
"Sha...bangun! dah jam 4.00" Fitha mencoba membangunkan Sasha untuk bersiap siap.
"iyah.... aku titip dedeknya yah mau kekamar mandi. Lho kok ada selimut? Fitha... makasih ya dah nyelimutin aku." ucap Sasha yang baru menyadari dirinya diselimuti.
" bukan aku yah yang nyelimutin, aku kan tidur duluan dari kamu. makasihnya nanti aja kalo orangnya dah bangun". ucap Fitha tak mau memberi tahukan siapa gerangan yang menyelimuti Sasha.
Sasha pun jadi berfikir kalo bukan Fitha maka siapa yang sudah berbaik hati menyelimutinya. Lalu ia kekamar mandi membersihkan diri dan berganti pakaian dengan yang sudah dibelikan Fitha tadi malam.
Sasha keluar dari kamar mandi, namun dia terhenyuh melihat pemandangan didepannya. Ternyata Faishal sudah bangun dan sedang memberi dot kepada sang bayi sambil menimangnya. Penampilannya berbeda, tidak seformal tadi malam dengan setelan jas putihnya. Kali ini ia hanya menggunakan kaos polos abu muda dan dengan wajah khas orang bangun tidur. Kesan berbeda dari Faishal dapat dilihat oleh sasha pagi ini. Membuat Sasha sedikit tersentuh, karena walau muka muka bantal tapi tetap terlihat berkarisma ditambah sedang menggendong bayi dengan penuh sayang. Sedang Fitha kembali kesofa dan melanjutkan tidurnya.
"dah bangun ya mas, maafin tadi aku tinggal bayinya." ucap Sasha canggung
"hm... gapapa tadi nangis ternyata dah basah popoknya jadi sekalian digantiin ga taunya laper." ucap faisal yang sebentar menoleh ke sasha lalu langsung memperhatikan bayi kembali.
"sini mas biar aku aja. bentar lagi azan subuh."
"ok ini yah nanti gantian kalo mau subuhan."
drrrt ..... drrrt....
"halo bunda..." sapa Faishal kepada wanita yang sedari malam telah menantikan kabar dari putra bungsunya Aldo.
"[kak! Aldo kemana sih bunda telpon ga diangkat."]
"tuh tidur disofa."
]" oh sama kakak ya. Bunda kirain masih di magelang."]
"iya nginep disini bun....."
"oek....oek....
["kakkk!! koq ada suara bayi? kakak lagi praktek?"]
"iya bun udah ya, nanti kakak pulang agak siangan."
__ADS_1
["oke bunda tunggu, adek suruh telfon bunda yah]
"Iya bunda"
klik...
"nangis yah" tanya faisal
"basah lagi popoknya." jawab Sasha
Sasha mencoba menyalini popok sang bayi namun saat membedong ia agak lupa caranya. Faishal langsung maju, menjelaskan dan mempraktekkannya didepan Sasha, hal itu diulang hingga dua kali, yang kedua Sashalah yang mencobanya dan akhirnya ia bisa membedong dengan baik.
"bisa?" tanya faishal sedikit membungkuk karena mereka membedong bayi diatas kasur pasien.
"hm" angguk Sasha sambil tersenyum, ia sangat senang sudah berhasil membedong bayi. Aura cerianya terpancar membuat Faishal yang melihatnya menjadi tersenyum.
Sashapun mendongakkan kepalanya bermaksud ingin menanyakan apakah Faishal yang telah menyelimutinya. Namun siapa sangka, sang dokter sedang memperhatikannya hingga pandangan mereka bertemu.
Sasha terkejut, hingga ia mengerjapkan matanya beberapa kali sambil memalingkan wajahnya. Faishalpun sama, tak menyangka akan bertatapan seperti itu dan membuang pandangannya ketempat lain.
"iya."
"makasih ya."
"hm" angguk Faishal sambil sedikit melirik ke sasha lalu mengalihkan pandangannya lagi.
Azan subuhpun berkumandang, Faishal segera membangunkan Aldo dan mengajaknya ke mushollahbterdekat. Fithapun akhirnya dibangunkan untuk membantu membereskan ruangan praktik tersebut karena mereka akan segera pindah ke paviliun. Sasha dan Fitha bergabtian menjaga sang bayi saat mereka menunaikan sholat subuh.
