Bayi Kita

Bayi Kita
69


__ADS_3

Azan subuh berkumandang, para warga berbondong bondong menuju masjid, tampak ayah Sasha ditemani dua orang pria tampan membuat para gadis yang saat itu ikut kemasjid bertanya tanya siapakah gerangan. Rupanya Faishal dan Aldo tak bisa tidur pulas, mereka baru memasuki kamar saat jam 3 pagi, mereka berdua hanya merebahkan diri dan mencoba memejamkan mata. Faishal meminta Aldo membangunkannya jika menjelang subuh ia telelap, karena Faishal ingin sekali mandi lalu bergegas ke masjid seperti yang selalu ia lakukan dirumah. Faisal dan Aldo tak enak hati membunyikan alarm di HP mereka karena takut membuat suasana rumah menjadi berisik. Aldopun sama minta juga diingatkan jika ia terlelap.


Ketika mereka akan bersiap ternyata Ayah Sashapun sedang bersiap. Ibu Sasha yang juga telah bangun serta terduduk dikasurnya tersenyum bangga, calon menantu barunya ternyata orang yang terbiasa sholat subuh dimasjid, bahkan sang adikpun begitu. Bertambahlah point plus buat keluarga Faishal. Awalnya sang ibu khawatir, jika anak anak dikota besar itu adalah anak anak yang lalai dalam beribadah, ternyata Faishal dan Aldo terlihat terbiasa melakukannya, iapun akhirnya berfikir pastilah ayah bundanya orang yang juga beriman.


Suasana dimasjid menjadi tak biasa atas kedatangan dua pemuda yang cukup menarik perhatian. Banyak dari mereka yang tak ikut dalam pertemuan malam itu yang bertanya siapakah mereka, namun mereka sepakat tidak akan memberitahukan jika Faishal adalah calon menantu barunya. Mereka hanya mengatakan jika Faishal adalah dokter muda yang merawat sang ibu.


Para gadis gadis, mulai membicarakannya, mereka berbisik bisik sambil tersenyum senyum, jarang ada lelaki tampan bertubuh tinggi, wajahnya putih terawat dengan style berbeda ada dikampung mereka, serasa melihat laki laki pemeran film film korea. Begitulah nasib Aldo dan Faishal disana, menjadi konsumsi cuci mata para gadis bahkan ibu ibu muda sejak menuju kemasjid hingga kini saat dijalan pulang. Mereka berjalan kaki menuju rumah.


"tamu wak jamhari ya wak?" tanya salah satu wanita yang memakai mukena sambil membawa sajadah ditangannya mewakili para gadis dibelakangnya memberanikan diri bertanya, merekalah yang sejak tadi ikut memperhatikan Aldo dan Faishal.


"iya nak, mari kita duluan ya...." balas ayah Sasha.


"iya iya wak, nanti warung buka kan wak?" ucap wanita itu lagi mencari alasan untuk datang ke rumah Sasha.


"buka buka, marilah belanja, kami buka pagi pagi." sambut ayah Sasha yang bahagia akhirnya ada lagi yang ingin berbelanja diwarung kecil mereka. Beberapa hari sejak kasus viral tersebut, warung ibunya Sasha sangat sepi, entah mengapa mereka tak mau berbelanja kesana. Padahal sebelumnya warungnya sangat ramai. Masyarakat selalu membeli keperluan harian disana karena pasar terletak sangat jauh dari kampung tersebut.


"nak, pulanglah dahulu, mungkin nenek sudah memasak sarapan dan menunggu anak muda berdua." ucap ayah Sasha


"lho bapak mau kemana pak?" Tanya Aldo


"Saya mau ketempat mandor, mau lihat ada kerjaan atau tidak hari ini. Masih ingat kan jalannya?" ucap ayahnya Sasha, ia hanyalah seorang kuli bangunan.


"masih pak, hati hati dijalan pak." ucap Faishal sopan lalu mencium tangan calon mertuanya dan Aldo mengikutinya.


Mereka berpisah, Faishal dan Aldo menikmati suasana subuh itu, merasakan udara segar disana, melihat sekeliling para masyarakat sudah beraktifitas.


Tiba tiba datanglah seorang pemuda, wajahnya telihat penuh amarah. Pemuda tersebut mendekati Faishal dan Aldo dijalan pulang.


