Bayi Kita

Bayi Kita
97


__ADS_3

Sasha masuk kekamar Faisal alias kamar barunya, semalam ia memang sudah tidur dikamar ini untuk pertama kalinya, tapi karena terlalu lelah sehingga ia belum begitu menikmati keindaha kar Faisal yang sudah ia kagumi sejak ulang tahun bunda saat itu. Tiba ia melihat sebuah frame putih yang sangat bagus, terletak diatas meja membuat senyumannya merekah. Ia melihat foto mereka berdua menggendong Cilla di Mall, foto yang sangat berkesan, karena saat itu mereka berdua meyakini jika itulah saat saat perta dan terakhir mereka jalan jalan tanpa Aldo dan yang lainnya.


"Aldo ma Fitha belum tidur?" ucap Faishal tiba tiba membuat Sasha terkejut, ia mengira suaminya tersebut sedang ada dikamar mandi, karena saat masuk kekamar dang suami tidaknada dikasurnya.


"Astaghfirullah mas! Kaget aku! Hufh." Sasha sambil mengelus dadanya


"hahhaa, kamu serius banget sih lihatin apa?" tanya Faishal yang mulai mendekatinya.


" inih! ga nyangka mas taruh diframe." Ucap Sasha mengambil frame 3D putih lalu mengelus elus foto mereka, tiba tiba lengan Faishal merengkuh pinggangnya dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak Sasha membuat Sasha gugup, lalu wajahnya merona, yah memang mereka telah resmi menikah namun Sasha tetap belum terbiasa dengan sentuhan sentuhan dari sang suami.


"bunda yang naruh diframe, sebelumnya selalu aku taruh didompet. Kalo aku sedih, atau kangen banget sama kamu,sama Cilla, aku selalu memandanginya sambil tiduran. Kamu tau ga... Beraaaat banget buat ngelupain kalian, kamu terutama. Apalagi waktu kamu sama sekali ga memberi akses aku untuk menghubungi kamu lagi, bahkan kontrakan pun Aldo sama sekali ga mau memberitahukannya." Ucap Faishal sendu.


"maaf mas, aku yang minta Aldo untuk ga memberitahukannya bahkan dengan kak Alman sekalipun. Aku bener bener ga mau kamu kesulitan, dan... kamu harus fokus kan dengan Vivi kan mas, sedang aku juga ga mau goyah dan mengganggu niatanku untuk bertahan bertunangan dengan kak Insan, bagiku saat itu...... Itu adalah keputusan terbaik buat kita mas. Ga nyangka yah mas, Tuhan itu menjodohkan kita dengan jalan berliku seperti ini." ucap Sasha


Faishal membalikkan badan Sasha untuk berhadapan dengannya lalu mengeratkan kembali pelukannya. Sasha makin berdebar dan gugup, rona merah diwajahnya tak mampu iya tutupi kembali, ia amat malu berhadalan dengan sang pujaannya.


"Goyah? Berati... Kamu.... Juga punya perasaan yang sama kan sama aku? Apa aku bisa dapet jawabannya sekarang? Kalo kamu ga mau jawab aku anggap iya lho... Tadi juga dirumah om edi kamu bilang gitu kan?? Ya kan???" ucap Faishal sambil mengulum bibirnya, Sashapun tersenyum namun tak mampu menatap Faishal menatap kekanan dan kekiri untuk meredakan rasa malunya.


"gimana???" Tuntut Faishal seraya menatap intens istri mungilnya.


"hm" ucap Sasha malu sambil menganggukkan kepalanya


"apa itu 'hm'? Jawab aku dengan kata kata yang jelas, biar aku ga salah faham. Please." ucap Faishal lembut.


"iya.... Aku juga." Lanjut Sasha yang sudah sulit mengeluarkan kata katanya, dadanya amat berdebar.


"juga???" tuntut faishal tak puas dengan perkataan Sasha.


"mas please... Jangan ngerjain aku. Masa mas ga ngerti maksudku." mohon Sasha


"aku butuh kata kata yang jelas, masa bilang gitu aja susah,andai kamu tau.... itu adalah kata kata yang paling aku nantikan Sha, sejak diVilla waktu itu." Ucap Faishal dengan nada yang menjadi sendu lalu pandangan matanya merunduk teringat kisah mereka saat di Villa. Sasha jadi menatap Faishal dilihatnya wajah sendu sang suami lalu digapainya wajah sang suami dengan kedua tangannya. Ia tak menyangka jika kata kata balasan cinta adalah yang paling diharapkan oleh faisal, ia jadi menyesal mengapa harus menunda nunda mengungkapkan hal yang sama. Padahal selama ini Faisal selalu membantunya, memperjuangkannya sekuat tenaga, sedangkan dirinya belum memberikan apapun yang begitu berarti. Jika ia tahu kata kata inilah akan jadi sesuatu yang berarti untuk Faishal ia sudah melakukan sejak lama, namun ternyata sasha tak semampu itu, kali ini ia tak ingin membuang kesempatan lagi.


