Bayi Kita

Bayi Kita
50


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, tepatnya 4 hari sebelum kepindahannya Sasha sedang bersantai dirumah.


TOK....TOK....TOK.....


Pintu diketuk amat keras dari luar.


"Sha! siapa yah?" ucap Fitha


"bentar aku lihat dulu." Sasha berjalan kearah jendela lalu melihat siapa yang datang.


"Fith! vivi kesini !" Ucap Sasha sedikit berbisik


"Apah!? gila sih ngapain dia kesini. Ntar aku wa Aldo." Fitapun langsung meraih ponselnya dan mengirimi Aldo pesan


"Oh mba Vivi, masuk mba." ucap sasha sopan saat membukakan pintu.


"Wah keren banget rumahnya kakak. Ga nyangka besok bakal tinggal berdua aja disini. Oiya hehhhe maaf jadi lupa ada kamu." Ucap Vivi sambil melihat lihat isi rumah Faishal


"Silahkan duduk mba Vivi, sebentarnya aku buatin minum dulu."


" Ga usah mba Sasha. Cuma sebentar koq. Coba duduk sebentar disini saya mau bicara." Ucap Vivi dengan elegan, Sasha menjadi gelisah hal apakah yang membuat Vivi datang kemari.


"Maaf sebelumnya yah, kamu dah tau kan? aku sudah bertunangan dengan Kakak. Jadi sebentar lagi kami akan menikah, pastinya kami akan tinggal dirumah ini. umm.... Kalian ga selamanya tinggal disini kan?" Ucap Vivi sambil menatap Sasha membuat Sasha meremang hatinya.


"InsyaAllah kami akan pindah beberapa hari lagi mba Vivi. Kami sudah dapat kontrakan baru. Maafkan kami ya mba kami menumpang sangat lama." Ucap Sasha dengab lembut


" Ga masalah koq kan dah mau pindah. Oh iya satu lagi mba Sasha, maaf lho yaaa sebelumnya .... begiini saya lihat kayaknya mba Sasha ada kedekatan khusus sama kakak, saya kurang nyaman jika mba deket sama calon suami saya, saya orang yang posesif, pasti mba Sasha bisa Faham kan?"


" hm (tersenyum) saya tidak sedekat itu sama beliau jadi anda ga perlu khawatir. Saya juga sudah bertunangan." tiba tiba Sasha menjadi sangat Formal dan agak ketus, ia merasa agak kesal Vivi to the point seperti itu kepadanya.


"ohhh begitu yaa. wahh selamat yaaaa. Semoga segera menikah dan bahagia. saya kira mba Sasha belum ada yang punya..... Mba Sasha maaf ya... saya memang merasa sedikit terganggu sehingga harus mengatakan ini, saya benar benar berharap mba Sasha bisa memegang janji tidak akan bertemu lagi dengan kakak. Saya senang jika itu ditepati dan saya harap mba Sasha benar benar akan pindah dari rumah ini yang akan saya urus setelah menikah. Kalo begitu saya permisi ya." Ucap Vivi lembut, namun isinya seperti ancaman, Sasha jadi mencelos hatinya.


Vivi pun keluar dari rumah itu diantar oleh sasha sampai kepintu.

__ADS_1


Mengapa Vivi langsung to the point kepadanya bukan kepada Fitha yang juga dekat dengan Faishal. Itu berati Vivi memperhatikan interaksinya dengan Faishal. Padahal mereka baru pertamakali ketemu saat ulang tahun bunda. Sasha merasa interaksinya dengan Faishal sangat jelas jika sama sama jatuh hati. Vivi yang baru pertama kali melihat saja sudah bisa tahu apalagi teman temannya yang lain. Pasti mereka lebih banyak melihat interaksinya dengan Faishal. Bagaimana Faisal memandangnya atau sebaliknya. Tapi mengapa mereka diam saja? atau mereka sengaja diam?


Sasha menjadi kepikiran, selama ini ia tak menyadari jika teman temannya bisa membaca gelagatnya bersama Faishal. Bahkan ia sendiri tak meyadari Faishal menaruh hati padanya jika Faishal tak mengungkapkan dengan kata kata. Ia jadi malu. Apa teman temannya juga menyadari keanehannya saat di Villa? Jika benar demikian betapa malu dirinya. Sasha menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ternyata hanya dia seorang yang tak sensitif dengan keadaan sekitar, hingga tak menyadari sikapnya selama ini bisa terbaca dengan mudah oleh orang lain.


"shaaa! kenapa? ga usah didengerin kata katanya. Huh apaan tuh! kayanya lembut dan sopan tapi ujung ujungnya ngancem!" ucap Fitha kesal, ia sedari tadi menguping pembicaraan Sasha dan Vivi, lalu sembari menceritakannya kepada Aldo melalui pesan. Karena menurut Aldo suasana Vivi terkondisi baik tak meledak ledak seperti biasanya maka Aldo memutuskan untuk tidak datang kesana. Aldo merasa lucu, Vivi yang biasanya merengek meminta sesuatu, bisa juga bersikap elegan didepan Sasha bahkan berani mengancam tanpa arogan seperti biasanya. Mungkin ia ingin memberi shock terapi kepada Sasha bahwa dirinya adalah sosok yang paling pantas berada disamping Faishal.


"Fith, jujur sama aku. Apa kalian semua tahu soal aku dan mas Faishal?" Tanya Sasha lirih wajahnya sendu.


"ummm gimana ya Sha, besok aja nunggu yang lain kumpul pas pindahan. Nanti kita bakal ceritain semuanya."


"Ga.... ga usah Fith, kayaknya aku sanggup dengernya. Tolong telpon Bastian sekarang, bisa ga kita pindah hari ini juga, barang barang sudh beres tinggal yang dipakek sama cucian kotor aja."


