Bayi Kita

Bayi Kita
67


__ADS_3

"Bapak ibu, mohon maaf saya adalah saksi yang bisa bertanggung jawab pak bu, mohon izinkan saya ikut menjelaskan. Saya teman sekelas Sasha, dan sekaligus adik dari pemuda disebelah saya pak, nama kakak saya ini Faishal pak bu, kakak saya adalah dokter dirumah sakit kampus kami." ucap Aldo percaya diri


"silahkan silahkan nak!" jawab tetua


"kamu jangan sekali sekali membela Sasha! kamu temannya bisa saja kalian kerjasama." ucap ibu Sasha masih ingin memastikan


"saya bisa bersumpah bu jika memang harus begitu, orang tua saya juga bisa dijadikan saksi, karena apa yang kami lakukan ini dibawah pengawasan mereka." perkataan Aldo sedikit membuat lega ibu Sasha, lalu beliaupun mengizinkan, Aldopun meminta Faishal mengirimkan pesan kepada Fitha agar bergabung dengan mereka dan membawa Cilla.


"Saya jelaskan duduk perkaranya, awalnya.........


Aldo menceritakan semuanya hingga detil bahkan sampai masalah yang dihadapi Sasha di kampus, lalu menjelaskan mengapa mereka sampai datang kemari. Aldo berjanji akan menghubungi orang tuanya agar ikut menjelaskan atau jika memang harus datang, ayah dan bundapun pasti akan bekerjasama.


Tidak semudah itu penjelasan Aldo diterima, padahal Aldo sampai menunjukkan vidio vidio pendukung saat mereka menemukan bayi. Untuk ukuran orang orang desa kesannya seperti alasan yang dibuat buat. Ayah Sasha akhirnya bisa mengerti, ia pun melihat kesungguhan Sasha, ia yakin putrinya tak kan melewati batas, ia tahu Sasha adalah anak yang sangat baik. Tak semua kerabat bisa menerimanya.

__ADS_1


"kak jamhari, misal memang betul begitu, bagaimana kita memulihkan nama baik keluarga kakak? kami masih ragu kak. Bagaimana bukti yang dibawa mila? kami dari awal Sasha datang dengan temannya ini, kami bisa langsung mengenali kak jamhari, bagaimana kak sutia tidak kaget, apa yang kemarin masih dia sangkal ada didepan mata, persis seperti difoto, yang laki lakinya sama, ditambah lagi membawa anak juga, kami jadi lebih yakin cerita dari mila." ucap paman Sasha yang langsung mengenali Faishal karea sesuai dengan foto yang mereka dapat dari mila (dicapter sebelumnya)


"maksunya paman? kak mila memberi tahukan apa?" tanya Sasha bingung mengapa ada mila disebut sebut.


"begini Sha, sebelum berita viral kamu datang, mila pulang kelampung dia cerita, lalu memberi foto, kami masih menyangkalnya, tak mungkin kalo kamu salah jalan nak, ibumu juga sering telpon dan menanyakan ke Sasha jadi tidak curiga apa apa, mungkin mila salah lihat pikir kami dan keluarga Insan..... lalu beberapa hari lalu berita viral itu terdengar, kami disini tak tau apapun, kami tak punya HP yang bergambar nak, tapi para siswa kampung sebelah ramai, akhirnya nyebarlah ke anak anak sini. Orang orang kampung pun menghujat keluarga kita, sampai foto dari mila entah siapa tersebar juga dikampung, saat ibu kamu cek kebenarannya, ibu kamu langsung syok karena masuk berita, kata katanya demikian, dan kami jadi percaya apa yang disampaikan mila adalah benar, marahlah bibimu ibunya insan, dia memaki maki keluarga kita, mengungkit harta yang telah banyak ia berikan untuk menyekolahkanmu, ibumu jadi depresi nak, warungnya sepi seharian tak ada yang belanja, akhirnya jatuh pingsan, kami larikan kerumah sakit, karena langsung membaik pulanglah tadi siang nak. Nah Sasha bagaimana kamu meyakinkan kami." ucap pamannya yang lain


"coba Sasha lihat fotonya paman." Pinta Sasha


"ini nak coba kamu jelaskan." ucap neneknya saat memberi dua lembar foto dari mila.


