
Hari itu semua berkumpul, Aldo dan Fitha antusias sekali membelikan barang barang keperluan Cilla, dari diapers, bak mandi, perlak, perlengkapan mandi, baju bahkan susu, alas tidur bayi dan Fita meyempatkan membelikan asesoris lucu lucu untuk bayi perempuan. Ya... mereka berlima selain Sasha mengumpulkan dana dari uang pribadi mereka untuk membantu Sasha. Walau tetap paling banyak dari Aldo yang notabene anak orang berada.
"Ya ampun kalian banyak banget belinya, aku yang bundanya malah belum belikan apa apa." ucap Sasha terkesima melihat barang barang bayi yang sedang dibuka kemasannya oleh Aldo dan Fitha, sedang yang lainnya membantu membereskan rumah dan menata perlengkapan agar Sasha mudah mengambilnya.
" emang ini cuma bayi kamu? walau kamu yang dipanggil bunda ini juga bayi kita bareng bareng dong sha." ucap Fitha membuat Sasha tersenyum lebar atas perhatian temannya itu.
"iya Sha kan gue ikut nemuin harusnya gue jadi papah donk; tapi kasian nanti cilla bingung mama papanya banyak banget. hehe" ucap Aldo
"pokoknya kamu fokus aja merawat cilla kebutuhan yang lainnya kita tanggung bareng bareng.". Bastian menambahkan
"eh Photoshoot yuk, kayak artis artis itu lho, aku punya kameramennya, nanti pakek suadaraku aja dia punya banyak kostum bisa ngarahin gaya juga. yuk yuk buat kenang kenangan cilla kalo kita sayang banget sama dia dari bayi." Aldo bersemangat sekali sambil membayangkan akan dipakaikan pakaian apa cilla nanti.
"wah boleh banget tuh do, setuju..setuju..!"Sasha berbinar binar dengan tawaran dari Aldo
"dipakein kimono jepang lucu kali yaaaa." Fita sambil menopang pipi dengan kedua tangannya membayangkan betapa lucunya bayi yanh dipakaikan baju kimono.
"ehh harajuku kerennnn " ucap aldo tak mau kalah dengan Fitha
"ihh ga cantik ah do." Fitha tidak terima
Fitha dan Aldo akhirnya bertengkar berebut ingin memakaikan cilla kostum yang sesuai dengan bayangan mereka.
"Do berapa biayanya?" tiba tiba Sasha menjadi kepikiran pikirnya pastilah akan memakan banyak biaya.
"ga usah dipikirr kan saudara gue sendiri nanti gampang deh."
"kalo mahal gausah deh do kita foto sendiri aja." ucap Sasha penuh pertimbangan
"iya do ga enak ma saudara lo, gini aja kita pinjem kostum aja boleh ga? nanti foto sendiri ma kamera lo kan dah bagus banget." Bastian menimpali
"nah iya setuju banget tuh, kita sendiri nanti yang ngarahin gayanya." Dennis ikut berpendapat
"yaudah deh gitu aja." ucap Aldo
"do ikuuut yah aku mau yang pilih kostumnya. Nanti kamu pilih aneh aneh lagi." ucap Fitha membuat yang lainnya terkekeh pasalnya Aldo dan Fitha selalu bertengkar dan berujung Aldo yang mengalah setelah terjadi perdebatan sengit diantara mereka.
__ADS_1
"yo wes. besok yah". Aldo menyerah
Hari pertama tinggal dikediaman baru sangat lancar, Cilla tak rewel sedikitpun. Namun ditengah malam tiba tiba saja Sasha terjaga, dia merasa gelisah. Banyak hal difikirkannya sejak tahu dirinya tidak diperbolehkan tinggal dikosnya lagi. Sebelumnya Sasha berfikir akan lebih mudah jika bisa tinggal dikos kosan biaya tidak begitu mahal dan dekat dengan kampus, namun akhirnya harus keluar walau mendapat kembalian uang kos mereka yang masih bersisa 9 bulan. Ada rasa tak enak hati kepada ibu kosnya karena sejak ia membawa cilla belum sempat menemui ibu kosnya. Baginya ibuk kos adalah orang yang sangat baik, tidak nyaman dirinya jika tidak bertemu ibu kos walau sekedar pamit toh masih ada barang yang harus diambil.
"besok sempetin ke kos deh sepulang kuliah. Sekalian ambil barang barang." ucap Sasha yang posisinya saat ini terlentang, matanya jernih tak bisa tidur kembali menatap langit langit kamar.
