
"Assalamulaikum.....yah?! ngapain?!" Ucap Aldo yang baru saja pulang dari rumah sakit dan langsung menuju kedapur seperti biasa dilakukannya jika pulang dari bepergian karena semua anggota keluarga lebih sering berkumpul didapur, ia juga berharap ada camilan yang bisa ia telan pagi ini.
"ssstttt ga usah berisik!" ucap ayah berbisik sambil meletakkan telunjuknya didepan bibir.
"ngapain sih?" aldo akhirnya berbisik bisik lalu ikut mencari kearah mana ayahnya sedang melihat dengan sangat intens sambil tersenyum.
"waduh!!! kalo bunda lihat seneng banget pasti langsung difotoin, aldo foto ah." Aldo langsung mengabadikan momen langka kebahagiaan sang kakak untuk inventaris pribadinya, ia akan mengeluarkan koleksinya beserta fita esok hari, mungkin jika memang bisa ketika semuanya berubah sesuai doanya, menyatukan Sasha dan Faishal. Aldo dan Fita memang berjanji pada Sasha tidak akan menjodoh jodohkannya dengan sang kakak lagi namun ia dan fita sepakat akan terus mendoakan mereka.
"do! koq aku ditinggalin..." ucap Fita yang juga menyusul karena setelah tahu Sasha ikut pulang kerumah ini ia jadi bersemangat ingin ikut.
"Ssst ayok kesana nanti ketahuan." ucap Aldo mendorong Fita kearah ruang TV.
"napa sih do aku kan belum salim sama om."
"bentar lagi juga bisa ayah baru mau sarapan nanti pas mau berangkat kerja lo salim deh. sini gue tunjukin jangan pingin." ucap aldo sambil menunjukkan galerinya
"apaan sih, what!!! OMG Aldooooo, aku terharuuuuu. minta dong kirimin ke waku yah."
"sabar!" Aldo mengirim pesan vidio dan beberapa gambar yang sempat ia abadikan dibelakang bahkan ia mengabadikan sang ayah yang sedang mengintip dari pintu.
"hihi ada omnya juga, harta karun kita nih."
"bunda pasti seneng nih."
" iya kita kasih tau bunda yuk kan kita satu genk ma bunda timses Fasha couple."
" Apaan tuh Fasha couple?"
"ih kamu tuh ga gaul banget sih do, kayak di drakor gitu lho pasangan terfavorit jadi disingkat Fasha alias Faishal Sasha."
"ga level nonton begituan muka oplas semua. cowok ma cewek cantik semua, serem tau! ga macho!"
" halah kamu kalo lihat gituan paling ga kuat kamu, bilang aja kamu ga bisa seromantis cowok cowok korea, week."
"ehh romantis ga selalu gitu, ini real life odah!"
" enak aja ganti ganti nama orang, nih makan nih" Fitha yang tersulut emosi reflek memgambil album foto yang ada dimeja samping sofa mereka dan memukulkannya dikepala Aldo.
"sakit tauk, nih rasain" Aldo reflek mencengkram pergelangan tangan fita lalu dengan cepat mencengkram satu tangan lainnya dan mengikat keduanya dengan tangannya hingga fita tak mampu bergerak.
"do! lepasin ga! curang banget sih do, kan kamu yang ngatain aku odah duluan."
" elo ngapain pakek jitak, makanya tangan jahil harus di iket, mana ya taliiiiiii, diiket dipohon rambutan yah didepan rumah?"
"ihhhh ga mauuuu!!! awas aku laporin sama om baru tau rasa kamu, biar dimarahin!"
" yeee pasti gue lah yang dibelain, siapa yang tega lihat anaknya dijitak sama buku!"
__ADS_1
" curang kamu ya mentang mentang ini rumah kamu, jago kandang!" Fita menjulurkan lidahnya mengejek Aldo membuat aldo gemas lalu mencubit kedua pipi Fitha dan fitha berusaha sekuat tenaga melepaskan cubitan Aldo.
"Aldo! sakit tau ihh! tuh tanganku merah kan sekarang pipi aku pasti merah" Fita mengelus elus pipinya.
" hahahaahaha" Aldo dan Fita terkejut mendengar ada yang tertawa ternyata Sasha dan faishal yang telah selesai memandikan cilla dan memankaikan baju langsung menuju ruang TV melihat kegaduhan yang dibuat oleh mereka berdua.