"ibu, ayah, datuk, nenek, dan semuanya, foto ini saat kami merawat Cilla yang baru ketemu, dirumah sakit tempat mas faishal bekerja, dan yang satu lagi memang kami sedang cari perlengkapan bayi ke mall, saat itu memang hanya kami berdua yang pergi, tapi kami tak ada hubungan spesial yah bu. Kami cuma berteman." jelas Sasha, semua yang mendengar ketulusan Sasha akhirnya lulus juga, hanya faisal yang miris mendengar kata *cuma berteman.


"bapak ibu mohon maaf kan saya, karena saya Sasha difitnah sedemikian rupa, jadi tolong salahkan saya saja, saya akan mempertanggungjawabkan semuanya.." ucap Faishal tegas membuat beberapa tetua tersenyum senyum mendengar ketegasan Faishal, mereka berfikir mengapa tak dinikahkan saja anak berdua tersebut.

__ADS_1


"mau bertanggung jawab seperti apa maksud kamu? kami sudah hancur disini." ucap sang ibu ketus , membuat Sasha tak enak hati kepada faishal dan Aldo.


"mas! bukan salah mas faishal, ini semua salah saya yang tidak bercerita kekeluarga. Saya jadi ga enak sama kalian berdua. ibu...ayah , Sasha ikut akan dihukum apapun."


"Sha bukan masalah menghukum kamu atau tidak, lihat! pertunanganmu sudah batal, bagaimana kami akan menikahkan kamu, lihatlah orang orang disini! mereka semua sudah menghujat kita! ibu juga tak sanggup menguliahi kamu lagi, kami harus membayar ganti uang ke keluarga Insan. Sudahlah, kamu pulang saja tak usah kembali kesana, bantu ibu disini. Kasih bayi itu keteman teman kamu yang lain, yang lebih mampu dari kita. Kamu tak usah kembali, keputusan ibu dah bulat tak bisa diganggu... Ima, antarkan kakak kekamar, kakak sudah letih." ucap sang ibu seraya meminta bibi Ima mengantarkan kekamarnya.


"ibu... Sasha akan minta maaf kepada keluarga kak insan bu, jika mereka tahu ini salah faham pasti pertunangan tak akan dibatalkan bu." pinta Sasha


"enggak!!! ibu sudah terlanjur sakit hati dimaki maki demikian, kalaulah mereka sayang kepadamu, tak mungkin mereka sekejam itu, ibu jadi tahu sifat buruk mereka, tak kan sudi ibu membiarkan kamu mengenis kemereka. Kalo kamu tau Sasha! mereka yang berkabar keorang orang desa untuk berkumpul malam ini, disini! ia mau menunjukkan kalo anaknya tak kan ia beri lagi ke kamu! ia mau semua orang tahu kalo kamulah yang paling bersalah. Sayang macam apa itu! ibu sudah tak setuju lagi kamu sama Insan jangan coba coba kamu kesana!" tegas ibunya, lalu meraih tangan bibi Ima yang sempat terhenti karena perkataan Sasha dan mencoba berdiri untuk kembali kekamar.


Sedang yang lain terdiam mendengar keputusan mutlak dari ibunya Sasha. Mereka tak mau mengatakan apun lagi mengingat konsidi ibunya yang masih sakit.


Sasha amat terpukul, ia sedih sekali harus putus kuliah, namun , ia akan membantu sang ibu mengembalikan uang kepada keluarga insan, apa dayanya saat ini, ia harus merelakan cita citanya demi menebus kesalahannya.

__ADS_1


Faishal tak kuasa melihatnya, tiba tiba Faishal berdiri melangkahkan kakinya menuju ibunya Sasha dan bersimpuh didepan ibunya Sasha saat hendak kekamar dengan tertatih tatih.


"ibu!.....


__ADS_2