**************
2jam kemudian.......
"akhirnyaa..... sampe deh kita, keren banget sih paviliunnya, kayak hotel aja." ucap Fitha yang terkagum kagum masuk kedalam paviliun yang sudah ditentukan Faishal.
Paviliun dengan satu kasur pasien dan sofa yang cukup untuk ditiduri dua orang, kamar mandi yang sangat bersih dan memiliki jendela yang bisa dibuka sewaktu waktu serta teras tempat berjemur.
__ADS_1
"nanti untuk tiga hari kedepan bayinya diobservasi dulu, akan menjalankan beberapa pemeriksaan karena proses lahirnya yang tidak layak. Kalo malam diperbolehkan dua orang berjaga disini selain bayi. kemudian setiap pagi dibawa berjemur. Begitu ya semuanya nanti setelah pemeriksaan hari pertama saya akan istirahat dulu dirumah, kalo ada apa apa bisa langsung hubungi saya. Saya dan dokter Alman nanti yang jadi penanggung jawab pemeriksaan."
" makasih banyak ya kak." ucap Fita
"iya makasih banyak mas." Sasha ikut menimpali.
Merekapun mengikuti jadwal yang sudah disusun oleh sang dokter.
Waktu dzuhurpun tiba, Faishal berpamitan kepada semua untuk pulang kerumah, jika sang bunda tidak menunggunya makan siang dirumah, mungkin faishal akan tetap berada disana karena hari ini adalah jadwal liburnya setelah shift malam.
**************
Magelang.....
"Koq bisa rapi banget ya, bener bener ga ada bekas" Dennis terheran heran, pasalnya mereka tadi pagi menelusuri kembali tempat ditemukannya sang bayi, namun lokasi kebun tersebut sudah bersih seolah tidak ada kejadian apapun bahkan bekas tetesan darah tak ditemukan lagi, padahal mereka cukup pagi sekitar pk.05.30 sudah bergegas ke lokasinya.
"Kayaknya memang sudah disusun rapi rencananya. Apa... jangan jangan kita memang sudah ditarget sama mereka? jadi jika masyarakat mencium gelagat aneh dari kejadian tadi malam bisa aja kan kita kita yang dituduh." Dennis sungguh serius memikirkan hal ini hingga ia mampu berkata kata seperti ini.
"banyak kemungkinan den. Tapi gue bersyukur banget Pak Kades sedang ada acara saat ini, jadi kita bisa lebih banyak waktu untuk memikirkan hal ini, yang jelas... ibu bayinya harus kita temukan."
"iya bener, dokumentasinya adakan nis??" Hafiz mengingatkan dennis.
"udah lengkap, untung gue tadi malem sempet vidioin jadi kita punya bukti kuat, Fitha juga dah ngambil banyak gambar buat bukti, tadi juga gue dah motret keadaan pagi ini. Semoga kita kita ga kena tuduh macem macem." ucap dennis
"yaudah kita penutupan trus pamitan ma warga dulu yuk trus cus lihat mereka, kata Aldo dah dipindah ke paviliun." jelas bastian
Mereka bergegas menuju lokasi tempat berkumpul mahasiswa lainnya dan mengakhiri acara yang sudah mereka laksanakan beberapa hari ini, lalu berpamitan dengan warga setempat.
*********
Paviliun.....
"Oek.....oek.....oek.....!" sang bayi menangis dengan sangat kencang menandakan ia tak nyaman saat dimandikan.
Saat ini hari telah sore, dokter Faishalpun telah kembali ke RS walau hari ini ia tidak ada jadwal praktek, karena ingin merawat sang bayi. Sehingga saat ini adalah jamnya sang bayi mandi sore hari. Faishal dengan cekatan memandikan sambil mengajari Sasha dan Fitha juga. Sasha begitu antusias memperhatikan caranya agar pagi berikutnya ia sendiri yang memandikan tanpa merepotkan Faishal lagi.
__ADS_1
Beda halnya dengan Fitha, ia begitu takut menjatuhkan sang bayi sehingga lebih memilih menjadi si pengambil sabun, handuk dan perlengkapan lainnya. Sasha hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya, sesekali ia dan Faishalpun saling pandang dan tertawa melihat kelakuan Fitha. Sepertinya acara merawat bayi membuat mereka lebih mencair tak secanggung biasanya.