
Persiapan resepsi pernikahan pun dimulai, Sasha amat bahagia ternyata keluarga barunya sangat antusias bahu membahu untuk mempersiapkan acara besarnya. Namun Sasha sangat sibuk saat ini, karena ia juga harus mempersiapkan KKNnya, sehingga harus bolak balik lokasi KKN yang sangat jauh. Dan yang pasti ia harus berboncengan dengan Hafis, satu satunya teman yang bisa memboncengnya. Awalnya mereka masih canggubg setelah perkataan Aldo saat itu. Namun Hafispun tak kuasa mengabaikan Sasha, ditambah hanya Sasha yang tidak memiliki kendaraan sendiri dan Hafispun tidak ada yang ia bonceng dimotornya. Akhirnya ia yang menawarkan diri. Sasha yang kebingungan saat itu hampir saja meminta bantuan bastian atau Aldo saat mereka survey lokasi KKN, namun sayang jadwal merekapun bertabrakan sehingga tak mampu membantu Sasha. Sedang Faishal pun hatinya menjadi gundah tak bisa mengantar sang istri kelokasi KKN dan terpaksa merelakan Sasha berboncengandl dengan Hafis karena jadwal skors nya sudah berakhir dan harus kembali praktek di kliniknya, bahkan bergantua dnegan snag bunda menjaga Cill, kadang ayahpun ikut membantu jika Faishal dan Bunda mendapatkan shift sore atau malam bersama.
Setiap saat Faishal selalu mengirimkan pesan, bahkan jika pesannya tak langsung dibalas ia akan langsung menelfon, ia sangat sangat posesif. Wajar jika ia menjadi seposesif itu karena sang istri bersama laki laki yang memiliki perasaan lebih terhadapnya. Ia selalu memberikan pesan kepada sang istri agar jangan jatuh cinta dilokasi KKN alias cinlok.
"Jangan cinlok yah bun, ini Cilla yang bilang lho." Ucap Faishal yang sedang menggendong Cilla, ketika Sasha sedang bersiap siap berangkat survey ke lokasi KKN.
"Apaan sih hehhee. Mas kayak anak kecil aja, yaudah ikut aja yuk." ucap Sasha geleng geleng kepala melihat tingkah sang suami yang selalu memberi pesan seperti itu. Daripada sang suami hanya bolak balik menelfon dirinya, lebih baik mengantarnya ke lokasi.
"Mas kan shift pagi sayang. Yang penting kamu ga boleh cinlok yah." ucap Faishal mengingatkan kembali.
"Iyaaahhh, sini aku gendong Cilla bentar mas." Sasha meraih Cilla dan menggendongnya.
"Bunda pergi dulu sayang, yang baik sama ayah ya, Cup! Bunda kasih vitamin sayang." Ucao Sasha sambil menci***umi pipi gembul milik Cilla.
"Aghee, aghe!" Cillapun berceloteh menanggapi sang bunda, tangan kecilnya meremas pipi sang bunda dengan gerakan khas bayinya.
"Iya sayang, mau cerita apa Cilla?" ucap Sasha
" mas transletin ya, katanya bunda kalo mau pergi jangan lupa ayah juga dikasih vitamin." ucap Faishal sambil menepuk nepuk jari telunjuk dibibirnya, Sasha jadi menyunggingkan senyumnya.
"dasar! kan tadi malem udah dipuas puasin." ucap Sasha ia mengingat kembali kativitas mereka malam tadi
"Belum, kan cuma bentar." Ucap Faishal mukanya dibuat buat seperti orang kecewa.
"Kalo kelamaan aku bisa ngantuk lah mas dijalan, nanti kalo aku senderan sama yang boncengin gimana hayo." Sasha mulai berani memancing sang suami agar ngambek.
__ADS_1
"iya iya, kalo ngantuk pokoknya minta berhenti, jangan senderan lho ya! Nanti kamu jatuh." ucap Faishal aslinya ia ingin mengatakan bahwa is tak rela Sasha bersandar dipunggung Hafis karena mengantuk, tapinia gengsi. Sasha hanya bisa tertawa, ia mulai terheran heran semakin hari, suaminya yang dulu dikenal sebagai orang yang sangat dingun terhadap wanita ternyata punya sisi kekanak kanakan juga.
"Nanti Cilla ma Bunda ya mas?" Taya Sasha, ia menyerahkan Cila kegendongan Faishal
" iya Bunda Shift siang, nanti kalo bunda mau berangkat aku belum selesai, Alman yang mau jagain." ucap Faishal
"Duh jadi ngerepotin kak Alman juga." ucap Sasha tak enak hati.
