
Fitha membereskan alat sholatnya lalu bergegas mandi dan menuju ruang makan dimana setiap pagi yang Fitha ketahui semua anggota keluarga ini akan berkumpul dimeja makan.
"Hallo bun, wahh enaknya jadi anak bunda pagi pagi dah ga usah keluar cari sarapan." ucap Fitha yang langsung mengagumi masakan bunda yang sudah tertata dimeja.
"makanya jadi mantu bunda donk, kuliah pagi kalian hari ini?" tanya bunda yang sedang melepas apronnya
"iya bun, nanti kayaknya bakal bolos lagi bun." ucap Fitha
"lho kenapa?" bunda jadi penasaran
"itu bun...mmm... Mau ke Magelang." Jawab Fitha lirih, ia sebenarnya ingin mengatakan hal ini terlebih dahulu kepada Aldo dan Sasha.
"Magelang?! Emang pak Kades nelfon elo Fith? Gimana bilangnya?" Tanya Aldo yang tiba tiba datang dengan pakaian yang sudah rapi, ia menarik kursi tepat di sebelah Fitha.
"Kita nunggu Sasha dulu deh." Ucap Fitha
"Yaudah kalian sarapan dulu, bunda mau ngambil Cilla dikamar, koq ga ada suaranya takut jatuh." ucap bunda lalu berlalu kekamar
"iya bun, eh do, kayaknya kita bolos lagi hari ini, tadi Bastian yang nelfon, nunggu Sasha dulu deh, nih penganten baru lama banget keluarnya." Ucap Fitha sambil melihat lihat pintu kamar Faishal yang letaknya tidak jauh dari ruang makan.
"Tuh yang ditunggu dateng" ucap Aldo.
"keramas! keramaaaaas! Lama amat keluarnya, ronde kedua yah! " ledek Aldo ke Sasha yang baru saja datang dan sudah rapi dengan kemeja kuliahnya.
"ssssttt, dilarang mengganggu istri orang." Jawab Faishal yang juga menyusul Saaha dari belakang kemudian mereka duduk bersebelahan. Faishal mulai mengambil piring namun dicegah oleh Sasha.
"mas! Biar aku aja yang ambilin, mas mau pakek apa?" Ucap Sasha sambil mengambil piring untuk Faishal
"Sayur sop, sambel sama tempe aja." Ucap Faishal merasa bahagia karena sudah ada yang akan melayaninya setiap makan. Sasha mengambilkan sarapan sang suami lalu memberikannya dengan senyum dibibirnya.
"Makasih ya sayang." ucap Faishal sambil tersenyum
"Ekhem ekhem!!! Haduh kalian bisa ga sih biasa aja gitu kalo di depan kita kita, ga usah mesra mesraan." ucap Aldo sambil tersenyum geli melihat tingkah sang kakak yang berlebihan menurutnya
"Biarin kenapa sih, orang udah nikah gini, kalo ngiri nikah juga sana!" ucap Fitha lalu dibalas cibiran oleh Aldo.
"Apaan kalian sih, udah makan dulu, jam 7 ada kuliah nih, kelasmu juga kan Fith?" Tanya Sasha yang sudah mulai menyendok makanannya.
"iya, ...... Sha, Tadi... Bastian telpon, dia bilang kita harus kemagelang hari ini juga, beliau minta Cilla dibawa, dan sebisa mungkin sebelum jam 12 kita sudah disana, padahal kelasku hari ini sampe jam 1 masa bolos lagi, kelasmu juga kan?" ucap Fitha ragu ragu
__ADS_1
"Koq mendadak yah pak kades, tumben ga telpon gue." ucap Aldo heran
"Tadi katanya telpon kamu dulu tapi ga diangkat angkat jadi Bastian yang dihubungi, gimana donk kita." Ucap Fitha kebingungan pasalnya mereka sudah meliburkan diri seminggu lamanya.
"duh ada apa yah, kalo pak kades sampe telfon subuh subuh berati itu urgent banget lho, Beliau juga minta Cilla dibawa, tapi kita kan memang janji mau bawa Cilla kesana pas 3 bulan kemaren, tapi Cilla sakit kan." Sasha jadi cemas, pasalnya hal ini terkait dengan Cilla.
"Nanti kakak ikut aja, kakak juga penasaran tempat Cilla ditemukan dimana, Cilla biar sama kakak dirumah kan belum selesai masa istirahat kakak. Masih da 2 minggu lagi." Sambung Faishal
"perasaanku jadi ga enak." ucap Sasha, wajahnya tampak cemas
"yang tenang yah, kalian ngampus dulu, nanti kita langsung cus ke magelang." ucap Faihsal
"coba deh do, kamu minta dispensasi ke pak kades gimana kalo jam 1an kita baru kesananya, soalnya kita dah bolos beberapa hari." ucap Sasha ke Aldo
"Bentar gue telpon." aldo lalu mengambil ponselnya dikamar dan menelfon pak kades.
Selang beberapa saat Aldo kembali ke ruang makan.
"gimana?" tanya Sasha.
"Pak kades bilang mewakili aja yg bisa kesana, karena penting banget." ucap Aldo
"mending izin deh Fith, ga enak, sebenernya yang paling ga enak itu aku, kan aku habis kena skandal sosmed, jadi..." ucap Sasha bimbang hatinya, karena sejak skandalnya mencuat dan menghebohkan kampus baru hari ini lah ia muncul di kampus.
"Kita coba dulu deh, yok berangkat." ucap Aldo, lalu beranjak dari duduknya di ikuti Fitha untuk berpamitan kepada ayah dan bunda.
