
Kapal akhirnya berlabuh, perjalananpun dilanjutkan. Sekarang giliran Faishal yang menyetir. Selama itu pula lah Aldo hanya diam, tak seperti biasanya, banyak bicara terutama bertengkar dengan Fitha. Begitupun Fitha, ia hanya diam, lalu sibuk membalas chat di ponselnya. Sedangkan Faishal dan Sasha hanya terheran heran dengan keduanya.
Lama lama Fitha menyadari jika Aldo hanya mendiamkannya. Iapun bingung kenapa Aldo demikian. Ia coba bertanya dengan Faishal dan Sasha namun merekapun hanya menggeleng. Faishal tahu, jika sang adik sedang risau karena Riyan dan Fitha terlihat mulai menunjumman perasaan masing masing, namun Faishal tak mau mengatakannya, ia ingjn sang adik yang menyadari perasaannya sendiri.
Jalan tol dilalui dengan lancar. Tibalah mereka di rest area, mereka turun istirahat dan menikmati bekal pemberian Ibu Sasha. Namun Fitha dan Aldo masih tak saling berkomunikasi, sekarang giliran Aldo yang sibuk berchating ria entah dengan siapa. Lama lama Fitha geram, ia tak tahan lagi melihat Aldo yang mengabaikannya.
Brak!!
meja di tempat peristirahatan itu digebrak oleh Fitha, membuat semua terkejut.
"Do! kamu marah sama aku!" ucap Fitha dengan nada kesal.
"Fith, sabar" Sasha menenangkan Fitha yag sudah merah padam wajahnya menahan kekesalan terhadap Aldo.
"Ck, siapa juga yang marah!" ucap Aldo juga dengan nada kesal.
"trus! ngapain kamu diemin aku." ucap Fitha dengan wajah kecewanya.
"lo kan lagi sibuk, masa ya gue bilang bilang , nanti lo ngegas lagi." ucap Aldo masih sibuk dengan HPnya tak ingin menatap Fitha, padahal ia hanya menscroll layarnya.
"aku cuma wa nan koq sama Riyan." ucap Fitha yang mulai reda rasa kesalnya.
"makanya gue ga mau ganggu."Ucap Aldo ia malah beranjak dari duduknya lalu masuk ke mobil lagi, makanannyapun baru beberapa suap ia memakannnya.
"Aldo kenapa sih Sha?" Tanya Fitha heran, ia merasa terusik dengan sikap Aldo.
"udah sana susul ke mobil, baikan lagi sana." Ucap Sasha
"iya sana susulin, nanti biar Sasha duduk didepan, kamu dibelakang sama Aldo." Ucap Faishal
Dengan berat hati Fitha menyusul Aldo ke mobil, ia membawakan beberapa Roti yang ia beli dikantin yang ada di rest area tersebut sebelum menyusul ke mobil.
"Nih!" Fitha menyodorkan Roti ke Aldo.
"makan, kamu kan belum makan banget." lanjut Fitha
"hm, thanks!" Aldo menyambut roti pemberian Fitha, ia masih dalam mode dinginnya.
"kamu beneran marah deh kayaknya sama aku, biasanya kamu berisik, ini kamu diem aja. aku kan jadi ..... sepi." Ucap Fitha, wajahnya menjadi murung.
"trus!" Aldo mulai menatapnya
"kamu jangan gitu lagi deh, yaudah kamu mau ngerjain aku apa mau jahilin aku gapapa deh! tapi kamu jangan cuekin aku gitu lah." Fitha mulai mengoceh dengan wajah ngambeknya, membuat Aldo gemas.
"iya iya! yaudah bukain rotinya." ucap Aldo sambil tersenyum.
"nih. dah aku bukain!" Fitha menyodorkan roti yang telah ia buka.
"suapin!" ucap Aldo
"apah???! ihh ogah."
"pelit." Ucap Aldo mulai jahil, ia menjentikkan telunjukknya dikening Fitha.
