Bayi Kita

Bayi Kita
48


__ADS_3

Alman akhirnya tiba setelah 45 menit berlalu, ia datang dengan mobilnya dan telah berseragam dinas.


"Assalamualaikum semuaaa." Ucap Alman


"eh kak Alman dah dateng. Mau jaga malem ya?" ucap Fitha yabg sudah akrab dengan Alman


"iya nih gue pinjem Faisalnya ya soalnya ga ada yang bantuin."


"hahhahaa bukan punyaku koq minjemnya ma aku sih kak." Fitha membalas candaan Alman


"punya gue napa? Ga asik banget sih kak Alman, ngapain kakak sih yang diajakin?" ucap Aldo tak terima waktu liburan mereka harus terganggu padahal liburan kali ini untuk memberi hiburan kepada sang kakak sebelum bertunangan. Andai Aldo tahu jistru kakaknya yang ingin pergi pastinya ia takkan sekecewa itu.


"Eh man dah sampe sory tadi beresin bawaan, baju kerjaku kamu bawain ga?" ucap Faishal yang sudah menenteng travel bagnya


"udah bentar aku ambilin, habis salin trus cus ya kelamaan kosong klinik nanti di UGD kurang orang." Ucap Alman yang sepertinya terburu buru, padalah ia sedaag menjalankan aktingnya. Aslinya di RS begitu senggang jadi Faishal hanya ingin melarikan diri dari situasi dengan menemani Alman di klinik.


Faishalpun berganti pakaian, karena kamarnya bersebelahan dengan kamar Sasha berkali kali ia melihat kepintu saat keluar dari kamar, didengarnya celotehan Cilla yang sedang bercanda dengan Sasha didalam. Ia tahu sejak selesai makan malam Sasha langsung menggendong Cilla masuk ke kamar sehingga tak bergabung dengan yang lainnya menonton TV. Sasha memang sengaja agar tak melihat Faishal terlalu lama.


Faisal menghembuskan nafas beratnya, keputusannya sudah bulat akan berusaha untuk tidak bertemu Sasha lagi yang otomatis tidak akan bisa bertemu Cilla. Ia akan mencoba melupakan Sasha pelan pelan, mungkin dengan tidak bertemu dan menambah kesibukannya fokusnya akan teralihkan, sebentar lagipun ia akan menempuh PPDS jadi dia berharap akan bertambah sibuk dan serius menghadapi pendidikan selanjutnya.


"dah siap? yuk segera, nih Do kunci mobil gue, kunci lo mana?" ucap Alman sambil melemparkan kunci mobilnya ke Aldo


"ck ga dilempar juga kali bang. bentar gue ambil." ucap Aldo lagsung mencari jaketnya dimana kunci mobil ada dijaketnya.


"Fith sebentar." Faisal berbicara lirih dengan Fitha


"kenapa kak?"

__ADS_1


"kakak mau bicara sebentar sama Sasha kamu bisa bantuin kan?" ucap Faishal yang ekspresi wajahnya tak bisa diartikan lagi.


Fitha hanya bisa mengangguk, ia ingin membantu memberi ruang kepada Faishal dan Sasha. Ia makin yakin keanehan keduanya karena ada sesuatu hal yang tak ingin mereka ceritakan. Pastinya persoalan yang sensitif.


"dah kak langsung masuk aja kekamar jangan kelamaan nanti kak Alman nyariin." ucap Fitha yang membukakan pintu kamar.


"sha! kakak mau bicara sebentar sama kamu." Ucap Fitha, Sasha hanya terdiam tak menerima maupun menolak.


"Sha! selesaikan misal kalian ada masalah jangan sampai menyesal. dah kak masuk aja jangan lama lama."


Faishal akhirnya masuk setelah Fitha memintanya. Dengan berat hati ia mulai mendekati Sasha yang duduk dikasur sambil memijat mijat Cilla. Ia pin duduk didekat mereka. Namun tak berani manatap Sasha ia menatap dinding didepannya.


" Sha sekali lagi maafkan aku.......aku tidak bermaksud membuat kamu tidak nyaman. Kalo kamu tersakiti kamu boleh marah atau membalas dengan cara apapun sama aku. Kalo apa yang aku ungkapkan tadi pagi membuat kamu terluka tolong lupakan saja."


"ma...maaf mas." Sasha hanya mampu berkata maaf, dadanya terasa penuh hingga merasa sesak. Jika ia lanjutkan kata kata lainnya ia takut justru akan menangis.


"Aku yang harusnya minta maaf, aku egois padahal kamu tunangan orang lain, daaaan.... aku pun akan ditunangkan. Tolong hidup dengan baik ya. Semoga kamu selalu bahagia." ucap Faishal deegan nada bergetar seperti orang yang mengucapkan salam perpisahan. Ia beranjaj dari duduknya dan mendekati Cilla, menngecup seluruh wajah Cilla bahkan kaki tangannya. Seperti ayah yang akan meninggalkan anaknya ketempat yang jauh.


Sasha makin meremang hatinya apakah saat ini adalah saat saat terakhir bertemu Faishal?Apa lagi melihat wajah sendu Faishal yang menciumi Cilla seolah tak ingin berpisah. Sasha tak kuasa lagi, akhirnya airmatanya jatuh.


