Bayi Kita

Bayi Kita
07


__ADS_3

Di lapangan......


"udah tenang aja, tuh kyknya ada yang dateng." ucap bastian


"dennis!!!!" seru hafiz dan bastian bersamaan mereka terkejut karena dennis datang seorang diri dan kaos putihnya terkena noda darah saat membantu membersihkan sang bayi dari daun daun yang menempel lalu ia lupa menyapukan tangannya di bajunya sehingga noda darah menempel. Namun hal ini membuat dua rekannya sangat terkejut ditambah hanya dennis seorang diri yang datang.


"nis! ada apa!!! coba ceritain ke gue! yang lain kemana! jawab!!!" sentak hafiz sambil menggoyang goyangkan bahu denis dengan sangat emosional, takut jika terjadi sesuatu oleh rekan lainnya terutama Sasha.


"sabar bro, tenang... biar dennis cerita pelan pelan. nih den minum dulu." ucap bastian.


"makasih bro." dennis meminum air mineral sehingga membuatnya lebih tenang.


" gini bro gue mau cerita, jangan kaget yah, kita mohon jangan ceritain ma siapapun cukup kita berenam aja yang tau. gini......" dennis pun menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami. Akhirnya Hafiz sedikit lebih tenang karena tidak terjadi sesuatu dengan yang lainnya. Dan mereka akan menunggu esok hari untuk bergabung dengan rekan lainnya.


Bastianpun sepakat untuk tidak melaporkan kejadian ini kepada kades sementara waktu hingga saatnya tepat untuk mengungkapkan semuanya. Mereka sepakat untuk merahasiakan ini dan sama sama merawat sang bayi. Serta mereka kompak jika panitia lain menanyakan keberadaan Sasha, Fita dan Aldo mereka akan mengatakan jika Sasha kembali sakit kakinya dan harus segera dibawa keklinik untuk menutupi kecurigaan yang lainnya.


" Bas besok pagi kita observasi lokasi ya kalo yang lain lagi pada sarapan, takutnya sisa sisa darah masih ada. Bisa aja kan malah mahasiswa yang ngadain kegiatan jadi kena imbasnya." Ucap Dennis penuh pertimbangan


"bener lu bro, besok kita pastian bareng bareng. Tumben banget sih lu den, bisa bijak juga." ucap bastian tertawa ringan sambil menepuk punggung dennis.


"gue masih waras kali, kalian aja yang bikin gue agak miring gitu apa lagi Aldo hadewww bikin gue tambah jadi, hahhhaha." ucap dennis menyobongkan diri. Akhirnya dennis berganti baju dan bergabung kembali dengan rekan lainnya.

__ADS_1


****************


Mendekati lokasi parkir Rumah sakit.......


"tidur dedeknya lucu banget." ucap Sasha yang terkesima dengan bayi yang sedari tadi hanya diam jika Sasha yang merangkulnya.


"ihh lucuuu, nanti kl dah dibersihin mesti cakep banget deh, sayang ga mau aku gendong hiks" ucap fitha yang kecewa karena sang bayi terus menangis saat digendongannya.


"dikira emaknya lu sha." celetuk Aldo yang sudah mematikan mobilnya.


Mereka berjalan tergesa gesa ke klinik Faisal agar sang bayi segera mendapat perawatan. Karena suhu tubuh sang bayi tiba tiba panas.


Brakkkkk...!!!!!


"Aldo!!! ga usah main main gitu ah!" Faisalpun jadi emosi dengan kelakuan sang adik namun tiba tiba ia terdiam melihat ada Sasha dan Fitha mengikuti dbelakang Aldo dan menggendong sesuatu yg ditutupi jaket.


"kak!!! tolongin kita." ucap fitha dengan nafas memburu


"iya mas tolong banget" Sasha menambahi dengan suara yang lebih cemas lalu langsung meletakkan dang bayi di kasur pasien.


"Apa ini? hah? bayi???" ucao faishal tak percaya melihat seorang bayi yang bisa ia tebak baru saja dilahirkan terbukti bayi tersebut belum dibersihkan dan tali pusarnya masih panjang.

