Bayi Kita

Bayi Kita
40


__ADS_3

"KELUAR!!"


Sasha amat ketakutan sampai rambutnya belum jadi ia keringkan. Namun ia mau tidak mau harus keluar. Ia yakin diluar banyak sekali orang yang datang.


"mas!! bangun! maaaasss! bangun!" Sasha mengguncang guncangkan lengan Faishal


"hah! ada apa Sha, itu apa?" Faishal yang terkejut akhirnya terjaga dari tidurnya, ia langsung terduduk


"tolong gendong Cilla mas aku aja yang buka pintu!"


"KELUAR! AYO KELUAR!"


Sasha membuka pintu, ia begitu terkesiap kenapa banyak ibu ibu tetangganya berserta beberapa orang bapak bapak mengerumuni rumahnya. Ia jadi bingung akan berkata kata apa.


"tuh bu ibu lihat, rambutnya basah! habis ngapain dua orang ga menikah malem malem berdua aja dirumah!" Bu Tini maju bicara paling depan


" iya iya bener bu, ngapain lho malem malem kancingan!" ibu ibu yang lain ikut menimpali, semua ibu yang datang saling berbicara satu sama lainnya.


"Bu ibu maaf, kami tidak melakukan hal hal yang tidak senonoh bu." Sasha dengan suara bergetar mencoba menjelaskan, sedang faishal masih fokus menenangkan Cilla yang kembali menangis.


"ga mungkin!! lihat kalian cuma berduaan yang dewasa! rambut juga basah! pintu ditutup! waktu kami gedor ga langsung dibuka! pasti kalian mau menghilangkan bukti!" ucap bu Tini menggebu gebu


"iya bu iya bu harus dilaporkan RT bu!" timpal ibu ibu yang lain


"Maaf ibu ibu sekalian, saya salah memang malam malam datang kesini tapi kami tidak melakukan apa apa pak bu." Faisal akhirnya maju mencoba setenang mungkin menjelaskan sambil tetap memeluk Cilla agar tetap nyaman ditengah teriakan ibu ibu.


"Dokter! ga usah membela diri dokter, kami dah sering lihat, kalo dokter sama mba Sasha itu orang yang kasmaran, kalo sampe berdua duaan tengah malem jelas sudah arahannya kemana!"

__ADS_1


"betul betul !" ibu ibu menimpali


"pak bu kami tidak melakukan apapun!" ucap Faishal ia tahu Sasha tak mampu lagi berkata kata, badannya bergetar, matanya sudah berkaca kaca, ini kejadian yang sungguh diluar perkiraannya.


Sasha menyesal kenapa tadi harus menutup pintunya, ia menyesal mengapa tak membangunkan Faishal dan memintanya pulang, banyak sekali yang ia sesalkan.


"mana buktinya dokter! sudah deh dok mengaku saja! kita kita dah sering mengamati kalian berdua! kalian bukan pasangan menikah kan?! trus itu bayinya siapa? kemarin dokter bilang anak saya! kalian dipanggil ayah bunda, hubungan apa itu namanya! kalian kumpul kebo sampe punya bayi?! jangan jangan orang tuanya dokter ga tau lagi mba Sasha dibawa kesini dok sama anak kalian!" akhirnya ibu Neti mengeluarkan semua uneg uneg yag ibu ibu ingin tahu jawabannya.


"bukan bu bukan seperti itu, hik hik!" Sasha akhirnya tak tahan bersuara juga sambil menangis , ia tak pernah mengira betapa orang orang disekitarnya telah berburuk sangka kepada mereka, ternyata mereka memperhatikan hingga sebegitunya kepadanya. Ia pikir ibu ibu disekitar sini penuh perhatian kepadanya. Ya Tuhan, benar benar diluar dugaan.


Faishal melihat Sasha menangis sungguh tak tega, ingin sekali ia membawa Sasha kedalam rangkulannya menyalurkan kekuatan bersama, atau paling tidak saling bergenggaman tangan. Tapi.... hal itu justru akan memperburuk suasana, pasti mereka benar benar dicap sebagai pasangan mesum.


"dah laporin RT aja bapak bapak!"


"ADA APA INI IBU IBU BAPAK BAPAK, ADA APA INI NAK FAISHAL?" Pak RT akhirnya datang karena suara keributan terdengar sampai ditelinganya.


"Lho pasangan mesum gimana toh ibu ibu? apa kalian punya bukti?" Ucap pak RT bijak


"pak kita sudah mengamati pak selama mba Sasha pindah kesini, siapa yang ga curiga pak, anak muda ngakunya mahasiswa tapi bawa bayi lho pak, manggilnya ayah bunda lho pak! siapa yang ga curiga!"