Faishal tersentak mendengar ******* dari tangisan Sasha. Ia mendongak melihat wajah Sasha yang sudah berderai airmata. Sasha yang memalingkan wajahnya lalu menghapus airmatanya. Faisal makin tertusuk tusuk hatinya, banyak pertanyaan didalam kepalanya mengapa Sasha menangis hingga sebegitunya, sedangkan Sasha tak menjawab perasaannya. Lalu apa sebenarnya yang membuatnya menangis sepilu itu. Faisal akhirnya merengkuh Sasha dalam pelukannya, ia hanyut dalam suasana, sashapun ikut terhanyut. Ia tak menolak pelukan tersebut.


"Maafin aku ya aku sudah benar benar melukai kamu." Ucap Faishal yang juga sudah berkaca kaca.


"maafin aku mas, aku tidak bisa membalas perasaan kamu." ucap Sasha sambil menangis.


Faisal makin sakit hatinya setelah mendengar jawaban dari Sasha. Padahal tadi ia sudah pasrah dengan apa saja jawaban dari Sasha. Setelah mendengarnya sendiri ia justru merasa sangat sakit didadanya. Makin erat dipeluknya Sasha. dan Sasha tak menolak sedikitpun, Sasha ingin egois untuk terakhir kalinya. Ia yakin ini adalah saat saat terakhirnya bertemu Faishal. Mungkin dikemudian hari mereka hanya akan seperti orang yang tak pernah bertemu sebelumnya. Sasha bertahan tidaa akan pernah mengatakan bahwa iapun memiliki perasaan yang sama, ia tak mau meeberi harapan yang begitu tinggi kepada Faishal. Sedangkan Cilla sibuk dengan kakinya yang ia hentak hentakan dikasur.

__ADS_1


"Apa kamu benar benar mencintai tunangan kamu?" tanya Faishal lirih memastikan sekali lagi tentang Sasha


"Aku akan berusaha mencintainya, kalo mas?" ucap Sasha masih terisak.


" Aku tidak bisa mencintainya." ucap Faishal tegas, membuat perasaan sasha makin tak menentu.


"Sha mungkin aku tak bisa melupakanmu Sha, tapi aku tidak akan pernah lagi menganggu kamu, hidup lah dengan baik." Sasha mengangguk dalam oelukan Faishal


Faisal merenggangkan pelukannya, diraihnya wajah sasha dengan kedua tangannya, lalu ia tatap mata indah yang masih berlinangan airmata. Sasha menunduk, tak mampu bertatapan dengan bola mata yang juga bekaca kaca itu


"Bolehkah aku egois untuk terakhir kalinya??" Tanya Faishal, Sasha tak mengerti maksudnya ia hanya mengangguk memberi kesempatan terakhir untuk Faisal. Faisal mendapat persetujuan dari sasha langsung....


CUP!


Faisal mendaratkan bibirnya dibibir Sasha membuat Sasha terpaku lalu membelalakkan matanya.


Faishal melepaskan kecupan kilatnya, lalu mebalikkan badannya dan meninggalkan kamar, meninggalkan Sasha yang masih diam terpaku. Sasha tak menyangka hal itu yang diinginkan Faishal terakhir kalinya dan tanpa tahu apa apa ia mengizinkannya. Salam perpisahan berupa kecupan. Ciuman pertamanya telah dicuri, oleh orang yang ia cintai. Harusnya ini menjadi hal yang bahagia namun bagi Sasha ini adalah hal yang menyakitkan. Dari kecupan hingga perkataan faisal, semuanya membuat ia semakin Frustasi. Ia jadi tahu faishal benar benar mencintainya. Tapi mereka tak ditakdirkan bersama.


Sasha juga menyalahkan Faishal, kenapa harus mngecupnya kenapa harus mengungkapkan perasaan untuk kedua kalinya, padahal sudah jelas ia akan pergi dan tak bertemu dengannya lagi. Kenapa ia tak langsung pergi saja, kenapa ia harus datang kekamar ini berbicara padanya, kenapa juga dirinya harus menangis didepan Faishal hingga faisal memeluknya, mengungkapkan lagi perasaannya, mengapa .....Akhhh!....


justru mengukir sesuatu yang lebih dalam dihatinya. Benar benar menyiksa bagi Sasha. Ia seolah semakin diikat oleh rasa cintanya kepada Faishal.


Faisal tak bisa melupakannya??? memangnya dirinya tidak? Harusnya tak ia terima faishal masuk kekamarnya membuatnya makin terluka saja. Bagi faishal itu mungkin salam perpisahan, tapi bagi sasha itu adalah sesuatu yang tak bisa dilupakan. Sasha menangis tersedu sedu memeluk Cilla sambil berbaring.


Fitha yang sedari tadi ada didekat tangga terkejut melihat Faishal keluar dengan wajah kusam dari kamar Sasha dan berjalan tergesa gesa . Saat melewati Fitha ia hanya mengatakan...


"Tolong jagain mereka buat aku ya Fith." sambil menepuk bahu Fitha lalu bergegas turun kebawah berpamitan dengan semua yang ada dibawah lalu pergu bersama Alman. Mereka mengendarain mobil sendiri sendiri.

__ADS_1


Fitha masuk kekamar. Dilihatnya Sasha telah berderaian airmata.


" sha masih ada aku kan? aku akan jagain kamu terus, sekarang kamu tiduran ya biar Cilla aku yang bawa." Sasha mengangguk lalu merebahkan dirinya dikasur kembali, Fitha menyelimuti Sasha lalu keluar membawa Cilla.


__ADS_2