Bayi Kita

Bayi Kita
24


__ADS_3

kling!!!


HP Sasha berbunyi tanda ada pesan Whatshap masuk.


^^^^^^*Assalmualaikum Sha, nanti sore jam 4tan kamu sama Fitha kerumah ya, nanti dijemput Aldo (Faishal)^^^^^^


^^^Waalaikumussalam, iya mas ada acara apa? (Sasha)^^^


^^^^^^Bunda ulang tahun. Datang yah gausah bawa kado bunda ga suka. (Faishal)^^^^^^


oke (Sasha*)


"Siapa wa? kak insan?" Tanya Fitha yang melihat Sasha seperti sedang tersenyum, ia menebak jika itu adalah pesan dari tunangannya.


"Mas Faisal, nanti sore kita diundang kerumahnya. Bunda Ulang tahun."


"jam berapa?"


"Jam 4. Nanti Aldo jemput."


" Duh sha sekarang dah setengah 3 lho ayo buruan mandiin Cilla dulu gih, aku yang mandi duluan yah." Fitha pun buru buru masuk kekamar mandi ia tak ingin jika terakhir mandinya, karena jika Aldo sudah tiba dan ia belum beres maka Aldo pasti sudah mengomelinya dan ia paling malas mendengarnya.


"Ayok cilla kita mandi dulu ya.???? Fith jangan lama lama lho aku mau pamit dulu sama bu Endang kan jatah anaknya les nanti."


"iya iya!" seru Fitha dari dalam kamar mandi


Merekapun menunaikan perhelatan mandinya. Hingga Sasha selesai mandi Fitha masih sibuk memilih milih pakaian. Beda dengan Sasha yang begitu santai menggunakan pakaian yangbia anggap sudah pantas, dan alasan lain adalah ia tak pernah membeli pakaian khusus ke pesta karena tak pernah ke acara acara seperti itu dan memakai baju yang ada saja.


"kayak mau kencan aja sih Fith, atauuu ketemu calon mertua nih??? chiieeee kamu ma Aldo dah jadian yaah." goda Sasha yang langsung dilempar sebuat dress cantik.


"aduh! ya ampun Fith! gausah lempar lempar donk.!"

__ADS_1


"sst! diem! skrg kamu ganti baju itu. trus inget yah....! amit amit aku mau jadian ma Aldo bisa bisa perang dunia ke tiga!" titah Fitha ternyata sedari tadi ia mencari pakaian yang sesuai untuk Sasha. Ia kasihan melihat Sasha yang terlihat biasa saja ke acara ulang tahun ini walaupun Aldo bilang hanya acara keluarga tapi setidaknya Sasha bisa datang dengan penampilan yang lebih manis. Ini termasuk usaha Fitha siapa tau bunda Aldo tertarik dengan Sasha lalu mau bekerja sama menjodohkan Sasha dan Faishal.


"Bunda pasti seneng deh lihat kamu sha." Fitha tersenyum senyum, ia berbicara dengan dirinya sendiri saat melihat Sasha sudah berganti pakaian dengan dress yang iya pilihkan.


Dres ala korea yang sangat imut dan pas dibadan sasha yang mungil.



"Rambutnya ga usah dikuncir biarin gitu aja sha, trus sana pakek highheelsku. Nih tasnya." Fitha memberikan tas kecil berwarna putih.


"Duh Fit ga nyaman nih. Aku pakek cats aja deh. Kamu tuh ya. Aku baru sekali pakek dress gini." Sasha begitu canggung karena pertama kalinya ia memakai dress. Setelah ia mencoba berjalan ternyata diluar dugaannya, dress tersebut amat nyaman buatnya.


"Yo wes kalo ga mau." Fitha Akhirnya menyerah


Tin diiiin! Tin Diiiin!........


"Eh itu Aldo kayaknya. Yuk keluar" Fitha langsung membawa tas perlengkapan Cilla keluar sedang Sasha menggendong Cilla tanpa gendongan karena tidak diizinkan Fitha katanya mengurangi kecantikannya, Sasha tak mau berdebat sehingga ia menurut saja.


"waaahhhhh cakep shaaa." Ucap Aldo dari balik kemudi saat Sasha keluar dari rumah hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Sasha.


"great!! nanti aku kasih hadiah." ucap Aldo entahlah ia benar benar akan memberi hadiah atau hanya sekerdar berbohong seperti biasanya dan itu membuat Fitha tidak mempan untuk dikelabui lagi dan lagi.


