
Hari hari berlalu, Cilla sudah keluar dari rumah sakit. Sasha dan Fitha mulai terbiasa tinggal dikontrakan baru dan menjalankan aktivitas kuliahnya seperti biasa. Namun saat ini mereka tak bergantian menjaga Cilla dirumah karena lokasinya yang lebih jauh dari kampus. Cilla sudah berusia 3 bulan lebih, dengan terpaksa mereka harus membawa Cilla kekampus. Ia dititipkan dengan anak anak Hima di sekretariatan Hima saat Sasha atau Fitha kuliah banyak senior atau junior yang membantu menjaga Cilla, mereka sudah tau cerita tentang Cilla. Bahkan merekapun terkadang iuran membantu Sasha membelikan diapers atau susu formulanya.
Tugas demi tugas kuliah semakin hari semakin banyak. Ditambah persiapan KKN dimana mereka sebentar lagi akan mendapatkan informasi penempatan KKN dan daftar kelompoknya.
"Semoga kita dapet satu lokasi ya Sha." Ucap Fitha
"Aamiin". jawab Sasha
"Gimana kemarin pas ke pak kades?" lanjutnya
"Gini Sha kmrn pak kades itu dapet gosip, katanya anak tetangganya yang kita nemu Cilla dikebonnya pulang dari jakarta, baru selesai ujian SMA katanya, tapi kelihatan aneh. Ibu ibu didesa bilangnya bentuk badannya aneh, sebelumnya kurus banget tapi tiba tiba gede banget sha, jadi digosipin ga perawan lagi. Nah pak kades jadi ikut curiga. Jangan jangan dia ibu kandungnya Cilla, tapi masalahnya pak kades ga tau anaknya pulang kesini atau engga saat Cilla ditemukan. Jadi masih mau nanyain. Orang orang juga belum ada yang tau kalo ada bayi lahir dikebon saat itu, jadi cuma kita, pak kades sama pelaku yang tahu. Makanya pak kades pingin banget lihat Cilla. Trus mau dibawa kesana, mau dilihatin gitu, buat mancing sha." Jelas Fitha
"Iya juga sih, tapi kalo Cilla diapa apain gimana?" ucap Sasha khawatir
"ssst jangan suuzon dulu, kan namanya usaha." ucap Fitha
"Hallo temen temen! gue ada kabar bagus! pengumuman daftar KKN dah keluar, kemon kita lihat. Perjurusan ada yang berdua ada yang cuma satu." ucap dennis.
Mereka bergegas melihat daftar peserta KKN, ternyata hanya Fitha dan Dennis yang satu kelompok di daerah kulon progo. Sasha dan hafiz sama sama dapat didaerah magelang namun beda desa. Lokasi mereka di daerah Windusari magelang jauh dari desa tempat Cilla ditemukan. Sedang Aldo juga dapat dimagelang tepatnya didesa pak kades, Bastian satu satunya yang didaerah gunungkidul.
"Yah pencar pencar deh kita." Ucap Aldo kecewa
"Sasha ma hafis enak nih beda Desa tapi deketan, Fita ma dennis, aku jauh sendirian jauh banget di Gunungkidul deket pantai lagi." ucap Bastian kecewa terpisah pisah dari temannya.
"Kan enak tuh bisa jalan jalan ke pantai. aku ma Dennis nih ga punya kendaraan semoga dapet tebengan yah." ucap Fitha
"aku juga nih harus cari tebengan. Nanti gimana bawa Cillanya." Sasha kebingungan pasalnya selama ini mereka mengandalkan Aldo.
"tenang Sha , daerah kita itu deket banget lho, nanti aku boncengin kamu, Cilla dibelikan jaket yang tebel, besok Juni kan Cilla dah 6 bulan." ucap Hafis semangat akan bisa terus berdekatan dengan Sasha walau Sasha tak mungkin dimiliki.
" oiya ya dah 6 bulan, semoga Cilla ga sakit ya. Bunda bawa kemana mana" Ucap Sasha sambil memeluk Cilla gemas.
__ADS_1
"Jangan Sha kasian, KKN ga kayak dirumah lho, biar sama bunda aja, nanti kalo bunda libur, Cilla bisa dibawa kesana." ucap Aldo yang sudah faham betul bagaimana anak keseharian KKN karena sering diceritakan para senior yang kenal dengannya.
"Tapi do ngerepotin bunda." Ucap Sasha tak enak
" Daripada Cilla kenapa napa." balas Aldo kembali
Sasha jadi berfikir, apa yang dikatakan Aldo banyak benarnya. Bagaimana jika disana Cilla sakit, atau malah teman temannya tak nyaman.
