Bayi Kita

Bayi Kita
78


__ADS_3

Kembali kepernikahan....


Waktu sholat dzuhur semakin dekat, para tamu, keluarga dan tetangga yang datang mulai berpamitan karena mereka telah selesai makan dan akan segera ke surau untuk menunaikan sholat.


Sebelum pulang mereka menyempatkan menyalimi sepasang pengantin dan orang tua kedua mempelai.


Ada perasaan lega dihati Sasha karena acara pernikahannya telah selesai dalam waktu singkat, setelah ini ia harus bersiap menjadi istri dan menantu yang baik, dan bersiap menghadapi kemungkinan yang akan terjadi, yaa beban fikiran Sasha adalah Vivi, belum lagi Cilla yang harus ditemukan keberadaan keluarganya.


Faishal dan Sasha diminta masuk kedalam kamar pengantin untuk berganti pakaian. Sasha merasa canggung, sebentar lagi ia harus terbiasa masuk kekamar yang hanya akan ada mereka berdua.


Keluarga Faishal berpamitan kepada orang tua Sasha dan kembali kerumah dimana mereka menginap. Aldo dan Alman diminta tinggal disana untuk berjaga jaga jika sewaktu waktu faishal membutuhkan mereka, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk sholat dzuhur disana, dimana bastian? ia telah diminta bunda untuk mengabadikan momen momen kebersamaan bunda dengan adik adik iparnya disana.


"Sini kak ayo masuk!" Ajak Fitha ketika Faishal ragu untuk masuk, saat masuk matanya terkesima melihat dekorasi kamar yang begitu menawan menurutnya. Matanya kesana dan kemari melihat pemandangan dikamar pengantinnya. Ditambah lagi box hantaran disusun serapi mungkin disana bahkan menjadi penghias kamar.


"yah bastian mana sih tadi!" tanya Fitha


"ikut bunda kayaknya fith, mau ngapain?" tanya Faishal


"kita kan belum foto dikamar pengantin kak. yaudah deh pakek HP aldo aja! nanti yah jangan salin dulu aku mau ambil hp aldo." ucap Fitha lalu keluar kamar mencari Aldo


"Maafin ya mas Fitha suka sembarangan anaknya." ucap mama dari Fitha tak enak hati merasa anaknya seenaknya.


"gapapa bu, udah kayak keluarga kalo sama kita, saya berasa punya adik perempuan." ucap Faishal sopan membuat senang hati mamanya Fita.


"makasih ya nak, duh anak satu satunya sih itu, manjanya minta ampun." ucap mama Fitha lagi sambil merapikan alat alat make upnya.


.


.


.


.


"Do! HP kamu mana? pinjem yah buat motret kakak ma Sasha di kamar, dekorasinya bagus lho." ucap Fitha saat menemukan Aldo yang sudah bersiap akan sholat.


"Nih! dah tau kan pin gue?" Aldo mberikan ponselnya


"tau donk, dah ya!"


"Fith! tungguin ya gue sholat bentar trus nyusul,, gue mau juga Foto disana!"


"iya jangan lama lama deh, mau salin nih mereka."


"iya bentar doang! yuk bro kita sholat!"


Aldo dan Alman sholat diruang yang telah disiapkan.


.


.

__ADS_1


"Ayok kak naik dikasur! Sha kamu duduk disini." Ucap Fitha mengatur duduk kedua mempelai agar didapat Foto yang sebagus fotografer versi Fitha.


"lagi ya Sasha duduk madep depan trus kakak dibelakang Sasha sambil meluk p*nggang yah. ayok ih jangan lama lama nanti kehabisan sholat dzuhur."


Sasha berdebar pasalnya Faishal tepat dibelakangnya, tubuhnya jadi tegang dan kaku ketika merasakan tangan Faishal mulai m*meluk pingg*ngnya, berbeda dengan Sasha, walau Faishal berdebar debar hatinya karena telah halal baginya mem*luk Sasha namun ia mencoba seluwes mungkin agar foto mereka terlihat indah


"Nah kayak kakak gitu lho luwes aja Sha ga usah tegang gitu, senyumnya yang manis donk! kepalanya nyender dikit dong ma kakak biar bagus ini fotonya!"


