Bayi Kita

Bayi Kita
115


__ADS_3

Esok haripun tiba, Sasha amat gelisah menanti kedatangan keluarganya yang baru pertama kali keluar pulau Sumatra. Tak henti hentinya Sasha mengirimkan pesan kepada sang adik dan memberi komando dimana mereka harus turun. Sasha pun menghubungi ponsel sang adik untuk yang kesekian kalinya.


["Sari, ingat kan turunnya?? Minta sama supir apa keneknya turun di loket Gamping atau Terminal yah, sekarang kira kira dah sampe mana dek?"] Sasha


["kakak jangan telpon terus lah kak, batre adek mau habis ini, kita dah sampe purworejo, ini lagi berhenti Bisnya nurunin orang, dah ya kak, mau mati HPku."]Sari


Tut!


"Duh sari, HPnya dah lowbet nih gimana Fith!" tanya Sasha ke Fitha yang menemani disebelahnya saat ini mereka ada di kampus dan sudah menyelesaikan jam pertama dan kedua.


"Kita siap siap aja yuk ke Gamping, nunggu disana, yuk." ucap Fitha sambil beranjak dari duduknya


"Bentar! Mas Faishal OTW nih dari RS." ucap Sasha, saat ini Faishal sedang mengurus cutinya, namun hanya diizinkan selama 3 hari, mengingat acara resepsi akan diadakan 2 hari lagi dan hampir semua rekan kerjanya di RS tersebut di beri undangan. Selebihnya Almanlah yang akan menggantikan jam praktek Faishal selama ia menambah liburnya 4 hari lagi dengan catatan ia akan mengganti setelahnya dan bersedia ikut seminar bersama.


"Do!! kamu ikut kan?" Tanya Sasha


"iya lah! Kayaknya ga muat deh, orang 5 kan?" tanya Aldo


"iya berlima, pasti mereka bawa macem macem deh." Sasha sudah bisa membayangkan apa saja yang akan dibawa keluarganya.


"Trus! Si.... Ituh dateng ga??" tanya Aldo


"Siapa emang?" Tanya Sasha bingung atas pertanyaan Aldo


"ah ga engga koq, he!" ucap Aldo sambil menggatuk lehernya yang tidak gatal


"siapa?? Hayo!!! Nungguin cewek yang kemaren nyamperin kamu kan disana!!" Ucap Fitha ketus, nadanya kesal seperti orang yang cemburu.


"Siapa! Mana ada gue sampe bikin relasi ma cewek manapun! Emang gue supel sih, tapi adanya mereka yang gebetin gue! Faham?" Jawab Aldo yang akhirnya kesal juga karena dituduh sembarangan, padahal yang ia tanyakan adalah sosok Riyan, yang memang membuatnya tak nyaman. Fitha tak ingin membalas ia hanya mencebikkan bibirnya lalu mbuang mukanya.

__ADS_1


"Sinetron lagi! Kalian tuh daripada beginiiii terus, saling curigaan, dikira orang kalian pacaran lho, mending pacaran sekalian kan!" Ucap Sasha sambil tersenyum senyum melihat dua sahabatnya yang semakin lama semakin aneh tingkahnya.


"Tuh diem kan? Kalian nih kalo berdua mesti ribut, kalo yang satu lagi deket ma orang lain yang satu cemburu, kalo lagi klop, kompaknyaaaa minta ampun! Dah deh jadian aja!" Sasha mash terus memberi saran agar dua sahabatnya menjalin hubungan pasti


"No!!!" ucap Aldo da Fitha berbarengan.


Sasha hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka. Tapi dalam hati kecilnya berharap agar sahabatnya tetep baik baik saja, apapun yang terjadi nanti, semisal mereka tak berjodoh.


Faishal akhirnya datang, ia langsung mengajak ketiganya segera ke Loket Gamping karena jaraknya yang lumayan jauh.


"Cilla gimana mas?" tanya Sasha karena tadi Cilla hanya dengan Faishal dirumah


"Tadi sebelum mas berangkat Bunda dah pulang, Bunda dah ngurus cuti jadi sama Bunda sekarang." Ucap Faishal sambil menyetir.


"Syukurlah, lega. Soalnya tadi malem masih rewel kan, semoga dah ga rewel lagi ya mas." ucap Sasha khawatir karena mereka berdua semalaman harus bergantian menggendong Cilla yang masih rewel dan susah tidurnya.


"Mau dibawa ke spa baby sama Bunda, mungkin capek dia." ucap Faishal


"pijet biasanya, trus nanti kl memungkinkan diajak renang dulu." ucap Faishal


"Jadi pingin lihat!" ucap Sasha antusias


"iya besok kita yang anter yah." ucap Faishal tersenyum lalu mengusap usap rambut Sasha dengan sayangnya. Sashapun meraih tangan Faishal dari kepalanya lalu di kec*upnya dengan sayang dan dipeluk manja.