"auw! sakit ihhhh" Fitha membalas dengan mencubit lengan Aldo sekeras mungkin, membuat Aldo meringis ringis, seperti itulah mereka, dua orang extrovert jika bertengkar penuh emosi namun jika berbaikan sangat kompak dan bercanda dengan gembira.
__ADS_1
"sudah akur nih kayaknya." ucap Faishal yang sudah ikut masuk kemobil diikuti Sasha.
"dah ga usah ngambek ngambekan deh berdua, sepi tauk. Kan enak tuh lihatnya." Sambung Sasha.
Faishal mulai mengemudikan mobil masuk ke Tol kembali. Terlihat dua orang yang habis berbaikan tersebut tertidur dikursi penumpang. Faishal lalu menggenggam tangan Sasha, Sasha tersenyum sepanjang perjalanan kejogja. Sampai di perhentian berikutnya barulah mereka bergantian menyetir, Aldo pindah ke bangku kemudi, namun Faishal meminta duduk dibangku belakang bersama Sasha. Tiba tiba Faishal merebahkan kepalanya dipangkuan Sasha membuat Sasha terkejut. Fitha dan Aldo tersenyum senyum melihatnya.
"ck ck ck, yang baru aja nikah, maunya nempel mulu." ledek Aldo kepada sang kakak
"iya nih dah ga malu malu lagi. Jadi pingin nikah." sambung Fitha
"Halalin dek." Jawab Faishal
"ihh ogah banget dihalalin Aldo." jawab Fitha membuat Aldo terkekeh
" ga boleh gitu nanti jodoh lho. Kata nenek lho ini." lanjut Sasha, saat ini tangannya diraih Faishal, lalu faishal meminta Sasha untuk mengelus elus kepalanya, Faisal tersenyum sambil terpejam. Sasha menunduk lalu ikut tersenyum, dibelainya kepala Faishal kemudian ia memijatnya seperti yang dilakukan disalon salon membuat Faishal menjadi rileks dan lama kelamaan tertidur. Sasha akhirnya ikut tertidur.
"Fith jangan tidur! gue sepi nih." Ucap Aldo, melihatt Fitha yang mulai terkantuk kantuk
" koq ngantuk lagi ya akuh." Fitha mengucek matanya lalu menyalakan musik dan mulai berkaroke ria, Aldopun akhirnya ikut menyanyi, tak peduli dengan dua insan yang sedang tertidur dibelakang kemudi. Faishal dan Sashapun terlelap tak merasa terusik.
.
.
.
.
.
.
"Cilla sama oma sinih." Bunda menyusul ayah yang sedang memangku Cilla sambil menonton televisi.
"Bun koq anak anak belum ada kabar yah, harusnya jam 9 dah sampe, ini dah jam 8.30 malem belum ngabari." Ayah gelisah karena belum mendapat kabar apapun dari anak anaknya.
"iya bunda telpon ga ada yang aktif." Jawab Bunda yang mulai memijat kaki Cilla.
"anteng banget kalo dah dipijet gini, gemes!" lanjut bunda, Cilla yang dipijat mulai terlihat mengantuk sehingga tak ada ocehan lagi dari bibir mungilnya.
"kita kayak muda lagi ya bun, inget dulu bayinya Kakak kita masih pada kuliah dijakarta, ibu sama ayah masih ada." Ayah teringat akan kedua orang tuanya.
"iya ya yah, saat itu bunda senang sekali, benar benar kebantu, padahal mertua, tapi berasa orang tua kandung. Jadi kangen ya yah."
"iya kita doakan semoga ayah sama ibu senantiasa sejahtera di alam kubur ya bun, doakan bapak sama ibu kamu juga, jangan lupa."
"iya lah yah, walau bapak keras kepala begitu, tapi bunda tetap akan menyayangi bapak."
Tok Tok Tok....!
"Bunda....!"
"yah, kayaknya vivi, duh gimana kalo mereka ketemu, koq tumben sih dia malem malem kesini." ucap bunda, cemas, karena sebentar lagi Faishal akan sampai.
