
Suasana menjadi hening seketika, semua orang menatap ke arah Faishal. Mereka menunggu apa yang akan dikatakan Faishal.
"ehm!... gimana Aldo aja yang cerita kak? tapi ya gitu, sesuai pandangan gue!" sela Aldo, ia terlihat tak sabaran dengan sang kakak, karena waktu terus berjalan dan mereka harus segera bersiap untuk menemui sang eyang. Harapannya saat bertemu nanti, Sasha tak berfikiran yang terlalu jauh karena sudah mengetahui apa yang terjadi.
"oke, tapi.... setelah mendengar ini tolong jangan membenci eyang yah? khususnya buat Sasha, dan...Bastian, Dennis, kalian berdua karena sudah sangat dekat dengan keluarga kami, jadi mohon maaf harus mendengar ini." ucap Faishal dengan serius.
" iya kak, kita yang ga enak kak, kan kita orang luar" ucap Bastian
"apaan, lo pada sohib gue sama sasha kan, kalian sering nginep disini, dah dianggep bunda anak sendiri, jadi jangan ngerasa gimana gimana, karena kedepannya pasti akan banyak pertanyaan, jadi biar sekalian tahu sekarang aja." ucap Aldo membuat Dennis dan Bastian terharu, ternyata persahabatan mereka sampai sedalam ini.
"cerita aja mas, aku janji ga akan gimana gimana." ucap Sasha meyakinkan sang suami agar tak ragu untuk menjelaskan semuanya.
Faishal mulai menceritakannya, Aldo dan Futha menambahkan karena mereka berdua juga telah lama tahu dan ada dirumah sakit saat eyang dan Vivi dirawat. Sasha tak menyangka kejadiannya sampai serumit itu. Bohong jika Sasha tak kepikiran, namun ia mencoba menahannya agar tak membuat Faisal dan yang lainnya cemas. Sasha haya takut kesehatan sang eyang terganggu kembali saat dirinya diperkenalkan nanti. Tapi Sasha memutuskan untuk menghadapinya dan mencari solusi setelah melihat reaksi sang eyang nanti.
"kira kira eyangnya dah tau belum sih kak kalo kalian dah menikah." Dennis penasaran, ia juga kepikiran bagaimana reaksi sang eyang jika mengetahui berita besar ini.
"om edi bilang mau bantu jelasin, tapi sampe sekarang belum ada konfirmasi lagi dari beliau, jadi nanti kalo dah sampe sana.... cuma bisa berdoa aja." ucap Faishal lesu, ia juga agak khawatir jika sang eyang drop kembali, namun ia pernikahannya dengan Sasha adalah hal yang paling ia inginkan, dan ia akan mempertahankannya.
" Sha, kamu dah denger kan semuanya? jangan ambil tindakan yang diluar kendali ya apapun situasinya nanti, kita cari hadapu bersama, dan... kita cari solusi bersama yah, karena menikahi kamu itu harapan terbesarku." Ucap Faishal ke Sasha, dibalas dengan anggukan dan senyuman dari Sasha.
"Makasih sayang, ... cup" Faishal berterima kasih sambil meraih tangan Sasha lalu mengecupnya.
"hey hey, adegan 21+ nya dikamar sana, bikin ngiri aja." ucap Fitha yang cemberut namun langsung tersenyum senyum.
"Nikah yuk Fit biar bisa giti juga, nafkahi aku sekalian yak." ucap dennis yang sengaja ingin melihat reaksi Aldo, ia mulai menelisik perilaku Aldo yang tak buasa ke Fitha akhir akhir ini.
"gila aja, masa aku yang nafkahin! amit amit!" ucap Fitha tak terima.
__ADS_1
Aldo hanya diam saja, tak seperti ia yg biasanya selalu menyela perkataan teman temannya terutama Fitha. Ia sempat terkejut dengan perkataan Dennis yang sungguh berani, namun setelah tahu Dennis hanya bercanda ia sedikit lega, namun ia enggan meladeni karena ia takut Fitha salah faham akan sikapnya.
"yaudah Cilla ditidurin dikamar aja mas, aku mau beresin barang barang sebelum ayah bunda pulang, nanti kita siap siapnya agak siangan kan?" ucap Sasha
"iya nanti kita berangkat jam 1 siang aja."
