Bayi Kita

Bayi Kita
63


__ADS_3

Perjalanan mereka akhirnya sampai juga dikapal penyebrangan merak bakauheni. Mereka mengambil perjalanan yang hanya dicapai 1,5jam menggunakan Ferry Eksekutif Express. Aldo dan Faishal bergantian menyetir setiap mereka berhenti di rest area. Selama menempuh Tol, perjalanan sangat lancar. Saat ini hari sudah sore mereka memutuskan untuk sholat ashar di kapal. Mereka semua keluar dari mobil dan menikmati perjalanan laut mereka.


"cepet juga ya kalo naik mobil pribadi, coba ngebis, belum nyampe nih jam segini." ucap Fitha ke Sasha


"iya ya Fith, munkin nanti kita isya dan sampe rumahku. Kamu di metro kan Fith?"


"iya nanti kalo kita numpang istirahat dirumahmu dulu gapapa kan Sha? kasian supir supir."


"iya Fitha kalian istirahat dulu capek seharian dari subuh, nanti aku siapin tempatnya, tapi..... rumahku ga sebaik kontrakan kita lho, cuma rumah kampung, belum dikeramik lho." Ucap Sasha sungkan


" gapapa kalo biasa aja." ucap Fitha meyakinkan Sasha."


"oke deh" Sasha tersenyum dan hatinya menjadi lega karena sahabatnya bisa menerimanya


"tapi Fith... Aldo sama... mereka gimana yah? aku ga enak takut mereka ga nyaman." Sasha kembali gundah


"hey!!! tanyanya langsung ke gue donk!" ucap Aldo mengagetkan.


"Aldooooo! kamu tuh sering banget ngagetin" ucal Sasha terkejut dengan Aldo yang tiba tiba dateng.


"hehhehe, kalian sih fokus banget kalo kecopetan ga bakal ngerasa paling." Ledek Aldo


"nauzubillah minzalik." ucap Sasha


"tenang Sha, kita malah penasaran tempat lo tumbuh dari kecil itu gimana, kata bunda suruh ceritain kenapa lo bisa kayak gini, semanis ini kata bunda, K.A.T.A BUN.DA bukan gue!" Ucap Aldo tak mau jika dia yang dianggap mengatakan Sasha manis, ia takut dihajar oleh sang kakak


"iya iya percaya deh, hehhe, tapi beneran ya kalian ga papa, rumahku biasa banget cuma rumah kampung." ucap Sasha


"tenang aja kita siap dimana aja koq, kalo kakak sekalian buat latihan besok pas prakteknya ambil spesialis bakal didaerah juga, mungkin bisa aja pelosok." Aldo menjelaskan sambil melorik sang kakak yang tengah sibuk membenarkan pakaian Cilla agar tak masuk angin.

__ADS_1


Sasha tiba tiba terdiam dan membelakangi semuanya melihat kelaut luas, ia termenung, dan mengataka pada hatinya jika hari saat KKN tiba dan praktek spesialis Faishalpun tiba mereka benar benar akan pergi kedunia masing masing, tak kan ada lagi pertemuan. Sasha jadi kepikiran, ia ingin setidaknya sedikit saja berbuat baik kepada Faishal agar saat mereka tak bertemu lagi nanti tak ada penyesalan buatnya, ia ingin membalas semua kebaikan faishal. Yah mungkin saat ini lah waktu yang tepat, ia ingin momen ini adalah batuan terakhir faisal dan keluarganya, Sasha akan membalasnya sebaik mungkin saat sampai rumahnya nanti.


Sasha berniat jika sampai dirumahnya nanti akan menjamu mereka dengan baik, ia juga akan membalas oleh oleh yang diberikan bunda kepadanya, ia tahu tadi saat di rest area Fitha menunjukkannya dan Sasha merasa terharu. Betapa baiknya keluarga mereka, bahkan bensin dan makan sepanjang perjalanan Sasha tak diperbolehkan mengganti atas kemauan bunda dan sedikit ancaman jika bunda akan marah bila Sasha tak mau menerimanya.


Sasha merasa sangat beruntung bertemu Aldo, Fashal, ayah dan bunda. Saat dirantau orang ada juga yang menyayangi mereka. Sasha telah bertekad akan membalas semua kebaikannya. Terutama kepada Aldo yang selama ini sangat membantunya. Sasha pun beruntung mendapatkan Fitha yang selalu menjaganya, dan memahaminya, serta bersyukur memiliki Hafis, bastian dan dennis.


Sasha hanya tak beruntung ketika ada seseorang yang menggetarkan hatinya dan memiliki perasaan yang sama namun tak ada jalan untuk bersama. Biasanya orang merasa tak beruntung ketika perasaannya tak terbalas, namun Sasha justru tak beruntung karena tak bisa membalas perasaannya sendiri.


