Bayi Kita

Bayi Kita
74


__ADS_3

Hari selasa tiba, hari ini akan jadi hari yang sibuk, semua orang berusaha sebaik mungkin sesuai perannya. Rumah Sasha mulai dipenuhi para kerabat dekatnya, kain kain penghias pelaminan sudah mulai didatangkan oleh masyarakat setempat, karena acara ini hanya sehari dan mendadak sehingga hanya meminjam dekor masyarakat dekat rumahnya seadanya saja, yang penting pelaminan bisa dipasang.


Faishal bahagia, sejak subuh telah mendengar berita bahwa om dan tantenya telah antri dikapal penyebrangan merak bakauheni. Aldopun diminta bersiap siap melacak jikalau paman dan tantenya kesulitan membaca google map. Yaa... adik adik sang ayah telah berangkat sejak malam hari. Mereka berangkat lebih awal karena bersiap untuk membuat hantaran setelah kedatangan Bunda.


"Do! tante sama om dah turun dari kapal, kamu dah share lock?" tanya Faishal


"udah kak nanti jam 9nan paling dah sampe, trus bunda gimana yah jam 10 lho pesawat mendarat dibandara. kita jemput bunda dulu deh, nanti biar Fitha yang dihubungi kalo om tante salah jalur, katanya Fitha sama sepupunya Sasha mau nyegat nanti kalo tersesat."


"yaudah ini dah jam 8 lho kita prepare ke bandara aja, lumayan... sejam dari sini." ucap Faishal bersiap menjemput bunda


"yang ke KUA gmn?" tanya Aldo


"kan harus masih harus ngelengkapi dek, kurang surat numpang nikah yang dibawa ayah."


"oh yaudah selesai dari bandara kita langsung cus ke KUA aja. Ayahnya Sasha mau ikut ga ya?" tanya Aldo sambil bersiap dengan kunci mobilnya


"tadi udah bilang ga bisa ikut dek, mau ngurus yang disini." ucap Faishal sambil merapikan lengan bajunya.


Mereka akhirnya melaju ke bandara, dan benar saja para om dan tantenya tersesat karena tak terbiasa membaca google map. Fitha langsung meminta sepupu Sasha 'Riyan' untuk mengantarnya menggunakan motor menelusuri jejak om dan tante Faishal.


"kak, Aldo seneng banget kakak akhirnya dapet istri yang diinginkan, jempolan deh buat kakak." ucap Aldo disambut senyuman manis dari sang kakak


"doain ya dek, kakak bisa jadi suami yang baik buat Sasha." ucap Faishal sambil matanya tetap fokus pada jalanan karena saat ini ialah yang mengemudi.


"pasti lah kak! enaknyaaaaaa menikah saling cinta."


"apa? kayaknya baru kakak yang cinta." ucap Faishal sambil menghela nafas


"what??? maksudnya?" Aldo bingung dengan perkataan sang kakak, setahu dia Sasha terlihat juga jatuh hati pada kakaknya.


"Kakak belum dibales nih hehe, ekhem! kakak dah ngungkap tiga kali lho dek belum pernah dikasih jawaban." ucap Faihsal jujur


"APAH!!!? tiga kali?? kapan tuh? jangan bilang di Vila?" Aldo membelalakkan matanya


"He em" jawab Faishal singkat lalu tersenyum


"wadaow wadaow kaliaaaann, berkembang pesat yah." Aldo tak menyangka dibelakangnya sang kakak sudah lebih agresif diluar bayangannya. Tapi tak apalah toh mereka saat ini sudah akan menikah.


"doain donk, Sasha bales perasaan kakak." ucap Faishal tak terlihat kecewa justru masih dengan senyum manisnya


"hadehh kalian mah kayak sinetron aja sih. Kak! polos banget sih! kalo Sasha setuju menikah dengan kakak berati dia dah bales cinta lah! penting banget ya Sasha bilang love juga? emang ga kebaca dari sikapnya? kita kita aja ngedong tauk kak, Sasha jelas jatuh hati sama kakak, kakak ga pernah tau kan kalo Sasha tuh gugup banget sama kakak, ga bisa banyak bicara soalnya dia deg degkan, dia mah nyangkal terus, cuma kita ga berani bilang aja ke Sasha. Bunda aja ngeh." Aldo heran kakaknya seperti bermain sinetron remaja.