"Sasha!!! koq kamu ga bilang sih udah ada disitu sama kakak. kalian dah dari tadi ya? nih lho Aldo nyebelin banget." ucap Fitha sambil mencubit lengan aldo.
"sssh jangan reflek gitu ngapa sih fit, seharian ma lo bisa lebam sebadan!" Aldo mengelus elus bekas cubitannya.
"kalian sih berantem terus sampe ga lihat sekitar, udah makan belum? tuh kakak masak nasi goreng."
" horeee dimasakin kakak" ucap Fitha
"yaudah sana kedapur makan bareng ayah."
"ok! makasih kak! Sasha dah maem? bajuku dibawain ga?"
" udah sarapan tadi, baju....aku bawain tapi ga banyak cuma sebisanya aku, buru buru tadi malem."
" gapapa koq sayang nanti aku pulang lagi ngambil barang yang belum ke bawa, kan hari ini kita libur dosen dosen mau dies natalis jadi pada rapat, besok tanggal merah dan besoknya kan kita kuliah cuma satu, jadiiiii izin aja yuk. kita kemana gitu jalan, yok kak, jalan yuk ajak dokter Alman."
" boleh juga kita nginep aja yuk ke villa di kaliurang. Gimana kak? kalo iya reservasi nih semalem aja nanti siang berangkat." ucap aldo bersemangat
" oke kalo sasha mau kakak ikut aja. Mau kan?"
"makasih sayaaaaang!" Fitha langsung memeluk Sasha dan aldo ikutan merangkul mereka berdua langsung ditarik sang kakak dan dipelototin,
" heheh reflek kak piss" ucap Aldo mengangkat kedua jarinya faisal hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"hadew bucin parah nih kakak gue" guman Aldo lirih sambil melihat kakaknya yang masih mode melotot.
"apa? siapa yang bucin" Fitha yang mendengar samar sama langsung meminta penjelasan Aldo.
"ada deh... hehhehe!"
"payah ga temen ah ma Aldo." Fitha mengerucutkan bibirnya
Aldo tersenyum geli mendengar celotehan Fitha melihatnya sebentar, lalu menarik tangan Fitha kedapur dan bergabung bersama ayah untuk sarapan.
Sementara itu Sasha dan Faishal menuju kekamar tamu, Sasha menggedong Cilla dan disusul faishal yang memindahkan barang2 yang dibawa sasha kekamar tamu. Faishal mulai membersihkannya, memastikan tak ada kotoran debu maupun tungau yang akan mengganggu wanita wanita kesayangannya tidur disana, membuat Sasha terkagum kagum melihat kelihaian faishal membersihkan kamar, ia akui, dirinya pun kalah untuk urusan ini.
Ayah akhirnya berangkat kerja, sebelumnya mampir kerumah sakit untuk membawakan pakaian ganti bunda sambil melihat keadaan sang mertua. Bunda dibuat tersenyum senyum dengan cerita ayah tentang yang terjadi dirumah serta rencana anak anaknya yang akan bertamasya. Ia berharap tamasya kali ini dapat membuat putra sulungnya lebih tenang menghadapi hal hal kedepannya karena harus berurusan dengan Vivi dan sang eyang.
Dirumah Faishal......
Aldo dan Fitha bermain bersama Cilla yang mulai bisa diajak berkomunikasi dan bisa merespon dengan gelak dan senyum. Cilla saat ini hampir berumur 3 bulan. Sedangkan Sasha menyiapkan makan siang untuk mereka berempat dibantu faishal yang sudah pergi ke pasar setelah membereskan kamar tamu bersama Aldo membeli bahan masakan. Sasha sangat terkejut Melihat sayuran dan lauk pauk yang sangat banyak dibeli oleh mereka berdua. Akhirnya Sasha mencoba melihat resep resep diyutub untuk mencoba berbagai masakan yang cocok dengan bahan yang ada. Faishal antusias sekali ingin membantu walau Sasha sudah sangat menolaknya karena sungkan dan hanya ingin dibantu Fitha saja agar ia tak sungkan jika meminta tolong. Namun fitha yang punya tingkat kepekaan tinggi (walau tak peka dengan dirinya sendiri) menolak membantu memasak dengan alasan akan mengacaukan semuanya dan memilih bermain dengan Aldo dan Cilla. Mau tak mau Sasha mengalah dan membiarkan Faishal membantunya, walau dalam hatinya senang namun banyak sekali yang ia pertimbangkan.
