
Malam itu Faisal kembali ke kamar, ia khawatir Sasha masih menangis. Ternyata saat masuk Sasha sudah tertidur, dilihatnya wajah sasha yang sembab. Terlihat sangat lelah, ia mengecup puncak kepala Sasha dan berbisik.
"kedepannya akan baik baik saja, love you."
Faishal lalu membersihkan diri, sholat isya' kemudian tidur.
Fitha dan Aldo saat itu belum bisa beristirahat mereka mengeluarkan semua barang dari mobil, karena harus ada yang dihangatkan yaitu lauk yang dibawa dari sana, oleh oleh dari nenek. Kemudian membersihkan mobil dan menempatkan koper koper mereka kedalam rumah. Kemudian mereka kekamar masing masing, fitha menempati kamar tamu yang sudah dipersiapkan bunda. Mereka membersihkan diri, sholat isya' kemudian kembali keruang TV sambil menyantap beberapa camilan buatan bunda. Sedang bunda dan ayah sudah kembali kekamar menyusul Cilla yang sudah menjadi candu mereka dua malam ini.
"Vivi gimana do!" Fitha juga khawatir, takut terjadi sesuatu dengan vivi karena orang yang sedang kalut sering berbuat sesuatu yang nekad.
"sama hafis." jawab Aldo
"koq bisa ma Hafis?" Fitha heran dari mana Vivi bisa mengenal Hafis
"ketemu diswalayan deket kampus." ucap Aldo yang terlihat santai sambil memilih acara TV dengan remot ditangannya.
"trus?"
"yaudah mereka jalan, tadi hafis wa gue. trus sekalian aja gue titipin."
"sembarangan aja sih kamu do nitipin anak gadis orang ke cowok lagi, kalo kenapa napa gimana?"
"tenang nih gue pantau nih, hafis rajin ngirim foto, sekarang lagi di bukit bintang." Aldo menunjuk foto di HPnya
"trus kalo ibunya nyariin gimana?"
"bilang aja nginep rumah temennya, masa iya kita bilang ma hafis? tuh anak ga mau pulang, tadi aja mau nginep didepan swalayan, gimana ga bikin kesel. Untung hafis wa gue."
"koq bisa sih kebetulan banget sama hafis, trus koq hafis juga mau ngeladenin Vivi, diluar dugaan banget." ucap Fitha iya terheran heran dengan sikap Hafis yang tak biasanya.
"lo lupa? dulu kan yang bawa Vivi ke RS si hafis."
"oh iya ya Do, lupa aku, pantesan mereka bisa bareng. Tapi tau ga sih kalo kamu temenan ma hafis?"
"engga kayaknya, hafis bilang dia ga ngeh kalo kita temenan. Kalo tau paling langsung ngehindar."
Mereka akhirnya menonton film sampai malam, Aldo tertidur di sofa sedangkan Fitha kembali kekamar.
.
.
.
.
Pagi harinya.......
"mas, subuhan." Sasha membangunkan Faishal yang terlihat lelah
__ADS_1
"oh iya.... jam berapa?" Jawab Faishal yang masih terlihat mengantuk
"dah mau jam lima mas, tadi ayah dah berangkat duluan ,Aldo juga masih ketiduran disofa. Aku keluar dulu ya mas."
"hm." Jawab Faishal lalubia bergegas kekamar mandi
.
.
.
"Bunda dah masak?" Sasha tiba tiba kedapur setelah mencium aroma sangat wangi
"iya donk, kan ada tamu spesial. Dah subuhan?"
"Sudah bun, Cilla rewel ga bun?"
"engga koq, bunda pijetin tadi malem, jadi pules banget, tuh belum bangun. Kakak mana?"
"baru bangun tadi paling lagi sholat."
"tuh Aldo kluget kluget aja, dibangunin, entah sampe jam berapa sama Fita nonton. Coba Sasha yang bangunin."
"iya bun Sasha bangunin dulu."
"Do!! bangun." Sasha memukul mukul babtal sofa ke badannya Aldo.
"dah mau jam 5 nih, Do! bangun!" Sasha menarik bantal yang menjadi sandaran tidur Aldo, membuat kepala Aldo hampir terjatuh.
"ya ampun! hampir jatuh gue sha!" Jawab Aldo yang kebali meletakkan kepalanya di sofa
"makanya bangun!"
"aku ga mau dibangunin sama istri orang."jawabnya masih terpejam
"yaudah, aku panggilin calon istri deh." Sasha kemudian berlalu menuju kamar tamu
"Fith!! bangun!"
ceklek...
"iyah." Fitha membuka pintu dengan suara seraknya dan rambut acak acakan
"subuhan gih, oiya bangunin Aldo sana! susah banguninnya."
" masa aku kekamarnya sih sha."