"Mas... aku juga sama mas, aku juga... Mencintai kamu...." ucap Sasha lembut

__ADS_1


Faishal langsung berdesir hatinya, ia lalu menatap Sasha dengan penih haru, lalu memeluknya erat.


"makasih... Makasih banyak, aku akan menjaga kamu selamanya sha, jangan pernah tinggalkan aku ya, janji apapun rintangan kedepan kita harua menghadapi bersama yah." ucap Faishal penuh haru


"iya mas aku janji. Mas juga, jangan pernah pergi dari aku." balas Sasha, mereka saling mengeratkan pelukan, seakan tak ada yang bisa lagi memisahkan mereka.


Faishal langsung menggendong Sasha menuju ranjangnya, Sasha hanya diam pasrah tak menolak sedikitpun, ia sudah menebak malam ini akan mereka lalui dengan panjang. Faisal berjanji kepada sang istri untuk melakukannya dengan lembut, Sashapun menyerahkan sepenuhnya kepada sang suami, mereka saling memberi kepercayaan dan kenyamanan. Malam itupun berlalu dengan panjang hingga keduanya terlelap diperaduan yang hangat yang hanya milik mereka berdua.


.


.


.


.


Fajar telah tiba, namun pasutri baru tersebut masih terlelap, sedangkan sang ayah yang biasanya berangkat ke masjid bersama putra putranya telah rapu dengan baju kokonya.


"Bun, Aldo sama Kakak mana?" ucap ayah seraya mengaitkan kancing lengannya, mendekati bunda yang sudah sibuk didapur bersiap membuat sarapan, keluarga mereka pumya kebiasaan sarapan pagi sebelum keberangktan mereka ketempat kerja masing masing, hal itu sudah dilakukan mereka sejak anak anak mereka bersekolah, sarapan adalah hal wajib bagi mereka. Apalagi hari ini adalah hari efektif mereka, bunda dengan shif paginya dan ayah yang harus absen dikantornya pkl. 08.00 pagi namun harus mengantar bunda terlebih dahulu.


" ya udah ayah berangkat assalamualaikum." ayah pun berlalu. Bunda membangunkan anak anaknya agar sholat subuh.


Tok tok!


"Kak!... Subuhan....!" bunda mecoba mendekatkan telinganya ke pintu kamar ternyata sudah ada suara percakapan ringan menantu dan putra sulungnya tersebut.


Ceklek!


"iya bun dah bangun koq, hoaam!" Faishal membuka sedikit pintunya untuk menyapa sang bunda.


"Sasha mana?" tanya bunda, pandangannya mencoba menelisik ke dalam kamar yang terlihat masih berantakan tak seperti biasanya, karena biasanya putranya tersebut saat bangun langsung merapikan tempat tidurnya, ia pun tersenyum, pasti sang putra melaksakan ritualnya malam tadi.


"Sasha mandi bun, bunda kenapa sih senyum senyum." tanya Faishal yang sudah menebak jika sang bunda pasti sudah bertraveling pikirannya.

__ADS_1


"he, gapapa, emang bunda ga boleh senyum apa, yaudah segera sholat, ayah tadi jadi sendirian, Aldo melungker lagi tuh, dah ya bunda bangunin Aldo dulu." ucap bunda lalu berlalu kekamar putra bungsunya, sedang Faishal masuk kembali kekamar dan bergantian kekamar mandi dengan Sasha.


"Do! Bangun!" ucap bunda sambil menarik selimut Aldo.


"iyaahhh." Aldo bangun dengan malasnya, matanya masih terpejam, lalu tiba tiba keluar kamar menuju kamar tamu, bunda sampai geleng geleng kepala melihatnya


Dok! Dok! Dok! Dok! Dok!


Aldo menggedor pintu kamar tamu dengan kencangnya, sampau snag penghuni kamar membuka pintu dengan emosi.


"Do! Yang pelan bisa ga sih! Aku baru sholat tauk!" Ucap Fitha yang keluar kamar masih dalam baluta mukena.


"oh sory! Kirain lo belum bangun, yaudah." Aldo akhirnya kembali kekamarnya terhuyung huyung karena maaih mengantuk.


Tiba tiba ponsel Fitha berbunyi......


"Halo Bas gimana?" ucap Fitha dengan telpon genggamnya yang teryata panggilan dari Bastian


"...."


"Apa??! Oke oke nanti aku bilangin Sasha ma Aldo. Oke oke bay." Fitha menutup telfonnya, wajahnya jadi tegang setelah menerima telfon Bastian.


"Duh gimana nih, padahal kuliah hari ini, masa bolos lagi sih." gumam Fitha. Entah apa yang disampaikan oleh bastian kepadanya.


......................


................


*****************


**Hallo readers semuaa


Nungguin yah.... maaf 🙏🏻

__ADS_1


Tetep dukung karya aku yah,


Terimakasih semuanya....🥰**


__ADS_2