
Minggu pagi tiba, Sasha sedang berjemur bersama Cilla diluar. Terlihat ibu ibu mulai berdatangan membeli sayur ditukang sayur yang sekarang selalu berdagang didekat rumah Sasha. Terkadang Sasha ikut membeli sayur ketika Fitha atau dokter Faishal yang menjemur Cilla, bayi yang hampir berusia 2 bulan yang terlihat tambah menggemaskan. Sasha melihat ibu ibu yang juga sedang melihatnya lalu Sasha menganggukkan kepala ramah dengan senyumannya. .
"ga belanja mba Sasha?" Tanya bu Wiwid salah satu wali siswa yang belajar privat dengan Sasha
"masih ada bu wiwid" ucap Sasha yang masih sibuk membolak balik badan cilla agar terkena sinar matahari pagi
"Dokter Faishal dah beberapa hari ga kesini ya mba Sasha?" ucap bu Tini kepo
" oh iya bu beliau lagi sibuk." ucap Sasha tanpa pernah berfikir kalo dirinya sedang dikorek informasi oleh biang gosip nomor satu dikomplek. Sebenarnya Sasha juga bertanya tanya mengapa Faishal sejak terakhir menelfonnya malam itu tak pernah lagi terdengar kabarnya. Padahal hari ini adalah hari janjian mereka, apa Faishal lupa?
Ibu ibu mulai berbisik, masih membicarakan Sasha sebagai topik utamanya.
"ga dateng lho dokterr ganteng, kenapa ya? lagi bertengkar apa ya?"
"lagi ada kerjaan paling bu, Bu Tini gimana? ada kabar lagi ga?"
" sepi nih ga ada kabar apa apa. eh bu wiwid, sudah tanya belum bu, mba Sasha itu sudah nikah apa belum trus itu koq bawa bayi trus doker faisal sendiri lho yang bilang bayi itu anaknya." ucap bu Tini sedikit lirih agar tak terdengar Sasha namun bisa membuat geleng geleng kepala tukang sayur yang aneh melihat tingkah ibu ibu yang suka bergossip.
"katane belum nikah bu Tini, anakku yang tak suruh tanya pas les, kalo bayine ga nanya aku." ucap bu wiwid
"waduh wes kepiye bu, dokter bilang itu anaknya, tapi yang ngurus mba sasha, trus mba Sasha dipanggil bunda, dokter ayah, lhoooo apa coba itu koq aneh kan? hooh to ibu ibu., dokter Faisal itu belum menikah yo bu, dah tak tanyain bu RT, lah wong pak RT itu sak kantore bapake dokter faishal lho" Bu Tini begitu bersemangat.
"opo MBA yo bu?" ucap ibu yang lain
"lah itu bu saya koq mikire gitu." ucap bu Tini
"koq ga dinikahi wae yo bu, sudah diajak tinggal dirumahe masa ga dinikahi?"
__ADS_1
"hooh yo bu, haduh.... harus diselidiki iki.". ucap bu Tini
"iya iya bu setuju, jenenge mahasiswa ki ono ono wae bu, terlalu berani zaman sekarang yang bisa kena sialnya kita sak komplek lho." ucap ibu yang lain
"apa sudah nikah diem diem bu?"
"wes bu kita lihat wae nganti ada yang aneh kita grebek wae, kalo sama sama ngakune belum nikah takutnya kumpul kebo lho bu."
"tenang bu ibu, tetep tak awasi koq." ucap bu Tini bergaya seolah dialah yang paling bisa menghandle semua yang diinginkan ibu lainnya.
Ibu ibu komplek semakin seru bergossip, seolah sebulan terakhir ini hanya Sasha lah yang jadi topiknya. Hanya bu endang yang tidak tertarik dengan topik mereka. Hari ini bu endangpun tidak bergabung dengan ibu lainnya karena masih dirumah sakit.
Jam sudah menandakan pukul. 09.30 WIB, Sasha sudah rapi dengan setelan kaos putihnya dan celana jinsnya. Cillapun sudah rapi dan wangi. Sasha cemas, jadi atau tidak. Pasalnya Faishal sama sekali tidak mengabari. Tapi ia berusaha siap lebih awal bahkan sebelum Fitha berangkat kegiatan dikampus. Sejak ada Cilla Sasha jarang sekali ikut kegiatan hima, ia hanya ke kampus kuliah langsung pulang sorenya ia akan memberi les privat. Jika Fitha sedang tak bisa pulang cepat makan Cilla akan dititipkan ke Aldo atau Faishal atau sahabat lainnya.
