
Hari resepsi pun tiba, sejak subuh Sasha sudah bersama perias khusus pengantin yang hanya mengurus pengantin wanita. Begitupun keluarga yang lain juga sudah antri berhias agar tepat pk 09.00 mereka sudah sampai digedung yang disewa untuk resepsian Sasha dan Faishal. Para laki lakipun ikut sibuk dengan para pembantu perias untuk menggunakan sorjan dan kain serta blankon khas Yogyakarta.
Sinta dan Sari terlihat kebingungan karena sangat berbeda dengan acara pernikahan kakaknya bulan lalu dikediaman mereka. Mereka berdua juga sudah di make up paling pertama agar bisa menjaga Cilla. Namun mereka juga kesulitan harus bagaimana mengurus Cilla. Saat dilampung ada sang nenek yang totalitas mengurus Cilla, namun disini semua orang sibuk, nenek dan seluruh keluarga dari lampung juga serba sibuk menyesuaikan diri dan menyambut kehangatan pihak keluarga Faishal. Hingga beberapa hari ini Cilla tak terurus dengan baik. Sasha sudah mencoba memberi makanannya tepat waktu namun terkadang dirinya sudah ditemui tamu tamu akhirnya hanya bisa meminta adik adiknya yang mengurus, karena yang lainnya sibuk. Namun sayang, Sari dan Sinta belumlah pandai, jadi mereka pasrah jika Cilla tak mau makan ataupun minum sufornya. Terlebih pagi ini, Cilla dipasrahkan oleh Fitha agar bisa memperhatikan Cilla beserta Sari dan Sinta,namun Fitha pun amat sibuk, terlebih bunda hanya bisa percaya dengan Fitha dan Aldo untuk menjadi orang kepercayaannya, akhirnya Cilla tak tergapai, bahkan belum dimandikan dan mendapat sarapan.
Fitha adalah seksi paling sibuk bersama Aldo sebagai asisten khusus sang bunda dimana harus siap melaksanakan segala perintah sang bunda.
"Riyan? Kamu ga ikutan pakek sorjan?" Tanya bastian yang telah siap dengan sorjannya dan siap berangkat ke gedung dan membantu persiapan disana.
"engga ah, ga biasa, aku pakek batik ini aja. Fitha kemana ya ga kelihatan?" tanya Riyan sambil menoleh kekanan dan kekiri mencari cari keberadaan Fitha.
"Fitha lagi wira wiri ini, sama Aldo. Oh iya aku tinggal ya mau ke Gedung." Bastianpun berpamitan kepada Riyan saat Dennis yang juga sudah rapi dengan sorjannya menghampirnya.
"Ayo bro, cek kesana, eh si Hafis gimana yah, katanya mau jadi tamu undangan aja, mau bawa cewek katanya, padahal sorjannya udah dipesen sama bunda. Sasha mesti nanyain nanti, aku jawab apa donk" ucap Dennis setelah menerima pesan dari Hafis di ponselnya.
"Ya udah bro, ga usah dipaksa, dia mau dateng aja dah bersyukur deh, bilang aja ke Sasha dia mau ngajakin gebetan gitu. Biar Sasha juga lega." ucap Bastian lalu keduanya bergegas ke gedung resepsi.
.
.
.
.
Fitha buru buru masuk ke kamar sasha, niatnya ingin numpang mandi dikamar itu, tapi ia baru ingat, jika Cilla yang seharusnya ia mandikan pagi ini belum disiapkan airnya.
"Fith! Kenapa koq ga jadi mandi" cap Sasha yang masih dibenahi oleh perias
"Duh Sha sory banget, aku sampe lupa, cilla belum mandi, ntar ya aku keluar ambil Cilla." ucap Fitha langsung keluar.
"Ya ampun, kasian Fitha, Cilla juga kasian, tapi aku ga bisa apa apa." gumam Sasha dalam hati, ia jadi tak enak hati meninggalkan Cilla dan merepotkan Fitha.
Fitha akhirnya mendapat sebuat termos berisi air panaa yang bisa untuk mandi Cilla. Ia mencari Sari dna Sinta yang ditugaskan menjaga Cilla. Fitha sampai lupa dengan handuk yang masih bertengger dipundaknya.
"Lho Fith! Lo belum mandi?" Tanya Aldo yang sedari tadi merasa lelah melihat Fitha yang amat sibuk.
"belom, mau mandiin Cilla dulu, mereka pada kemana yah?" tanya Fitha kebingungan sendiri.
" Ada disana koq, biar gue yang jemput, lo siapin mandinya yah." ucap Aldo Fithapun mengangguk dan kembali kekamar Sasha.
"Lho Fitha, Cilla mana?" Tanya Sasha cemas
"Lagi diambil Aldo, udah kamu ga usah khawatir ada kita kita koq." ucao Fitha
__ADS_1
"iyah, makasih yah, aku nitip Cilla dulu." ucap Sasha , ia tak enak hati karena tahu bahwa Fitha pun sangat repot.
"abuuu!" Tiba tiba ada anak merengek masuk kekamar.