"hehhee, iya yah, kenapa kakak mikir gitu yah. Yaudah deh hehehe." faishal tergelak merasa memang yang aneh adalah dirinya


" emang ya kalo orang dah bucin parah, dah ilang tuh akal sehatnya." Aldo geleng geleng kepala


"ssssttt anteng! fokus!" sahut Faishal meminta adiknya berhenti menggodanya.

__ADS_1


Mereka tiba dibandara dan menunggu pesawat bunda mendarat.


Telpon Faishal berbunyi, ternyata bunda yang menelfon. Bunda mengatakan sedang menunggu semua barangnya lengkap.


"bund, yah!!!" Aldo memanggil bunda dan ayah sambil melambaikan tangannya saat bunda keluar dari pintu bertuliskan *Arrive.


"lho lho siapa tuh ikut!" mata Aldo dan Faishal berbinar tak menyangka jika Alman dan Bastian ikut serta.


"Man! akhirnya dateng juga bro!" ucap Faishal senang lalu berpelukan dengan Alman, begitu pula Aldo yang menyambut sang bunda dan Ayahnya dengan mencium tangan mereka satu persatu lalu beralih ke bastian. Aldo sangat bahagia sohibnya ikut serta


"Bunda..." Ucap Faisal menyambut bundanya


"calon mantenku yang paling gagah, bunda bangga banget sama kamu kak, anak bunda pembrani." ucap bunda memeluk putra sulungnya.


"yah, sehat kan yah?" Faishal beralih ke sang ayah lalu memeluknya.


"Ayah ikutan bangga deh sama kakak! dah berhasil bawa mantu idamannya ayah bunda." ucap Ayah sambil menepuk nepuk punggung putra sulungnya.


"kak selamat yah" ucap bastian menyalami faishal


"simpen buat besok bas ucapannya, makasih lho dah dateng. Sasha pasti seneng. yanh dua kemana?" ucap Faisal


"ga bisa ikut kak, lagi nyelesaikan vidio klarifikasi, oiya dosen dosen dah saya kasih tahu kemaren kak, terutama yang mengurusi kasus Viral, mereka nitip salam, dan katanya kalo bikin resepsi dijogja suruh ngabari." jelas Bastian yanh didengarkan semuanya


"direktur juga gue kasih tau sal." sambung Alman


"banyak banget bawaanya bun?" tanya Aldo yang melihat 4 troli penuh dengan kardus dan ayah, bunda dan Alman masih membawa koper, hanya bastian yang membawa tas punggung cukup simple.


"ini hantaran yaaa, nanti kita susun bareng om tante mu, yuk makan dulu kita, belum sempet sarapan tadi." ajak bunda


"ayok bun. Tapi seputar bandara aja ya bun, Aldo mau cari tambahan mobil sewa, ga muat nih kalo naik mobil ayah." ucap Aldo yang melihat begitu banyak barang bawaan untuk hantaran, sedangkan jika semuanya dimasukkan ke mobil ayahnya yang ia bawa pasti tidak akan muat.


"yaudah jangan lama lama, dah jam 11nih, masih ke KUA kita bun yah." Faishal melihat jamnya mengingat butuh satu jam lagi untuk ke KUA, lalu faishal segera menghubungi petugas KUA yang sudah ia kantongi nomor ponselnya.


Mereka bergegas menuju Food court yang ada dibandara, sesangkan Aldo dan Faishal mencari taxy atau mobil sewaan yang bisa membantu mereka membawa barang. Setelah makan dan mendapatkan mobil, Aldo dan Bastian pulang terlebih dahulu kekediaman paman dari Sasha dimana disana tempat yang sudah ditunjuk untuk menginap keluarga Faishal. Sedang Faishal beserta ayah, bunda dan Alman menuju ke KUA untuk menyelesaikan adimistrasi yang kurang serta pengecekan buku nikah.