"Cilla kan bayi kita, bayi kita sama sama , mereka semua dah sayang sama Cilla, kadang tiba tiba Bastian sama Dennis dateng pas qm survey, mereka juga mau bantu jagain Cilla. Dan untungnya Cilla sekarang juga ga rewel kalo sama yang lain." jelas Faishal
"Maafin bunda ya sayang, bunda ga bisa jagain kamu full time." Ucap Sasha lalu mengec***up pipi Cilla kembali.
"Nanti kalo kamu dah pulang kita kepenjahit ya, udah jadi katanya kebayanya." ucap Faishal
"Fis! Helm ku sama kamu kan?" Ucap Sasha kepada Hafis lalu haya dibalas anggukan oleh Hafis, Hafis saat ini tak sehangat dulu, karena ia mulai menjaga jarak dan bersikap sewajarnya saja kepada Sasha, ia juga tahu jika Sasha juga sedang berusaha agar tak canggung kepadanya.
"Fis titip yah, kalo ada apa apa segera hubungi." Seru Faishal, karena jarak mereka agak jauh, faishal diteras dan Hafis masih di atas motornya.
"Dah ya mas pamit." Ucap Sasha, ia menc*ium punggung tangan sang suami, lalu Faishal membalas dengan mengecup puncak kepalanya lanjut kepipi lalu memeluknya seakan tak bisa jauh dari belahan jiwanya, dan Hafispun segera memalingkan wajahnya kearah stang motornya, ia belum bisa melihat adegan tersebut, sedang Faishal sengaja melakukannya agar Hafis dapat menghilangkan perasaannya secepat pungkin terhadap Sasha.
"Dah ya. Ba bay!" Ucap Sasha lalu ia menghampiri Hafis dan memakai helmnya, biasanya Hafislah yang akan memakaikan helmnya, namun saat ini Sasha sudah harus terbiasa memakai helm sendiri begitupun Hafus harus menghilangkan kebiasaannya itu.
Faishal melepas kepergian sang istri, ia menggerakkan tangan Cilla agar dapat melambaikan tangannya ke Sasha.
Diperjalanan, rombongan motor oara mahasiswa berjalan berurutan, kali ini adalah survey ketiga mereka, dan mereka akan mengkomunikasikan jenis jenis kegiatan kepada warga setempat beserta pernagkat desa.
__ADS_1
Hafis hanya diam, Sashapun demikian, namun hal justru membuat Sasha mengantuk, beberapa kali Sasha membenturkan mika helm bagian deoannya ke helm Hafis. Akhirnya Hafis memilih menepi setelah memberi kode kepada rekan lainnya.
"Sha! Kamu ngantuk?" Ucap Hafis nada khawatirnya telah kembali seperti sedia kala.
"Hah! I-iya Fis, aku jadi ngantuk banget maaf, hoamh." Ucap Sasha sambil menguap, laly ia mengucek matanya agar sadar kembali.
"Minum dulu, nanti kita ngobrol aja, biasanya kamu kalo ngobrol ga ngantuk kan?" ucap Hafisz ia jadi merasa bersalah karena ialah yang mendiamkan Sasha, setelah beberapa kali diajak bicara oleh Sasha namun ia hanya membalas dengan anggukan.
"iya, aku kirain kamu lagi fokus dijalan jadi ga aku ajak ngobrol lagi." ucap Sasha canggung
"kamu ngobrol aja seperti biasa, mau ngobrol apa, nanti aku tanggepin biar kamu ga ngantuk. yuk kita jala lagi, dah mendung nih." Ucap Hafis lalu melajukan motornya kembali setelahbia memastikan Sasha sudah tidak begitu mengantuk, dan memberi kode keyangblainnya untun meneruskan perjalanan ke daerah Windusari, magelang dimana terletak dilereng gunung merbabu.
"Jadi canggung banget sama Hafis, biasanya kalo ngobrol mengalir aja, coba aku ajak ngobrolin soal Cilla deh." gumam Sasha dalam hati
*******
**Mohon maaf ya readers tercinta semuanya, bari bisa update lagi setelah dua hari kena masalah jaringan
Selamat menikmati ceritanya
Oiya kalian punya feeling apa nih tentang keberadaan orang tua Cilla??
Komen dibawah yahh
Makasih sudah selalu mendukung karya ini 🙏🏻**
__ADS_1