" Yaudah, mas... Maafin yah aku titip Cilla dulu, harusnya aku mandiin dulu pagi ini" Ucap Sasha ke sang suami, ia merasa tak enak menyerahkan Cilla yang belum dimandikan ke Faishal, karena biasanya ia yang selalu merawatnya sejak pagi kemudian dibawa kekampus jika Fitha juga ada kelas.
"Iya tenang aja,mas bisa koq mandiin sendiri, kamu lupa? yang ngajarin mandiin Cilla siapa?" ucap Faishal mengingatkan Sasha bahwa dialah yang mengajari cara memandikan bayi yang benar kepada Sasha saat pertama kali Cila dimandikan dirumah sakit.
"makasih ya mas aku pamit kuliah dulu." Ucap Sasha lalu bergegas menyusul teman temannya namun lengannya langsung ditarik oleh Faishal. Sasha terkejut dan bingung.
"gimana mas?" Tanya Sasha bingung
"pamit ma suaminya gimana?" ucap Faishal sambil mengulum senyum, Sasha pun tersipu lalu....
Cup!
Mendaratlah kec***upan manis dipipi sang suami, membuat yang dikecu*p menjadi diam membeku karena ini adalah kali pertama Sasha nengec**upnya terlebih dahulu. Sasha menjadi salah tinggah lalu berlalu sambil tersenyum malu, malu karena ia sungguh tak menyangka akan seberani itu memberikan kec**upan terlebih dahulu.
__ADS_1
Faishal jadi tersenyum senyum sambil mengusap usap pipinya, lalu iapun melayangkan sebuat pesan kepada istrinya melalui W*A.
"mas baru tau kalo pamit sama suami itu dapet sun sayang, kirain salim cium tangan, besok pamitnya gitu terus yah." (Faisal)
Setelah mengirim pesan Faishal melanjutkan sarapannya lalu membereskan ruang makan tersebut seperti biasanya, saat ia masuk kekamar dan mau membersihkan sisa pertempuran mereka tadi malam ternyata Sasha sudah membereskannya.
"senengnya punya istri" ucapnya bahagia
.
.
.
Sasha dan teman temannya mulai masuk kuliah, sesampai mereka dikampus sorotan mata warga kampus membuat Sasha tak nyaman, karena pemberitaan sosial media yang simpang siur, ditambah foto pernikahan mereka yang juga tersebar karena akun sosmed milik rekan rekan Sasha pun menjadi sorotan, bahkan akun Faishalpun jadi incaran. Sasha sudah menebaknya dari awal, pasti akan ada hal seperti ini yang akan ia alami. Jagankan Sasha yang sebagai tokoh utama dalam pemberitaan tersebut yang menjadi sorotan, bahkan Dennis yang hanya teman Sasha yang selalu dikampus juga mendapatkan banyak sorotan dari mahasiswa setempat dan hal itu diceritakan pula kepada Sasha dan teman temannya agar mereka tidak terlalu terkejut jika mendapatkan sorotan kurang nyaman dari warga kampus.
"Mendadak terkenal nih ye..." Ledek Dennis setelah bertemu dengan rekan rekannya.
"Terkenal karena tercemar yang ada kali den." Ucap Sasha yang berusaha santai dengan situasi.
"dah cuekin aja, yuk segera masuk kelas, aku ma Dennis duluan yah." ucap Fitha lalu mengajak Dennis masuk kekelas mereka. Sasha dan Aldopun masuk kelas mereka dan menguatkan hati untuk menjawab segala pertanyaan yang akan dilontarkan oleh rekan rekan kelasnya.
Sementara itu, hafis yang sedari tadi telah sampai belum sanggup hatinya untuk masuk kekelas, pasalnya ia selalu duduk disebelah Sasha, bahkan jika ia belum sampaipun Sasha selalu mencarikan tempat duduk untuknya tepat disebelahnya. Bastianpun selalu menjaga sohibnya tersebut, saat ini Bastian sedang bersama Hafis diluar kelas, ia sedang menguatkan hafis agar jangan sampai berlarut larut dan segera merelakan Sasha dihatinya.
"Ayok bro, masuk, hadapi! Kamu kan Cowok! Kalo kamu ga ingin persahabatanmu rusak sama Sasha, kamu harus tetap mejaga rahasia hatimu seperti sebelumnya, dan mulai move on Fis, cewek banyak! Ayok! Kondisikan wajahmu, biar Sasha ga tanya tanya! Kamu ga tau kan Sasha mulai curiga kenapa kamu ga ngumpul bareng kita kemaren, dan kamu sama sekali ga nelfon saat dia nikah. Kuatin hatimu, let's go." ucap Bastian sambil menepuk punggung Hafis.
Hafis menggela nafas panjang, lalu ia tata hatinya dan mulai melangkah masuk, daaaan senyuman wanita pujaannya tidak berubah selalu menyambutnya setiap kali masuk kelas, membuat hatinya makin teriris iris.
"Fis!! Kamu kemana aja, koq ga pernah telfon aku?" tanya Sasha Ramah
"Oh , eeemm a aku lagi ada yang di dikerjain, iyah ada yang dikerjain he, maafin yah." ucap Hafis terbata bata mencoba biasa saja.
"syukurlah Fis, kirain kamu marah sama aku." ucap Sasha, namun hafis hanya menggeleng sambil mencoba tersenyum seperti biasanya. Lalu ia menatap Sasha sendu saat Sasha sedang sibuk mengeluarkan alat tulisnya.
********
Kasian kamu FisðŸ˜
Lanjut?????
__ADS_1
Tungguin yah my dear readres