
Sore itu juga Fitha kembali kekos ditemani denis, mengambil beberapa bajunya dan Sasha, perlengkapan mandi serta perlengkapan kuliah. Lalu pamit ke ibu kos untuk menginap diluar kembali beberapa malam.
Sementara itu di paviliun rumah sakit, Faishal, Sasha, hafiz, Aldo dan bastian tengah menikmati bekal yang dibawakan oleh ibunda dari Aldo. Hafiz begitu perhatian kepada Sasha, ia tahu bahwa Sasha kesulitan makan jika sambil menggendong akhirnya hafiz menyuapinya. Awalnya Sasha tidak mau, dan berniat makan setelah semuanya selesai makan dan bergantian menggendong dengan Faishal, namun Hafiz memaksa ingin menyuapi Sasha agar Sasha bisa ikut makan bersama. Padahal hdalam hatinya ada rasa kurang nyaman apabila Sasha harus bergantung dengan Faishal dari pada dirinya, sedang sang bayi menangis bila digendongan Hafiz. Akhirnya menyuapi Sasha adalah jalan terbaik menurutnya.
"ehh basah. Wah Cilla pipis yah." ucap Sasha setelah tangannya merasakan hangat dan basah.
"Sini biar saya aja yang gantiin popoknya, kamu terusin makanya." Tanpa persetujuan Sasha mengambil bayi dari gendongan Sasha dan membawanya kekasur, dan Sasha yang terkejut dengan sikap tiba tiba Faishal hanya bisa mengangguk.
"udah fiz aku makan sendiri aja. Aku cuci tangan dulu kena ompol." Sasha beranjak ke wastafel membersihkan tangannya yang terkena air k****ng bayi.
" sini sendoknya, kamu lanjutin punyamu fiz."
" Gapapa tanggung tinggal dikit ini." Hafiz tak mengabulkan permintaan Sasha dan ia dengan cepat menyuapkan sendok demi sendok kemulut Sasha hingga habis.
"Fiz, dah jadian aja kalian berdua. Kalo lo kayak gitu ma Sasha bisa ga laku laku si Sasha." celetuk bastian yang faham sekali tentang perasaan sahabatnya ke Sasha.
" Apaan sih bas, aku ga mau pacaran." ucap Sasha santai.
" masih muda gini, mau langsung nikah???" tanya Aldo
" iya." ucap Sasha yang kali ini serius
__ADS_1
"serius?" ucap Aldo dan Bastian berbarengan, sedang Hafiz tak mampu berkata kata lagi, kali ini ia merasa ada keseriusan dari perkataan Sasha.
Faishalpun tertegun mendengar jawaban Sasha namun ia tak menunjukkannya, ia menunggu penjelasan berikutnya dari Sasha sambil pura pura memainkan HPnya.
Aldo sempat melirik sekilas ke arah sang kakak, ia ingin tahu reaksi dari Faishal setelah mendengar hal ini.Namun aldo justru melihat kakaknya yang seolah tak peduli dan sibuk bermain HP menurut pandangannya. Jika Aldo tahu mungkin Faishal dan Hafiz saat ini sedang berada disituasi yang sama.
"apa Fitha ga pernah cerita sama kalian?" tanya Sasha.
"ga pernah, emang cerita apa?" tanya bastian fokus.
"gini...... em... aku bingung mau cerita, tapi kalian jangan gimana gimana ya sama aku nanti, karena ini permintaan orang tuaku "
" aku dah tunangan sejak umur 15 tahun."
" Apa!!!!?" teriak bastian danAldo bersamaan, mereka benar benar tidak menyangka jika sahabatnya ini sudah bertunangan, ekor mata bastian melirik ke arah Hafiz dan mendapati Hafiz dengan raut wajah yang sudah tidak bisa didefinisikan. Sedangkan Aldo melakukan hal yang sama dengan bastian namun yang diliriknya sang kakak yang masih sibuk dengan HPnya.
Jika semua tahu, Faishalpun sedang terkejut mendengar penjelasan Sasha. Faishal merasa bahwa dirinya tidak pantas jika terlalu memperhatikan Sasha, karena Sasha sudah akan menikah. Padahal baru satu minggu bertemu Sasha hatinya mulai tergelitik, serta entah mengapa selalu ingin memperhatikan Sasha dan menolongnya, yang anehnya lagi Faishal suka tiba tiba tersenyum sendiri jika terlitas Sasha difikirannya. Ia menasehati dirinya sendiri kedepannya harus profesional sebagai dokter dan mengatur emosi serta pandangannya kembali ke Sasha.
