Bayi Kita

Bayi Kita
82


__ADS_3

Faishal cukup lama dimasjid bersama para laki laki lainnya, mereka terlibat obrolan sehingga selesai magrib tak langsung pulang, alhasil mereka pulang setelah menunaikan sholat isya disana. Alman, Aldo dan Bastianpun akhirnya mengikuti Faishal kerumah Sasha.


Mereka mendengar suara riuh didalam kamar pengantin, disana terlihat Sasha wajahnya amat bahagia membuka isi hantaran, sebebarnya ia sangat sayang karena hantaran ini ditata dengan sangat cantik, namun apa daya kamarnya terlalu sempit sehingga semuanya harus segera dibereskan.


Faishal menjadi ikut sumringah wajahnya melihat sang istri yang terlihat sangat suka dengan pemberiannya walau bukan ia sendiri yang memilihkan namun semua ini adalah hasil tabungan pribadi milik faishal yang telah ia kumpulkan cukup lama sejak proyek pertamanya dikampus saat itu membuat buku panduan praktik kedokteran berkolaborasi dengan rekan rekan dan dosennya sehingga buku tersebut diterbitkan.


"lhooo, pada ngumpul disini ternyata." ucap Aldo melihat Fitha, Sinta, Sari dan Cilla ada dikamar pengantin.


"kak Aldo lihat deh, bunganya bagus bagus, buat sinta boleh kan?" tanya Sinta dengan polosnya


"ambil aja semua bunga buat sinta sama sari." Ucap Aldo membuat Sinta sumringah lalu mulai mengumpulkan bunga bunga artifisial yang menjadi hiasan hantaran.


Sasha mengajak Fitha dan adik adiknya membuka hantaran agar mudah disimpan. Cillapun dibawa, karena Sasha sudah sangat merindukannya. Namun akhirnya diletakkan dikasur juga karena saat dipangku Sasha tangannya tak mau diam dan ikut menarik narik isi hantaran.


"Cillaaaa, ayah kangeennnnn banget, kasian dicuekin cewek cewek yah." ucap Faishal lalu menggendong bayi mungil tersebut yang semakin gembul.


"iya kak eh mas, tadi Cilla narik narik ini, kata kakak nanti tangannya luka, makanya disuruh main dikasur." ucap Sinta yang mulai nyaman dengan Faishal.


"sssttt" Sasha mengingatkan sang adik membuat Faishal tersenyum.


"iya gapapa ini mas yang temenin aja. Gimana Sasha suka ga???" tanya Faishal ke Sasha


"iya mas makasih ya, bilangin bunda juga yah." ucap Sasha kepada suaminya.


"kamu aja yang langsung bilang bunda." ucap Faishal


"iya deh, hihihi Cilla ngapain sih itu?" ucap Sasha yang matanya teralihkan melihat Cilla mencoba memasukkan ibu jari kaki kedalam mulutnya.


"anak ayah ngapain ini??? mau makan kakinya yah??" Faishal lalu menci*umi pipi Cilla gemas.


"Sha! sini!" ajak Fitha, lalu Sasha mendekat. Fitha menunjukkan sesuatu membuat Sasha melotot.


Ternyata yang ditunjuk Fitha adalah satu set pak*aian D*l*m, beserta sebotol kecil parfum bertuliskan *parfum for wife*. Lalu Fitha membisikkan sesuatu kepada Sasha.


"inget! besok pas kamu mbales pernyataan cinta, jangan lupa ini dipakek yah, truuus parfumnya juga, caranya gini aku praktekin cara pakeknya. Nih gini, (Fitha pura pura meneteskan parfum dipergelangan tangan lalu diusapkan dileher dan beberapa titik dibadan) trus jangan lupa di tetesin di C*D ya okey? dah dong?" bisik Fitha sambil mempraktekkan cara memakai parfum.


"hmm?" jawab Sasha singkat sambil mengangguk, wajahnya sudah memerah mendengar penjelasan yang sedikit agak berani menurut Sasha. Namun ia harus mengangguk agar Fitha menyudahi mengajarinya hal tersebut karena Aldo mulai curiga melihat mereka berdua berbisik, ditambah melihat Fitha memperagakan hal aneh menurutnya. Beda dengan Alman dan bastian yang sejak tadi sibuk bermain game online.


"hm hmn aja sih ngerti ga??" tanya Fitha memastikan


"apaan sih." Aldo mulai ingin tahu membuat Sasha tertawa lirih, ia yakin akan ada laki laki yang disemprot Fitha setelah ini.


"kepo ih, ini urusan perempuan! sana sana bantuin sari tuh mberesin kotaknya biar segera selesai." Ucap Fitha kesal karena Akdo selalu ingin tahu urusannya.

__ADS_1


"ck, pelit!" ucap Aldo


"besok aku kasih tau okey? dah sana anteng!" ucap Fitha membuat Akdo sumringah lalu membereskan kotak dengan cepat.


Akhirnya bereslah sudah acara buka hantarannya, semua barang sudah disimoan Sasha dilemarinya, besok ia akan mencari kotak atau kardus besar agar hantaran tersebut bisa ia bawa ke jogja kerumah barunya dikehidupannya ini.


"Sini Cill sama onty yah, tuh nenek kangen katanya besok Cilla dah pulang." Fitha mengambil Cilla dari gendongan Faisal.


"Kak! aku kasih spill." ucap Futha lirih saat mengambil Cilla agar tak terdengar Sasha


"Apa?" Faishalpun ikut bersuara lirih


"dari luar suara kasur aja kedengeran, jadi pelan pelan yah mainnya?" ucap Fitha sambil mengulum senyumnya, membuat Faishalpun langsung memerah wajahnya, Faishal mengulum senyum karena menahan tawanya, bisa bisanya ia diingatkan oleh gadis kecil didepannya ini.