"Halah boong aja." ucap Fitha mengerucutkan mulutnya tak percaya.


"Cepetan masuk Fith aku masih mau kerumah bu Endang dulu." Sasha mengingatkan Fitha dari dalam mobil


"iya iya iya. Aku duduk belakang aja ya do." Fitha membuka pintu mobil belakang


"enak aja! depan ah! emang aku supir! Sasha biarin dibelakang." Fitha akhirnya duduk didepan.


"anak anak yang lain mana do?" tanya Sasha

__ADS_1


" Ohh mereka dah sampe dari tadi sekarang dah disuruh suruh bunda paling hehehe." Ucap Aldo yang sudah bisa membayangkan sambil menyeringai jika Hafiz, dennis dan bastian saat ini pasti sedang sibuk disuruh suruh sang bunda seperti halnya bunda kepadanya.


"Ih dasar anak ga tau diuntung kamu! masa temen temenmu yang disuruh gantiin kamu." Ucap Fitha sewot ia sudah faham betul kelakuan curang Aldo.


"Trus yang jemput kalian siapa? Kakak ga bisa jemput dia sama bunda ga boleh kemana mana soalnya ada om yang dari malaysia dateng. Jadi dia disuruh nyambut tamu." Aldo tak terima padahal ia sudah berbaik hati menjemput mereka.


"ohhh iya iya faham." ucap Fitha, yang tumben sekali mau mengalah, Sasha yang duduk dibelakang hanya tertawa geli melihat dua orang didepannya lagi lagi berdebat.


Mobilpun berlalu, Sasha meminta Aldo mengantarnya sebentar kerumah bu Endang. Cilla dititipkan dipangkuan Fitha.


"bu endang..." ucap Sasha setelah yang punya rumah keluar


"wahh mba Sasha cantik sekali hari ini." Bu endang terpana melihat Sasha, baru sekali ini ia melihat Sasha memakai dress dan rambutnya ditata amat manis terlihat dimatanya.


"bu endang maaf ya saya ga bisa ngelesi bu hari ini, ada undangan." ucap Sasha sopan


"gapapa mba Sasha besok kita wa nan lagi mau hari apa gantinya."


"iya makasih bu saya pamit." Sasha meninggalkan rumah bu endang


Bu endang melihat lihat mobil siapakah yang mengantar Sasha tapi terlihat bukan mobilnya dokter faisal yang sudah dikenalinya karena berapa kali berpapasan dijalan dan Faishal menyapanya, dan terlihat ada fitha juga didalamnya. Sebagai warga komplek sana Faishal mencoba mengakrabkan diri dengan lingkungan tersebut.


Sebenanya hari ini bu endang sudah membulatkan tekad untuk menanyakan kepada Sasha tentang hubungannya dengan dokter faishal namun ternyata belum saatnya. Bu endang berharap dua hari lagi saat jadwal anaknya privat bisa menanyakan sebelum bu Tini dan ibu ibu lain yang mulai menggosip tidak menyebabkan masalah.


"Semoga kamu terjaga ya mba Sasha, saya yakin, ia anak yang baik, seandainyapun benar apa yang dikatakan ibu ibu mestinya Mba Sasba dan dokter faishal punya alasan tersendiri. duhh susahnya hidup dekat dengan perempuan perempuan yang kurang kerjaan, bisanya nggosiiiiiip aja." Bu endang berbicara sendiri sambil menatap mobil Sasha yang mulai menjauhi kediamannnya.


"buk ibuk! koq ngomong sendiri toh buk, mba Sasha mana? kayaknya ada suaranya?" Dea putrinya tiba tiba keluar melihat kanan kiri namun orang yang ia dengar suaranya tak terlihat padahal ia sudah sangat menantikannya.


"Mba Sasha tadi pamit ada acara."


"yaah buk padahal dea dah nunggu." ucap dea lesu

__ADS_1


"besok diganti harine nduk sama Mba Sasha. Dea suka ya sama mba Sasha?"


"iya buk, dea suka sama mba Sasha, baik banget jadi cepet ngerti belajarnya, coba bu guruku disekolah mba Sasha ya buk." ucap dea yang sudah jatuh hati kepada Sasha, bu endang senang ternyata tak sia sia ia meminta Sasha menjadi guru sang anak.


__ADS_2