"Cilla Sayang! Mandi sama tante Fitha dulu ga nak.!" ucap Sasha
"Abuuuu, hiks ... Abu...!" rengek Cilla yang memanggil bundanya dengan sebutan abu, Cilla tau ada suara sang bunda, namun ia bingung mencari kesekeliling kamar, namun tak menemukan sang bunda.
"Ey ini bundamu Cill" ucap Aldo mendekatkan Cilla ke Sasha, namun sayang Cilla tak mengenali sang bunda yang sudah dimake up ala.pengantin jogja.
"Ga kenal yah ma bunda." ucap Sasha sambil tersenyum dan memainkan jari Cilla
"Manglingi berati mba." ucap Sang perias, disambut senyuman oleh Sasha dan aldo
"lho mbak eitu nikahnya dah lama to? Baru resepsi ini?" lanjut sang perias bertanya karena ada bayi.
"Iya mba, he." Jawab Sasha kikuk
"Ayok mandi" ucap Fitha, Cillapun diberikan ke Fitha lalu dimandikan.
"ehem!" Sasha menoleh kebelakang, didapatinya sang suami yang juga sudah lengkap dnegan busana pengantinnya.
"Wah keren banget kak! Kayak orang jogja beneran." ledek Aldo
"apaan sih dek." Ucao Faisal tersipu namun matanya terkesima dengan sang istri yang sudah dirias.
"apa?" tanya Faishal, ia merasa aneh dengan kata kata anak kedua. Namun, Aldo memberinkode untuk mengiayakan saja. Daripada harus menjelaskan panjang lebar.
."Ooooh, iya mba, doanya ya." ucap Faisal ramah.
"duh romantise pasangan muda, ayu ro bagus (cantik ma cakep)" lanjut sang perias memuji dan semuanya tersenyum.
"Cilla dah mandi!!" Ucap Fitha lalu Aldo langsung menggendong Cilla, dan Fitha langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Sini do biar ma kakak." ucao Faisal
"Kakak kan udah dandan, biar Cilla Aldo yang ngurusin." ucap Aldo yang mulai memakaikan Cilla baju.
"belum makan pagi lho si Cilla, tolong ya dek." ucap Faishal
"Beres!" sambung Aldo
"Makasih ya do" ucap Sasha
__ADS_1
"Dah ya, gue keluar dulu, mau buatin bubu Cilla." ucap Aldo
"Pakek bubur instan dulu dek, tau kan tempatnya?" Ucap Faishal agak berseru karena Aldo sudab hampir jauh melangkah.
"Beres!" jawab Aldo
"Duh mas, Aldo tau ga ya caranya, diakan ga perah nyuapiin Cilla." ucap Sasha khawatir
"iya sih, mudah mudahan dia faham yah." Ucap Faishal Sashapun mengangguk
.
.
.
. Didapur Aldo meminta tolong kepada saudaranya untuk membuatkan bubur Cilla, setelah ia menemukan lokasi penyimpanan bubur instan.
Dia coba menyuapi Cilla namun Cilla tak mau membuka mulutnya hingga. Fithapun yang sudah dimake up dan berpakaian rapi menghampiri, membuat Aldo terpana.
"Ngapain kamu lihatnya kayak gitu?" ucap Fitha Risih,
"siapa yang lihat elo. Ge er, Nih Cilla ga mau makan gimana nih." Aldo mencoba memasukkan sendok isi bubut tersebut namun bibir cilla tak mau membuka, bahka kepalnya menoleh ke kanan dan kekiri hingga dipipinya penuh bekas bubur menempel.
"Coba ma aku sini" Cilla langsung digendong, biasanya Fitha ikut membantu Sasha menyuapi Cilla.
"Koq ga mau juga ga, duh gimana nih." ucap Fitha
"Gue buatin susu yah?"ucap Aldo, diangguki Fitha sambil tetap berusaha menyuapi Cilla.
"Aduh sayang, jangan gerak gerak terus donk cantik." Baju kebaya Fitha jadi belepotan terkena bubur.
"nih susunya, gue ambilin tisu." Ucap Aldo yang cepat tanggap melihat kebaya Fitha terkema bubur.
"eiit! Mau ngapain kamu! Biar aku sendiri ih, nih pegang Cilla aja." Fitha reflek menangkis tangan Aldo yang tanpa sadar ingin menghapus bubur dipakaian Fitha bagiian atas. Dan iapun tersadar, jika mereka kan berbeda gender.
"ya ampun hampir aja tangan gue ternodai." Gumam Aldo, lalu mencoba memberikan botol susu ke Cilla.
"Gimana do mau Cilla minum?" tanya Fitha yang sudah kembali
"nih cuma dimainin dotnya, digigit gigitin." ucap Aldo
"Aldo! Fitha Ayok dah mau berangkat ini." Bunda tiba tiba datang.
__ADS_1
"Iya bun, ambil tas Cilla dulu." ucap Aldo, dan Cilla diberikan ke Fitha.
Merekapun berangkat ke gedung pertemuan. Sampai disana prosesi adat Panggih khas jogja dimulai, dimana para pengantin diikut barisan keluarga memasuki gedung dengan panduan pembawa acara yang disebut pronotocoro khas DIY