Bayi Kita

Bayi Kita
23


__ADS_3

Sasha akhirnya mendapatkan pekerjaan. Mencoba mengajar privat satu satunya pilihannya. Selain mudah dilakukan, waktunya bisa dilakukan saat sore hari, malam atau hari libur tergantung permintaan yang mendaftar.


Sasha mendapat murid ketika berbelanja sayur didekat rumah. Ada sekumpulan ibu ibu yang sedang menceritakan betapa sulitnya sang anak belajar. Lalu tanpa segan Sasha menawarkan diri, ibu ibu antusias menyambut tawaran Sasha karena selain biayanya tak semahal lembaga bimbingan privat, gurunya bisa datang kerumah, jadi orang tua tidak perlu kesusahan antar jemput. Merekapun menilai Sasha sangat baik dari pertama kali menawarkan diri sasha terlihat sangat ramah. Alhasil Sasha mendapat 4 murid, dua orang adalah anak kelas 6 SD, satu kelas 1 SMA dan satu lagi kelas 2 SMA. Untungnya semuanya dekat dengan rumah sehingga Sasha bisa berjalan kaki kesana.


Sasha akan mengajarkan materi IPA dan Matematika untuk SD serta mengajari materi KiMiA, matematika serta biologi untuk SMA, itulah bidang yang paling ia kuasai namun yang paling sulit bagi anak anak terutama kimia dan matematika. Sehingga ibu ibu disana berebut ingin anaknya diajarkan namun karena keterbatasan Sasha ia hanya bisa mengajar 4 anak terlebih dahulu sebagai langkah awal. Jika setelahnya Sasha bisa mengatur jadwal kembali maka ia akan menambah beberapa siswa, siapa tau penghasilannyapun dapat bertambah.


"makasih ya mba Sasha, saya lihat dea seneng belajar sama mba Sasha, pokoknya saya manut njih mba, nanti seminggu 3 atau 4 kali gapapa."


" iya bu kalo ga bentrok sama yang SMA saya bisa nambahi jamnya."


"malem gapapa koq mba Sasha. Oiya nanti pembayarannya setiap 10 kali pertemuan saja ya mba sama kayak putrane bu Wiwid."


"iya bu boleh nanti saya bawakan print absennya. Saya pamit dulu ya bu Endang "


Sashapun pamit, hari pertama mengajar privat dirumah bu endang lancar, ia berharap hari hari selanjutnya akan berjalan dengan baik.


Setelah kepergian Sasha datanglah ibu yang lain kerumah bu endang.


"Bu endang! itu mahasiswa yang ngelesin to?"


" njih bu, ada apa? anaknya mau ndaftar opo kepiye bu?"


"mboten bu. Jenengan tau to itu yang tinggal dirumahe dokter ganteng itu lho bu, dokteeeeer.... sopo yo lali aku."


"dokter Faishal po bu?"


"ho oh bener dokter faishal, sopone yo bu endang kayaknya dah sebulan tinggal disitu, trus bu ketoke gowo bayi."

__ADS_1


"hush! bu Tini ampun nggosip bu."


"tenan lho bu gowo bayi, wong saya sok lihat kalo pagi itu di dede diluar. Kadang dokter Gantengnya juga sing dede bu."


^^^*dede\=berjemur^^^


"Ah bu Tini mungkin saudarane bu." bu Endang masih tak percaya karena bu Tini adalah biang gosip terpanas di komplek perumahannya.


"ealah bu kan kita ga tau bu. kenapa bisa tinggal disana trus bawa bayi ne kayaknya masih sebulanan bu. Trus koq doktere sing dede lho bu. Aneh to bu."


"apa iya to bu Tini, belum percaya saya. Kan dokter faishal itu belum nikah lho, nak nikah lah kita mesti diundang wong kenal."


" wes bu besok pagi tukang sayure ben mangkal didekete rumah pak dokter wae bu ben jenengan bisa lihat."


"Saya ga mau tau urusan orang lah bu tini, tebakan saya paling itu saudarane."


"Mba Sasha."


" Nah misal mba Sasha wes nikah bu mesti ono bojone to bu, ketoke sing tinggal gur cah 2 bu wedok wedok kabeh isih mahasiswa, sing kerep gendong yo mba Sasha kui trus kadang akeh kancane lanang lanang do teko bu tapi trus pulang lho ga nginep. Nak dokter ki saya suka liat ki kalo dateng gur pagi, nak malem dateng sedilit trus pulang mboten nginep, piye ga curiga to bu." Detil sekali bu Tini menceritakan Sasha, seolah sudah memantaunya setiap hari membuat bu Endang yang tidak begitu suka dengan bu Tini geleng geleng kepala.


