
Rombongan Sasha dan teman temannya telah sampai dikediaman Aldo. Bastian dan Dennispun pamit, sedang Fitha meminta Aldo agar menemaninya mengambil barang barang di kontrakan.
"Tapi lo nginep sini dulu aja sampe ada temennya, atau lo pindah sini aja deh, ga usah ngekos kan lumayan tuh hemat." ucap Aldo sambil menyetir, ia tak pernah lelah jika itu permintaan Fitha. Padahal mereka baru saja sampai dari magelang.
"ga enak lah Do, aku kan bukan siapa siapa keluarga ini." ucap Fitha sendu
"mau jadi siapa siapa juga boleh koq." gumam Aldo sangat lirih.
"Apa?? ngomong apa tadi? Ga denger aq." ucap Fitha
"eng-engga, engga koq." ucap Aldo gelagapan, wajahnya mulai bersemu merah, Fitha mengerutkan dahinya melihat Aldo yang tak biasanya bicara terbata bata.
"Do! Kamu lihat ga tadi Sasha kayaknya mulai ga rela deh pisah sama Cilla. Aku cuma khawatir dia akan terguncang kalo orang tua Cilla terungkap dalam waktu dekat." ucap Fitha khawatir.
"Tapi... Kita ga boleh egois kan? Cilla berhak hidup dengan keluarganya yang sebenarnya. Sasha nanti juga akan terbiasa. Cuma...gue masih ga habis pikir, apa iya anak pak Harun? itu anak SMA lho? Masa' bisa ngelahirin?" ucap Aldo yang masih saja belum masuk dalam akal pikirannya, karena baginya anak SMA masih terlalu belia.
"ey, anak SMP aja bisa pacaran bisa kecelakaan juga, ya bisa hamil lah Do, apalagi anak SMA, gimana sih, kamu belajar Biologi ga sih?!" ucap Fitha sambil terheran heran dengan rekannya satu ini
"iya tapi, koq mereka bisa tahu gitu lho caranya?" Aldo masih tak habis pikir tentang perbuatan anak SMA yang menurutnya masih terlalu dini.
"haish, eh Do! Kamu perah ga pacaran pas SMA?" Tanya Fitha
"pernah sih, sebentar." ucap Aldo sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"emang iya kamu bakal pegangan tangan doank? Pasti bakal pingin lebih kan?" tanya Fitha lagi.
"ya iya sih, tapi gue ga pernah tuh ada niatan buat sampe meraw**anin anak orang." ucap Aldo jujur.
"kalo itu mah tergantung akal sehat para cowok cowok! Kadang nih, yang cewek polos banget, tapi yang cowok nih biasanya yang minta duluan! Iya ga?" ucap Fitha mulai agak keras.
"Lho salah ceweknya juga donk, ngapain mau? ngga mungkin cowok bakal punya pikiran gitu kalo ga ada kesempatan, pasti ceweknya mancing mancing, jadi ga semua itu salahnya dari si cowok!" ucap Aldo tidak terima jika hanya laki laki yang disalahkan.
"ga bisa! Tetep cowok yang salah!" balas Fitha tak senang, akhirnya Aldo menepikan mobilnya dipinggir jalan.
Ckiiiiiiiiiiitttt!
__ADS_1
"Do!!! Pelan donk! Astaghfirullah, hahhh jantungan aku." Ucap Fitha kaget, sama halnya dengan Aldo, iapun kaget secara reflek menepikan mobilnya karena terlalu emosi.
"sss hahhhh....." Aldo menghirup lalu menghembuskan nafasnya dalam dalam, membuatnya lebih tenang.
"Bahaya nih Fith, kita kalo bisa jangan berantem deh pas dimobil, yah??" ucap Aldo lembut sambil mengatasi helaan nafasnya yang masih tak beraturan, Fitha pun mengangguk seperti layaknya anak anjing yang imut, membuat Aldo mengulum senyumnya, dan wajahnya bersemu merah.
"Maafin aku Do, aku tadi ga mau ngalah." Ucap Fitha menyesal.
" Gue juga minta maaf yah, tadi ga mau kalan juga, dah ah, ngapain kita mbahas kesalahan orang lain, yang penting kita ga ngelakuan hal yang sama kan?" ucap Aldo lembut.
"hm, yaudah kita lanjut kekontrakan yuk dah mau magrib." ucap Fitha lebih tenang lalu keduanya kekontrakan dan mengambil barang barang yang diperlukan termasuk barang baranh Sasha.
