Bayi Kita

Bayi Kita
41


__ADS_3

"Mba Sasha maafin saya ya, saya ga nemenin mba Saaha tadi." ucap bu endang mengelus elus pundak Sasha, ia tahu jika Sasha dalam keadaan takut dan cemas.


"gapapa bu endang terimakasih." ucap Sasha yang masih meremang hatinya


"maafkan kami ya mba Sasha dan dokter, sudah salah sangka." ucap bu Tini menyesal, ia amat sangat malu. Iapun menyiapkan hatinya untuk menjelaskan kepada ibu ibu yang lain, pasalnya ialah yang membuka pertama kali prasangka ini.


" iya nak Sasha dan nak Faishal, saya atas nama RT memohon maaf yang sedalam dalamnya atas kejadian ini, saya juga mohon maaf sama perwakilan warga disini, saya sudah tahu ceritanya dari awal pak Agung beserta ibu meminta izin serta menjelaskan dengan gamblang tentang hajat yang sedang dilakukan nak Sasha dan teman teman namun kami justru tidak berkomunikasi dengan warga disini."


" gapapa pak RT, saya yang malu pak main asal tuduh aja, awalnya saya suka tanya sama bu RT tapi kata beliau ga usah urusan sama urusan orang lain, jadi kami malah menerka nerka, ngapunten njih pak Agung, mba Sasha sama dokter. Nanti saya akan bertanggung jawab menjelaskan dengan ibu ibu yang lain." ucap bu Tini penuh penyesalan.


"Ya sudah berhubung sudah hampir dini hari silahkan istirahat dirumahnya masing masing, saya juga pamit ya pak Agung, nak Sasha dan nak Faishal." ucap Pak RT


"monggo monggo pak" ucap ayah


"maaf ya pak bu, tidak disuguhi apa apa." ucap Sasha tak enak iapun bingung harus menyuguhkan apa.


"ndak papa mba Sasha, kita pamit ya." ucap Bu Wiwid mewakili


Merekapun akhirnya pulang, tinggallah Bu Endang beserta suami serta Ayah.


"Mba Sasha, malem ini nginep tempat saya saja, pasti Dea seneng banget mba, daripada sendirian." ucap bu Endang berharap Sasha mau menginap dirumahnya, karena bu Endang masih khawatir dengan Sasha yang terlihat masih cemas.


"Maaf bu Endang, Sasha akan saya bawa pulang saja, kasihan cucu saya, setidaknya kalo dirumah kami saya akan lebih lega." ucap ayah


"oh njih pak lebih bagus kalo begitu kami jadi tidak khawatir lagi, kalo begitu kami pamit. mba Sasha kalo ada apa apa jangan sungkan ya."


" iya bu Endang makasih" ucap Sasha lalu mengantar bu endang kedepan pintu.

__ADS_1


Sementara itu Faishal sudah sibuk menyiapkan stroler serta botol dot yang akan dibawa menginap.


"om , saya disini saja ya om, saya dah ga papa, mas ga usah diberesin." ucap Sasha


"Sasha, bunda yang minta, bunda cemas banget lho nak, ikut saja kerumah kami yah."


"tapi....."


" siapin perlengkapan Cilla sama baju kamu buat 4 hari." ucap Faishal tepat didepan Sasha


"tapi mas aku gapapa sendiri."


"jangan bikin aku cemas, bisa kan?" Faisal memohon kepada Sasha.


"ayo Sasha, gapapa, misal besok kamu sudah tenang kamu bisa kembali lagi." ucap ayah meyakinkan Sasha, Sasha menjadi tak enak akhirnya bersedia.


"legaaaaa...." Faishal membatin, ia tak sanggup meyembunyikan senyum bahagianya ketika Sasha mau menginap dirumahnya, paling tidak beberapa hari ini bisa melihat wajah Sasha dirumahnya sendiri, dan bermain dengan Cilla, siapa tahu bisa mengusir penatnya, hari ini Faishal sangat buruk suasana hatinya. Namun ia justru mendapatkan hadiah terindah baginya dengan mengajak Sasha dan Cilla kerumahnya, yang jelas Faishal akan menyimpan foto foto mereka yang selalu ia lihat sebelum tidur dengan rapi karena sudah ada orang aslinya didekatnya.


"Aku akan membuat kalian berdua nyaman senyaman nyamannya" Ucap faishal dalam hati. Ayah merangkul pundak Faishal membuatnya terkejut.


" inget! jangan terlena, ada Vivi yang harus kamu hadapi kedepannya. Dan kamu ga lupa kan dia tuangan pria lain nak." ucap ayah lirih


"iya ayah kakak inget terus. tapi terimakasih ya yah, atas malam ini, ayah pengertian banget bawa mereka pulang." faishalpun hampir berbisik


"iya lah... ayah kan kenal banget apa yang kmu mau, dah berbahagialah hari ini jangan stress kayak tadi.. ssst sasha dah keluar. Udah semua sha?"


" udah om."

__ADS_1


"ayah naik mobil aja bareng kakak, motorrnya ditaruh didalem aja." ucap Faishal ketika melihat sang ayah menuji motorrnya, karea ia hanya didalam sejak ayahnya datang sehingga ia baru tahu jika sang ayah menggunakan motor.