Namun.... atas berita ini bu Endangpun jadi bertanya tanya apakah benar yang diceritakan bu Tini. Bu endang hanya tak ingin Sasha yang baru saja dikenalnya sebagai gadis yang baik terkena masalah akibat mulut panas bu Tini. Bu Endang memutuskan untuk membuktikan ucapa bu Tini namun tak ingin ia perlihatkan dengan Bu Tini bisa bisa bu Tini mengira akan mendapat anggota baru grup gosipnya. Bu Endang akan ikut membeli sayur bersama bu Tini besok pagi didekat rumah sang dokter. Jika yang dilihatnya benar, mungkin ia akan langsung menanyakannya langsung ke Sasha agar tidak terjadi kesalahfahaman. Hanya saja perilaku bu Tini cukup meresahkan, semoga saja Sasha tidak terkena masalah akibat ulah bu Tini yang kurang kerjaan baginya, itulah harapan bu Endang.


Keesokan paginya, Faishal sedang mengajak Cilla berjemur didepan rumah, sambil mengajak ngobrol bayi yang sekarang menjadi putrinya itu. Semakin hari Cilla makin menggemaskan. Sudah bisa menanggapi jika diajak ngobrol. Yang paling membuat Faishal terharu adalah, ketika ia datang Cilla seolah amat bahagia ketika bertemu denganbya, banyak celotehan khas bayi satu bulanan serta gelak tawa merespon setiap perlakuan sang ayah membuat Faisal tak kuasa untuk tidak bertemu satu hari saja. Bahkan karena sangat rindunya saat saat jam kerja Faishal menyempatkan menelfon deegan vidiocall ke Sasha atau Fitha yang sedang menjaga Cilla. Hanya karena saat memeriksa bayi bayi, tiba tiba rasa rindunya tak terbendung ke Cilla. Akhirnya Vidiocall lah menjadi obatnya.


"sayur sayur....!" Tukang sayur yang sebelumnya bertemu bu Tini sudah mangkal didekat rumah Faishal atas arahan bu Tini. Terlihat ibu ibu komplek termasuk bu tini dan bu endang berduyun duyun menuju gerobak tukang sayur berlomba memilih sayuran serta lauk pauk yang Fress untuk keluarganya.


"ehh dokter! tumben dok dateng!" ucap bu Tini dengan nada khasnya, memanggil Faishal dengan mendayu dayu.

__ADS_1


"oh iya bu." balas Faishal ramah sambil mengangguk dan tersenyum membuat ibu ibu disana berbisik bisik, jangan heran bukan hanya wanita muda saja yang terpana, bahkan para ibu yang sudah menikahpun tetap terkesima dengan senyuman dan paras Faishal yang sudah dijuluki dokter ganteng oleh mereka sampai banyak yang lupa jika namanya Faishal.


Bu Endang masih mengamati, ternyata benar ada dokter faishal yang menjemur sang bayi.


"itu bayine sapa dok? koq imut sih." tanya ibu muda lainnya.


"oh ini anak saya bu".


"ooooohhh" jawab beberapa ibu serentak lalu bebisik bisik entah apa yang dibicarakan mereka membuat bu endang yang tak suka bergosip menjadi tak nyaman.


"dok..."


"ssst bu ampun suka tanya tanya masalah pribadi orang bu, nanti dokternya ga nyaman." bu Endang langsung memotong pembicaraan bu Tini takut jika menanyakan hal hal yang lebih spesifik lagi.


"eeehhh heheh iya bu Endang jadi malu." bu tini yang ditegur langsung menutup mulutnya deegan tangan, menjawab bu Endang dengan senyam senyum.


Sebenarnya bu Endang juga resah, apa hubungan Sasha dan sang dokter namun ia mencoba menghilangkan rasa penasarannya takut terseret arus menjadi penggosip.


"mas dah mau setengah delapan, sini Cilla ma aku." ucao Sasha yang baru saja keluar dari rumah, ia gak menyadari jika ada sekumpulan ibu ibu didekat rumah mereka.


"oh ya sudah saya berangkat dulu yah, nih sama bunda dulu ya sayang, ayah berangkat." ucap Faisal mesra ke sang bayi, menyerahkannya ke Sasha lalu mengecup kepala cilla.


Degh!


Bu endang terkejut, Sasha dipanggil bunda? batinnya bertanya tanya. Jangan jangan apa yang dikatakan bu Tini benar adanya. Sungguh ia sesalkan mengapa hal ini bisa tercium oleh ibu ibu yang lain terutama si ratu gosip. Dilihatnya ibu ibu didepannya mulai berbisik bisik setelah mendengar perkataan dokter yang menyebut bunda lalu sikapnya yang amat mesra bak suami yang akan pergi kerja dan berpamitan dengan anak dan istrinya.


"harus tanya mba Sasha ini, semoga ga jadi konsumsi ibu ibu penggosip ini ya Tuhan." bisik bu Endabg dalam hati lalu ia pamit kepada ibu ibu, hatinya sudah tak enak, ia tetap yakin bahwa Sasha adalah wanita baik baik.

__ADS_1


__ADS_2