"kamu yang ada difoto itu kan bersama Sasha!" ucapnya ketus


"maaf anda ini siapa?" balas Faishal sopan


" ga usah banyak bicara! kalian datang kesini memang sengaja kan memanfaatkan situasi! untuk merebut Sasha dari saya!!!" bentaknya, seketika Aldo dan Faishal tahu ia adalah Insan mantan tunangan Sasha.


"Maaf kami tidak kenal sama anda, jadi jangan cari masalah!" ucap Aldo yang mulai tersulut emosi


"kalian yang cari masalah sama saya!! terutama kamu!" Bentak Insan sambil mendorong dada Faishal dengan telunjuknya.

__ADS_1


"Jangan sentuh kakak saya! kamu bukanlah siapa siapa Sasha lagi! jadi jangan ganggu kami, kita tidak saling kenal permisi!" ucap Aldo ketus sambil menarik lengan faishal dan mengajaknya pergi. Saat itu Faishal bukan tak berani membalas Insan, ia sedang menahan emosinya karena ia masih berada dilingkungan Sasha tinggal. Ia tak ingin keluarga Sasha mendapat masalah lagi sehingga ia memilih mendiamkan.


Namun saat melewati Insan kaos yang dikenakan Faishal ditarik kebelakang, lalu mendaratlah dengan cepat kepalan tangan Insan diperutnya. Faishal tetap tak mau membalas, Aldo menarik Insan sekuat tenaga, menjauhkannya dari Faishal.


"Jangan melewati batas!" aldo berteriak sambil menahan tubuh Insan yang meronta ronta dipelukannya, jelas Insan tak bisa melawan kekuatan Aldo yang badannya jauh lebih besar darinya.


"Kakak!!!" Teryata Fitha yang dari teras rumah sang nenek berteriak setelah memastikan bahwa yang dipukul adalah Faishal, tak lama Sasha ikut keluar dan ditunjukkan oleh Fitha apa yang terjadi. Mereka berdua berlari sekuat tenaga.


Pegangan Aldo akhirnya terlepas juga, Insan masih dengan penuh amarah belum puas menghajar Faishal. Sasha yag telah sampai langsung menahan tangan Insan saat hampir melakukan aksinya kembali. Lalu memegang Faishal dan meneliti bagian manakah yang terkena pukulan.


"Berhenti, hah hah hah" ucap Sasha terengah engah.


"Mas kamu gapapa?" ucap Sasha khawatir.


"Ini kan yang kamu sembunyikan?? jawab!" bentak Insan ke Sasha. Sasha menatap insan dengan berkaca kaca.


" kita udah selesai! tak ada lagi yang harus dibahas." ucap Sasha tegas, gemuruh didadanya membuatnya bernafas sangat dalam.


"baik.... aku baru tahu kalo kamu itu munafik! kamu tak pernah melihat perjuanganku dan keluargaku! akhirnya memang ini kan yang kamu inginkan? memperjuangkan laki laki asing! baru saja beberapa jam pertuangan kita dibatalkan, kamu sudah menerima pinangan orang lain!!! wanita terhormat macam apa itu!!" insan berteriak ke Sasha, membuat Sasha tambah yakin untuk ikhlas telah membatalkan pertungannya. Insan tak pernah seperti ini sebelumnya, ia selalu baik hati, yang Sasha paling sayangkan Insan tak mepercayainya, justru ikut ikutan orang lain mencurigainya, buat apa dia menikah dengan orang yang tak bisa memberi kepercayaan kepadanya bahkan tak membiarkanya menjelaskan langsung memburu keluarganya dengan mencaci maki bahkan ketika Sasha belum kembali.


"cukup! aku juga bersyukur, Tuhan menunjukkan siapakah orang yang benar benar akan mempertahankan aku, orang yang benar benar menyayangi pasti ia tak kan mudah percaya dengan perkataan orang lain tentang calon pendampingnya. Cukup, kita tak usah saling mengenal lagi!" Sasha berbalik dari hadapan insan lalu menuntun Faishal yang memegangi perutnya menuju rumah.


Aldo dan Fitha masih teridam ditempatnya setelah melihat kepergian Sasha dan memastikan insan berlalu. Insan terlihat depresi, ia berlalu dengan lesu. Terlihat sangat sangat kecewa. Sedang Aldo tak berkutik, ia hanya diam.


"Fith, sampe kapan lo mau meluk tangan gue." ucap Aldo melawan kegugupannya, karena baru sekali ini tangannya dipeluk erat oleh Fitha, karena Fitha amat takut melihat kejadian didepannya ia langsung reflek memeluk lengan Aldo dengan kencang.


