Bayi Kita

Bayi Kita
45


__ADS_3

Azan subuh sudah berkumandang, tak seperti biasanya yang bisa langsung bangun dan bergegas. Karena hawa yang sangat dingin membuat sulit sekali lepas dari gulungan selimut tebal.


Ayah sudah lebih dulu bersiap lalu mengetuk semua pintu kamar agar segera terjaga dan sholat berjamaah.


"pagi opa...! Cilla dah bangun duluan." Faishal keluar dari kamarnya dan Aldo membawa Cilla yang sudah bangun lebih dulu dari Faishal.


"cucu opa paling pinter, mau ikut subuhan yah. Sini sama opa dulu biar ayah siap siap. Sana kak, Aldo disuruh cepetan kita jamaah dibawah." Ucap ayah yang sudah mendapatkan Cilla digendongannya.


"uluh uluh ciapa inih yang bangun duluan. Sini oma yang gendong." Bunda mendekati Ayah meminta Cilla agar berpindah gendongan kepadanya.


" nanti dong sama opa dulu, ini pertama kali lho opa yang gendong."


"makanya dari kemaren kemana aja sih opa ga pernah jengukin Cilla." ucap bunda menggoda ayah


"gapapa ya Cilla. Yang penting hari ini dah sama opa. Yuk kebawah bun, biar anak anak nyusul." Ayah dan bunda membawa Cilla ke bawah bersiap untuk sholat subuh berjamaah.


Aldo membangunkan semua temannya dan mengajak mereka subuhan bersama.


"Lho Fith koq sendiri?" ucap Faishal saat hanya melihat Fitha yang keluar kamar.


"ga salah kak pertanyaanya?" ucap Fitha mulai menggoda Faishal mumpung Sasha tidak bersama mereka, jika dengan Faishal Fitha tidak sungkan jika harus menjodoh jodohkan, jika dengan sasha ia sudah berjanji tidak akan menjodoh jodohkan lagi sesuai permintaannya.


"iya kak, bilang aja mau tanya koq Sasha ga keluar." ucap Aldo to the point


"kalian inih beraninya gangguin kakak aja. dah ah turun." ucap Faishal yang wajahnya sudah bersemu merah


"chie ngeblush kakak gue. hihihi" Aldo semakin menggoda Faishal.


"Lagi dapet dianya kak makanya ga ikut ke bawah." ucap Fitha yang sangat peka jika Faishal sedang menanyakan Sasha.


"oooh" Faishal menganggukkan kepalanya


"tuh kak catet HPHTnya." ucap Aldo membuat Faishal tambah salah tingkah lalu berjalan cepat meninggalkan mereka lebih dulu.


"hahahaa kakak malu tuh ketauan banget ngefans." ucap Aldo lagi


"eh do tanya! HPHT apaan sih?" tanya Fitha


"Hari Pertama Haid Terakhir, biasanya ditanyain buat pasangan suami istri kalo mau cek kehamilan gitu, sama nentuin perkiraan tanggal lahir, bunda yang ngajarin." Aldo serius menjelaskan.


"pantes kakak langsung ngeblush, hahahha, dasar Aldo. yuk ah subuhan." ajak Fitha


Mereka bergabung dengan yang lainnya sholat subuh berjamaah. Sedang Cilla diletakkan disofa samping bunda sehingga lebih mudah diawasi. Sedang Sasha dikamarnya bolak balik ingin mengambil Cilla namun ia tidak enak karena tak sholat sendiri.


Pukul 06.00 pagi, langit mulai terlihat memutih, matahari mulai menampakkan diri. Hawa dingin masih terasa namun lebih sejuk terasa. Semuanya sudah siap dengan pakaian olah raga seadanya. Mereka akan berlari lari pagi menuju pasar yang ada didekat telaga putri. Lokasinya tak begitu jauh dari Villa mereka sehingga mereka tidak membawa kendaraan kesana sekalian olah raga pagi. Sasha terlihat amat segar, rambutnya dikucir kuda dan menggunakan setelan traning ala anak kos, celana training plus jumper, terlihat semakin spesial dimata Faishal.


"Anak anak! bunda sama ayah jalan jalan disekitar villa aja ya. Cilla biar sama bunda biar kalian bisa lari pagi." ucap bunda yang sudah bersiap dengan strolernya sedang ayah masih menggendong Cilla.


"makasih ya bunda..... Cilla sayang.... bunda tinggal yah, yang baik ya sayang, cup!" Sasha mendekati Cilla lalu mengecup kepalanya, ternyata saat berbalik sudah ada Faishal dibelakangnya yang juga akan mengecup Cilla. Sehingga kepalanya terhantuk dada bidang Faishal, ia sangat terkejut.


" oh... ma maaf mas" Sasha langsung menunduk wajahnya terasa memanas lalu menghindari Faishal yang terdiam kikuk. Ia berlari menghampiri sahabat sahabatnya yang sedang sibuk pemanasan dengan debaran yang tak bisa ia hentikan.


Sementara Faishal pun terdiam, nyuuuuut! seperti itulah rasa dihatinya. Ia lalu melanjutkan mencium pucuk kepala Cilla lalu berpamitan kepada Ayah dan bundanya dan menyusul yang lainnya.