"ini pak kelengkapannya mohon dicek." ucap Faishal kepada petugas KUA lalu berkas tersebut diterima dan Faishal diminta menunggu sampai buku nikah disiapkan dan dicek, selama menunggu Faishal diminta mengikuti seminar pranikah disalah satu ruangan yang ditunjuk. Disana Faishal dibekali ilmu pranikah secara Islam, bagaimana cara men**auli istri, mandi wajib, tata cara ijab, sighat takliq dan berbagai hal yang berhubungan. Saat itu Faishal hanya sendirian tanpa Sasha, yaa.... Faishal sejak selesai ke salon foto tak pernah bertemu lagi dengan Sasha membuat ia tak sabar akan hati esok. Pada biasanya jika musim pernikahan maka seminar pranikah akan ramai didikuti oleh pasangan pranikah.


Administrasipun selesai, mereka kembali ke kediaman Sasha, Faishal membawanya langsung kedepan rumah Sasha untuk menyapa keluarga Sasha yang ada disana.


Ternyata didepan rumah Sasha sudah dipasangi tenda yang ala kadarnya, kerabat dan tetangganyalah yang mengusahakan, banyak sepupu serta anak anak tetangga yang ikut duduk disana sambil membuat dekorasi sebisanya, ternyata pelaminan khas lampung sedang dipasang, bunda menjadi penasaran bagaimana hasilnya jika sudah selesai.


Orang tua Sasha dan beberapa kerabat muncul menyambut kedatangan bunda. Mereka mempersilahkan duduk didalam tenda yang terlihat sangat biasa sekali. Keluarga Sasha menyambut dengan hangat kedatangan bunda dan ayah. Kemudian Fitha menyusul mengantarkan keluarga om dan tante Faishal yang sudah sejak tadi tiba. Lalu mereka saling memperkenalkan diri. Ibu dan ayah Sasha lega, kesan pertama kali bertemu dengan orang tua Faishal sungguh menyenangkan, mereka makin yakin jika sang putri akan disayangi sepenuhnya disana.


Fitha terlihat akrab dengan Ryan, Fitha terlihat nyaman bercanda bahkan sering tersenyum, begitupun Ryan terlihat sangat ramah, pipinya memerah dan tatapannya tak biasa menurut Aldo, membuat Aldo menatapnya sinis, Fitha yang mengetahui tatapan Aldo justru pura pura mengabaikannya, Aldo jadi makin kesal. Ya... Aldo dan bastian bergabung kesana setelah menurunkan barang barang hantaran dirumah yang mereka tempati. Bastianpun melihat kedua sahabatnya hanya bisa senyum senyum sendiri. Fitha menatap bastian dengan kode, yang jika diisyaratkan dengan kata adalah "urusin tuh temen absudrdmu!". Fitha menjadi malas melihat Aldo.


"maaf bapak ibu, cuma seperti ini bisanya kami menikahkan anak, karena waktu yang amat singkat" ucap Ayah Sasha sungkan tak bisa meyediakan suasana pernikahan pada umumnya.

__ADS_1


"kami yang maaf pak tak bisa membantu apapun, baru bisa hadir sekarang." balas ayah dengan ramah


"Calon menantu saya dimana bu?" tiba tiba bunda bertanya ke ibunya Sasha


"Sasha sekarang sedang bertanges bu, nanti setelah tangas dilulur." jelas ibunya Sasha dengan logat khas lampungnya


"Apa itu?" bunda penasaran, Faishalpun penasaran apakah yang sedang wanita pujaannya lakukan saat ini, sehingha ia memasang pendengarannya dengan intens.


"itu tradisi kami bu, pengantin wanita dimandikan dengan uap panas dari rempah rempah wangi lalu dikurung dengan tikar pandan, biar badannya wangi karena besok akan pakai baju beludru, dan merawat **** ********** biar sehat, setelah itu dilulur biar kulitnya wangi dan mulus." jelas sang ibu, membuat Faishal berdebar debar, sewangi apakah Sasha esok hari saat ia dapat merengkuhnya dengan halal, iapun mengulum senyumnya.