"Kak kita ke kontrakan dulu ya, mau beresin barang barang," Ucap Fitha
"lho besok aja Fit, masa aku ga ikut." ucap Sasha
" aku mau ambil baju bajuku sha, sekalian ngambilin baju kamu, ka salinmu ga banyak." balas Fitha
"iya ya, tapi lsg balik sini yah, soalnya nanti aku pinginya kamu ikut ke rumah om edi, temenin aku yah" pinta Sasha ke Fitha.
"tp ga enak deh kl aq ikut Sha kan aku bukan keluarga."
"bilang aja kamu calonnya Aldo, hehe." ledek Dennis.
"udah udah ayo buruan kalo lo mau kekontrakan, den ,bas lo berdua ikut! bantuin sekalian." ucap Aldo menyela percakapan mereka.
" iya iya, emang mau ikut koq, kalo lo berdua aja nanti bisa digrebek trus dinikahin!" jawab dennis
" hush!!!" ucap Fitha lalu mereka semua bergegas ke kontrakan.
"manfaatin waktu dirumah berdua aja yes," ucap Aldo dengan menaik turunkan alisnya saat Sasha akan melewatinya sambil membawa tas kertas yanh baru saja ia ambil dari kamar tamu karena beberala barang barangnua dibawa kekamar tamu oleh Fitha.
" mau beres bereeeees, faham? A.D.I.K IPAR bawel! buruan pergi sana" ucap Sasha yang kesal diledek oleh Aldo.
__ADS_1
"iya iya, main usir aja nih K.A.K.A.K IPAR sok polos," balas Aldo sambil terburu buru pergi karena Sasha mulai memukulinya dengan tas kertas yang ada ditangannya.
Sasha menggeleng gelengkan kepalanya, ia sampai berkhayal alangkah bahagianya jika Fitha bisa menikah dengan Aldo dan mereka hidup bersama.
Sasha kembali membereskan barang barang bawaan mereka sepulang dari lampung, sedang Faishal juga sedang menata lemari pakaiannya agar pakaian Sasha bisa muat masuk ke sana.
.
.
.
.
Mereka semua telah berkumpul kembali, teasuk ayah dan bunda, Dennis dan Bastian pun pamit. Setelah semuanya bersiap siap akhirnya merekapun berangkat ke kediaman om Edi yang ada dikabupaten lain tepatnya Wonosari Gunungkidul yang dapat ditempuh selama 1 jam perjalanan, terlihat bunda yang sedang menelfon adiknya memberitahukan kedatangan mereka.
Ayah memutuskan untuk mengemudi karena Aldo dan Faishal baru saja menempuh perjalanan jauh. Mereka menaiki hanya satu mobil ayah yang muat untuk 6 orang, karema Cilla bisa dipangku siapapun. Fithapun akhirnya mau dengan suka rela ikut terutama ketika bunda yang memintanya, ia tak kuasa menolak lagi, yah walaupun ia sangat tak enak hati sebagai satu satunya orang luar diantara mereka.
Mobil merekapun melaju, hanya bunda dan ayah dibangki depan yang tidak tidur, Bundapun meminta Cilla agar berada dipangkuannya ketika terlihat Sasha yang memelik Cilla sudah tak kuat menahan kantuk. Keempatnya tertidur selama perjalanan, Sasha dan Fitha yang berada dibangku tengah sangat terlelap, begitupun Faishal dan Aldo yang ada di bangku paling belakang. Rasa lelah setelah menempuh perjalanan jaih baru terasa saat ini. Ayah bundapun membiarkan mereka agar bs beristirahat.
Satu jam berlalu, mobil Ayah mulai memasuki halaman rumah om edi yang terlihat sangat asri, walau tak sebesar rumah ayah dan bunda, namun rumah om edi terkesan lebih hangat dan indah. Tante santi, istri dari om edi adalah pecinta bunga, ia sangat rajin merawat tanamannya, hal itulah yang membuat sang eyang betah berlama lama disana karena suasananya yang sejuk.
"anak anak ayo bangun! dah sampe rumah om edi." Bunda membangunkan semuanya, lalu keluar dengan menggendong Cilla yang akhirnya tertidur juga.
"dah sampe ya bun, oooooahhhhhm" Aldo mulai bangun begitupun yang lainnya.
"Ayo turun!" ajak ayah
__ADS_1
Deg, deg, deg......
Jantung Sasha mulai berdetak kencang, padahal ia sudan meyakinkan dirinya untuk menghadapi semua hal yang terjadi, tapi setelah sampai tujuan, kegugupannya mulai muncul. Ia menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya untuk mengurangu kegugupannnya.....