"Fitha nanti mas Faishal bisa ket*ncepan sunting ini lho." Sasha Khawatir Faishal tak nyaman jika suntingnya mengenai wajah atau lehernya.


"engga koq ga kena," ucap Faisal, lalu tanpa aba aba langsung menyentuh jidat Sasha dan direbahkan kepala Sasha didad*nya senyaman mungkin, Fitha yang tau itu langsung memotret dengan metode sekali petikan bisa mendapat banyak gambar, karena gambar candid amat sulit didapatkan, apalagi semanis itu menurut Fitha.


"Sekarang sasha madep kakak dong, telapak tangannya Sasha ada didad*nya kakak ya, tangannya kakak mera*ngkul p*nggang Sasha yah. yuk mulai."


Sasha tambah kaku dibuat Fitha, ia malu menunjukkan wajahnya ke Faishal sehingga melihat kedepan, padahal fita maunya Sasha saling tatap dengan Faishal, Sedangkan Faishal bekerja sama dengan baik, sehingga sesuai keinginan Fitha. Faishal menyadari jika tubuh Sasha saat ini sangat tegang namun ia justru mengeratkan pelukannya agar sasha menempel padanya. Membuat Fitha mengacungi jempol.


"Ikut donk foto!" Aldo tiba tiba muncul bersama Alman


"bentar dek biar Alman dulu. Sini man!" panggil Faishal, ia sengaja agar Alman terlebih dahulu karena ia tahu jika sang adik duluan akan sulit dibatasi.


.


.


.


"Dah sini gue yang fotoin sana bro foto bareng kakak ma sohib lo. ehh fit sekalian sana!" ucap Alman yang telah siap dengan kamera HP


"ih aku kan bukan keluarga, masa aku jadi penyusup!" ucap Fitha malah berfoto bersama Aldo, ia hanya malas jika orang orang menggosipkannya. Namun Aldo dengan sigap menarik tangan Fitha lalu membawa kesisinya, terjadilah foto dua pasangan. lama lama Aldo dan Fitha yang ada ditengah diapit dua pengantin, mereka berfoto gaya bebas yang menurut Sasha aneh.


"seru kali Sha." ucap Fitha dan Aldo berbarengan kemudian mereka mulai narsis dan sibuk berfoto ria membuat Alman kewalahan.


"Dah ah! capek gue!" ucap Alman


"Sekali aja, sekaliiii aja kak Alman...ayolah." rengek Fitha


"yowesss cepetan, sekarang gaya resmi dong jangan aneh lagi gayanya, gaya dewasa ya!" Alman memberi kode kepada Faishal dan Sasha agar menyingkir membiarkan Aldo dan Fitha yang sudah action dengan senyum manisnya berdua saja.


klik!!!


selesai


" Lihat lihat kak!" ucap Fitha tak sabaran melihat hasil fotonya.


"entar dulu deh, kakak upload bentar." ucap Alman


"ey bro itukan HP gue mau upload apaan!" ucap Aldo


"tenang yang baik baik koq, isinya doa. Nah dah selesai ntar dilihat ya di ig, gue dah ngetag ig gue ma faishal nih." Ucap Alman tersenyum puas. Fitha segera melihat postingan ig Aldo dan betapa terkejutnya ia mendapati Foto dirinya dan Aldo berdua saja tanpa mereka sadari Faishal dan Sasha telah menyingkir. Caption dari Alman yang membuat Fitha menjadi kesal adalah "calon penganten", betapa kesalnya Fitha dan meminta Alman menghapusnya.


"hapus ga sih kak, nanti dibaca anak kampus." rengek fitha

__ADS_1


"bagus koq biarin aja deh, tuuuuh yang komen mulai dateng, hahahay!" ucap Alman puas


"lihat donk" Faishal pun melihat lalu tersenyum senyum disusul Sasha yang juga melihat dengan tersenyum puas.


