Bayi Kita

Bayi Kita
05


__ADS_3

Hari ketiga......


Saat kontrol pun tiba, Sasha sudah mulai merasakan telapak kakinya lebih nyaman walau lukanya belum sembuh total. Fita memenuhi janjinya untuk menemani Sasha kontrol ke klinik Faishal, namun mereka baru bisa kesana setelah magrib karena sudah tidak dipakai untuk pemeriksaan pasien anak anak. Aldopun dengan setia mengantar dan akan menjemput Sasha keklinik sang kakak.


Tok...tok....tok....!


"masuk!" sahut Faishal


"hallo kakakku yang keren! yuk Sha masuk!" ucap Aldo santai


"permisi dok." ucap Sasha sambil mengangguk pelan Faishal langsung menatap Sasha dengan intens kemudian menganggukkan kepalanya.


"duduk disana aja." ucap faishal sambil menyiapkan peralatan medisnya.


Aldo mencubit cubit lengan Fitha yang dibalas dengan tatapan sinis namun setelah itu Fita pun faham dengan kode yang diberi Aldo agar meninggalkan Faishal dan Sasha berduaan saja, pasalnya sebelumnya Fitha sempat bercerita tentang kegundahan Sasha atas kata kata spontan yang ia ucapkan saat diklinik sebelumnya kepada Aldo, lalu Aldopun menceritakan tentang sang kakak yang terlihat seperti tertarik dengan Sasha karena jarang jarang mau memperdulikan seorang wanita apalagi yang baru saja ia temui. Jadi mereka memutuskan untuk mendekatkan keduanya.


"kita tinggal ya Sha aku laper nih." ucap Fita


"jangan ditinggal donk Fit kan kamu dah janji nemenin aku" Sasha terlihat gelisah jika ditinggalkan hanya berdua saja dengan sang dokter karena masih merasa bersalah atas kata katanya sebelumnya.


"bentar koq, kamu mau nitip apa?"


"yang anget anget " akhirnya Sasha menyerah ia tak mau terlalu terlihat gelisah didepan sang dokter.


"yuk!" ajak aldo ke fita lalu mereka keluar


Faishal akhirnya mendekati Sasha, dan meminta sasha berbaring dikasur pasien, lalu dengan cekatan faishal membuka perban dan mengobservasi luka dikakinya, lalu mengobatinya kembali.


Selama Faishal melakukan tindakan medis tak ada satu suarapun yang terdengar, mereka berdua hanya diam membisu penuh kecanggungan. Faishal yang memang sifatnya sangat dingin sehingga tak satupun kata keluar dari mulut, ditambahi dengan Sasha yang aslinya sungguh ceriwis namun dikarenakan kata katanya beberapa hari yang lalu membuatnya malu juga tak bersuara.


"ehm! perbannya sudah bisa dilepas, lukanya sudah mau kering jadi tinggal pemulihan." ucap faisal sambil mencatat resep tanpa menoleh Sasha sedikitpun membuat Sasha semakin canggung.


"iya dok makasih".

__ADS_1


" ini resepnya nanti diambil diapotik." ucap Faisal sedikit melirik kearah Sasha lalu memalingkan pandangannya kembali kelaporan medisnya.


Sasha yang sudah merasa canggung yang teramat sangat, berniat meninggalkan ruangan tersebut, namun yang ditunggu tak kunjung datang.


"maaf dok saya numpang duduk disini sebentar boleh kah?" ucap sasha canggung lalu hanya dibalas anggukan oleh sang dokter.


"huffhhh, Fita ma Aldo lama banget sih, lama lama bisa membeku nih aku disini." ucap sasha dalam hati karena suasana canggung dan harus brsama dengan dang dokter yang sama sekali tak bersuara. Sekarang posisinya duduk di kursi tunggu yang ada diruangan tersebut dan mau tidak mau harus menghadap kearah kursi dokter. Sasha hanya bisa melihat lihat instagram untuk mengusir rasa penatnya.


Ternyata, fitha dan Aldo sudah ada diluar sejak tadi dan memantau perkembangan kedua orang yang sedang mereka jodohkan, namun sayangnya tak ada reaksi apapun sehingga Fitha memdesak Aldo agar segera menemui Sasha yang sudab bisa ia tebak sedang dalam mode tak nyaman.


"udah ah do... kasian Sasha lagi, ih kakakmu cuek banget sih, padahal Sasha kan imut." ucap Fita berbisk ke Aldo, ia tidak terima bahwa temannya yang imutpun tidak bisa menggoyahkan hati sang dokter.


