Bayi Kita

Bayi Kita
57


__ADS_3

Dikampus....


Hafis datang ke hima, ia begitu terpukul melihat berita viral tersebut. Ada rasa kasihan kepada Sasha karena harus mendapatkan kejadian seperti ini. Tapi ada rasa kesal juga kepada Faisal karena mengapa harus datang terlalu larut ke rumah mereka saat itu. Ya... hafis beserta dan semua sahabat sasha sudah tahu kejadian sebenarnya sehingga mereka tak begitu cemas awalnya, namun siapa sangka ada oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkan berita palsu tersebut. Hafis pun menyalahkan dirinya karena tak mampu melindungi sasha , sejak kedatangan Cilla ditengah mereka, kesempatan Hafis bertemu degan Sasha semakin berkurang karena selalu dicegah oleh bastian.


"Bas, kita harus gimana?" Tanya hafis ke bastian yang sedari tadi sudah menunggu dihima


"nunggu anak anak kumpul Fis, trus kita cabut ke kontrakan."


Tak lama kemudian Dennis beserta Aldo dan Fitha pun datang.


"ayok kita kekontrakan, aku takut banget kalo Sasha dah tau nanti dia kenapa kenapa lagi dirumah." ucap Fitha


Mereka bergegas ke kontrakan. Sepanjang jalan mereka hanya terdiam, bingung campur khawatir bagaimana menjelaskannya ke Sasha. Ditambah lagi permintaan sidang kampus oleh ketua jurusan, semakin membuat beban dihati mereka.


Sesampainua dihalaman kontrakan, Fitha bergegas turun dari motor berlari menuju pintu. Fitha sangat terkejut melihat Sasha yang mulai membereskan isi kopernya sambil menangis.


"Sha!!! kamu mau kemana?!" Fitha berteriak, Fitha semakin cemas, hatinya bertanya tanya apakah Sasha sudah mengetahuinya, tapi Sasha bukan tipe orang yang akan melarikan diri dari masalah. Fitha memilih mendengarkan dulu penjelasan Sasha.


"Fitha aku minta tolong kamu jagain Cilla seminggu yah aku harus pulang." ucap Sasha sambil terisak, tangannya masih sibuk memasukkan keperluannya di koper.


"kenapa harus pulang sha?! coba kami ceritain sama aku pelan pelan." Fitha mengajak Sasha untuk duduk dan menghentikan aktifitasnya. Fitha melihat Sasha sangat kalut.


"ibu Fith!........ ibu masuk rumah sakit, hiks hiks hiks, adekku tadi telfon Fith... aku bingung... ibu selama ini sehat sehat aja. Aku coba tanya adekku tapi mereka cuma bisa jawab aku harus pulang dulu biar tahu lebih jelas."


Fitha memeluk Sasha, ternyata masalahnya tambah rumit, bagaimana caranya ia memberi tahu masalah dikampus, pastinya akan menambahi beban Sasha, tapi jika ia tak menyampaikannya merekapun terdesak dikampus, karena yang harus memberi klarifikasi adalah Sasha.


"ada apa inih? Sha kamu dah tau???" ucap hafis yang baru saja masuk tiba tiba mengataman itu saat melihat Sasha menangis dipelukan Fitha, hatinya ikut tersayat sayat melihatnya.


Fitha langsung meletakkan telunjuknya di bibir, member isyarat kepada hafis agar tak banyak berkata kata, lalu ia menggelengkan kepalanya, Hafis faham lalu iapun tak melanjutkan kata katanya, Hafispun keluar menyusul teman temannya yg lain sembari memberi pengertian temen lainnya.


"Lho Fis, koq lo keluar lagi?" Tanya bastian

__ADS_1


Aldo dan Dennis menjadi heran lalu mereka berdua bertataoan penuh tanya karena hafis keluar dengan wajah yang resah.


"Kalian nanti sampe didalem jangan bilang apa apa dulu, Sasha lagi nangis dan Fitha minta kita ga bilang apa apa dulu." ucap hafis


"yaudah kita masuk dulu." ucap Aldo tak sabar lagi


Mereka berempat masuk. Terlihat Sasha yang sudah tenang dengan mata sembabnya. Lalu Fitha meminta semua temannya berkumpul.


"temen temen, Sasha akan pulang ke lampung hari ini juga."


" hah!" Ucap mereka seretak selain hafis.


"kenapa mesti pulang sih sha emang ga bisa kita selesaikan bersama disini?!" ucal Aldo yang cemas jika Sasha mulai depresi padahal Sasha belum mengetahui tentang kasus Viral tersebut.


"Do! plis deh ga usah bikin orang tambah cemas tauk! dengerin aku dulu!" ucal Fitha sedikit emosional kepada Aldo yang selalu tak sabaran.