__ADS_1
Sasha memasak dengan lancar, mereka berdua terlihat seperti pasangan suami istri, yang satu cekatan memasak yang satu lagi peduli jadi Sasha sangat terbantu. Momen itupun tak dilewatkan begitu saja oleh Fitha dan Aldo mereka mengabadikannya diHP masing masing dan masih bertukar foto karena mereka anggap sudut pandang foto mereka berbeda, mereka terlihat seperti para fans sinetron cinta.
Masakan tlah selesai. Mereka berkumpul bersama dimeja makan minus Cilla yang tertidur karena kelelahan bermain sepanjang hari.
"kak nanti sorean ya kita berangkat, villanya habis dipakek orang, ini mau dibersihkan dulu."
"jangan yang mahal mahal ya do!" ucap Sasha
"tenang ini villanya kecil koq cuma ada 4 kamar aja kayak rumah biasa tapi suasanyanya homy banget deh, langsung ada view ke puncak merapinya. Dah gue traktir deh pokoknya ini kalian ga usah mikir biayanya."
" duh ga enak do, masa kita ga iuran." ucap Sasha
"ini ayah yang cover biayanya, jadi kalian jangan nolak yah, ayah sedih nanti, gantinya masakin yang enak enak ya sha. tuh kakak dah beliin bahan banyak banget, soalnya gue ngajak anak anak, cuma hafiz yang ga ikut dia mau nganter maminya pergi"
"oke setuju!" ucap Sahsa
"trus aq?? kan aku ga bisa masak." ucap Fitha polos.
" dah lo diem aja dah bantuin banget koq. hihi" ucap Aldo yang reflek dipukul lengannya oleh Fitha.
"duh ini bekas cubitan masih pedes dah ditimpuk lagi sih Fith"
"hahhahaha!" mereka serentak tertawa
Tak lama suara HP faishal berbunyi melihat siapa yang menelfon Aldo langsung memberi kode agar segera menjauh dari ruang makan. Fitha yang peka langsung menyibukkan Sasha denga obrolan intens mereka tentang tugas kuliah agar Sasha teralihkan, lalu Aldo ikut dalam obrolan mereka.
Faishal sungguh kesal, disaat ia sedang ingin bahagia tiga hari ini saja, sudah ada yang mengganggu.
"kakak ga kerumah sakit? vivi kangen nih kak." [vivi]
"maaf aku sibuk" [faishal]
" yaudah kalo ga sibuk lagi kesini ya kak, kita bicarain tentang acara tunangan kita"[Vivi]
"sini mama yang ngomong"
terdengar suara tante nia alias mama Vivi merebut HP Vivi
" Sal jangan kabur kamu! saya tidak akan melepaskan kamu! hari ini kamu harus kesini! tante ga mau kamu mengulur waktu pertunangannya lagi, vivi keluar dari rumah sakit ini acara harus segera dilaksanankan! titik!" [mamaVivi]
"Saya tidak kabur tante! tiga hari ini jangan ganggu saya ada urusan sangat penting tentang PPDS saya! setelah itu silahkan buat acara pertuangan sesuai konsep kalian! tapi jika tiga hari ini saya terganggu maka acara pertunangan ikut aturan saya! trimakasih!"
TUT!...
ponsel dimatikan secara sepihak oleh Faishal membuat tante Nia menjadi geram. Dan Vivi menjadi cemas.
Aldo mengirimi Faishal pesan karena tak mungkin mereka berbicara berdua khawatir Sasha akan melihat gelagat mereka yang tak biasa.
__ADS_1
Faishal membalas WA aldo dan menceritakan semuanya. Aldo jadi punya ide briliant agar pertunangan sang kakak tak terekspos siapapun dan hanya diselenggarakan dirumah sesuai yang diinginkan Faishal namun Faishal tak bisa berbuat apapun setelah sering diancam oleh sang tante. Aldo akan menjalankan misinya esok hari tanpa sepengetahuan siapapun bahkan Fitha.