"yahh, gagal deh, tapi firasat gue tetep kak Faishal mesti dah tertarik deh ma Sasha. yaudah yuk besok besok kita coba lagi.


"ihhh ga mau ikutan ah, kasian Sasha tauk."


"ah bawel banget sih Fit, awas lho ya kalo gue berhasil, elo kudu traktir gue makan enak."


"cuma makan doank keciiiiil" ucao fita tidak mau kalah.


" hai semuaaaa!!!" ucap Aldo dengan santainya.


"lama banget sih kalian." ucap Sasha sambil cemberut kearah keduanya.


" si Aldo bawel minta makan disana Sha, nih punya kamu dah aku beliin bakso aci enak lho." ucap Fitha sengaja agar ada alasan yang jelas.


"biasanya Aldo makan cepet." ucap sasha heran sambil megambil bungkusan bakso aci.


"tadi gue sambil menikmati banget cafenya cakep banget. he he." ucap aldo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"gimana kak! dah bagus kan lukaya?" tanya Aldo


"iya dok gimana lukanya?" tanya Fita

__ADS_1


"ga usah panggil dokter sih panggil kakak aja napa sih Fit, kalo Sasha panggil mas yak." ucap Aldo menggoda Sasha yang membuat Faishal mengernyitkan alisnya.


"keren kan kak.." goda Aldo ke kakaknya, dan faishal hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.


"Aldo aneh aneh aja sukanya, kalo dirumah sakit ya dokter lah manggilnya." ucap fitha yang sebenarnya ingin juga memanggil kakak, menurutnya seru jika bisa memanggil seseorang dengan sebutan kakak karena Fita anak satu satunya yang menginginkan memiliki seorang kakak. Namun karena faishal terrlalu dingin iapun tidak enak jika menuruti kemauan Aldo.


"iya gapapa koq panggil kakak boleh, mas juga boleh." ucao Faishal bijak yang meebuat Aldo kegirangan, pasalnya faisal sungguh sulit diajak bekerja sama apa lagi didepan para wanita.


"duh kakakku yang ganteng gitu donk kan enak kalo temen temen aku main besok pada ga canggung." Aldo hanya beralibi, karena dia merasa sang kakak yang super cool mulai menurunkan gengsinya, dan menurutnya ini karena Sasha.


"oh iya tadi lukanya sudah membaik tinggal menunggu kering aja, kena basah gapapa asal langsung dikeringkan dan diberi obat luka, tadi sudah saya resepkan bisa antri di apotik yang 24 jam." ucap Faisal kepada adik dan temannya.


"lengkap banget penjelasannya, tadi koq ga sedetil ini jelasnnya ke aku. ck" batin sasha.


"yaudah kita pamit ya dok eh kak, he. terimakasih." ucap fitha pamit lalu mengajak sasha keluar.


"terimakasih ya dok." ucap sasha canggung


"heyyy kan udah gue suruh panggil mas! ulangin!" ucap aldo


"Aldo! jangan suka maksa orang dek." tegur Faisal ke Adeknya.


"terimakasih ya mas." ucap sasha pelan tanpa ekspresi namun sudah membuat faishal tertegun, entah kenapa ia merasa sebutan ini spesial, padahal banyak adik kelas dan perawat yang juga menyebutnga mas namun kali ini menurutnya berbeda. Lama faishal tertegun sambil melihat laporannya dimeja lalu disenggol lengannya oleh sang adik.


"sstt! dipamitin malah ga dilihat orangnya ga sopan lho kak."


"oh iya sama sama." faisal langsung memandang sasha dan menjawabnya dengan canggung. Aldopun langsung menyepalkan tanganya, diayunkan sikunya kearah belakang dan berkata "yes!" tanpa suara seperti telah mendapatkan hadiah.


Merekapun keluar ruangan menuju apotik lalu kekos. setelah mereka baru saja berlalu, Faishal menengadahkan mukanya kearah pintu lagi sambil menghembuskan nafas, lalu menunduk kembali dan tiba tiba ia tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Ia pun heran dengan dirinya yang baru saja mendapat sebutan *mas* dari Sasha namun terasa berbeda, sedikit menggelitik hatinya dan membuatnya senyum senyum sendiri. Tiba tiba Alman masuk dan memperhatikan temannya yang senyum senyum sendiri hingga tak menyadari keberadaannya.


"gila ya lo? senyum senyum sendiri."


"apaan sih masa ga boleh senyum." balas Faishal.

__ADS_1


" aneh! kesambet lo jangan jangan."


" ssttt berisik!" ucap faishal


__ADS_2