"tenang dulu bun, ayah bukain pintu dulu." Ayah lalu membukakan pintu
__ADS_1
"Ayah!!!!" Ucap Vivi dengan ceria, ia lalu mencium tangan ayah lalu masuk kerumah.
"Bunda? bunda dimana?" ucapnya sambil mencari cari keberadaan bunda
"Bunda disini nduk!"
"Bundaaaa! Vivi kangen bunda." Vivi langsung memeluk bunda meluapkan rasa rindunya.
"lho! ini kan? koq disini bun?" Vivi melihat Cilla yang tertidur dikasur kecil yang ditaruh bunda didepan TV.
"iya, Cilla dah tinggal disini sekarang." ucap bunda memaksaka dirinya tersenyum seperti biasanya, padahal rasa resah hatinya sangat besar mengingat sebentar lagi kepulangan anak dan menantunya.
"Bunda yang adopsi?" Tanya Vivi
"bukan bunda, tapi kakak! besok kalo orang tuanya ketemu ya kita kembalikan." ucap bunda
"tapi harusnya kakak komunikasi sama aku donk bun, ga main adopsi aja, tau ga bu seminggu ini Vivi dijakarta, tapi sama sekali ga bisa menghubungi kakak, selalu aja direject telfonnya, Aldo juga sama, mereka lagi sibuk apa gimana sih bun?" rengeknya mengadu
"kakak sama Aldo lagi ke Lampung?"
"Ke lampung? ngapain?"
"bentar yah bunda nidurin Cilla dikamar dulu." Bunda langsung mengalihkan pembicaraan, bunda juga bingung harus memulai dari mana, bunda benar benar belum siap mengatakannya.
"udah tidur bun?" tanya Ayah yang sudah bergabung diruang TV.
"udah, eh sayang kamu koq malem malem kesini?" Bunda dengan cepat bertanya agar Vivu tak melanjutkan pertanyaannya.
"oh iya sampe lupa, ini vivi bawain oleh oleh buat semuanya, kemaren Vivi dijakarta bun, temen Vivi baru buka market isinya baju baju semua, jadi ini Vivi beliin buat semuanya, cobain bun tren terbaru." Vivi dengan antusias membuka paperbag yang ia bawa
"besok juga gapapa ya sayang, dah malem gini." jawa bunda sambil mencoba baju yang dibawakan Vivi.
"dah kangen berat bun, kakak malah pergi." ucapnya dengan wajah kecewa
Brumm...... Tin tin!
Terdengar suara klakson 'mobil...
"Yah! kayaknya pada pulang." bunda memberi kode ke sang ayah agar segera membukakan pintu, namun...
"biar Vivi aja yah." Vivi langsung berlari keluar.
Saat diluar, ternyata mobil sudah masuk kepekarangan karena pagar belum dikunci oleh ayah, sehingga Faishal bisa membukakan pintu dan Aldo melajukan mobilnya kedalam pekarangan.
Vivi degan sumringah menunggu mereka didepan pintu bersama ayah dan bunda dibelakangnya yang sudah saling bertatapan dengan wajah cemas.
Faishal membukakan Sasha pintu, meletakkan tangannya dipintu agar Sasha tak terantuk. Lalu ia merapikan rambut Sasha yang berantakan karena baru bangun dari tidurnya. Senyumnya sungguh manis, ia merangkul pinggang Sasha megajaknya masuk, lalu mecium pipi Sasha gemas. Aldo dan Fitha yang sudah keluarpun hanya geleng geleng dibuatnya.
Mereka belum meyadari ada sepasang mata yang penuh amarah menatap dari depan pintu yang hanya duterangi lampu teras yang remang remang.
**********
author baru pulang nih dari mertua , maafin yang dah nunggu 😄🙏🙏🙏🙏
Bakal gimana nih mereka harus menjelaskan ke Vivi?? author jadi ikut deg degkan
__ADS_1
baru aja bahagia 😣