"oeeeek, oek, oek." Cilla terjaga
Sasha langsung mengangkatnya ternyata sudah basah.
"basah yah, calin dulu yuuuk." Sasha dengan telaten langsung mengganti popoknya, lalu membuatkan sufor karena Cilla harus diberi sufor setelah terjaga agar tidak rewel.
Drrt...drrt...drrt....
Hp Sasha bergetar tanda panggilan masuk.
" Aldo???"
"Hallo do? masih jam 1 ya ini ngapain?"
["Hallo assalamualaikum ....."]
Degh!.... Mendengar suara bariton diseberang sana Sasha langsung tahu jika itu adalah suara sang dokter.
"waalaikumsalam mas Faishal yah? gimana mas?"
["cilla rewel ga?"]
"Engga koq ini lagi minum mas."
["bangun yah"]
"iya."
["Ummm ya udah gitu aja, assalamualaikum"]
__ADS_1
" waalaikumsalam"
Tut!..
"hah?! tengah malem telpon cuma ngecek? he...kirain mau bilang apa." Sasha berbicara dengan dirinya sendiri, ia heran kenapa tengah malam sang dokter menelfon seolah tahu jika Cilla terjaga karena waktunya pas. Ternyata hanya ngecek keadaan Cilla. Anehnya lagi kenapa harus menggunakan nomor Aldo padahal mereka kemarin sudah bertukar nomor Hp.
"Fit kuliah jam berapa?" Seru sasha yang sedang memandikan Cilla diteras dekat mesin cuci. ya... rumah tersebut lengkap peralatan rumah tangganya walau tidak pernah dihuni.
"pagi Sha! ntar gantian yah. Pagi Aldo jemput aku dulu!". Fitha terburu buru masuk kekamar mandi dapur.
"Yaaa!" Sasha menjawab sekenanya tangannya sibuk menyelesaikan ritual mandi cilla yang pagi itu tidak rewel.
Ting tong!.....
"Yaaa! tunggu sebentar!" Sasha buru burru membungkus Cilla dengan handuk lalu menggendongnya menuju pintu depan.
"Assalamualaikum?" Seseorang yang suaranya sangat dikenal Sasha memberri salam.
Krieeeetttt! ...pintu terbuka
"oh mas Faishal? masuk mas. eh tunggu bentar ya mas, makein Cilla baju." Sasha buru buru masuk kekamar lalu menyalini Cilla agar tak kelamaan didalam handuk.
"duuuuh bikin kaget aja jam 6 dah kesini. Mana aku belum mandi lagi." gumam Sasha dalam hati ia malu dilihat Faishal dengan tampilan yang belum rapi bahkan mungkin masih berbau khas orang bangun tidur. Tangannya dengan cekatan memakaikan baju Cilla.
"Hallo kak, dah ngapelin Cilla pagi pagi, bawa apaan tuh?" Fitha yang baru selesai mandi melihat ada Faishal duduk diruang tamu langsung ditemui.
"sarapan! nih bawa kedapur yah." menyerahkan kantong plastik ke Fita
"waaah makasih ya kak tau aja kita belum hunting makanan, disini belum nyiapin apa apa biasanya kita ga pernah masak beli ramesan." Fitha langsung kedapur dan menyiapkan bubur ayam yang dibeli Faishal ke mangkuk mangkuk yang ada.
"udah wangi yah sinih sama ayah." Faishal berdiri ketika Sasha keluar kamar menggendong cilla yang sudah cantik dan wangi lalu menyambutnya agar berpindah kegendongannya.
"Ga masuk mas?" Tanya Sasha basa basi mengusir kecanggungan sambil menyerahkan Cilla kegendongan Faishal
"Nanti jam 8." Faisal menoleh sejenak ke Sasha lalu pandangannya beralih ke Cilla, ia gugup menatap Sasha terlalu lama karena menurutnya tampilan Sasha yang seperti ini terasa berbeda. Sasha menguncir rambutnya asal ke atas sehingga anak rambutnya banyak yang keluar, leher jenjangnya yang putih mulus tereskpos membuat Faishal sempat terpana melihatnya. Plus kaos pakaian harian khas anak kos, kaos oblong dan celana selutut. Apa adanya sih, biasa saja tampilannya namun bagi Faishal ini adalah sisi Sasha yang berbeda dari sebelumnya membuatnya gugup.
__ADS_1