Mereka berlari lari kecil kearah tujuan mereka. Aldo berlari lebih dahulu dari yang lain, disusul oleh Dennis dan Bastian ternyata mereka berlomba siapa yang tercepat ialah yang akan menentukan warung mana yang akan mereka hampiri. Aldo tak mau jika kalah terutama dari Dennis karena pasti dennis akan minta ditraktir di sate kelinci khas kaliurang, sedang Aldo paling menghindari warung sate kelinci. Ia tak tega melihat kelinci yang dikuliti untuk dibuat Sate. Baginya kelinci adalah hewan yang sangat imut dan tak boleh disakiti. Sedang Dennis berusaha menang lari agar bisa mendapat sate kelinci yang ia idam idamkan dan mumpung ada yang mentraktirnya, kalau bastian hanya ikut ikutan saja ia belum menentukan warung mana yang akan ia hinggapi. Aldo dan Dennis memang selalu membuat hal hal yang menggemaskan seperti layaknya anak anak.

__ADS_1


Dibelakang mereka tertinggal jauh Fitha dan Sasha yang hanya berlari lari kecil dan santai. Sedang Faishal juga berlari kecil menjaga Sasha dan Fitha karena sudah bisa ditebak Aldo, Dennis dan Bastian pasti akan seru seruan sendiri. Sedang para wanita ditinggal jauh. Faishal memang sangat bertanggung jawab, bahkan dengan temen teman sekolahnya pun Faishal sangat menjaga para wanita membuat para wanita jatuh hati kepadanya.


"Aaaah chapeeeeeeek!" Fitha terengah engah lalu berhenti didekat TPR lalu mencari tepian jalan yang bisa di jadikan tempat duduk.


"yah koq mandeg sih Fith, tuh anak anak dah sampe pasarnya." ucap Sasha yang akhirnya ikut berhenti.


"males ah ngikutin mereka, udah dibilangin joging santai malah kebut kebutan, payah joging sama cowok cowok. Untung ada kakak yang jagain kita. Kak lanjut aja gapapa lho, aku ga kuat ini mau duduk dulu kak. Kamu juga Sha duluan aja sana, nanti kalo ketemu Aldo suruh jemput aku disini."


"bareng aja sih Fith" ucap Sasha yang canggung jika berdua saja dengan Faishal.


"iya kita tungguin kamu sampe kuat lari lagi." ucap Faishal


"yah aku dah males lari nih kak. Capek." ucap Fitha dengan nada manja ia memukul mukulkan kakinya karena sudah terasa nyeri.


"loh loh itu bastian koq balik lagi?" Fitha yang tidak sengaja menoleh kekanan melihat bastian berlari kearah mereka.


"koq balik lagi?" tanya Sasha


"Aldo dah dapet tempatnya, ini disuruh jemput kalian, yuk kesana nanti dingin tehnya dah dipesenin." ucap Bastian yang juga terengah engah


"duh jalan yah, aku ga kuat lari lagi." ucap Fitha


"yo wes tak temenin. kamu tuh memang paling susah kalo diajak olah raga mesti lemes." Ucap bastian yang akhirnya ikut duduk disebelah Fitha yang terlihat enggan berdiri


"kak Faishal duluan aja sama Sasha soalnya kalo nunggu Fitha kasian Aldo ma Dennis nungguin lama, nanti kasian yang punya jualan juga kalo kita kelamaan, biar gantian sama pelanggan. Tuh mereka dideket tangga mau ke taman nasional merapi" ucap Bastian yang memang paling bijaksana diantara yang lainnya.


"yaudah kita duluan ya, yok sha, mau lanjut lari apa jalan?" ucap Faishal


"lari aja yuk mas tanggung "


Faishal berlari bersama Sasha, terlihat raut wajah keduanya bahagia, entah karena dapat lari pagi atau karena orang spesial yang ada disebelahnya. Sesekali Faisal melirik kearah Sasha, matanya seolah terkondisikan untuk selalu melihat sosok wanita mungil yang ada disebelahnya.


sampailah mereka didekat jalan menuju taman nasional merapi, setelah mengamati kanan dan kiri barulah terlihat dua pemuda yang duduk dilesehan. Teryata disana dennis sedang menyantap sate kelinci dengan lahapnya, sedangkan Aldo memunggunginya dengan wajah jutek.


"kenapa jutek gitu." ucap Faisal yang ikut bergabung duduk dilesehan dan mengambil wedang ronde panas didepannya.


"Dennis tuh kak bikin bete!". ucap Aldo


"kan gue yang menang" ucap dennis bangga


"tapi ga kelinci juga kali, tega banget deh lo Den, hewan lucu begitu disantap. Ngapain juga lo bawa kesini, kan gue dah bilang jauh jauh sana kalo makan sate kelinci."


"hahhahaha udah udah, kamu kan tinggal merem aja ga usah lihat sih do." ucap Sasha yang terkekeh melihat tingkah absurd duo sahabatnya tersebut.