" tapi kan kata bastian 2 hari lagi sha mau dibersihin dulu, inget kita bawa bayi lho. kita juga belum pamit sama Kakak dan keluarga Aldo, ga enak Sha paling ga kita ngucapin terimaksih "


"aku dah ga nyaman disini Fith. Nanti setelah pindah baru kita janjian kerumah ngepasi bunda ga di RS." Ucap Sasha, nadanya gelisah


"Tenang dulu, kamu ga usah gelisah gitu sha. coba aku telpon yang lain." Fitha tahu Sasha gelisah sejak kedatangan Vivi. Ia mencoba untuk menenangkannya.


Setelah Fitha memberitahukan semua sobatnya, mereka akhirnya berkumpul dirumah tersebut. Hafiz, dennis, bastian dan Aldo.


Hafiz yang melihat sasha berwajah suram menjadi ikut gelisah, sejak mereka bermalam di Villa tanpa dirinya banyak perubahan dari diri Sasha, terlihat tak seceria biasanya, terutama senyumnya tak setulus biasanya.


" Tantemu dah berangkat?" Tanya Fitha


"udah tadi, jadi kunci rumah dah sama aku."


"Gini aja hari ini aku bersih bersih bareng cowok cowok nih. Kamu Sama Fitha beresin rumah sini yah. Besok pagi deh kita pindahnya." Ucap bastian yang kemudian diangguki Sasha, paling tidak besok mereka sudah meninggalkan rumah ini.


"Do, sore bunda ada dirumah? mungkin sore ini aku ma Fitha mau kesana, mau pamitan." Ucap Sasha


"bunda ada koq sore ini, paling bunda kaget kalian pindah lebih cepat. Soalnya bunda pingin ikut nganterin kalian sih." ucap Aldo


"kalo mas Faishal......." ucap Sasha ragu ia sebenarnya tak ingin bertemu lagi dengan Faishal tentunya faisalpun tak akan menemuinya lagi jika diingat perkataan terakhirnya, namun rumah ini adalah miliknya, pastinya sebagai seseorang yang sudah diberikan tumpangan harus menjaga sopan santun.

__ADS_1


"kakak ga tau sih sore pulang engga, kaloan cukup pamitan ma ayah bunda aja gapapa nanti disampaikan ke kakak gue pamitannya." ucap Aldo ia tahu Sasha tak ingin bertemu Faishal terlebih setelah Vivi datang kerumah ini.


"Yaudah ya bro dah mau siang nih, aku ma Dennis ma Hafiz bersih bersih dulu ya, Aldo bantuin disini aja sekalian nanti barang yang bisa dibawa bisa masuk mobil Aldo kan." ucap Bastian


"Sasha kamu gapapa kan kita tinggal?" Tanya Hafiz.


"ia gapapa, kalian kesana dulu aja, makasih temen temen." ucap Sasha


"yaudah kita tinggal yah." Hafiz mengacak rambut Sasha lalu dibalas senyuman yang dipaksakan.


Bastian, dennis dan Hafiz berangkat menuju rumah tantenya, mereka bekerja sama membersihkan rumah tersebut tertama area kamar agar Cilla bisa tidur dengan nyaman dan dipastikan tidak ada hewan hewan disana.


Sedang Aldo mengantarkan Sasha belanja bingkisan untuk orang tua serta Faisal, karena Sasha tak mungkin bertemu Faishal, ia memutuskan untuk membeli sebuah bingkisan.


"mau beli apa? ga usah yang mahal mahal Sha nanti bunda beban nerimanya, kakak juga sama." ucap Aldo


"bunda aku beliin cangkir yang imut aja deh gapapa kan? buat ngeteh."


" boleh banget bunda pasti suka."


"kalo mas faishal...... apa yah?"


" bantal aja gimana?" usul Aldo, kalo bantal pastinya akan dibawa kemanapun oleh sang kakak terlebih pemberian dari Sasha


"bantal?"


"iya. kan kakak suka tidur di RS pakek batal jadulnya itu, kamu beliin bantal lagi aja, apa mau bantal custom? yang pakek foto?." usul Aldo yang membuat Sasha menjadi cemberut.


"gila aja kamu, bisa kena damprat tunangannya aku ntar. Yaudah cari balmut aja deh, bisa buat dimobil." ucap Sasha yang sudah mengambil kepitusan membeli bantal selimut.


"oke juga, ga dikasih nama?"


"ish ga lah" ucap Sasha yang semakin kesal Aldo sedari tadi hanya menggodanya

__ADS_1


Setelah membeli kado bunda yang sekalian dikemas ditokonya, lanjut membeli balmut untuk faishal, selama membeli balmut Sasha bolak balik memilih warna yang kira kira disukai Faishal membuat Aldo terkekeh, sahabatnya tersebut jelas masih menyukai sang kakak walau tak mau mengakuinya. Iapun selalu memberi usul agar membubuhkan surat namun Sasha menolaknya, akhirnya Sasha hanya memberi sebuah kartu berucapkan terima kasih dan dibubuhi namanya, nama Cilla dan Fitha. Lalu mereka pulang menjemput Fitha dan setelah sholat Ashar langsung menuju kekediaman Aldo.


Saat akan kerumahnya, Aldo sama sekali tak mengabari bunda dan ayah serta kakaknya, agar mereka mendapatkan surprise, ayah bundanya amat menyukai Fitha, Sasha dan Cilla mereka merasa mendapatkan anak perempuan yang baik. Sedang Faisal tak dihubungin Aldo karea jika dihubungin makan tentunya ia akan menghindari Sasha, Aldo sengaja ingin membuat kesan pertemuan tak sengaja antara Faishal dan Sasha.


__ADS_2