"itu disofa, sana bangunin." pinta Sasha, Fithapun berjalan dengan nyawa yang belum kebali, masih sering menguap. Tiba tiba ikut duduk disebelah Aldo berbaring. Ia menarik narik kaos Aldo agar bangun.
__ADS_1
"Bangun!" ucap Fith
"Bangun!!!" Aldo yang tak merespon panggilannya akhir ya dicubit lengannya oleh Fitha
"awww! sakit Fith! aku dah bangun nih, dah ah subuhan dulu." Aldo masuk kekamarnya untuk subuhan, ia melihat bekas cubitan yang memerah.
"Fithaaaaa, duh bekas cubitannya merah gini." Pekiknya dalam hati.
Setelah mereka semua menjalankannkewajiban pagi mereka, lalu semuanya berkumpul dimeja makan, mereka punya kebiasaan makan pagi karena terbiasa beraktifitas dipagi hari. Ayahpun sudah kembali dari masjid lalu langsung masuk kekamar mengecek Cilla, takutnya jatuh dari kasur yang tinggi karena balita yang hampir 6 bulan tersebut sudah bisa bergerak memutar badannya kemana mana saat tidur.
"ayok kita sarapan dulu, bunda mau jaga pagu nih, ayah libur kalo sabtu. Nah nanti bunda jam 2 pulang kita ke rumah eyang yah." Ucap Bunda sambil meletakkan nasi dipirin ayah.
Aldo, Fitha dan Faisal lirik lirikan, pasalnya mereka tahu bahwa sang eyanglah yang paling memaksa agar Faishal bertunangan dengan Vivi, sedangkan Sasha tak mengetahui certa ini. Yang iya tahu bahwa Faihsal terpaksa bertunangan tanpa tahu ada insiden menyertainya.
"Bun apa..... ga besok aja bun?" jawab Faishal, ia ingun menceritakan dulu lebih detil kepada Sasha. Agar Sasha tak kaget jika bertemu sang eyang yang mungkin akan menerima mereka dengan kata kata pahit.
"Kak! semakin cepat makin baik. Bunda dan om edi rencananya mau bikin syukuran, ngumpulin keluarga jogja, mereka dah tanya tanya." Ucap bunda, mereka semua menghela nafas kecuali Sasha yang bingung mengapa orang orang disekitarnya terkesan sangat tak nyaman.
"hari ini kalian ga usah kemana mana, cukup kan sampe jam 2 buat cerita sama Sasha?" Ayah menimpali, Sasha menjadi bertanya tanya sebenarnya ada hal apakah ini?.
"yaudah bun, hari ini kita juga mau lihat vidio klarifikasi dari kampus sama rumah sakit." Ucap Aldo
"nanti aku gimana?? ikut juga?" ucap Fitha yang tak enak hati jika ikut serta, karena dia satu satunya yang bukan keluarga
"ikut aja Fith, kamu dikontrakan sendirian kan? untuk sementara kamu tinggal disini dulu sampe dapet temen dikontrakan, apa mau disini aja tinggalnya gapapa lho sayang, bunda seneng tambah temen." ucap Bunda
"eh heheh nanti Fitha pikirin lagi bun, kalo gitu nanti Fitha ikut aja deh ke rumah eyang, jauh ga?" Fitha menggaruk kepalanya yang tak gatal
" Diwonosari, ga jauh koq, nanti bawa dua mobil aja bun." timpal Faishal
"pakek mobil ayah aja kan orang 6 muat kak!" ucap Ayah
"kan belum service yah habis perjalanan jauh." Ucap Faisal mengingatkan ayah, mereka biasanya menservice mobilnya saat hendak pergi atau baru saja pulang dari perjalanan jauh.
"nanti ayah yang servuce sekalian nganter bunda."
"buuu, buuuuu, buuu ,hek hek ,aaaaaa." Terdengar suara Cilla menangis, bunda dan ayah bergegas kekamar, mereka rebutan ingin menggendong Cilla, membuat anak anaknya tertawa melihat kelakuan bunda dan ayah.
"dah cepetan buatin cucu, biar ga rebutan kayak gitu." ucap Aldo
"eh do! emang kayak buat mie instan apa? dieebus langsung jadi." celetuk Fitha, mwmbuat Sasha jadi tersenyum malu, Faishal jadi ingin mengerjainya
"gimana sayang? kita buat yuk?" goda Faishal, ini kali pertama melihat Faishal yang terkenal dingin berwibawa bercanda dengan tanpa beban.
"mas jangan gitu, malu...." jawab Sasha spontan, ia tak ingin diledek oleh Aldo dan Fitha
***********
wahh mau ketemu eyang 😱
__ADS_1
bakal kagey ga yah eyang?????
lanjuyin lagi ya bacanya 😘😘😘