
"ayo kak bantuin Sasha nyopotin perhiasan perhiasan ini." ajak Fitha
"Fiiiith kita aja" ucap Sasha lirih, ia malu jika Faishal membantu melepaskan banyak asesoris yang menempel dari kepala hingga tubuhnya.
"biar cepet, mau sholat dzuhur ini." ucap Fith , tangannya sangat cekatan membereskan perhiasan dipakaian adat Sasha, mama Fitha pun cekatan memasukkan perhiasan ketempat tempat yang sudah disiapkan sambil menghitungnya.
Faisal duduk dibelakang Sasha ia awalnya bingung bagaimana membantu hal ini. Setelah ia melihat Fitha ia baru memulainya. Pelan amat pelan, membuat Fitha gemas.
"kak! jangan gitu ngambilnya, pelan banget sih." ucap Fitha sambil tersenyum melihat dua orang didepannya yang baru saja menikah, terlihat sangat canggung.
"kakak takut kalo kena Sasha nanti." Balas Faishal yang masih berhati hati melepas satu persatu sunting dikepala Sasha.
"Yaudah sini Fitha aja, kakak bantu lepasin kalung yah" ucap Fitha lalu beralih melepaskan sunting dikepala Sasha.
"sakit ga sha?" tanya Fitha saat ia dengan cepat melepas satu persatu hiasan rambut tersebut.
"ga koq, lanjutin aja." ucap Sasha
Faisal terlihat kebingungan bagaimana melepas kalungnya. Ia sebenarnya tak begitu fokus karena gugup melihat leher jenjang Sasha.
"udah sini biar Fitha semua aja." ucap Fitha geleng geleng kepala
"he sorry" balas Faishal sambil menggaruk lehernya yang tak gatal akhirnya ia menunggu disisi kasur yang lain hingga selesai sambil selalu memandangi Sasha.
"akhirnya selesai juga, bentar sha aku ambilin baju salin kamu ya." ucap Fitha Sasha hanya mengangguk.
"kak! nih bajunya" Aldo datang memberi tas berisi baju baju Faishal lalu ia langsung pergi.
"dek koq buru buru mau kemana?" tanya Faisal heran, adiknya terlihat ingin segera pergi.
"itu ditunggu cewek cewek kak, katanya mau diajakin hunting bakso khas sini, tuk kak Alman sama bastian ikut juga. Kita tinggal yah. bye!" Aldo meninggalkan kamar pengantin, dipintu ia berpapasan dengan Fitha.
"mau kemana kamu do!" ucap Fitha
"ada deh!" Aldo hanya menjawab singkat lalu pergi, ia sempat sempatnya menjitak jidat Fitha saat berpapasan. Ia pergi dengan senyum jahilnya.
"sakit! usil banget ih!" Fitha meringis lalu mengusap usap keningnya.
"kak lihat tuh adeknya!" ucap Fitha sambil cemberut
"hahahha makanya jadi jodoh aja, pasti dia bucin sama kamu." ucap Sasha
"Ga mungkin sha orang playboy gitu. nih bajunya." Fitha menyerahkan dress yang diambilnya dikamar sebelah.
"kan masih lajang Fith, coba dah ada yang punya, ga bakal dia kemana mana." Faishal ikut menimpali.
"kalian mentang mentang dah nimah kompak banget ya ngerjain aku."
"kita ga ngerjain Fitha sayang cuma doain." jawab Sasha lalu pipinya dicubit oleh Fitha dengan gemas, mereka akhirnya tertawa.
"ayo salin bajunya mau di packing mama. ayo ma kita sholat dulu." ajak Fitha kepada sang mama yang terlihat sudah selesai mebereskan perlengkaian make up serta perhiasan pengantin.
__ADS_1
"iya fith nanti aq taruh bajunya diatas perelengkapan itu ya." Sasha menunjuk tas tas milik mama Fitha.
"ok!" Fitha dan sang mama berlalu dari kamar pengantin dan tak lupa menutup pintu.
"mas salin dulu aja aku keluar yah." ucap Sasha, baginya tak mungkin kan mereka salin pakaian bersama dikamar tersebut.
"umm aku ke kamar mandi aja." ucap Faishal canggung namun masih menampakkan senyumnya.
"oh yaudah nanti gantian deh aku juga ke kamar mandi." balas Sasha yang juga tersenyum
Faishal membawa bajunya kekamar mandi, ia keluar kamar sambil menutup pintu.
Sasha lega Faishal telah keluar, ia bermaksud untuk berganti pakaian sekarang saja. Saat memakai dress baru yang dibelikan sang bibi ia merasa kesulitan saat menarik resletingnya dari belakang karena macet. Sasha mencoba menariknya perlahan.
ceklek! pintu kamar terbuka
Faishal menjadi diam terpaku melihat pemandangan apa yang ada didepannya, begitu pula Sasha ia tak menyangka Faishal telah selesai dan ia lupa mengunci pintunya.
Lalu Faishal cepat cepat menutup pintu dan mencari tas pastik yang akan ia gunakan untuk menatuh pakaian kotor. Ia mencoba biasa saja pura pura tak melihat sesuatu didepannya. Padahal ia sangat berdebar.
