
Sore itu mereka berangkat ke Villa yang ada dikaliurang Jogjakarta. Kaliurang adalah sebuah lokasi dilereng gunung merapi, disana udaranya masih segar serta hawa dinginnya membuat daerahbini sangat terkenal sebagai tempat berwisata karena dilengkapi dengan banyaknya villa serta wahana wisata. Sangat cocok digunakan untuk waktu istirahat keluarga. Banyak pula mahasiswa yang menyewa Villa Villa disana sebagai tempat berkumpul organisasi atau acara acara khusus kampus.
"Wah dah mulai dingin yah, besok pagi jalan yuk ke telaga putri sambil cari apa ituh namanya yang dari ketan itu apa ya?" ucap Fitha yang sudah ada dibalkon villa beserta Bastian dan Dennis.
"Jadah ma tempe bacem." ucap dennis yang sangat hafal jika berhubungan dengan makanan.
"nah itu dia, aku kepingin deh." ucap Fitha membayangkan kelezatan makanan tersebut.
"iya besok sambil jogging pagi kita kesana." ucap bastian
Mereka semua bersiap siap menata kamar masing masing, lalu membantu Sasha dan Faishal yang akan memasak untuk makan malam mereka.
"jadi bakar sosis ga sih kak?" ucap aldo
"jadi donk, itu sudah kakak masukin kulkas sosisnya. tapi Yakinikunya lupa nih." Ucap Faishal sambil membereskan bahan bahan makanan yang mereka bawa, mereka berencana menginap selama dua malam diVilla tersebut.
"Do! Cilla ma sapa?" tanya Sasha yang juga sibuk menata bumbu yang akan dipakainya saat masak.
"ma Fitha tadi habis pup dia, jadi gue kabur deh ga kuat heheeehe".
"dasar Aldo, gimana besok kalo punya anak." ucap.Sasha
"ya momynya donk yang ngurus, daddynya bagian ajakin main yang seru."
"kalo mommynya Fitha bakal kena omel kamu, hihihi." ucap Sasha sambil terkekeh
"kalian tuh niat banget sih Fitha suruh jadi bini gue? kasian gue tau! bakal bentol bentol sama memar tiap hari. Tipe idaman gue itu yang kalem, pinter masak, menenangkan lah, wajah sih nomor sekian." ucap Aldo sambil membayangkan Artis artis yang sesuai tipe idamannya.
"mesti bayanginnya Artis, padahal katanya wajah nomor sekian." Fitha yang ingin membuang bekas pampers Cilla ke kotak sampah yang ada didapur langsung ikut nimbrung.
"koq lo tau sih Fith, ih cenayang ih, awas lo nerawang gue mandi." ucap Aldo
"najis!" balas Fitha lalu segera menuju kamar dan menggendong Cilla kembali, kalo dibiarkan mereka berdua takkan ada habisnya adu mulut.
Malam pun tiba, selesai sholat magrib mereka langsung menuju meja makan, sedangkan Cilla tertidur pulas setelah ditimang timang oleh bastian yang sangat jarang bisa menggendongnya. Sehingga sejak sampai di Villa bastian selalu memohon pada Fitha agar ia yang menggendongnya, namun Fitha tak.mau mengalah sampai akhirrya Sasha datang dan membeerikannya ke bastian.
"wahh keren Sasha, aku yang selama ini tinggal bareng malah baru pertama kali makan masakan sasha yang super lezat gini." ucap Fitha
"kan kita anak kos, mau beli bahan bahan gini seharga uang bulanan kita sekali maka Fith, hahahha." ucap Sasha jujur sambil mengambil nasi
"nih mas kebanyakan ga?" Sasha mengambilkan Faishal nasi karena yang lain sudah berebut mengambil duluan sedang faishal memilih mengalah, namun Sasha merasa tak sopan bila ia duluan yang mengambil karena sasha tak ikutan rebutan seperti teman lainnya.
"pas, makasih ya"
"mau lauk yang mana?" ucap Sasha
"mau semuanya"
"semua??"
"sedikit sedikit, aku mau coba semua masakan kamu " ucap faishal tersenyum membuat hati Sasha berbunga bunga lalu ia dengan cetakan mengambil semua lauk yang ia masak. Sedang yang lainnua sedang sibuk mengobrol dan bercanda sambil makan terutama Aldo dan Fitha yang tak pernah putus berdebat.