__ADS_1


"bayi siapa ini? kalian berdua ada yang melahirkan???" tanya Faishal tak percaya sambil melihat ke arah fita dan Sasha bergantian, ia mengingat ngingat kembali antara Fita dan sasha sepertinya tidak pernah terlihat hamil ataukah luput dari perhatiannya.


"kak nanti kita ceritain, sekarang tolong dulu deh soalnya kita ga tau harus ngapain." ucap Aldo yang ingin sang kakak segera bertindak karena sang bayi mulai menangis kencang lagi dan badannya panas.


Faishal segera menyiapkan semua peralatan yang akan dipakai dan meminta bantuan Sasha, Fitha dan Aldo agar bayi tersebut cepat ditangani. Faishal menyuruh Aldo membeli beberapa perlengkapan bayi, seperti pakaian, beberapa perlengkapan dan susu untuk bayi baru lahir, karena dikliniknya tidak terlalu banyak perlengkapan khusus buat bayi baru lahir. Biasanya terdapat dibagian persalinan. Namun untuk saat ini tidak memungkinkan untuk meminta bantuan para bidan disana karena Faishal tidak ingin bayi ini menjadi sebab banyak pertanyaan. Apalagi dbawa sendiri oleh adik dan teman teman perempuannya.


"itu kakak dah ngelist yang harus dibeli, di minimarket RS aja buka 24 jam. dah sana cepetan!" ucap faishal


"bingung lah kak belinya inih.... Fit ikut gue!" ucap Aldo


"hah!! sama aku?" ucap Fitha sambil menunjuk dirinya sendiri


" ga ngerti gue apa aja inih."


" oiya dek sekalian carikan pakaian ganti buat temennya, baju kalian sudah ada noda darahnya." Faishal menambahkan karena melihat pakaian Sasha yang sudah kotor.


Sedang Fitha akhirnya melihat dirinya sendiri, lalu mengecek sepertinya pakaiannya tidak terkena noda darah karena sang bayi saat ia gendong sudah dibalut selimut, beda dengan Sasha yang mengangkat pertama kalo dan membersihkan sisa sisa daun yang menempel. Akhirnya Fitha mulai menyadari ternyata maksud dari faishal adalah membelikan pakaian untuk Sasha namun ia tak mau langsung menyebut nama Sasha, ternyata benar yang dikatakan Aldo, bahwa sang kakak mulai memperhatikan Sasha, buktinya sampai pakaian sasha yang berwarna gelappun ia tau terkena noda darah. Fitha tersenyum dalam hati, bahagia dan berharap semoga Faishal dan Sasha bisa menjadi pasangan.


"cus yuk Fit, dah malem, biar kita biarin aja tuh ibu bapak yg anaknya baru lahir, hehhe." ucap Alfo ke Fita yang disambut tatapan tajam sang kakak, sedang Sasha tidak begitu peduli dengan kata kata Aldo, fokusnya hanya ke sang bayi. Dengan cepat Aldo dan Fitha keluar ruangan untuk segera mencari keperluannya.


Sedang saat ini Sasha sibuk membantu Faishal membersihkan sang bayi, sehingga dia tidak keberatan jika harus ditinggalkan oleh Fita, justru Sasha begitu lengket dengan sang bayi, dan tak ingin berpisah. Sasha sangat sangat memperhatikan saat faishal memandikan, menimbang, membedong, dan lain lain. Ia benar benar ingin belajar agar bisa ikut merawat sang bayi. Ada rasa terhenyuh saat melihat Faishal begitu lembut memperlakukan sang bayi, bahkan mampu menenangkan tangisannya yang sangat kencang. Kadang Sasha tiba tiba tersenyum melihat interaksi Faishal dengan sang bayi, entah apa yang dipikirkannya, namun ia benar benar terbuai oleh pemandangan didepannya. Faishal terlihat sangat penyayang, membuat hati Sasha mulai bergetar.

__ADS_1


Faisal menyadari bahwa Sasha beberapa kali tersenyum, manis... gumamnya. Namun Faishal tidak tahu dirinyalah penyebab Sasha tersenyum sangat indah menurutnya. Fikirnya... pasti Sasha bahagia karena bayi yang ia gendong.


"mas......


__ADS_2