"wedang rondenya diminum." ucap Faishal sambil menyodorkan semangkuk kecil air jahe yang ditambahi kolang kaling, potongan roti, moco serta kacang sangrai yang dikenal sebagai wedang ronde.


"wah diambilin makasih mas." ucal Sasha senang


"dunia milik berdua pokoknya." Ledek Aldo kepada Sang kakak yang makin hari makin menunjukkan kejelasan sikapnya.


"Bilang aja lo cemburu, sekarangkan Sasha juga anak bunda." ucap dennis


"darah lebih kental bung!" Aldo membalas tak mau kalah.


"Fitha mesti duduk dipinggir jalan trus ga mau lanjut. Nyusahin aja sih Fitha."

__ADS_1


" makanya ga usah suka ninggal ninggalin temennya dek. Tuh lihat dah mulai jalan kesini." ucap Faishal


" Untung bastian yang Aldo suruh jemput kak, coba kalo Aldo ujung ujungnya suruh gendong kesini, manja banget tuh anak."


"tapi kamu tetep ngelakuin apa yang Fitha minta kan? ayo ngaku" Tanya sasha memojokkan Aldo


"yaaa gimana lagi sha, dari pada pusing gue denger dia ngerengek gitu."


"lama lama cinta lho." ledek Sasha


"ihhhh ogah pakek banget!"


"lihat aja besok iya ga den?" ucap Sasha yang hanya diangguki oleh dennis karena mulutnya penuh dengan sate dan lontong.


Bastian dan Fitha sampau juga ditempat lesehan, mereka langsung duduk dan menikmati teh panas pesanan khusus mereka karena tak menyukai wedang ronde.


Makanan mereka pun tiba, Aldo memesankan nasi klenyer kesukaan mereka semua. Nasi yang disiram kuah tongseng sehingga membuat teksturnya basah, rasanyapun pedas sangat cocok untuk melawan dinginnya hawa pagi dikaliurang. Dennispun ikut dipesankan karena ia masih berkeinginan mencoba nasi kleyer.


"ihh dennis mau ditaruh dimana lagi nasinya? emang kamu belum kenyang? ini mah aji mumpung namanya... awas! kebelet." ucap Fitha yang selalu heran dengan nafsu makan Dennis, seperti orang yang tak makan selama seminggu.


"hidup makan!!!" ucap dennis dengan pedenya membuat yang lain tertawa.


"ketaman dalem yuk. Aku dah beli 6 tiket, lihat kembarannya Dennis." ucap Aldo bercanda, ia mengajak rekan rekannya masuk ke taman nasional merapi dimana disana banyak monyet monyet kecil yang dilindungi.


"asem lo Do. Dikira gue monkey?" Ucap Dennis sambil menjitak kepala Aldo


"yok udahan, tuh dah banyak yang beli gantian tikarnya" ucap bastian yang sudah beranjak dari duduknya


mereka akhirnya meninggalkan tempat lesehan tersebut. Fitha dan Aldo berlari terlebih dahulu mereka sengaja agar Faishal dan Sasha bisa jalan berdua. Menurut Aldo, kakaknya harus meyakinkan dirinya sendiri.


" fith! koq malah ninggalin sih! tungguin kita!" Seru Sasha yang kesal ditinggal oleh Fitha dan Aldo


"duhh mules, Bas! temenin ke toilet yuk." ucap Dennis yang perutnya terasa mules.


"ck, mesti begini deh, yo wes segera! kak duluan aja sama Sasha cari toilet dulu." ucap Bastian yang sudah ditarik tarik oleh Dennis


"mereka ga asik banget." gerutu Sasha kesal sampi ia tak sadar jika Faisal masih bersamanya.


"eh mas maaf, hehe, yuk nyusul Aldo aja." ucap Sasha mencoba tak canggung lagi setelah kejadian tadi pagi.


"oke."


Sasha berjalan jalan Santai bersama Faishal sambil melihat kanan dan kiri agar menemukan Aldo serta Fitha. Namun sayang, Aldo dan Fitha entah dimana keberadaannya seolah tertelan bumi. Sehingga Sasha memutuskan menikmati taman tersebut bersama Faishal yang dengan senang hati mendampinginya.


Mereka melihat monyet monyet bergelantungan, bersuara sahut sahutan. Sasha sangat tertarik akan kelucuan tingkah para monyet tersebut. Terlebih lagi melihat ada induk monyet yang mampu bergelayutan dari satu pohon kepohon lainnya sambil menggendong anaknya.


"koq mirip kamu ya sha pas gendong cilla. hehehe. jadi kangen Cilla" Ucap Faishal mencoba bercanda namun tak terkesan lucu karena canggung, faisal bukan orang yang pintar bercanda. Namun hal itu justru membuat Sasha menjadi geli, ternyata orang sedingin ini bisa bercanda juga walau menjadi aneh.


"koq senyum aja? ga ketawa? ga lucu yah." tanya Faishal sambil mengusap usap kepalanya


"mas Faisal lucu kalo bercanda gitu."


SRRAAAAAK.....!


"awas!"

__ADS_1


" Akhhh!"


__ADS_2