"ahh!! sory sory!" Fitha langsung melepas pelukannya, wajahnya bersemu merah. Ia sadar sepenuhnya telah memeluk lengan Aldo dengan erat tepat dibagian tubuhnha yang tak seharusnya disentuh. ia merutuki dirinya lalu berlalu mendahului Aldo.


"Hufhhhh..." Aldo menghela nafas panjang, jantungnya jadi berdebar debar, wajahnya pun bersemu merah, ia segaja membiarkan Fitha berlalu agak jauh agar mereka tak berbarengan berjalan.


Sampailah Fitha dirumah Sasha, ia masuk dengan perasaan yang berdebar debar.


"Fith? mukamu merah banget kamu sakit?" tanya Sasha


"Engga tuh, apanya yang merah sih." Elaknya lalu duduk diruang tamu dan mengambil teh hangat yang sudah disiapkan untuk mereka.


Faishal dibawa kekamar. Sasha setelah menyiapka teh menyusul Faishal dan melihat keadaanya.

__ADS_1


"mas maafin yah, aku ga tau dia bakal menemui kamu dan berbuat seperti ini." ucap Sasha tak enak.


"tapi aku lega..." ucap Faishal sambil tersenyum membuat Sasha gugup.


"umm.... akhirnya kita ngobrol juga yah." Ucap Faishal canggung, Sashapun hanya bisa tersenyum dan tak berani menatap Faishal. Ia merasa sangat canggung kepada Faishal.


"nanti kita bisa bicara berdua?" ucap Faisal kepada Sasha yang tak menatapnya, lalu sasha mengangguk.


"Sasha??" panggil sang ibu, ternyata sang ibu melihat interaksi Sasha yang terlihat malu malu dan Faishal yang wajahnya selalu dipenuhi dengan senyuman dari depan pintu kamar. Infusnya telah dilepas Faishal karena keadaanya sangat membaik. Ibu Sasha sengaja memanggil sang putri karena khawatir mereka terlalu dekat, walau bagaimanapun mereka belumlah menjadi pasangan yang halal.


"Oh iya bu." Sasha terkejut mendengar suara ibunya ia lalu cepat cepat menuju sang ibu, sedangkan Faishal yang juga terkejut langsung duduk dan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya sopan kepada calon mertuanya.


"makanlah nak, nenek sudah masak kesukaan kamu." ucap ibunya


"Siapa itu??" tanya Faishal ramah sambil melihat siapakah gerangan dua gadis kecil yang bersembunyi dibelakang sang ibu, hanya kepalanya saja yang terlihat, mereka sangat pemalu.


"Sari, Sinta! kalian kemana? kakak cari tadi malam." ucap Sasha kepada kedua adiknya yang baru saja ia temukan.


"Kakak! itu siapa? koq seperti pak guru?" ucap Sang adik dengan polosnya, ketika melihat faishal hampir mirip dengan gurunya disekolah.


"sini kenalan sama kakak, sini!" ajak Faishal agar adik adik Sasha mendekatinya namun sayang mereka berdua amat malu lalu berlari keluar rumah.


"Maaf mas mereka pemalu." ucap Sasha


"gapapa koq, kan sama kayak kamu." ucap Faishal membuat Sasha menjadi bersemu merah, faishal tak sungkan mengatakannya ketika didepan calon ibu mertuanya. Sang ibupun hanya tersenyum.


"Makanlah sana! Ayo nak Faishal sarapan dulu, tadi malam kami tidak sempat menjamu, pasti kalian sangat lapar." ucap ibunya tak enak hati


"Tidak apa apa bu, saya sangat memaklumj keadaannya." jawab faishal sopan


"Ayo mas." Sasha mengajak Faishal menuju ruang tamu, ternyata disana sudah digelarkan tikar dan berbagai sayur dan lauk khas tanjung bintang, masakan sang nenek dan menu favorit Sasha.


"Lho Fitha, koq Aldo ga diajak masuk." ucap Sasha


" ga tau tuh kamu aja yang panggil." ucal Fitha sambil bersungut


"berantem lagi? biasanya langsung baikan kenapa sekarang jauh jauhan?" tanya Sasha heran. Biasanya mereka berdua sudah adu mulut dan saling meledek.

__ADS_1


"bodo ah, laper banget akuh." Fitha menckba tak peduli dengan Aldo, iya sudah sibuk mengisi piringnya.


"bayi cantik datang!" ......


__ADS_2