kalian lucu, rame!" ucap bunda
"jangan lah bun menderita nanti Fitha bun, angkat Fitha jadi anak aja ya bun."rengek fitha lagi
__ADS_1
"kalo mau jadi anak bunda ya harus jadi mantu donk, mau ya? hahhaha" bunda sudah tak tahan tertawa melihat kelucuan fitha, sedang Aldo hanya melirik fitha dengan tatapan sinis
"Siapa juga yang suka sama lo?" Aldo akhirnya nyeletuk
"ihiiiii lama lama cinta lo baru tau rasa lo!" Alman mengacak rambut Aldo, lalu Aldo menangkisnya.
"udah udah rame sekali, malu lho sama nenek tuh, maafin ya nek ini anak anak biasa rame begini." ucap Ayah Agung kepada nenek Sasha yang ada disana juga sambil tersenyum senyum.
"gapapa Pak, kemarin saya juga bilang kalo suka berantem nanti jodoh." nenek bahkan ikut menimpali membuat Fitha makin malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, sedangkan Aldo hanya diam melipat kedua tangannya didada, tapi Alman dan Bastian mencubit cubit lengannya sambil mengejeknya.
Akhirnya acara makan siang bersama selesai, om dan tante Faishal pamit, mereka berencana akan berjalan jalan disekitar sana. Orangtuanya Fitha juga kembali mengemasi barang barangnya agar tak ada yang tertinggal. Tinggallah disana orang tua Faishal, orang tua Sasha, nenek, Fita, alman, aldo, bastian, sasha dan faisal.
"Fit!"tiba tiba riyan datang dengan senyuman.
"eh! hai riyan!" sapa Fita dengan lambaian tangannya
"kamu kemana aja tadi? sini ikut gabung ngemil sama kita kita" tanya Fitha, lalu mengajak Riyan bergabung dengan mereka, membuat Aldo memasang wajah juteknya. Alman dan Bastian yang melihat hanya terkekeh.
"tadi lagi bantu bantu, baru selesai sekarang. Gapapa kalo aku gabung?" tanya Riyan sopan
"sini aja yan, duduk sambil ngeteh, aku kenalin ya sama semuanya." ajak Sasha kepada sepupunya lalu ia kenalkan kepada semua yang ada disana.
"besok main kejogja ya Riyan nanti aku ajakin jalan jalan." ucap Fitha dengan ceria membuat Aldo memutar bola matanya.
"trus gue yang suruh nganter gitu? biasanya kemana mana ma gue." guman Aldo lirih sekali namun dapat didengar hanya oleh Alman yang persis duduk menempel padanya.
"cembokur" bisik Alman ditelinga Aldo,
"berisik ih!" balas Aldo sambil mendorong lemgan Alman agar menjauhinya.
****************************
Hiburan banget emang ya Fitha ma Aldo
__ADS_1