Sampailah mereka di Loket Gamping, loket ini biasanya menjadi pemberhentian pertama


bis bis dari Sumatera sebelum ke terminal bis Giwangan Yogyakarta. Aldo dan Faishal.memarkirkan mobil mereka disekitar sana, lalu bergabung bersama Sasha dan Fitha menunggu pemberhentian bis di depan loket.


Sudah satu jam lamanya mereka menunggu, dan sudah ada dua bis yang berhenti namun tak ada seorangpun keluarganya di bis bis yang datang. Sasha gelisah menunggu, kapan bis yang berisi keluarganya akan datang. Ia sudah memastikan bahwa bis yang ditumpangi keluarganya pasti akan berhenti diloket tersebut terlebih dahulu. Namun yang ditunggu belum kunjung tiba. Sedangkan Aldo dan Fitha sibuk hunting makanan dipedagang PKL yang ada disekitar sana. Fitha sengaja mengajak aldo membeli siomay untuk diberikannya kepada Sasha, ia faham betul siomay adalah salah satu makanan favorit Sasha selain bakso.

__ADS_1


"Nih, ayok ngemil!" Fitha menyerahkan siomay yang dibungkus plastik, biasanya mereka berdua membeli siomay dibungkus plastik lalu disantap bersama.


"Ih Fith! Malu tau, masa kita makan pakek plastik" bisik Sasha, ia malu dilihat sang suami, karena menurutnya itu kurang steril. Ia ingin menjaga imagenya.


"ish jaim! Biasanya juga makan sambil nongkrong dimana mana, dasar Sasha" ucap Fitha lirih gemas lalu mencubit dengan lembut hidung Sasha membuat Aldo dan Faishal menatap mereka berdua dan jadi curiga apa yang sedang mereka bisikkan.


"simpenin! Nanti kalo sampe rumah kita eksekusi yah." bisik Sasha kembali sambil menunjukkan acungan jempolnya ke arah Fitha. Fitha pun mengangguk.


"kakak!!!" tiba tiba ada yang memanggil dari kejauhan.


"lhoo! Koq muncul dari situ!" Ucap Fitha terkejut tiba tiba Sari memanggil dari kejauaj teryata Bis mereka berhenti disisi bagian yang lain karena antrian beberapa bisa lainnya.


"Sariiii!" Sasha berlari ke arah sang adik yang sudah turun dari Bis namun keluarga yang lain belum terlihat. Ia langsung memeluknya.


"Sari!! Jangan suka pergi duluan nak! Tunggu ayah dulu!" Ayah Sasha akhirnya turun juga setelah beberapa penumpang lainnya turun bersesak desakan, beliau amat cemas karena putri keduanya tiba tiba turun saat Bis baru saja berhenti.


"Ayah! Alhamdulillah! Sehat kan yah!" Sasha menghampiri sang ayah lalu menyaliminya, sedang Sari sedang melihat kekanan dan kekiri mengenali tempat yang amat baru untuknya, ini adalah perjalanan pertamanya keluar dari kampung tempat kelahirannya.


"Lho nenek, ibu sama Sinta mana?" tanya Sasha sambil melihat kepintu Bis yang masih ramai penumpang lain.


"Masih didalam, sinta muntah muntah itu nak. Dan barang barang juga belum diambil, Ayah terpaksa turun duluan karena Sari tiba tiba turun ga mau sama sama." ucap sang ayah


"yaudah yah Sasha ikut naik." ucap Sasha, lalu mereka naik keBis.


Sinta terlihat sangat lemas, karena sejak pagi tak berhenti muntah. Ayah lalu menggendong Sinta turun dari Bis disambut oleh Faishal. Dengan sigap Faishal membawa sinta menuju mobilnya dan mulai memeriksanya. Kemudian diberi obat yang selalu ia sertakan didalam mobil untuk menghadapi kejadian tak terduga seperti saat ini, dan Sinta mulai terlihat nyaman dan tiduran didalam mobil.


Sasha masih membantu sang ibu dan nenek serta satu orang lagi keluarganya yang ternyata ikut juga, yaitu sepupunya. Sasha lalu tersenyum melihatnya, sedang sepupunya membalas senyumnya dan meletakkan jari telunjuk dibibir, Sashapun mengangguk, ia faham sepupunya ingin memberi kejutan.


Aldo pun sibuk membantu Ayah Sasha mengambil barang barang di bagasi Bis. Sesang Fitha menuntun sang nenek yang baru turun dari Bis. Sashapun keluar bersama sang ibu. Fitha yang masih menunggu Sasha dipintu Bis setelah membantu Nenek tiba tiba terpana melihat sosok yang sudah dikenalinya ternyata ikut serta. Iapun turun dengan senyuman manisnya serta tatapannya yang langsung menuju seorang gadis yang selama ini hanya bia berkirim pesan dengannya dan ia bermaksud memberikan kejutan atas kedatangannya.

__ADS_1


"Riyan??" Ucap Fitha sumringah, Riyanpun mengangguk dengan wajah yang masih tersenyum.


Sementara itu ada sepasang mata yang melihat interaksi keduanya dan hanya bisa terdiam.


__ADS_2