"hem hem! koq kayak nonton drakor ya?" Dennis berdehem dan mengajak ngobrol Aldo
"lebih baper dari drakor kali" ucap Aldo menyindir sang kakak yang terlihat sangat senang diperhatikan Sasha langsung mendapat sorot tajam dari faishal.
__ADS_1
"apa sih kak? koq lihat Aldo kayak mau nerkam aja, hiiih bikin merinding" Ucap Aldo membuat fita terkekeh sambil menutup mulutnya.
"dah yuk makan, mohon kritik sarannya ya, maklum masakan amatiran." ucap Sasha
"enak banget sha ini sumpah" ucap bastian yang lagi lagi tembah nasi dan hidangan didepannya.
"perbaikan gizi nih gue, kapan kapan gini lagi boleh lho kak Faishal" ucap dennis
"dasar anak kos!" ucap Fitha
"halah Fith kamu juga suka kan? dasar gengsi." balas dennis
"hehehee ya iya lah." jawab Fitha sambil menyinggingkan giginya
" kalo kakak sih maunya sering sering gini, tapi yang tukang masak emang bisa?" ucap faishal ke Sasha namun sasha tidak fokus dengan kata kata Faishal karena sedang asik menyantap makanannya.
"sha!" Fitha menyenggol lengan sasha
"hah! apa?" ucap sasha bingung
"kamu denger ga kakak tadi bilang apa?" ucap Fitha
"ah maaf aku ga fokus, sory sory. iya mas gimana?"
"gue aja yang yang ngasih tau, kakak bilang lo mau ga masakin kakak terus setiap hari."
"Aldo! koq diselewengin sih!" Faishal terkejut dengan keusilan Aldo padahal kata katanya sudah ia susun sedemikian rupa, tapi diutarakan dengan berbeda seperti kata kata meminta sasha memasakkannya setiap hari berati seperti ingin hidup bersama alias melamar.
"ga usah dengerin Aldo sha, gini bastian kan bilang makananmu enak, trus dennis bilang sering sering diajak beginian sama kakak, nah... kakak bilang setuju aja trus kakak tanya kamu bisa ga masakin kalo bikin acara gini lagi, gitu sha. Kamu sih ga fokus mikirin apa sih?" ucap Fita mewakili faishal yang sepertinya bingung menjelaskannya gara gara perkataan Aldo.
"hallo anak anak bunda semuanya, kejutaaaan!" bunda tiba tiba datang bersama ayah membawa banyak belanjaan
"bunda nyusul toh? wah seru nih. trus eyang sama siapa bun?" ucap Fitha yang langsung memeluk bunda ketika datang
"gantian sama om edi, lagian besok tanggal merah kan? bunda libur deh malem ini besok gantian jaga malem. Cilla mana sih?"
"bobok bun didalem" jawab Fitha
"Do koq kamu ga bawain jaket yang bunda beliin buat Cilla, kan bunda dah nitip pesen sama kamu." ucap bunda
"sory bun lupa. he" ucap aldo menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal
"kedinginan ga ya? ini kan dingin banget" ucap bunda
"dah dibuntel sama selimut koq bun" jawab Fitha
"yaudah nih nanti kita pakein Cilla yah." ucap bunda sambil memberikan paperbag isi jaket kepada Fitha
"makasih bunda" ucap Fitha
" ayon bun makan dulu." Faishal mendekati bunda dan ayah lalu mencium punggung tangannya dan diikuti oleh yang lainnya.
"wah beli lauk dimana ini, baunya enak banget" ucap Ayah yang langsung ke meja makan
"Nih yang masak" ucap Faishal menunjukkan jari telunjuknya ke samping dimana Sasha berdiri disampingnya
__ADS_1
"Sasha yang masak? wahh bunda jadi pingin cepet cepet nyobain, ayok yah kita makan." bunda langsung duduk bersama ayah
"ini bunda piringnya buat om sekalian, biar Sasha yang ambilin ya bun." Sasha langsung mengambilkan nasi untuk ayah dan bunda
"wah ayah jadi seneng nih, pertama kali diambilin nasi sama anak perempuan. ya kan bun?" ucap Ayah
" iya bunda juga seneng banget berasa punya mantu ya yah. Coba sasha belum ada yang punya udah bunda lamar lho."
"aamiin" celetuk Aldo tengan menengadahkan tangan ke atas membuat yang lainnya tertawa, sedang Sasha dan Faishal hanya tersipu malu.