"Dasar bocil!" ucap Faishal sambil geleng geleng kepala.


"Cilla disini aja deh Fith temenin aku, sinta sama sari bobok sama kakak yah?" bujuk Sasha agar ia tak berdua saja dengan Fasihal.


"Kata ibu, kalo kakak sudah jadi pengantin kita ga boleh bobok sama kakak lagi kak, nanti ibu marah."ucap Sinta polos


"iya kak, tadi ibu bilang suruh bantuin nenek jagain Cilla dirumah nenek, soalnya nenek belum bisa tidur lagi nyiapin yang buat subuh."


"Hahhh ya udah deh, Fith!! kamu ya mau ya?" Sasha masih berusaha mengajak Fitha


"Bro, semangat!" bisik Alman ke Faishal sambil menepuk punggungnya membuat Faisal memicingkan matanya lalu tertawa kecil. Mereka keluar kamar sambil menutup pintu.


Akhirnya tinggallah mereka berdua saja dikamar, suasana menjadi sepi , Sasha mencoba mencari kesibukan membereskan kamar pengantinnya agar tak canggung dan berharap Faishal segera mengantuk dan tertidur.


"Sha!" terdengar suara sang ibu.


"iya buuu!" Sasha membuka pintu lalu keluar melihat sang ibu membawa nampan berisi makanan.


"ini makan nak, kamu belum makan malam kan? Faishal juga tadi sepulang dari masjid langsung kekamar, makanlah kalian berdua, ingat Sasha kamu sekarang istri, perhatikan suamimu, dari makanannya, pakaiannya, semuanya dan satu lagi baik baiklah kamu memberi haknya dia, jangan sekali kali kamu menolak, dosa nak, mengerti kan Sasha?" jelas ibunya berharap sang putri memahami mulai saat ini seperti itulah tugas seorang istri.


Deg! Sasha terhenyuh, baru saja ia melakukan hal hal yang dapat mengabaikan suaminya bahkan beharap suaminya tidur terlebih dahulu. Untung ada sang ibu yang mengingatkannya.


"iya bu Sasha mengerti, sini nampannya Sasha bawa kedalam." Sasha meraih nampan dari sang ibu lalu kembali kekamar, ibunya masih memandangi sang putri sampai sasha menutup pintu kamarnya, iapun merasa terlalu cepat putri kecilnya itu tiba tiba saja sudah menjadi istri dari seseorang.


Sasha masuk membawa nampan, ia mendapati Faishal yang sudah tersenyum menyambutnya.


"mas makan yuk. Belum makan malam kan?"


"belum, kamu?"

__ADS_1


"iya sama" Sasba tersenyum membuat Faisal tak ingin memalingkan wajahnya, Sasha salah tingkah ditatap sepeeti itu


"ayo mas sini makan." Sasha duduk dilantai kamarnya menaruh namlan berisi nasi dan lauk nya.


"wah apa ini?" tanya Faishal


"ini gulai kambing mas tadi nenek yang buat."


Merekapun mulai menyantap makanan bersama, sesekali saling pandang pandangan lalu tersenyum bersama, namun sama sekali tak ada obrolan antara keduanya sampai mereka selesai memakannya.


Bibir Faishal terlihat berminyak terkena gulai membuat sasha menelan salivanya saat sekilas ia menatap dan mendapati hal tersebut, semburat rona merah wajahnya pun terpancar. Ia lalu menyuapkan kembali makanannya.


"mikir apa sih akuh!" Batin Sasha, ia menggelengkan kepalanya pelan menyadarkan dirinya kembali.


"kenapa Sha?"


"oh ah eng enggak..... enggak papa koq, he..., aku ambilin tisu dulu mas." Faishal mengangguk


"nih tisunya." ucap Sasha lembut


"eh....!" Sasha membelalakkan matanya ternyata bukan tisunya yang diambil oleh Faishal, justru tangan sasha yang ditarik olehnya, lalu ia mengarahkan tangan Sasha untuk membersihkan mulutnya yang berminyak. Faishal tahu saat Sasha memperhatikan bibirnya dengan tatapan tak biasa. Bagaimana tidak sedari tadi pandangannya tak terlepas dari wajah Sasha.


"kamu juga ada minyaknya." Faishal membalas membersihkan bibir sasha langsung dengan ibu jarinya, membuat Sasha diam terpaku. Lalu menarik tangannya dari bibi Faisal dengan cepat.


" Aku bereskan dulu makanannya ya mas, oiya mas mau kekamar mandi?"


"ia aku mau ganti baju."


"yaudah aku kebelakang dulu yah mas."


Sasha lalu bergegas keluar kamar, iaingin bernafas dengan lebih lega karena didalam kamar membuatnya terasa sesak. Menururnya Faishal semakin intens mendekatinya.


"hufhhh jantung! ayolah!" ucapnya dalam hati, berharap semoga debaran jantungnya semakin berkurang agar ua dapat bernafas lebih lega.


.


.


.


Sasha kembali kekamar, didapatinya Faishal sudah duduk dipinggir kasur terlihat lebih segar, mengenakan kaos putih dan celana hitam selutut. Buru buru Sasha membuka lemarinya lalu mengambil baju tidurnya.


"mas bentar yah aku kekamar mandi." Ucap Sasha lalu berlalu

__ADS_1


Faishal merasa jika Sasha amat gugup, ia menjadi tersenyum senyum, bagaimana kira kira ia akan melewati malam pertamanya ini bersama Sasha.


__ADS_2