"ummm do, beneran bunda ga repot?" ucap Sasha ragu
"enggak lah, bunda yang nawarin malahan, kan dirumah bisa gantian ma kakak. Kakak memang PPDS sih tapi masih bisa bantuin jaga koq." ucap Aldo senang Sasha akhirnya memikirkan permintaan bunda.
"yaudah deh do, minta nomor telpon bunda ya. mau chating chating dulu sama bunda atau janjian dimana gitu." Sasha akhirnya setuju namun ia mau berbicara terlebih dahulu kepada bunda, namun jia kerumah khawatirnya akan bertemu Faishal kembali dan menjadi canggung.
"ke klinik bunda aja kapan gitu." ucap Fitha
"nah bener juga Fith, tumben cerdas." sahut Aldo
"iya ya Fith bakal kangen kamu nih." Ucap Aldo kali ini wajahnya dibuat serius membuat Fitha jadi tertegun, terlebih jarang jarang Aldo mengataka kata *kamu* terhadapnya.
Aldo menyadari sikap tak biasa Fitha lalu tersenyum simpul dan...
"tapi boong, hahhhaha" Aldo akhirnya mengerjai Fitha membuat Fitha malu dan akhirnya memukulinya dengan buku yang ia bawa. Tak dipungkiri Aldopun sempat merasa berdebar melihat reaksi tak biasa Fitha tadi, dan iapun bakal kehilangan sosok yang amat cerewet beberapa bulan yang akan datang, yang selalu mengisi hari harinya selama ini. Itu semua karena mereka selalu bersama jadi terasa seperti ada yang hilang. Aldo meyakininya seperti itu.
Saat dikontrakan Sasha menjadi murung. Ia kepikiran soal Cilla, jika dibawa takut terjadi sesuatu karena Cilla masih sangat kecil. Jika ditempat bunda Aldo memang tempat teraman namun Sasha tak enak selalu merepotkan, belum lagi jika ia kangen harus datang kembali kerumah itu kemungkinan ia bertemu Faishal semakin banyak. Sasha amat frustasi.
"Sha! ga dimakan nasinya? ntar basi lho. Kamu kenapa diem aja?" tanya Fitha yang sedang bermain dengan Cilla namun ia melihat sasha murung sejak tadi.
"Aku kepikiran Fith. Kalo Cilla dibawa nanti takit disana gimana gimana, kalo ma bunda... ga enak ngerepotin, belum lagi kalo kangen harus kesana trus..... um aku agak canggung ketemu mas Faishal lagi, pa lagi kalo ada Vivi kan tambah sulit situasinya."
"iya juga ya sha, koq aku ga kepikiran. Apa kita titip pak kades aja yang ditempatnya Aldo?"
__ADS_1
"Duhhh! jangan Fith tambah khawatir aku. Ya udah deh tempat bunda aja."
Akhirnya Sasha memutuskan, dan Fitha hanya mampu menggeleng2kan kepalanya melihat tingkah imut sahabatnya.
.
.
.
.
Beberapa hari berlalu, Fitha yang sedang melihat berita berita di ins*****m dikejutkan dengan sebuah artikel yang ramai sekali dikomentari netizen.
Deg!
"Hah! koq bisa begini beritanya? mana neetizennya banyak lagi! siapa sih yang posting! ngeselin banget!" Fitha tiba tiba emosi melihat berita disana
"Napa sih Fith! marah marah ga jelas!" ucap Aldo yang ikut duduk disebelah Fitha saat itu mereka sedang ada dikantin
"nih do lihat, mana ga diblur lagi, coba postingan baru 17jam yang lalu dan seribuan komennya, ngawur semua lagi. Duh gimana doooo!" Fitha menjadi khawatir melihat berita yang tidak benar.
"gila nih!" ucap Aldo, matanya terbelalak melihat Foto dua orang yang amat dikenalnya.
"duh do ini mesti dah diviralin do gimana?" rengek Fitha
"ga ngerti gue Fith, bingung gue!" Aldo ikut Frustasi, ia mengacak acak rambutnya sendiri.
"tunggu do! kita cek ma anak anak kampus, sekalian klarifikasi! tapi mereka dah tau belum ya kalo viral, duh bakal tambah stress nih dia."
" kita cari bastian deh! ayok!" Ajak Aldo mereka bergegas meninggalkan kantin.
__ADS_1