Angin berhembus kencang diatas kapal, Sasha masih memandangi laut yang semakin jingga pertanda matahari mulai tenggelam, suara azan magrib pun berkumandang diatas kapal. Fitha Aldo dan Faishal sudah kembali keruang dalam kapal, mereka memilih duduk didalam sambil bermain dengan Cilla dan sholat magrib bergantian. Sedang Sasha belum ingin masuk ia masih ingin memandangi laut. Sasha tak sabar lagi ingin bertemu sang ibu, karena sebelum masuk kapal, sang adik menelfon Sasha dan mengabarkan jika sang ibu telah kembali kerumah. Namun ada sesuatu yang menjadi pertanyaan Sasha, sang adik selalu minta memastikan jam kepulangannya sasha karena awalnya sang adik ingin mengabari keluarga lainnya agar bisa menjemputnya di bakauheni seperti biasanya, namun karena Sasha diantar sehingga sang adik mengurungkan niatnya. Saat ditanya alasan mengapa selalu menanyakan kabar perjalan Sasha karena tak biasanya sang adik seperti itu, namun yang adiknya katakan adalah


"nanti kakak tahu kalo sudah sampai"


itulah yang dikatakan sang adik membuat Sasha bertanya tanya ada gerangan apakah yang menunggunya disana. Lama ia termenung dipinggir pagar kapal. Tiba tiba sebuah jaket jatuh kepundaknya membuat tubuhnya lebih hangat, Sasha segera berbalik.


"m mas..." Sasha menjadi gugup ternyata Faishallah yang memakaikan jaket ke pundaknya.


"Anginnya tambah kenceng." ucap Faishal dingin, matanya melihat kearah lain. Lalu Faishal meletakkan kedua telapak tangannya dipagar kapal sambil melihat laut.


"Makasih, aku..... kedalam duluan ya?." Ucap Sasha berharap ada jawaban dari seseorang disampingnya yang masih tak mau menatapnya, tetap diam seribu bahasa. Sasha hanya bisa tersenyum miris. Ia menyesal harusnya tak berbicara apapun kepada Faishal. Sashapun dengan kecewa berjalan cepat menuju kabin kapal bersiap untuk menunaikan sholat magrib.


Faishal memejamkan matanya, ia menyesal mengapa tak mengatakan apapun pada Sasha, harusnya ini jadi waktu yang tepat untuknya mengetahui isi hati Sasha kepadanya yang mungkin untuk terakhir kalinya. Ia malah mendiamkan Sasha, bersikap dingin padanya, hingga Sasha berlalu. Harusnya ia hargai karrma Sasha sudah mau berbicara kepadanya walau hanya sepatah kata.


"sial! apasih mauku sebenarnya? haaaahhhh..... kembalikan niat awal, ya... akukan mau melupakannya, aku dah bener koq, dengan begini setidaknya kita jadi orang yang tak saling kenal, bodohnya aku masih memberikan jaket kepadanya, gimana kalo dia ga nyaman? Faishal faishal! kamu benar benar ga jelas!" sesalnya dalam hati.


Didalam kapal.....


"Do! nih jaket kakakmu, aku kembalikan ya, bilangin makasih" ucap Sasha setelah keluar dari ruanh sholat lalu menghampiri Aldo dan Fitha yanh tengah menikmati p*pmie panas. Aldo menyambut jaket sang kakak lalu mberikan Sasha mie yang sama.


"Fith, Cilla rewel ga tadi?" ucap Sasha, selama naik kapal Cilla tak pernah bersamanya karna sejak awal masuk kapal Fitha telah menyerahkan Cilla ke Faishal karena Fitha sedikit mual.

__ADS_1


"Banyakan tidur koq, besok pas sampe dipijetin aja, kasian. Deket rumahmu ada yang bisa pijet bayi ga?" Tanya Fitha


"ngapain?? ada dokternya disini, kakak gue tuh pinter banget tau massage bayi. Serahin ma ahlinya." ucap Aldo membanggakan sang kakak.


"waaaw keren banget ya kita, bawa dokter pribadi keluar jawa, hehhehe." ucap Fitha bercanda.


"sapa dulu donk yang punya ide!" Aldo menyombongkan diribuat Fitha mencibirnya


"bukannya bunda yang suruh?" tanya Sasha, karena alasan ikutnya faishal adalah disuruh bunda, Aldo cepat cepat meralat...


"yaaa bunda lah yang paling ribet minta kakak ikut, gue kan suksesor." ucapnya tanpa merasa apapun, Aldo memang paling pandai membuat alasan.


"dasar juru ngeles! besok kamu buka bimbel deh." ledek Fitha membuat Sasha dan Aldo bingung, Fitha pun tertawa


"kan Aldo pinter ngeles jadi suruh buka bimbel aja, dong ga???" tanya Fitha


"ooooohhhhhh. ahhahahahha" Aldo dan Sasha tertawa mendengarnya


********* lanjut?????


**yukkk 🥰🥰🥰🥰🥰🥰


NB: author sedikit cerita yaaa


Ngeles artinya pandai membuat alasan atau pandai berkelit


Ngelesin artinya mengajar privat, les artinya belajar diluar sekolah biasanya secara privat


Gurauan khas anak anak jogja jika orang yang suka ngeles disuruh buka bimbel karena pinter ngeles 😂😂😂😂

__ADS_1


Tambah bingung ga????


dah ahh author mimpi dulu.... bye bye lanjut besok yah**


__ADS_2