
Mobil Aldo memasuki pelataran rumahnya. Diberhentikan mobilnya tepat didepan teras rumah agar Fitha dan Sasha tidak kejauhan berjalan. Ternyata Aldo laki laki yang penuh perhatian walau suka bercanda tak berfaedah. Hal itu membuat Fitha senang lalu ia menambahkan point ke Aldo seperti yang biasanya ia lakukan kalo Aldo berbuat baik kepadanya atau kepada hal lain.
"Turun sini aja, biar ga kejauhan kasihan Sasha yang gendong Cilla. Ga pakek gendongan lagi." ucap Aldo saat memberhentikan mobilnya.
"Tambah 1point kebaikan hari ini jadiiiii 45 yah!" ucap Fitha
"cih lama lama aku jadi supir online CV Fitha husada" Aldo mengomentari Fitha yang selalu memberinya point seperti supir ojol.
.*****************
"Eh itu Aldo dah sampe kayaknya." ucap Bunda
Mendengar itu Faishal langsung bergegas menuju pintu luar seperti orang yang gak sabar menemui seseorang yang ia rindukan. Hal itu tak terlepas dari perhatian Bunda. Hal apa yang membuat putranya begitu antusias menyambut kedatangan Aldo. Apaaaaa pingin ketemu Fitha ya??? Bunda mencoba menerka nerka karena setahunya Aldo akan menjemput Fitha dan satu teman lainnya yang belum pernah dikenalkan ke Bunda.
"Ah masa Fitha sih kayaknya Aldo ga pernah cerita kalo Faisal dan Fitha deket, coba ah ikut kedepan." ucap bunda dalam hati mencoba menelisik apa yang membuat putra sulungnya yang terkenal amat dingin itu begitu antusias keluar. Tak lupa ia menggandeng sang suami yang ternyata memperhatikan sikap tak biasa sang putra.
Faishal menuju dimana mobil Aldo berhenti disusul bunda dan Ayah dibelakangnya.
Sasa ingin turun dari mobil namun masih terpaku ditempat ia bingung, ia begitu berdebar karena menerka nerka bagaimana reaksi Faishal setelah melihat tampilannya yang berbeda malam ini. Cukup terbawa ke hatinya kata kata Fitha yang menyanjung nyanjung kecantikannya malam ini, Aldo pun menyanjungnya yang ia tahu bahwa temannya satu ini tak pernah berbohong jika menilai sesuatu. Bahkan bu Endangpun menyanjungnya. Apakah secantik itu?? pikir Sasha dalam hati. Namun ia tak yakin pasti karena dia tampil berbeda saja.
"Bundaa!!!!" Seru Fitha seperti anak TK yang dijemput ibunya, Fitha berlari lalu mendekati Bunda dan mencium tangannya.
"Bunda seneng deh kamu dateng." ucap bunda sambil tersenyum menyambut kehadiran Fitha yang walaupun batu sekali bertemu namun ia langsung menyayanginya karena menurutnya sangat imut, terlebih jika ia melihat Fitha dan Aldo yang suka saling mengejek dan berdebat sungguh membuatnya sangat bahagia sampai bisa tertawa lepas.
"siapa itu Fit?" lanjut bunda saat melihat Sasha yang menggendong Cilla berusaha keluar dari mobil.
" Sasha bun, manis banget lho pasti bunda juga suka, nah yang digendong itu bayi yang kita temuin kemarin bun." ucap Fitha yang sudah dirangkul bahunya oleh bunda
__ADS_1
"ooohhh" bunda memperhatikan Sasha dengan intens lalu memperhatikan sang putra didepannya yang ternyata bukan menunggu Fitha.
Sasha turun dari mobil, ia berdebar, karena ternyata Fiashal menunggunya. ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengurangi kegugupannya dan fokus menggendong Cilla. Selain itu Fitha tak menemaninya turun malah sudah berlalu menghampiri Bunda.
Faishal terpana melihat Sasha. Cantik... gumamnya pelan tak terdengar siapapun. Ia sama sekali tak beranjak dari tempatnya berdiri terpana memandang Sasha, yang tampil begitu menawan malam ini. Debar jantungnya makin terasa kencang, mendengar mobil Aldo datang saja ia sudah berdebar karena tahu siapa sosok yang akan dibawanya. Lama ia menatap Sasha tak berkedip, Sasha yang ditatap jantungnya makin tak karuan, ingin dia pergi melarikan diri tapi dirinya sudah tertawan oleh tatapan Faishal.
"Kenapa mas Faishal begitu banget lihatnya? apa aku aneh?" gumamnya dalam hati.