"ehh maaf maaf ya sha saking senengnya lho bunda, yaudah ya kita nambah anak perempuan satu lagi ya yah buat saudaranya Fitha. Jadi bunda punya empat anak nih, nanti Fitha sama Sasha panggil ayah jangan om lagi donk tapi a y a h ya??." ucap bunda menghangatkan suasana lalu diangguki oleh Fitha dan Sasha sambil tersenyum membuat yang lain ikut bahagia.
"bun! dennis sama bastian daftar donk bun jadi anak." ucap denis
"hahaahaha" gelak tawa semakin membahana diruangan tersebut, semuanya menjadi bahagia.
"oek oekk oekkkk!" Cilla yang terkejut mendengar suara gelak tawa akhirnya terbangun. Faishal langsung berlari mengejarnya lalu menggendong Cilla dan membawanya menuju ruang makan.
Mereka mengobrol sambil makan, setelah makan bastian dan dennis bertugas membersihkan piring kotor dan yang lainnya menyiapkan panggangan dibalkon untuk membakar sosis. Sebenarnya mereka sudah sangat kenyang namun Aldo dan dennis masih ingin membuat sosis bakar dibalkon sambil membuat kopi hangat. Sasha tidak ingin ikut, karena ingin menjaga Cilla saja. Hawa yang sangat dingin tidak baik untuk cilla berada dibalkon pada malam hari. Sehingga hanya Fitha, dennis Aldo dan bastian saja yang membakar sosis.
Ayah bunda, Faishal dan Sasha memilih meminum jahe hangat didalam Villa sambil menonton TV dan mengajak Cilla bercanda. mereka sangat gemas melihat cilla yang makin montok dan mulai bisa tertawa serta bersuara lucu. Apa lagi jika Faishal yang berkomunikasi dengan Cilla, maka Cilla akan banyak tertawa.
"ga nyangka kalo Sasha keibuan banget, pinter ngurus rumah sama ngurus bayi." ucap bunda sambil mengelus elus pundak Sasha yang duduk disampingnya
"ga juga koq bun, ngurus bayi yang bener aja baru tau sekarang karena langsung ngadepin, banyak belajar juga dari mas Faishal. Justru mas Faishal yang telaten banget ngurus bayi." ucap Sasha dengan senyuman khasnya.
"kan dokter anak, bukan... maksudnya calon dokter anak." jawab Faishal yang sedang mengajak Cilla bercanda dan Cilla ditaruh dikakinya dengan posisi duduk dan menjulurkan kakinya kedepan.
Mereka ada diruang TV Villa dimana tak ada kursi jadi duduk dikarpet hangat, ada beberapa bantal duduk serta selimut.
" emang belum jadi dokter?" tanya Sasha yang jadi penasaran, karena setahu Sasha faishal sudah dipanggil dokter mengapa menyebut dirinya "calon dokter".
"udah dokter muda, tapi aku belum ambil spesialis jadi belum dikategorikan dokter spesialis anak."
"berati masih harus sekolah lagi kah?" Sasha ingin tahu
" iya ambil spesialis lagi nanti, rencana mau ambil spesialis anak. Biar ga pindah klinik." ucap Faishal menjelaskan dan Sasha mengangguk angguk tanda mengerti
"beneran karena ga mau pindah klinik??? atauuuuu......" ucap bunda yang langsung dipotong Faishal
"sssttttt..... bunda ga macem macem" Faishal mencegah bundanya melanjutkan cerita bahwa Faishal selain suka anak anak ia juga ingin menghindari para stalker.
"hehhehe iya iya bunda diem. Trus kakak dah daftar belum PPDSnya?"
"udah bun nanti ujiannya bulan depan, kalo lulus Juni nanti mulai masuk, kakak ambil diUGM lagi koq "
" yaudah berati ga jauh dari bunda."
"sha! boleh ya Cilla malam ini sama aku tidurnya?" pinta Faishal
"iya mas asal ga mengganggu mas faishal."
"nggak koq, dah lama pingin ngelonin Cilla. Sayangnya ayah....nanti malem bobok ma ayah ya??"
Malam itu pun berlalu dengan bahagia. Mereka beristirahat dikamarnya masing masing bersiap bangun pagi karena akan jogging kearah telaga putri dimana banyak jajanan khas kaliurang disana.
__ADS_1