
"Mas, aku cuci tangan sama ganti baju dulu nanti gantian." ucap Sasha
"hm" Faishal menoleh ke Sasha dan mengangguk, mereka terlihat sudah semakin nyaman satu sama lain tidak begitu canggung.
"dah nikah aja dok, hihi, couple goals. Manggilnya mas lagi haduh haduh dok" bisik tika takut didengar Sasha.
"bener bro, dah kayak ibu bapak hehehe, gue bantuin lo, beneran." Alman ikut menimpali sambil merangkul punggung Faishal, ia benar benar tak menyangka Faishal yang begitu sulit berhadapan dengan wanita namun terlihat sangat hangat dengan Sasha bahkan mau menatapnya, justru Sasha yang terlihat tidak tertarik kepada Faishal berbeda dengan wanita wanita lainnya. Mereka sibuk merebut perhatian sang dokter. Dari wanita yang super cantik bak model, yang kalem dan lembut, serta berbagai tipikal wanita telah diperkenalkan padanya oleh sang bunda. Namun, tidak ada satupun yang berhasil membuat Faishal menatapnya. Bahkan jika berbicara pun hanya karena akan pamit dari makan malam perjodohannya. ya..... Sasha sudah menjadi seseorang yang menyita perhatian Faishal baru baru ini.
"ssstt." Faishal memberi kode dengan telunjuknya takut didengar Sasha yang ada dikamar mandi.
Sasha sudah membersihkan diri, lalu segera menemui yang lainnya.
"Sini sama bunda..." ucap sasha lembut sambil tersenyum saat meminta sang bayi dari Faishal, matanya hanya melihat sang bayi tak mampu menatap Faishal. Makin sering bertemu Faishal membuat Sasha makin gugup dan berdebar debar.
"gimana tadi hasil rongentnya?" tanya Sasha
" bagus semua ga ada kelainan apa apa dan tidak sampai tertelan air ketuban, bener kan Man?" jelas Faishal lalu meminta kejelasan lebih gamblang ke Alman yang merupakan spesialisnya.
" iya besok sudah bisa pulang." ucap Alman
" Alhamdulillah... Makasih ya dokter."
Sore itu Alman cukup lama berbincang bincang dengan Sasha, mereka terlihat langsung akrab. Alman memang tipikal seseorang yang ceria hingga mampu membuat Sasha terkekeh kekeh mendengar celotehan candaannya. Tika pun sampai lupa waktu ikut bercanda dengan mereka, sedang Faishal hanya ikut bergabung saja sambil memperhatikan interasi mereka. Ada rasa sedikit kecewa, mengapa Sasha begitu cepat akrab dan bisa tertawa lepas saat bercengkrama dengan Alman sedang dengannya seperti irit sekali berbicara bahkan jarang sekali menatapnya lebih sering menunduk. Andai Faishal tahu bahwa Sasha sedang menekan perasaan kepadanya agar tak terhanyut dala perhatian faishal pastinya faishal tak akan sekecewa itu karena perlakuan sasha yang berbeda kepadanya.
__ADS_1
Aldo pun tiba mengantar bekal kembali karena sang bunda sangat senang sejak kemarin masakan yang ia bawakan Aldo habis, terlebih diberi testimoni yang 'lebay' ala dennis dan bastian atas arahan Aldo agar sang bunda tidak kecewa. Aldo tak lupa mengajak dennis untuk menemani Sasha malam ini karena Fitha dan Aldo ada kepentingan yang tidak bisa ditunda.
Merekapun makan bersama, Faishal jadi teringat apa yang dilihatnya sore kemarin saat Sasha disuapi oleh Hafiz. Ia jadi berkeinginan yang sama menyuapi Sasha agar Sasha tetap bisa makan walau cilla digendongannya. ia tersenyum sekilas heran dengan keinginan hatinya sendiri, lalu berfikir mana mungkin ia berani melakukannya, sedangkan Sasha terlihat tidak ingin dibantu, dan ditambah dengan adanya Aldo dan Alman yang akan menggodanya habis habisan. Belum lagi Tika yang bakal kegirangan karena merasa keinginannya terwujud. "Ahhhhhh!" teriak Faishal dalam hati karena berkeinginan seperti seseorang yang amat dekat dengan Sasha walau memang dia ingin melakukannya juga. Walau sekedar menyuapi sepertinya akan menyenagkan hatinya. Ia pun mengubur dalam dalam keinginan sepelenya itu lalu fokus melanjutkan makan agar bisa segera bergantian dengan Sasha.