Sasha tegaskan langkahnya tapi ia bingung harus langsung ke Faishal atau menyapa bunda yang ada dibelakang Faishal. Saat langkahnya terhenti Faishal justru menuju kearahnya memberikan senyuman manis menyambutnya, bak tersihir Sashapun menyambut dengan senyum tak kalah manis menatap Faishal yang menyambutnya bersiap menyerahkan Cilla. Faishal meraih Cilla dari tangan Sasha menciuminya, lalu memeluk dan menggendongnya benar benar seperti ayahnya. Bunda dan Fitha terkesima melihat adegan didepan, bak adegan keuwuan difilm film korea.
"anak ayah sudah dateng." ucap Faishal
Ayah? Bunda terkejut mendengar Faishal menyatakan dirinya ayah. Ia masih tak percaya apa yang ada didepannya dan apa yang didengarnya. Putra sulungnya terlihat seperti seorang ayah. Andai saja ini kenyataan, bukan bayi orang lain betapa bahagia ia saat ini. Ia memalingkan wajahnya ke Fitha sambil menyebut kata Ayah? mencari kebenaran lainnya. Fitha yang tahu sang bunda pastinya belum percaya akhirnya mengangguk menguatkan kebenaran jika Faishal dipanggil ayah oleh bayi temuannya. Bunda jadi terharu, ternyata sang putra punya welas asih yang amat tinggi. Ayah yang sedari tadi ikut meperhatikan pun ikut bahagia.
Faishal mengajak Sasha masuk. Sasha berjalan beriringan sambil membenarkan pampers cilla yang terlihat miring. Penampakan mereka seperti keluarga kecil bahagia, wajah Faishal dan Sasha sama sama sumringah, mereka tak sanggup memandang satu sama lain, terlihat malu malu sesekali Faishal atau Sasha saling melirik. Faishal mendekati bunda yang sedari tadi memperhatikannya sambil senyam senyum melihat tingkah anaknya dan Sasha yang bunda tebak saling jatuh hati. Siapapun yang melihatnya akan langsung menebak begitu.
"cilla oma." Kata Faishal ke bundanya ia ingin cilla memanggil bundanya oma.
"cucu opa ini." ayah ikut bergabung memegang tangan
"kenalin yah bun ini Sasha." Ucap Faisal mengenalkan Sasha yang ada disampingnya.
Senyum terindah Sasha hadirkan untuk kedua orang tua didepannya ini yang terlihat amat penyayang. Diciumnya punggung tangan keduanya satu persatu.
"cantik sekali kamu sayang, namanya juga cantik yuk kita masuk." ajak bunda, sasha mengangguk, bunda menggandeng Fitha yang sedari tadi senyam senyum tak berhenti, diikuti ayah dibelakangnya dan terakhir Faisal yang menggendong cilla dan Sasha disampingnya menuju ruang tengah yang lumayan jaraknya karena rumah Faishal termasuk besar.
"ehm! kamuuu..... beda hari ini." Ucap Faishal lirih tanpa melihat Sasha sedikitpun, tetap berjalan lurus kedepan namun masih mengiringi langkah kaki sasha agar tetap berjalan beriringan. Ia sungguh tak tahan ingin memuji gadis yang amat mempesona hari ini baginya. Namun ia malu harusnya ia bilang cantik namun akhirnya hanya kata kata itu yang mampu keluar dari bibirnya.
__ADS_1
"hah? apa mas?" Sasha mencoba memastikan apa yang didengarnya apa benar Faisal bilang ia beda? maksudnya beda yang bagaimana? Sasha mulai bertanya tanya maksud kata kata faishal yang memiliki banyak arti.
"hm?? gak koq gak papa." ucap Faisal malu sambil melihat Sasha sekilas. Sasha menjadi bingung dibuatnya lalu melanjutkan langkahnya.
Setelahnya Faisal tak kuasa untuk tidak melihat Sasha. Jika pandangan mereka bertemu Faishal langsung memalingkan wajahnya lagi.
"Koq ga bawa gendongan? kamu ga capek gendong cilla?" tanya Faishal kali ini lebih terdengar jelas.
"Ga capek koq, ta tadi sama Fitha ga disuruh bawa." ucap Sasha gugup ia menunduk sambil tersenyum sedari tadi Faishal berkali kali melihatnya sambil tersenyum.
"besok kita beli stroler biar kamu ga capek bawa cilla kemana mana." ucap Faishal
"apa? stroler?"
"ia, besok kita ke mall ya?"
"tapi mas...."
"ssst, nanti aku wa." ucap Faishal lalu berjalan mendahului Sasha yang bingung.
"aku??biasanya saya dia bilangnya." batin Sasha heran mendengar Faishal mengubah sebutan untuk dirinya sendiri.
"Duduk sini aja." Faishal mencarikan Sasha sofa yang nyaman diruang tengah agar ia dan cilla nyaman.
"aku tinggal dulu."
"mas! temen temen pada kemana yah?"
__ADS_1
" oh mereka ditaman belakang nanti juga kesini."