Sasha melanjutkan ceritanya....
Di keluarga Sasha ada tradisi yang mewajibkan menikah dengan sepupu, dan jodoh mereka ditentukan oleh sang kakek, tujuannya agar keluarga tetap berkumpul disana, dan bagi yang sudah menikah harus membina kasih sayang hingga tua nanti. Karena sepupu bukanlah mahrom jadi sah sah saja bila menikah dengan mereka. Sasha sudah dipilihkan jodohnya oleh sang kakek yaitu kakak sepupunya "insan" namanya. Orang tua insan sangat menyayangi Sasha, apalagi mereka hanya memiliki anak satu satunya dan laki laki, sang ibu ingin sekali memiliki anak perempuan sehingga sedari kecil Sasha sering diasuh oleh bibinya tersebut ketika ibu dan ayah Sasha sedang berdagang. Sehingga bibinya memohon kepada sang kakek agar menjodohkan Sasha dan putranya.
__ADS_1
Insan dan Sasha cukup akrab, mereka dibesarkan bersama. Saling berbagi, saling mensuport. Karena insan sangat baik maka orang tua Sasha menyetujuinya dan Sasha mau tidak mau harus ikut. Bagi Sasha, apa saja yang sudah dititahkan orang tuanya wajib ia lakukan. sehingga dia tidak bisa menolak. Sasha akan berusaha jadi istri insan yang baik jika mereka menikah nanti. Sasha merasa bahwa insan orang yang baik, mestinya akan menyayanginya sebagai istri nanti. Begitulah pemikiran Sasha dan setelah mendengar semua penjelasan Sasha semuanya terdiam. Kecuali Faishal yang sedang sibuk memberikan sufor ke sang bayi walau dalam hatinyapun ada desiran aneh yang seperti menyayat nyayat. entah apa itu iapun tak begitu memahami pikiran dan hatinya. Ia hanya ingin profesional sebagai dokter sebelumnya.
"Sha... lo beneran bisa mencintai orang itu?" tanya Aldo
" Sha jangan memaksakan diri, apa kamu ga pernah menyukai seseorang?" timpal bastian yang merasa Sasha cukup terkekang dengan aturan keluarganya.
"tenang aku bisa menghapinya koq, kak insan orang baik. cuma kami sudah lama tidak bertemu. Sejak aku memutuskan untuk kuliah, dan kak insan kepelayaran kami jadi lost kontak, tidak pernah saling menelfon. Kata ibu, Kak insan selalu menanyakan keadaanku setiap kali ia pulang berlayar, aku juga sudah dua tahun ini belum pulang. Itu saja bagi aku sudah cukup."
" kita cuma bisa doain Sha...... daaaaaan...... jika kamu menemukan seseorang yang kamu inginkan jangan ditahan tahan jujur aja sama orang tuamu." ujar bastian
"aku ga mau orang lain lagi, itu sama seperti aku menyakiti hati orang tua aku dan orang tuanya kak insan, mereka sudah mengurusku dengan kasih sayang sejak kecil." Sashapun tersenyum untuk memberi penguatan dirinya atas apa yang ia ucapkan.
"aku juga cuma bisa doain kamu sha, selama kamu disini aku akan tetep jagain kamu." Ucap hafiz sambil mengusap usap kepala sasha, ia yang jarang sekali berkata kata namun ia kali ini sangat tulus mengucapkan hal ini walau hatinya sakit karena tak mungkin ada celah lagi untuknya dihati Sasha, ia tak mau melewatkan hari harinya kedepan sebelum kelulusan, ia akan menghabiskan seluruh rasa sayangnya untuk Sasha.
"makasih yah." ucao Sasha dengan lembut
"sebelum janur kuning melengkung kalo tiba tiba ada yang lo cinta kita bantu koq sha buat memperjuangkannya ke ortu lo." Ucap Aldo yang sungguh diluar ekspektasi semua yang ada disana. Hal ini sontak membuat bastian mengernyitkan dahi lalu menggeleng gelengkan kepalanya heran dengan pemikiran Aldo.
"lho gapapa kali bas yakhan yakhan??" ucap Aldo meminta dukungan yang lainnya, namun hal itu membuat yang lain tertawa bahkan Hafizpun ikut tertawa.
Faishal??? jangan ditanya lagi, tanpa sepengetahuan yang lain ia mulai senyum senyum sendiri mendengar celotehn sang adik, sambil menimang sang bayi, ia serasa mendapat angin segar.
__ADS_1