Bayi Kita

Bayi Kita
85


__ADS_3

"bundaaaaa! Cilla dateng nih." Fitha sehabis subuhan langsung membawa Cilla kekamar Sasha.


"sini sini! cayang bunda, udah bangun yah." Sasha yang sedang mengganti spreinya dengan yang baru langsung menyambut Fitha dan Cilla.


"bentar aku nyelesaiin ini yah." ucap Sasha sambil merapikan sprei barunya.


"chieee ada yang keramas nih pagi pagi, biasanya jam 7 baru mandi. Cilla bakal punya adek nih."Ledek Fitha, ia tak menyangka perkembangan hubungan sahabatnya sangat cepat.


"sssttt, ih Fitha jangan keras keras nanti pada kedengeran." ucap Sasha sedikit berbisik, wajahnya langsung memerah.


"pffft, hahhaha, duh koq aku yah yang seneng. Ga nyangka kalian berkembang dengan pesat." Ucap Fitha entah janjian atau sefilling, kata katanya mirip dengan yang Aldo ucapkan.


" ihh Fitha, malu nih" ucap Sasha yang akhirnya mendudukkan dirinya di atas kasur sambil menutupi wajahnya.


"sakit ga?? seru ga??" Fitha penasaran, sambil meletakkan Cilla dikasur iapun ikut duduk didepan Sasha.


"cobain aja sendiri." jawab Sasha singkat, ia sudah amat malu serasa didinterogasi oleh sahabatnya ini.


"ihh bagi bagi pengalaman kali Sha, biar besok kalo nikah aku ga kaget."


"emang kamu mau nikah besok?"


" ihh ya enggak lah Sha, besok besok besoknyaaaaa, masih jomblo gini."


"udah dibilangin ma Aldo aja, ortu dah setuju semua, tinggal kamu bilang yess gitu langsung deh ijab. hahahha" Sasha akhirya membalas ledekan Fitha.


"kenapa harus dia sih, hik hik." ucap Fitha pura pura menangis


"ay yai yai." Cilla mulai mengoceh sambil memasukkan jempol ketangannya.


"Sayang bunda nanti mau pulang kejogja." ucal Sasha sendu, ia benar benar rindu dengan Cilla, tak banyak waktu yang ia habiskan bersama bayi mungil tersebut menjelang pernikahannya, awalnya Sasha menolak jika Cilla dibawa bunda Ratna (bundanya Faishal) namun setelah dipertimbangkan, kasihan juga jika dibawa menggunakan mobil lagi, pastinya bayi mungil ini akan sangat kelelahan.


"besok sabtu kan ketemu lagi sayang. Harusnya aku nih yang sedih, besok bakal tinggal dikontrakan sendirian" ucap Fitha sedih


"iya ya Fit, apa aku temenin dulu?"


"jangan Sha, nanti kakak gimana."


"nanti coba aku diskusikan sama dia yah."


"okey."


"sini Cilla ma aku aja Fith, kamu gabung makan sama yang lain aja, mama kamu beneran ikut rombongan om sama tante?"

__ADS_1


"iya Sha, soalnya om Rendra belum hafal jalan keluar ke tolnya, jadi nanti papa yang ngiringin."


"yaudah kita keluar yuk." ajak Sasha, iapun menggendong Cilla keluar kamar dan bergabung dengan yang lainnya menyantap sarapan.


.


.


.


.


.


Sarapan telah usai, keluarga adik dari Ayah Agung (ayah Faishal) dan orang tua Fitha berpamitan kepada seluruh keluarga Sasha yang ada. Mereka akhirnya kembali ke kediamannya.


Tiba juga saatnya Faishal melepas kedua orang tuanya, beserta Alman dan Bastian kembali kejogja. Kali ini Sasha dan Fitha meminta ikut mengantar ke bandara, Sasha sangat sedih melepas kepergia Cilla dan mertuanya. Mereka meminjam mobil paman Sasha untuk mengantar ke bandara, karena mobil mereka tak cukup muat, apalagi nenek dan ibu Sasha telah membawakan banyak oleh oleh untuk bunda serta pakaian Aldo dan Faishal yang sudah kotor.


"hati hati ya bun." Sasha menyalami mertuanya


"Cilla yang baik ya sayang, cup" Sashapun meberikan Cilla dengan berat hati, untungnya bayi mungil tersebut saat ini tak rewel jika digendong siapapun, berbeda saat sebelum umur 3 bulan, sulit sekali untuk menitipkannya kepada orang lain.


.


.


.


.