"dah ya gue pulang, Dennis jagain Sasha sama ponaka gue yah. Awas lo todur!" Ancam Aldo yang faham betul bahwa sobatnya satu ini gak mampu bertahan levih dati jam 8 ketika melihat kasur atau sofa yang empuk.
"yaelah do, kalo ngantuk ya gue tidur lah." ucap Dennis sambil mengerucutkan bibirnya.
"dasar lo, Sha gapapa ya ma dennis dulu, besok pagi kan dah pulang gue jemput ma Fitha."
"nanti kalo ga kemaleman Fitha suruh kesini donk masa aku berdua aja ma denis, yang ada jagain orang tidur."
" Tenang Sha hari ini Faishal jaga malem koq, nanti dia kesini. Ya kan bro" Ucap Alman yang diangguki Faishal
" beres entar gue jadi saksi." timpal Alman ikut menggoda Faisal yang sudah menatap tajam mereka berdua.
Tika yang melihat Faishal dikerjain oleh adik dan sahabatnya ikut terkekeh geli.
" ish! Aldo ah becandanya ga lucu." ucap Sasha sambil mengerucutkan bibirnya
"koq lo yang marah sih Sha, kan kita godain kakak gue." sekarang giliran Sasha yang kena
"makanya ga usah nyantolin nama aku dong." ucap sasha tidak senang namanya dikait kaitkan.
__ADS_1
"Dah pulang sana!" Faisal akhirnya buka suara juga sambil tangannya dikibas kibaskan memberi kode agar sang adik segera pergi.
Malam pun berlalu dengan tenang, cillapun tidak rewek karena ada Faishal yang selalu menggendongnya. Sasha diminta istirahat oleh Faishal agar bisa bergantian menggendong nanti bila sewaktu waktu ada panggilan darurat untuknya.
Sementara ditempat lain.....
"Do! gimana kita jelasinnya ke Sasha besok." ucap Fitha yang terlihat gelisah didalam mobil aldo dan disana juga ada Hafiz dan Bastian.
" iya bingung gue Fit. Gimana kalo kerumah gue aja, pasti bunda ga masalah koq."
" ya ga enak lah do."
" sabar dulu Fit, ini gue masih cari cari info kontrakan yang sesuai keinginan lo " ucap bastian yang dari tadi sibuk mengirimin pesan melalui whatshap ke kenalan kenalannya.
" lo marah ma bu kos ya?" Tanya Aldo
" aku ga ada hak buat marah, toh itukan memang rumahnya. Aku cuma khawatir gimana Sasha kalo besok dia tau hal ini." Fitha mencoba merilekskan fikirannya lalu menyandarkan badannya dikursi mobil yang sudah dimundurkan, sambil memijit pelipisnya.
" kita usaha malem ini semoga dapet kontrakan ya. tapiii kalo ga dapet juga gimana Fit? nginep dirumah gue aja gimana?" ucap bastian yang rumahnya dekat dengan malioboro.
" duh ga enak lah bas ma keluarga kamu, apa kata tetangga nanti kamu pulang malem bawa cewek, disanakan padet penduduknya mana sampe malem masih rame lagi, gak ah!"
" Dah nginep rumah gue aja Fit ga boleh nolak, kan gue diperumahan sepi kalo dah malem, kamar dirumah banyak dan bunda pengertian banget koq yang penting kita jujur aja sama bunda." ucap Aldo, Fitha mulai berfikir.
__ADS_1
"ummmm yaudah deh ke Aldo aja yang tetangganya cuek cuek. Masalahnya itu besok gimana? kalo Sasha kaget kenapa ga pulang kekos? trus maksa tetep kesana, aku ga bisa bayangin nanti Sasha bakal dapet kata kata apa dari bu kos. Tadi aja.........