"Temen temen Ibunya sasha masuk rumah sakit secara tiba tiba, jadi Sasha memutuskan untuk pulang hari ini juga."


Tiba tiba HP aldo berdering, ternyata Alman yang sedang menelfonnya, lalu iapun keluar dark kontrakan. Alman megabarkan tentang kondisi Faishal kepada Aldo dan meminta alamat Sasha. Namun Aldo pun menceritakan bahwa kondisi Sasha saat inipun sedang tidak baik baik saja. Aldo makin resah, selain memikirkan Sasha, sang kakakpun ternyata mendapatkan masalah di Rumah Sakit karena berita viral yang sama.


Aldo mengaja bastian keluar, ia bertukar pandangan kepada Bastian yang ua anggap sangat bijaksana, namun sayangnya Bastian saat inipun sangat kebingungan.


"bentar bro, kita harus pikirin mateng mateng nih masalahnya."


"tapi Sasha minta hari ini juga berangkat ke Lampung, apa yakin dapet kendaraan? trus kalo panggilan kampus ga dipenuhi gue takut Sasha bakal dikeluarin karena ga bisa kooperatif. Mana kakak gue dah ngurung diri aja dikamar."


"gini aja, kita tetep harus bilang ke Sasha, biar Sasha yang milih prioritas mana yang menurutnya paling baik."


"huufh, semoga sasha bisa terima semua ini." ucap Aldo, yang sekarang tambah frustasi karena sang kakak mengiriminya pesan agar memberi tahu alamat Sasha, sedang ia berjanji kepada Sasha tidak akan memberi tahukan alamatnya.


.

__ADS_1


.


.


.


"Sha, kamu beneran harus pulang hari ini? kamu yakin bakal dapet kendaraan?" tanya Aldo


"Aku ingin segera ketemu ibuku do, aku dah ga bisa mikir lagi, nanti sampai ke terminal baru cari bus yang ke lampung." ucal Sasha lirih


"kamu yakin bakal dapet? kalo ga?"


"aku mau nunggu diterminal sampe dapet." ucap Sasha tanpa pertimbangan


" ga usah aneh aneh deh sha, kamu cewek mau nginep diterminal?? ga ikhlas gue! dah pesen tiket pesawat aja deh! ntar gue yang bayarin!" ucap Aldo emosiona, ia tak habis pikir kepada Sasha yang tanpa pertimbangan apapun.


"ga do, aku ga mau ngrepotin kamu...." ucaop Sasha ga enak ia faham betul Aldo tak ingin ia diterminal apa pagi sampai menginap.


"Sha, sebelum kamu pulang ada yang harus kami sampaikan dulu. Tapi kamu yang sabar yah." ucap bastian, Fitha terkejut lalu menatap bastian agar tak mengungkapkannya saat ini, Fitha belum siap melihat bagaimana ekspresi sasha.


Sasha menyadari sikap teman temannya agak aneh, pasti ada hal yang harus disampaikan terkain dirinya. Terutama melihat Fitha yang berusaha mencegah Bastian.


" Fitha ga usah khawatir, bagaimanapun ini pasti hal mendesak tentang aku,kalo bukan ga mungkin kalian berkumpul disini sekarang. Bilang aja Bas gapapa, aku siap." ucap Sasha, mencoba mengatur emosinya setelah menangis. Ia mencoba tegar agar sahabatnya tak sungkan.


" Kamu dah tau tentang berita viral?" Tanya bastian, Dennispun memberanikan diri menunjukkan instagramnya ke Sasha.


"Nih Sha coba kamu lihat" ucap Dennis, ternyata berita iti sudah viral 22 jam yang lalu bakhan komentaf dan likenya sudah pulihan ribu.


Sasha gemetar, mengaoa bisa ada foto mereka saat digrebeg, siapa yang begit inginnya menfitnah mereka, mengapa foto itu tak di blur sama sekali bahkan Cilla dan Faisal pun terekspos. Yang membuat Sasha teriris adalah kata kata di headline yang sangat sangat memfitnah dirinya. Iapun menghembuskan nafas beratnya. Akhirnya airmatanyapun menetes lagi tanpa bisa ia kendalikan, kepalanya terasa berat lalu ia jatuhkan kembali kepelukan Fitha, disambut Fitha dengan penuh perasaan.


Sasha menangis sejadi jadinya. Saat ini adalah situasi terberat yang pernah ia hadapi selama ini. Sedangkan yang lain merasa serba bingung, padahal masih ada hal yang harus mereka sampaikan dan harus ditanggapi Sasha dengan serius.

__ADS_1


__ADS_2