"Apaan sih bahagia banget? lihat! posting apa di ig gue!" Aldo merebut HPnya, saat ia melihat entahlah membuat bibirnya tiba tiba tersenyum.


"koq kamu bahagia sih do! aku ga mau ya didoain orang banyak." Fitha mencoba merebut HP Aldo.


"Fith udah nak! dah siang ini, mau pada sholat ayo kita bantuin salin." Ucap Sang mama mengingatkan. Fitha jadi cemberut, namun entah kenapa Aldo tak begitu ingin menghapusnya, aaaakh Fitha jadi tambah kesal.


"mas mas yang disini bantuin manten pria ya ngelepasin perlengkapan bajunya." ucap mama Fitha yang juga sedang menyiapkan tas tas agar setelah pakaian adat yang dipakai Faishal segera dimasukkan ketempatnya.


"Sha kamu duduk disini aja kita bantuin lepasin perhiasannya ya." ucap Fitha meminta Sasha dusuk dikasur saja.


"umm Fith, kan masih ada cowok cowok" jawab Sasha lirih


"ohiya lupa hehe, hai cowok cowok giliran Sasha mau Salin nih, kalian keluar dulu yah, udah selesai kan punya kakak?." Ucap Fitha sesopan mungkin membuat Aldo merasa aneh karena Fitha belum pernah sopan berbicara padanya.


"oke kita keluar dulu yah" ucap Faishal


"lho! manten lanangnya mau kemana, disini donk bantuin kita nyopotin ini tuh banyak kan? biar ga kelamaan." ucap Mama dari Fitha sambil menunjuk sunting dikepala Sasha yang tergolong banyak.


"tapi tante nanti Sasha mau ganti baju kan?" ucap Faishal canggung


"iya emang ganti baju, kalo masnya kan pakek kemeja putih sama celana panjang, kalo Sasha pakek seadanya ini, makanya kita butuh bantuan." jelas mama Fitha membuat Faishal hanya bisa mengangguk padahal ia sangat canggung, bagaimana ia bisa melihat Sasha mel*p*skan pakaian didepannya? apakah adat disini memang begitu? Faishal mencoba mengatur nafasnya, wajahnya terlihat tegang.


"ga usah malu gitu donk dah suami istri gini." ucap mama Fitha sambil tersenyum


"Do kalian keluar duluan, tolong ambilin salin baju kakak ya, buat sholat biar bersih, nih dah bau keringet." ucap Faishal kepada Aldo


"iya, kita pamit dulu ya tante" Aldo dan Alman berpamitan.


"nak Aldo, biar impas, panggil mama juga donk, kan Fitha panggil bunda." Ucap mama Fitha dengan gaya gaulnya membuat Fitha melotot.


"mam! apaan sih!" protes Fitha


"ssttt, mama lagi bales budi tauk!" ucap Sang mama dengan nada kocaknya membuat Seisi kamar tersebut tertawa


"iya mam..., gitu kan? pamit dulu ya MAMA" ucap Aldo sambil menekankan kata mama, ia sengaja agar Fitha kesal.


"aku ga rela berbagi mama!" Fitha mengerucutkan bibirnya


" kak Alman kalo ketemu bang Riyan suruh kesini ya, mau aku ajakin foto berdua aja. Bilangin aku tunggu D I P E L A M I N A N!" lanjut Fitha ke Alman sengaja untuk membalas Aldo agar merasa kesal juga, sedangkan Alman bingung siapa Riyan yang dimaksud.


Aldo mulai terpancing kesal, namun ia tahan karena ia harus menjaga imagenya didepan mama Fitha yang sepertinya akan berpihak padanya.


"ish! panggil *bang*? apaan tuh! ndeso!" gumam Aldo kesal dalam hati lalu mereka keluar kamar dan kembali ketempat dimana mereka menginap.


************


bakal masih lama nih dilampung

__ADS_1


ikutin terus yah ceritanya...


dukung author ya readers tercinta


__ADS_2