"aku mau wudhu dulu ya." Faishal berniat akan pergi dengan berusaha tidak melihat Sasha yang saat ini sudah berdiri didepan tembok sehingga pungungnya yang terbuka tak terlihat lagi. Sasha benar benar gugup, malu, campur aduk, ia juga kesal mengapa resliting ini harus macet.
"ma mas! emmmm bisa minta tolong?" ucap Sasha ragu, ia tak mungkin berteriak memanggil seseorang diluar.
"ia gimana?"
"bantuin narik inih, hehe maaf ngrepotin." ucapnya dengan tertawa canggung
"oh oke." Faisal kembali kearah belakang Sasha.
Sashapun tak nyaman, dan berdebar debar. Malu? jelas. Tapi sekali lagi lambat laun ia harus terbiasa karena ia telah menikah dengan laki laki yang ada dibelakangnya saat ini. Semua bagian dari dirinya adalah milik suaminya. Sasha hanya belum siap saja. Ia khawatir dan tak siap jika Faishal akan memberinya kejutan lagi seperti saat dimobil.
Faishal cukup lama mencoba menarik ternyata ada helaian rambut sasha yang tersangkut disana.
"gimana mas bisa?" Sahsa mencoba memulai pembicaraan karena mereka sejak tadi hanya diam.
" ini ada rambut masuk kesini, bentar yah." jawab Faishal yang saat ini masuh fokus mengekuarkan rambut yang tersangkut, Saaha hanya bisa mengguk.
Sreeettt! akhirnya resliting dapat ditarik dengan lancar. Faishal mengembalikan rambut Sasha kebelakang. Fashal tak tahu saja jika istri imutnya saat ini sedang berdebar debar didepannya.
"udah, yuk sholat jamaah ya? aku imamin." Ucap Faishal, Sasha membalikkan badannya tersenyum lalu mengangguk
Faishal menarik tangan Sasha tiba tiba, Sasha terkejut namun tak menolak, Faishal mengajaknya keluar kamar dan menuju tempat kran air yang biasa dipakai untuk berwudhu. Lalu mereka kembali kekamar dan melaksanakan sholat berjamaah. Selesai sholat dan berdoa Sasha memberanikan diri mencium telapak tangan Faishal, lalu Faishalpun membalasnya dengan mencium puncak kepala Sasha. Seketika tubuh Sasha menjadi kaku. Ia mau lalu menunduk, rona merah diwajahnya sangat terlihat.
"masih malu?" ucap Faishal yang menatap sang istri menunduk malu, digenggamnya tangan Sasha.
"Selamanya kita sama sama yah?" ucap Faishal
"iya mas, bimbing aku yah, aku mungkin ga sesempurna wanita wanita yang pernah kamu kenal."
Cup!
__ADS_1
Mata Sasha berkedip kedip, ia tak menyangka Faishal meng*cup bibirnya.
Faisal hanya bisa mengulum senyumnya. Lalu ia mencolek hidung Sasha dengan telunjuknya lalu berdiri melipat sajadah dan sarung yang ia pakai, dan duduk dipinggir kasur.
Sashapun cepat cepat menyadarkan diri, ia melipat alat sholatnya dengan cepat. Ia bingung setelah ini bagaimana ia harus memperlakukan faishal. Ia ingin sekali fitha segera datang agar suasana kamar pengantinya kembali ramai, tak hanya mereka berdua lagi.
Tok tok!
"masuk aja!" jawab Fitha
"oh ibu! kenapa bu?" ternyata ibu Sasha yang datang
"Ajak suami kamu makan, itu sudah ditunggu keluarga yang lain. Nak Faisal ayo keluar makan!" ucap Sang ibu
"iya bu Faishal kesana." jawab Faishal sopan.
Mereka keluar kamar, ternyata disana sudah berkumpul Fitha dan kedua orang tuanya, bunda dan ayah serta semua om dan tante Faishal lalu nenek Sasha dan ayah ibu Sasha.
"nah ini dia matennya dah keluar."
"Sini sayang duduk sebelah bunda." ajak binda kepada Sasha yang langsung dituruti Sasha
"lama amat dikamar? ngapai?" tanya Fitha kepo, Sasha jadi merona pipinya, ia tersenyum malu.
"hush Fitha! jangan gangguin penganten baru donk!" ucap mama Fitha, Fitja jadi terkekeh sambil menutup mulutnya.
"Kalo masih mau berdua dua dikamar balik lagi aja gapapa koq sayang." Bunda ikut menggkda keduanya
"bunda jangan gitu, nanti Sashanya malu lho." Faishal mencoba mengeluarkan Sasha dari godaan sang bunda.
"chieee yang belain istri." ledek Fitha
"ssstttt, anak kecil!" ucap Faishal ke Fitha,
"Hahhha masa aku kecil." fitha terkekeh
"Aldo mana ya, Alman ma bastian juga koq ga ada?" tanya bunda mencari cari tiga pria mudanya.
"katanya hunting bakso ma cewek cewek sini bun" jawab Faishal
"Apa??? ma cewek cewek? usaha banget sih mereka." Jawab Fitha jutek
"ihhh jutek banget, ya sana susul." Ucap Sasha sambil tersenyum
"ngapain! biarin aja, aku mau jalan juga nanti ma Riyan." ucap Fitha tak mau kalah
"iya iya deh."
*********
**haiiii
__ADS_1
kira kira setelah ini Aldo dimarahin ga ya ma Fitha????
next yahh**