"wahh bagus sekali adatnya bu, sama seperti mandi uap ya? biasanya cuma dibeautycare aja kalo dijogja. boleh saya lihat? saya sudah kangen Sasha" bunda antusias ingin bertemu calon putrinya itu, sekalian melihat bagaimana acara bertangas itu.


"mari bu ikut kedalam, ayo nak Fitha ikut menemani ibunya." ajak ibunya Sasha.


"kalian disini aja ga usah ikut!" ucap bunda kepada para laki laki yang mengelilinginya lalu membisikkan sesuatu ke Faishal


"bunda bantuin lihat ya kak." bisik bunda membuat Faishal tersenyum malu, lalu Alman, aldo dan bastian menepuk nepuk bahu dan tangan Faishal.


"Sabar!" ucap Alman lirih takut ketahuan keluarga Sasha dan semua orang yang duduk disana, padahal tak ada yang mempedulikan karena mereka sedang bercakap cakap.


Bunda melihat Sasha dari belakang, bunda takjub dengan adat istiadat disana, Sasha menyadari ada yang datang lalu menoleh kebelakang,.


"Bunda!" Sasha memanggil bunda dengan bahagia


"hallo sayang, sehat kan?" ucap bunda dari jauh tak bisa mendekat karena Sasha sedang diliputi uap rempah wangi.


"duh Sasha malu bun." Sasha menutupi pundaknya dengan kedua tangannya karena saat ini hanya mengenakan kemben kain se dadanya serta dilingkari atau dikurung bahasa melayunya oleh tikar yang terbuat dari pandan agar uap yang ada dibawah kursi tempat Sasha duduk dapat mengenai tubuhnya dengan maksimal. Uap tersebut dari panci yang sudah dipanaskan bersisii rebusa air rempah wangi.


"yaudah lanjutin, bunda cuma nengokin."


"iya bunda, semoga betah ya bun."


"pasti donk, kalo bahagia itu dimana mana betah." ucap bunda membuat Sasha tersenyum malu


Bunda kembali kerombongan, lalu semua keluarga faishal dipersilahkan menyantap makanan yang sudah disediakan. Setelah itu mereka berpamitan akan istirahat dirunah yang sudah ditunjuk. Selesai istirahan mulailah mereka berkreasi membuat Hantaran bersama, bunda sangat puas, para adik iparnya membawakan box yang sudah jadi dan beberapa aseoris pemanis, tinggal memasukkan barang barang serah serahan didalamnya. Biar lebih cantik, fitha yang ikut nimbrung membuka vidio tutorial diyutube tentang menyusun serah serahan. Mereka bekerja dengab antusias, walau berdatangan tetangga dan kerabat yang dekat sana melihat proses pembuatan hantaran, karena didesa tersebut belum pernah ada hantaran yanb secantik dan seunik itu.


Belum lagi Faishak juga sangat berterimakasih dengan keluarganya melihat mahar dan maskawinnya diluar dugaannya. padahal ia hanya akan memberikan emas batangan didalam kotak yang dihias serta seperangkat alat sholat dan alquran. Siapa sangka dibawakan Frame yang sudah disusun secantik mungkin dengan emas antam didalamnya. Ya emas antam yang Faishal punya dibawakan bunda sebagai maskawin, lalu disusun disana dengan frame yang dibawakan sang paman dari bekasi serta alat sholat dan Alquran yang ditata rapi. Serta wadab cincin yang sangat cantik.


Faishal melihat semua hantaran yang sudah ditata dengan cantik, ia lihat satu satu apa yang disiapkan sang bunda untuk Sasha. Faishal amat berbahagia.


"makasih ya bunda dan semuanya."


********


duh jadi deg degkan author ikut bantuin persiapan niakahn mereka....


ditunggu episode spesial setelah ini yaaaa.......

__ADS_1


__ADS_2