.
.
.
.
"Koq lama banget yah mereka mas? Apa ga pada makan?" Sasha khawatir dua sobatnya belum kembali.
"Ga usah dipikirin, tuh lihat Aldo nyetatus lagi nongkrong dilesehan." ucap Faishal sambil menyeruput jahe hangat buatan sang istri didepan TV.
"iya kah? Ck, pacaran berkedok bestfriend!" ucap Sasha manyun membuat Faishal tersenyum.
"kamu pingin kelesehan juga kayak mereka kan? Hayuk." Ajak Faishal yang melihat sepertinya sang istri cemburu karena dua sahabat yang biasanya mengajaknya kini meninggalkannya.
"enggak koq, kan kita dah maem tadi." jawab Sasha
"jalan jalan aja keluar, gimana mau?" Ajak Faishal
"ga lah mas capek, emmm kalo besok aja gimana?" ucap Sasha yang sudah lebih luwes dan nyaman berbicara dengan sang suami.
"oke!" jawab Faishal bersemangat.
__ADS_1
"langsung setuju?" ucap Sasha heran kenapa sang suami terlihat sangat antusias.
"iya donk, ini kali pertama aku diajak kencan sama gebetan." ucap Faishal membuat Saaha tersenyum.
"ohh cuma gebetan yah." jawab Sasha pura pura kecewa namun masih tersenyum senyum membuatnya sangat imut.
"jangan pasang muka gitu sama orang yah, pa lagi sama cowok." Ucap Faishal yang sekarang tambah lekat melihat wajah sang istri membuat Sasha malu ditatap seperti itu.
"emang kenapa? Kan aku ga bisa ngontrol ekspresi wajahku mas." jawab Sasha
"Aku takut nanti mereka jatuh cinta sama kamu." ucap Faishal sambil menoel hidung Sasha.
"ish, ternyata raja gombal." jawab Sasha sambil mengulum senyumnya, Faishal jadi terbahak bahak.
"wes wes, mesraneeee, sampe ga lihat ada bunda ma ayah ma Cilla dah duduk disini." Ucap Bunda dan Ayah yang ternyata sudah duduk dikursi bagian lainnya, mereka baru saja keluar dari kamar setelah puas bermain dengan Cilla.
"Ya Allah bunda maafin kita." ucap Sasha ga enak tingkah mereka berdua terlihat kedua mertuanya.
"hahhaha gapapa, ayah justrus bahagia kalian seromantis itu, dan tambah nyaman tiap harinya. Sayang nih malem ini Cilla dah ga tidur sama oma opa deh, coba diizinkan semaleeeem lagi ayah bakal lebih cepet punya cucunya." goda ayah ke menantu dan putra sulungnya
"kita juga dah kangen yah tidur sama Cilla, apa lagi Faishal yah ini kali pertama Cilla tidur bersama kami." ucap Faishal yang selama menikah dengan Sasha belum pernah ada Cilla yang tidur dengan mereka berdua, selain itu iya faham sang istri yang sedang sangat posesif kepada Cilla sejak informasi orang tua kandung Cilla hampir terkuak, jadi ia ingin istrinya bisa menghabiska waktu bersama Cilla lebih lama.
"iya deh kifa ngalah yang dah tua, besok bobok sama oma lagi ya sayang." ucap Bunda kepada Cla yang sibuk bermain kancing baju dilengan Bunda.
"gimana tadi hasilnya?" tanya Ayah
"orangnya sepertinya sengaja kabur yah sejak Pak Kades memgumumkan ke warga." jawab Faishal
"tapi ini baru dugaan, kita masih harus usut lebih tuntas lagi jika bisa bertemu dengan Pak Harun." jawab Faishal
"Pak Harun.... Banyak sih yang namanya Pak Harun, sayangnya kita ga tau alamat dan nomornya, kalo beliau benar benar tinggal dijogja kan paling engga kita bisa ngelacak posisinya." ucap Bunda
"kalo nomor telfonnya kemaren sudah dmkita minta bun, tapi... Kalo kita tiba tiba menelfon, apa alasannya? Masa kita to the point, kabur lagi nanti orangnya." ucal Faishal masuk akal, Sashapun mengangguk membenarkan perkataan sang suami
"heran deh, segitu kejamnya mbuang bayi, apa sih yanh mereka dapet kalo ga nyesel, besok kalo dah lihat Cilla, pasti nyesel tuh orang" ucap bunda agak kesal.
__ADS_1