"langsung pulang? apa mau jalan dulu kita?" tanya Fitha


"kayaknya pulang dulu aja, takut yang punya mobil mau pakek." jawab Aldo


"ga dipakek koq sama pamanku, jadi kita jalan dulu aja yuk." jawab Sasha semangat, sejak ia pulang ke kampung halamannya belum sempat berjalan jalan.


"tapi ga lama lama yah, kita harus istirahat kan? besok habis subuh kita kan mau berangkat, packing juga belum selesai ya kan?" ucap Faishal


"iya iya pak suaminya Sasha, lupa kita bawa bapak bapak nih hehhehe." ucap Aldo


Namanya anak muda, terkadang belum begitu pintar menimbang mana yang harus diprioritaskan, apalagi sudah sangat ingin berjalan jalan, bisa bisa lupa waktu. Untungnya ada Faishal yang lebih dewasa mengingatkan.


Hari itu mereka lewati dengan bersenang senang hingga sore hari baru kembali. Mereka juga kepasar tradisional, menuruti Sasha dan Fitha yang ingin sekali membeli camilan khas sana kesukaan mereka untuk dibawa kembali ke jogja. Faishal terpaksa menuruti padahal hati dah sore, ia ingin sang istri yang akan dibawanya ke kota kelahirannya dapat membawa sesuatu yang menyenangkan hatinya.

__ADS_1


.


.


.


.


.


"kita packing yah, nanti gue tidur sini aja yah, tadi dah pamit disana, barang barang gue disini semua" ucap Aldo


"iya gapapa, nanti Sasha mau tidur sama adik adiknya, jadi kakak bisa nemenin." ucap Faishal yang malam itu tangannya sedag sibuk mempacking barang yang akan mereka bawa, termasuk hantaran yang ia berikan untuk Sasha dibawa kembali kejogja untuk dipakai oleh istrinya tersebut.


"tidur disini? trus Sasha tidur dimana?" tanya Aldo karena Faishal mengajaknya tidur dikamar pengantin yang dekorasinga sudah dibersihkan oleh para sepupu Sasha dan kembali seperti semula.


"dirumah nenek, disana ada kasur yang lebih luas katanya, jadi mereka berlima mau tidur bersama. tuh Sinta ma Sari dah nyusul kesana."


"Fitha juga nimbrung?"


"ya iya lah dek, masa Fitha ikut ma kita, halalin dulu lah." ledek Faishal


"Jangan jodoh jodohin gitu lah kak, Fitha ga suka sama aku, lihat ga kemarin? sepulang kita jalan dia malah nongkrong ma Riyan." Ucap Aldo sendu, Faishal tersenyum dibuatnya.


"dek jujur! kamu mulai ada rasa kan sama Fitha?"


"kalo rasa suka engga kayaknya, cuma.... Aldo ga bisa aja lihat dia sibuk sama yang lain, karena kami biasa bareng bareng berdua, kayaknya cuma itu."


"dek, coba kamu telusuri lagi hati kamu, kayaknya kamu bener bener suka deh."


"ga ah kak, aku ga ngerasa kalo suka."


"emang kamu tau? nih kakak kasih tau tanda tanda kalo kita jatuh cinta. Kalo dideket dia mulai berdebar debar, mata kita ga bisa ga ngelihatin dia, bahkan saat dia sedang dikelilingin banyak orang dan jauh dari posisi kita, kita ga rela dia deket sama manusia yang namanya laki laki, kita mau terus melindungi dia, dan ga mau jauh darinya. Tanpa sadar kita suka senyum senyum sendiri kalo inget dia. Kira kira semuanya masuk kriteria ga?"


"ummm " Aldo tampam berfikir, mengapa hampir semua yang disebutkan sang kakak pernah ia rasaka saat bersama Fitha


"gimana?"


"ga semua sih kak, kalo deket dia Aldo ga berdebar tuh, apalagi kalo dia mulai marah marah, bikin kesel."


"hahahhaha, kalian nih kelihatan jelas koq ada rasa, belum sadar aja, besok sampe dijogja diyakinin lagi hatinya, jangan kelamaan dek, nanti ada orang lain yang masuk. Riyan kandidat terkuat nih. Kakak yakin sih Fitha juga ada rasa sama kamu cuma ya itu, kalian belum sadar" ucap Faisal sambil menepuk nepuk bahu sang adik, Aldo jadi terdiam.


"Dah yuk dah malem, ini dah selesai semua kita istirahat, besok habis subuh kita sarapan bentar langsung cus. Sana kamu belum isya' kan? kakak merem duluan yah." Faishal merrbahkan badannya dikasur, kasur yang penuh kenangan malam indah pertamanya.

__ADS_1


********


segitu dulu yahh, nanti otor menghayal lg 😘


__ADS_2