"gapapa, besok pagi motornya mau ayah bawa kekantor ribet pakek mobil, dah ya ayah duluan." ucap ayah yang sudah menghidupkan mesin motornya lalu menuju kerumahnya.


" ayo sha. Kamu duduk depan aja" Ajak Faishal, yang sudah membukakan pintu mobil bagian depan dan sudah memposisikan kursinya kebelakang agar Sasha dan Cilla bisa rebahan.


"iya makasih ya mas".


Faishal mengendarai mobil kearah rumahnya, sepanjang perjalanan cilla tertidur pulas dipelukan Sasha yang juga tak kuasa menahan kantuk. Sesampainya dirumah, Faishal membangunkan Sasha. Dengan berat Sasha mencoba membuka matanya danengikuti Faishal masuk kerumah hingga kesebuah kamar dimana dia meletakkan Cilla di kasurnya, Faishal pun meninggalkan Sasha dan Cilla dikamar tersebut setelah berpamitan yang mana suaranya tak begitu jelas terdengar ditelinga Sasha karena Rasa kantuknya yang tak dapat dibendungnya. Sasha mengunci pintu lalu segera ikut berbaring bersama Cilla tanpa berganti pakaian atau melakukan ritual sebelum tidurnya yaitu membersihkan wajah dan menyikat giginya.


Azan subuh telah berkumandang, ayah dan Faishal bergegas kemasjid untuk menunaikan sholat subuh. Terlihat Faishal mengenakan baju koko dan sarung sang ayah. Sebelum berangkat Faishal berniat membangunkan Sasha takut ketiduran dan tidak menunaikan sholat subuh karena mereka baru beristirahat beberapa jam yang lalu. Namun hal itu diurungkannya. Setelah ia pikirkan, mereka tidak sedekat itu sampai harus membangunkan saat subuh, takut Sasha merasa tak nyaman. Faishalpun akhirnya berangkat bersama ayah.


Di kamar, saat azan subuh berkumandang, Sasha langsung terjaga, sebenarnya matanya masih sangat berat, namun setelah mencoba membuka matanya, Sasha benar benar terkejut. Ia sangat hafal kamar ini, kamar yaag seperti iipe idamannya dan pernah ia masuki beberapa waktu yang lalu, ya.... kamar ini adalah kamar faishal. Sasha jadi tak enak hati menggunakan kamar ini.


"mas Faishal jadi tidur dikamar lain, harusnya kami di kamar tamu saja." Ucap sasha sambil mengelus elus kaki Cilla yang masih terlelap.


"sayang bunda.... masih ngantuk yah, biasanya subuh dah bangun." Sasha tersenyum sambil mengajak Cilla berbicara. Ia gemas melihat bayi didepannya makin hari makin terlihat tembem. Cila yang diajak berbicara hanya menggeliat dan tak sedikitpun terganggu dai tidur pulasnya. Biasanya saat subuh Cilla duluanlah yang akan membangunkan Sasha dengan menangis tanda popoknya basah, Sasha membiasakan Cilla memakai popok kain selain lebih sehat, hal ini bertujuan agar mereka lebih hemat. Karena saat ini mereka bepergian, akhirnya harus menggunakan pampers saat tidur sehingga Cilla tertidur pulas tanpa merasa risih saat harus buang air kecil.


"ga rewel ya sayang. Bunda tinggal mandi sama subuhan yah. Cup" Sasha mengecup pipi Cilla yang tertidur pulas dan bergegas kekamar mandi.


Didalam kamar mandi yang pernah ia masuki sebelumnya, Sasha merasa berdebar karena melihat semua perlengkapan mandi Faishal. Sabunnya, shampoo, bathrobe yang masih bergantung dipintu, dan perlengkapan lainnya yang khas sekali wanginya khas sekali ketika ia berdekatan dengan Faishal. Sasha yakin Faishal tentunya ingin menggunakan kamar mandinya, ia sungguh menjadi bertambah sungkan. Ia nanti akan segera keluar dari kamar tersebut setelah mandi dan menunaikan sholat subuh lalu menyingkirkan barang barangnya dan cilla ke kamar tamu.


Sashapun menunaikan sholat, lalu segera keluar kamar mengemasi barangnya yang belum dikeluarkan semua, hanya perlengkapan mandinua saja. Ia memanfaatkan waktu untuk membereskan tas tasnya sebelum cilla terbangun.


Terdengar suara penggorengan didapur, lalu tercium wangi yang sangat menggugah selera ketika Sasha membuka pintu. Ia mengeluarkan tasnya satu persatu lalu dipinggirkan kediding didepan kamar agar tak mengganggu orang yang akan lewat.


"pagi pagi sudah ada yang masak, apa pembantunya ya. ah aku ga enak kalo diem aja, mending bantu nanti didapur." Sasha melihat sejenak kedalam kamar ternyata Cilla masih sangat pulas. Lalu ia bergegas menuju kedapur.

__ADS_1


Tak disangka sesampainya didapur.....


__ADS_2