Sebelum berangkat Fitha mencemaskan Sasha, ia tak enak meninggalkan sasha menjaga Cilla seorang diri, namun Sasha menenangkannya. Sasha mengatakan jika dirinya akan pergi bersama Faishal ke Mall, Fitha sesungguhnya senang, berharap ada kemajuan lagi dari hubungan Sasha dan Faishal, namun Fitha tak menunjukkannya didepan Sasha. Ia akan menahannya sampai bertemu Aldo dan mencurahkan segala isi hatinya. Ia menghormati apa yang sudah diputuskan Sasha.
Brum...!
Deg... deg... deg
Sesosok berkaos putih dan berjins turun dari mobil, rambutnya terlihat kasual dengan ponibyag dibiarkan menjuntai kedepan. Tiba tiba tersubgging senyuman dari bibir Sasha, orang yabg ditunggu telah datang dengan tampilan segarnya, terkesan masih seperti mahasiswa seperti dirinya. Yang bikin Sasha senyum senyum sendiri, mereka tak janjian namun baju mereka bisa sama. Apakah ini sehati? ucap Sasha dalam hati, lalu menggeleng gelengkan kepalanya. Ia meralat apa yang dibantinkannya. Ah kaos putih dan celana jins adalah milik banyak orang, ini cuma kebetulan yang pas.
"Assalamualaikum." ucap Faishal ia begitu terkejut melihat Sasha yang bernuansa sama dengannya. Sasha menyambutnya dengan tersenyum, ia tahu bahwa faishalpun sama seperti dirinya terkejut karena pakaian mereka sama. Faishal melihat kostumnya lalu kostum Sasha kemudian mereka berdua tertawa bersama.
"koq bisa kebetulan gini ya?" Ucap Faishal masih heran. Sasha hanya mengedikkan bahu dan tersenyum.
"mana Cilla?"
__ADS_1
"dikamar mas tadi ketiduran sehabis minum susu".
"udah siap semua?"
"yaudah yuk berangkat." Fashal langsung membantu menutupi semua jendela, megecek pintu belakang, kran serta aliran listri, benar benar orang yang teliti.
Sasha menggendong Cilla dan membawa tas perlengkapannya. Faishal mengunci Rumah lalu mengajak Sasha menuju mobil, sebelum masuk ke mobil.....
"Cilla mau jalan jalan ya sama ayah bunda?" Faishal mengajak Cilla yang digendongan Sasha berbicara, Cilla lalu teerrtawa diajak ngobrol oleh Faishal yang sudah beberapa hari tak bertemu.
Melihat cilla tertawa renyah Sasha langsung menciumnya gemas.
"Duduk depan aja sha."
"hm"
Mereka melaju menuju Mall, dimana Sasha belum pernah sama sekali berkunjung kesana. Sasha malas jika hanya melihat lihat tak membeli, khawatir jika menjadi menginginkan barang barang yang ada disana.
Mobil berlalu dari pekarangan rumah tanpa mereka sadari bu Tini dan beberapa orang lainnya sudah memperhatikan mereka sejak tadi.
"Tuh dateng lho.... trus tadi masuk kan agak lama ngapain coba mereka, padahal mba yang satu lagi tadi pagi dijemput temennya, hiiiih merinding deh bu." ucap ibu yang sedari tadi sungguh kepo selain bu Tini.
"paling dah nikah bu tapi ga bilang bilang." ucaopbu wiwid yang ikut
"pernikahan tersembunyi?? kayak novel aja to bu wiwid, kalo ga ada apa apa ngapain disebunyikan ya to?" ucap Bu Tini
"pokoknya ga bisa dibiarin bu, kalo sampe Dokter Ganteng nginep disini langsung kita grebek aja. Wes ga usah bilang bilang RT bu Tini, kayaknya RTnya juga ga mau urusan lho, cuek lho ya tho padahal kita dah sering tanya. Bu RT jawabnya ga mau urusan tentang orang lain katanya bu. Nanti kalo dah digrebek baru kita laporin RT bu"lanjut bu Tini
__ADS_1
"yo wes bu kita pantau terus bu jangan sampe kejadian yang engga engga."
Akhirnya ibu ibu penggosip pulang kermahnya. Setekah mendapat Vitamin gosip dan kesepakatan penggrebekan. Kebanyakan ibu ibu yang tidak banyak pekerjaan jika bertemu ibu lainnya justru bergosip ria bersama.