" SUDAH SUDAH BAPAK BAPAK IBU IBU, KITA SELESAIKAN BESOK SUDAH LARUT!" seru pak RT


" gabisa pak harus selesai malam ini." ucap ibu ibu dan bapak bapak kompak


"ya sudah ya sudah ...... sekarang perwakilan saja, bu Tini dan suami, serta bu Wiwid dan suami tinggal disini dan ibu bapak yang lain saya mohon.....! monggo pulang kerumahnya masing masing besok dijelaskan sama ibu bapak yang tinggal disini. Kita kasih kesempatan nak Faishal dan mba Sasha menjelaskan, saya kenal orang tua nak Faishal itu teman kantor saya. Ngeten niku njih bapak bapak ibu ibu? " ucap Pak RT


Ibu ibu yang lain pada berbisik bisik dan akhirnya setuju mewakilkan bu Tini untuk duduk perkaranya.

__ADS_1


"Mari pak bu masuk kedalam saja." Ucap Faishal dengan sangat sopan


"Iya iya nak Faishal saya tak nelpon ayahmu dulu." ucap pak RT sambil mendial nomor rekannya tersebut.


"Mas, Cilla biar saya tidurkan dikamar." Sasha mengambil Cilla dari gendongan Faishal lalu menidurkannya di kamar, setelah itu kembali keruang tamu.


Faishal akhirnya mengambil beberapa kursi tambahan dari ruang makan. Tak berapa lama ayahpun datang dan sengaja duduk disebelah kanan Faishal lalu Sasha diminta diduduk disisi kanannya seolah ingin melindungi Sasha yang sangat kelihatan rapuh.


"Assalamulaikum." bu Endangpun datang bersama suami setelah mendengar keributan dirumah ini.


"Monggo monggo pak heru bu endang." ucap Pak RT


"maaf pak ikut nimbrung karena mba Sasha ini sudah dekat dengan saya jadi saya khawatir ada apa apa." ucap bu endang yang memag sejak kembali dari rumah sakit beberapa saat laku, ia melihat banyak para warga yang kembali dai rumah sasha lalu ia menanyakan perihalnya, tanoa sepat masuk kerumah ia kangsung mengajak sang suami menuju rumah Sasha, bu Endang begitu takut apa yang ia khawatirkan selama ini terjadi juga.


Pak RT mengajukan beberapa pertanyaan sesuai permintaan bapak bapak dan ibu ibu. Akhirnya Ayah yang menjelaskan soal Cilla.


"Begini bapak ibu, mohon maaf jika kami tidak menjelaskan secara rinci mengapa nak Sasha ada dirumah putra kami. Kami sekeluarga akan bertanggung jawab penuh atas kejadian hari ini. Kamilah yang meminta nak Sasha beserta temannya Fita tinggal disini untuk merawat cucu kami ini. Karena Sasha dan Fita diminta jeluar dari kos kosannya karena membawa bayi. Kami tidak tega pak, sedang dua anak gadis ini sedang berbuat kebaikan merawat bayi yang mereka temukan diperkebunan saat acara kampus."


"oalah jadi itu bukan anaknya mba Sasha sama dokter to? waduh jadi ga enak ini pak salah menuduh." ucap bu Tini ga ebak hati


"makanya to bu jangan asal menuduh orang." ucap pak herman malu atas perbuatan istrinya yang sudah menghasut ibu ibu lain karena salah persepsi.


"iya pak bu, Sasha dan Faishal untuk sementara menjadi orang tua angkat untuk Cilla sebelum orang tuanya ditemukan, karena anak kedua saya dan rekan rekannya serta pihak daerah tempat ditemukan bayi ini sedang menelusuri jejak orang tua bayi. Jadi mohon maaf pak bu jika keputusan keluarga kami meresahkan warga. Kalo untuk malam ini mengapa anak saya bisa ada disini mungkin bisa langsung djelaskan oleh anak saya sendiri. Kak coba kakak jelasin kenapa kakak malem malem kesini." ucap Ayah


"maaf pak bu saya ga sengaja lewat karena baru pulang dari rumah sakit, saya lihat cilla menangis sampai sebegitunya, jadi saya mampir karena kalo sudah nangis seperti itu biasanya cuma tenang kalo saya gendong. Jadi saya kesini pak bu, karena dari pagi menangis sampai Sasha belum bisa mandi jadi kami bergantian menjaga lalu saya ketiduran di kursi pak, makanya saat orang orang datang posisi Sasha baru selesai mandi dan saya ketiduran, begitu pak bu. Saya benar benar minta maaf harusnya saya tidak ketiduran dan langsung pulang." ucap Faisal bijak


"um.... pak bu, saya juga minta maaf, saya yang menutup pintu, karena saya ga enak mau bangunin mas Faishal terlihat kelelahan, tapi posisi saya juga ingin istrirahat, jika pintu saya biarkan terbuka saya takut ada hewan yang masuk. Maafin saya ya pak bu." Sasha memohon dengan suara yang masih bergetar, ia benar benar akan menjadikan hari ini pengalaman berharga.

__ADS_1


__ADS_2